Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Takdir Yang Menyakitkan


__ADS_3

"Dapat kau tikus kecil".gumamnya


-------------------------------------------------------------------------


Tampak seorang pelayanan memberikan arahan kepada frans dan angel dimana letak tempat duduk yang sudah dipesan terlebih dulu oleh frans.


Saat sampai, tak lupa frans menarik kursi untuk angel lalu frans pun ikut duduk dikursi yang lainnya.


Tampak mereka memesan makanan kepada sang pelayan setelah itu pelayan tersebut pergi meninggalkan meja mereka.


Mereka tampak asyik berbicara layaknya sepasang kekasih. Tak ada yang tau kalau sebenarnya mereka adalah teman.


Mereka tak menyadari bahwa ada seseorang yang terus memperhatikan mereka, dia adalah Robert.


"ternyata ****** seperti mu jika didandani lumayan juga. pantas banyak pria yang tertarik kepadamu . cihh dasar ****** kecil".gumamnya dalam hati.


Tanpa robert sadari, sedari tadi ia menatap angel tanpa berkedip.


Akhirnya makanan pesanan angel dan frans sudah datang dan mereka makan dengan tenang.


Angel yang lebih dulu selesai makan meminta izin untuk pergi ke toilet.


Cukup lama angel didalam toilet dan saat angel keluar tiba-tiba ada sebuah tangan kekar menarik paksa angel dan menghempasnya ke dinding.


"Aduh".ucapnya saat punggungnya terbentur dengan dinding.


"Kita bertemu lagi nona".kata robert


Tubuh angel seketika menegang mendengar suara bariton seorang pria. Angel masih ingat dengan suara ini. Angel tau siapa pemilik suara ini. Dengan memberanikan diri angel mendongakkan kepala untuk memastikan bahwa pemikirannya pasti salah.

__ADS_1


Saat angel mendongakkan kepala, mata angel membulat sempurna.


"Apa kabar nona. Apa yang kau lakukan disini. Setahuku ini adalah restaurant mahal dan hanya orang-orang kaya yang bisa makan disini. Apa kau punya banyak uang untuk makan disini?? Atau kau lagi menunggu pelangganmu disini".ucapnya begitu kejam.


"Mengapa kau hanya diam nona. Apa kau takut aku merusak rencana mu untuk mendekati pelangganmu malam ini?".katanya menghina


Angel masih tetap diam dengan air mata yang sudah terbendung dipelupuk mata, angel yakin jika ia berkedip maka air matanya pasti akan terjatuh.


"Ternyata ****** seperti mu lumayan juga kalau didandani. Pantas saja banyak yang tertarik padamu".ucapnya sambil melihat angel dari atas hingga bawah seolah sedang menilai.


"Bagaimana malam ini kau temani aku, aku akan bayar berapa pun yang kau minta".tawarnya dengan senyuman penuh kemenangan.


"Berapa yang sudah dibayar orang yang sedang bersamamu itu nona. Aku akan mengganti dua kali lipat".lanjutnya


Angel masih tetap diam menatap robert.


"Kenapa kau memandangiku seperti itu nona??. Apa kau baru sadar bahwa aku ini tampan??". ucapnya dengan bangga.


Tiba-tiba angel menghempas tangan robert dan berkata.


"Saya memang miskin tapi saya bukan orang yang seperti anda sebutkan tadi".ucapnya dengan tajam lalu berjalan hendak pergi menjauh dari robert.


Tapi robert menahan lengan angel.


"Jangan sok suci. Mana ada ****** mengaku...".ucapan robert terpotong oleh perkataan angel.


"Berhenti !! ".teriak angel


"jika anda hanya ingin menghina saya, anda hanya membuang-buang waktu tuan. Apapun yang anda katakan saya tidak perduli. Terserah anda mau mengatakan apa. Saya harap anda jangan membuang waktu berharga anda dengan repot-repot berbicara pada ****** murahan seperti saya".lanjutnya yang mampu membuat robert terdiam dan setelah itu angel pergi dari hadapan robert.

__ADS_1


Angel pergi dengan keadaan hati yang hancur. Tanpa angel sadari ia lebih dulu keluar dari restaurant tersebut dan pulang dengan menaiki taksi.


Malam ini angel ingin sendiri, ia tak ingin diganggu oleh siapapun.


Angel pun memberi kabar pada frans bahwa ia sudah pulang terlebih dahulu karena kepalanya tiba-tiba sakit setelah itu angel mematikan ponselnya karena ia tau pasti frans akan terus menelpon nya.


Didalam taksi angel berusaha sekuat tenaga menahan agar ia tidak menangis tersedu dan saat angel sudah tiba dirumah dan mengunci pintu. lalu angel berlari menuju kamarnya dan saat sampai dikamar tangis angel pun pecah, air matanya sudah mengalir sangat deras, angel terlihat sangat menyedihkan.


"Apa dosa yang telah aku perbuat dimasa lalu tuhan, sehingga aku kau beri cobaan seperti ini".gumamnya sambil berderai air mata. Tangis angel begitu memilukan dan siapapun yang mendengarnya pasti akan ikut merasakan apa yang sedang dirasakan angel.


"Mengapa aku dipandang hina tuhan, apa salahku padanya . Mengapa ia selalu menghina dan merendahkanku, aku seperti sampah dimatanya. mengapa tuhan".lanjutnya


"Andai aku memiliki orang tua, pasti aku tidak akan diperlakukan seperti ini. Ayah ibu, apakah kalian masih ada ?? Apakah kalian merindukan ku?? Dapatkah aku melihat kalian walaupun hanya sekali?? Dapatkah aku untuk memeluk kalian??".ucapnya dalam tangis yang memilukan.


"Tuhan adakah sedikit kebahagiaan yang engkau sediakan untukku?? bolehkah aku merasakan sekali saja kebahagiaan?? Apakah aku memang tidak pantas untuk bahagia? mengapa tuhan, mengapa??".ucapnya lagi dengan bersimpuh dilantai kamar yang dingin.


Karena terlalu lama menangis, angel akhirnya kelelahan dan tertidur diatas lantai tanpa menggunakan alas apapun.


PAGI HARINYA


Angel terbangun saat cahaya matahari masuk menyilaukan matanya.


Angel perlahan membuka matanya dan dilihatnya hari sudah pagi.


"Ternyata aku tertidur dilantai"ucapnya sambil berusaha berdiri. Tetapi saat berdiri tiba-tiba.


"Astaga pinggangku rasanya sakit semua".katanya sambil memegangi pinggang yang sakit. Mungkin ini karena ia tertidur semalaman di atas lantai tanpa menggunakan alas.


Angel berusaha bangkit dan berjalan sambil tertatih menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Selesai mandi angel sedikit lebih segar. Mulai hari ini angel bertekat. Angel akan melawan pria itu, angel tidak akan diam lagi saat pria itu menghinanya. Sudah cukup selama ini angel diam di hina dan di maki. Sedari kecil hingga sekarang semua orang menghinanya dan menyalahkannya. Tapi tidak untuk sekarang . Bukan salahnya jika dilahirkan didunia dan dibuang oleh orang tua nya. Bukan salah angel menjadi orang miskin. Semua sudah jalan hidup angel, semua yang terjadi dalam hidupnya atas kehendak tuhan. Jika tuhan mengatakan tidak maka akan terjadi. Jadi tidak ada manusia yang bisa melawan kehendak tuhan.


__ADS_2