Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Rencana Mereka


__ADS_3

"Apakah kau sudah bertemu dengan Angel aL?".tanya Mark akhir nya.


Mendengar pertanyaan Mark, seketika Robert menatap tajam ke arah Mark.


Tatapan yang sulit untuk di artikan.


...---------------------...


Robert masih menatap ke arah Mark dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"apa yang kau lihat aL. Mengapa kau menatap ku seperti itu?".tanya Mark heran melihat Robert yang menatap ke arah nya.


"Aku ingin bertanya dengan kau Mark dan aku harap kau menjawab nya dengan jujur".ucap Robert masih menatap ke arah Mark.


"Apa yang ingin kau tanyakan aL?".tanya Mark


"Apa selama ini kau tau jika Angel bersembunyi di sini?".tanya Robert dingin menatap ke arah Mark.


Mark terkejut mendengar pertanyaan Robert, namun dengan cepat Mark berusaha mengembalikan ekspresi nya seperti semula lalu berkata.


"Apa maksud kau aL? aku tidak mengerti. Sudahlah aL, jangan terlalu banyak berpikir, lebih baik sekarang kau istirahat agar kau bisa lekas sembuh".ucap Mark berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Cukup Mark. Kali ini aku minta jangan menutupi apapun dari ku dan jawab semua nya dengan jujur. Jika kau tidak mau menjawab pertanyaan ku maka mulai saat ini aku tidak akan pernah mau bertemu dengan kau lagi Mark".ucap Robert mengancam.


"Apa yang kau katakan aL. Jangan berbicara seperti itu. Sudahlah kau istirahat saja. Kau masih belum sembuh".ucap Mark masih berusaha menutupi semua nya.


"CUKUP MARK!!".teriak Robert murka.


Mark terdiam melihat wajah murka Robert.


Meskipun Robert dalam keadaan sakit, tapi aura kemarahan Robert begitu sangat terlihat mengerikan bagi siapa saja yang melihat nya.


"SEKALI LAGI AKU BERTANYA MARK, APA SELAMA INI KAU TAU ANGEL BERADA DI JERMAN??".tanya Robert dengan menekan setiap perkataan nya.


Mark diam sejenak memikirkan apa yang harus ia katakan pada Robert, Mark menarik nafas sejenak sebelum menjawab dan berkata.

__ADS_1


"Iya aL dan aku lah yang sudah membantu Angel untuk pergi dari kediaman mu dan membawa nya kesini".jawab Mark akhir nya.


Mendengar jawaban Mark, seolah ada sebuah Bom waktu yang di lempar di diri Robert.


Robert sudah menebak tentang semua ini, tetapi mendengarkan pengakuan nya secara langsung membuat hari Robert begitu sakit karena mendapatkan pengkhianatan seperti ini dari orang yang begitu sangat Robert percaya.


Robert tersenyum kecut ke arah Mark dan berkata.


"Apakah kau bekerja sama dengan papa dan mama Mark?".tanya Robert dengan suara sendu.


Mark kembali terkejut saat mendengar Robert bertanya tentang Albert dan Alesha.


"Tak perlu kau tutupi Mark. Diam kau sudah menjawab semua nya. Jadi aku minta sekarang kau PERGI DARI HADAPAN KU. Aku tak membutuhkan seorang PENGKHIANAT seperti kau mark".ucap Robert kecewa.


Seharusnya mendengar kata PENGKHIANAT Mark merasakan sakit hati, tapi saat melihat Robert mengatakan itu dengan wajah kecewa membuat sesuatu dalam diri Mark bergetar dan merasakan juga apa yang Robert rasakan.


"Apakah aku membuat nya kecewa terlalu dalam".gumam Mark sendu dalam hati.


Bahkan Robert enggan walau hanya menatap ke arah Mark.


"aL kau salah paham, aku melakukan ini bukan untuk mengkhianati mu, tapi....".ucapan mark terhenti oleh perkataan Robert yang mengatakan.


"Tenang aL, jangan seperti ini. Aku minta maaf jika aku melakukan kesalahan. Aku berjanji jika aku akan memperbaiki semua nya. Tapi untuk sekarang kau harus fokus dulu pada kesembuhan mu aL. Setelah itu aku janji akan membawa Angel ke hadapan mu".ucap Mark berusaha meredakan emosi Robert.


Robert tersenyum sinis ke arah Mark dan berkata.


"Membuat nya kembali seperti semula".ucap Robert lalu tersenyum hambar seperti orang gila.


Melihat itu membuat Mark semakin merasa bersalah.


"aL".gumam Mark sedih.


"Apa kau tau Mark. Setiap hari yang selalu aku minta kepada tuhan adalah aku meminta untuk di pertemukan kembali dengan Angel dan meminta maaf atas semua yang sudah aku lakukan pada nya. Setiap hari aku selalu hidup dengan rasa bersalah ku kepada Angel.


Aku terlalu buta untuk merasakan kasih sayang yang tulus yang di berikan Angel kepada ku. Aku terlalu buta dengan perhatian yang di berikan Rose untuk ku sehingga aku menelantarkan istri ku sendiri".ucap Robert kembali tertawa hambar saat kembali teringat apa yang dulu ia lakukan kepada Angel.

__ADS_1


"Sekarang aku tau apa yang Angel rasakan dulu. Sakit rasanya menunggu sesuatu yang bahkan tak bisa untuk kita miliki. Tuhan sudah memberikan hukuman kepada ku karena telah menyakiti hati wanita yang sangat aku cintai".ucap Robert sendu menatap ke atas dengan tatapan seolah tengah menerawang jauh.


Mark semakin sakit melihat keadaan Robert sekarang.Mark begitu sangat menyesali semua nya.


"Persiapkan semua hal untuk kepulangan ku Mark. Aku tak ingin di sini terlalu lama. Dan aku tak ingin terlihat begitu sangat menyedihkan seperti ini di depan nya".ucap Robert memelankan suara nya di akhir kalimat.


"Apa yang kau katakan aL. Kau harus tetap di sini karena kau harus menjalankan terapi untuk kesembuhan mu. Jangan keras kepala aL".kata Mark khawatir.


"Apa kau tak mendengar perintah ku Mark atau...".robert menggantung perkataan nya dan tertawa menatap ke arah mark dan berkata.


"Atau kau sudah tidak mau menuruti perkataan dari orang cacat seperti ku?".tanya Robert menatap ke arah Mark.


Mark terkejut dengan pertanyaan Robert dan dengan cepat menggelengkan kepala nya dan berkata.


"Tidak aL. Jangan bicara seperti itu. Kau akan segera sembuh karena itu kau harus melakukan terapi. Dokter mengatakan jika kau bisa sembuh jika melakukan terapi dan lagi pula jika kau pulang, mama Alesha akan merasa sedih melihat keadaan mu aL. Apa kau tidak kasihan dengan mama?".tanya Mark berusaha menggunakan Alesha untuk membuat Robert berhenti keras kepala.


"Siapa yang mengatakan jika aku akan pulang kerumah mama. Aku ingin kembali ke NY malam ini juga".ucap Robert tak terbantahkan.


"aL tapi...".ucapan Mark seketika di potong oleh Robert dan berkata.


"Cukup. Aku tak ingin mendengar alasan apapun. aku tak akan tinggal di sini lebih lama lagi karena.... sudahlah cepat persiapkan kepulangan ku SEKARANG".ucap robert kemudian memalingkan wajah nya ke arah lain.


Sementara Mark menghela nafas nya lelah dengan sikap keras kepala Robert dan memilih keluar dari ruangan Robert.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang. aL begitu sangat keras kepala. Akan sangat berbahaya jika aL bepergian dalam keadaan seperti ini. Pasti akan ada musuh yang mengincar nya. Apa yang harus aku lakukan. aL tak akan mungkin mau mendengarkan ku".gumam Mark setelah keluar dari ruangan Robert.


Mark memikirkan rencana apa yang harus ia lakukan untuk menghentikan kegilaan Robert.


Dan saat memikirkan rencana tiba-tiba sebuah nama terlintas di pikiran Mark.


"Angel".gumam mark tanpa sadar.


"Iya hanya angel yang bisa menghentikan aL. Aku harus membawa angel kemari dan meminta angel untuk membujuk aL agar tetap di sini dan menjalani terapi".gumam Mark lagi senang memikirkan rencana nya.


"Tapi bagaimana jika aL marah".gumam nya lagi bimbang.

__ADS_1


Setelah berpikir beberapa detik akhir nya Mark memutuskan untuk tetap membawa angel kemari dan membujuk Robert untuk tetap tinggal.


"Biarkan aL marah padaku karena membawa Angel ke hadapan nya. Yang terpenting sekarang adalah kesembuhan aL. Aku tak perduli jika nanti nya aL membenci ku".gumam mark yakin kemudian berlari dengan cepat keluar dari rumah sakit menuju ke rumah Angel.


__ADS_2