Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Hanya Mimpi


__ADS_3

Keesokan hari nya angel terbangun lebih awal.


Angel berjalan menuju kamar mandi, entah mengapa hari ini angel begitu sangat malas untuk melakukan sesuatu.


Angel berdiri di depan kaca dan betapa terkejut nya saat ia melihat penampilan nya sendiri.


Penampilan angel begitu sangat mengenaskan.


Mata yang terlihat sembab, terdapat kantung mata yang menghitam san di tambah rambut yang terlihat kusut melengkapi penampilan angel yang begitu sangat mengkhawatirkan.


Angel masih menatap lekat diri nya di cermin.


Seketika ingatan semalam kembali muncul dan membuat angel terlihat sendu.


"Apa yang terjadi semalam pasti semua hanya mimpi. Aku yakin semalam aku sedang bermimpi. Tidak mungkin aL berkata kasar seperti itu pada ku".gumam angel masih berusaha menolak kenyataan yang terjadi.


Meskipun mulut angel menolak kenyataan yang terjadi semalam, namun hati angel berkata lain dan tanla sadar, entah kapan air mata angel luruh kembali.


Angel menatap nanar diri nya di balik kaca.


Seketika angel menyeka air mata nya kasar dan berkata.


"Tidak. Aku yakin semalam hanyalah mimpi buruk. Aku yakin semalam itu bukan lah kejadian yang sebenar nya. Aku terlalu memikirkan nya yang tidak ada kabar dan itu membuat ku jadi memimpikan nya. aL tidak akan melakukan itu pada ku".gumam angel lagi masih berusaha menyakinkan diri nya jika semalam hanyalah sebuah mimpi buruk.


"Jika memang itu benar terjadi, pasti ketika aku terbangun aku akan langsung melihat nya. Tapi tadi di saat aku terbangun hanya aku yang ada di kamar. Aku yakin semalam hanya lah mimpi buruk".ucap angel kemudian membasuh wajah nya dengan menggunakan air sehingga dapat menyamarkan air mata nya.


Sementara di lain tempat tampam mark yang masih tertidur di ruangan club malam milik Rio.


Seketika terjaga dan membuka mata nya secara perlahan.


Mark terlihat tengah memperhatikan sekeliling ruangan.

__ADS_1


Setelah mark mengingat di mana ia berada, mark berusaha untuk bangkit tapi tiba-tiba.


"Aarrggghhh".gumam mark sambi memegang kepala nya yang berdenyut.


Tiba-tiba masuk lah seseorang ke dalam ruangan tersebut dan menghampiri mark yang tengah menahan sakit.


"Kau sudah bangun mark. Apa ada yang sakit?".tanya orang tersebut yang tak lain adalah Rio.


Mark mendongakkan kepala nya untuk melihat seseorang yang sedang berbicara dengan nya.


"Aku hanya merasa sedikit pusing".ucap mark sambil memijit pelan kepala nya.


Rio kemudian duduk di samping mark dan meletak kan segelas greentea hangat di atas meja lalu berkata.


"Minumlah ini dulu agar kau merasa lebih baikan".ucap Rio menyerahkan greentea hangat pada mark dan mark pun menerima nya dan langsung meminum nya secara perlahan.


Rio menatap lekat ke arah sang sahabat.


"Tentu saja kepala mu sakit, semalam kau minum terlalu banyak hingga kau sampai tak sadarkan diri".ucap Rio dan mendengar itu seketika mark berhenti meminum minuman nya dan melihat ke arah Rio.


"Iya. Semalam kau sangat mabuk dan kau bahkan ingin membunuh pegawai ku karena tidak mau memberikan mu minuman lagi".ucap Rio menjelaskan.


Mark tampak memikirkan perkataan yang di katakan Rio.


Selama ini mark tidak pernah sampai mabuk jika sedang minum alkohol tapi semalam.


"Apa kau yakin semalam aku mabuk?".tanya mark seolah masih belum percaya jika semalam ia mabuk hanya karena alkohol.


"Kau serius menanyakan aku pertanyaan seperti itu?".Rio yang kembali bertanya tanpa menjawab pertanyaan mark.


Mark hanya diam mendengar pertanyaan Rio.

__ADS_1


Rio menghela nafas kasar melihat sikap sang sahabat.


"Semalam kau bahkan hampir m3mbunuh pegawai ku dan kau hampir membuat keributan di club milik ku dan sekarang kau bertanya seolah kau tidak percaya dengan ucapan ku".ucap Rio seakan tak percaya dengan pertanyaan mark.


"Sudah lupakan saja. Aku tidak ingat apa-apa".ucap mark kemudian meminum kembali minuman nya.


Rio sampai menggelengkan kepala tak percaya dengan apa yang ka dengar.


Beberapa menit suasana dalam ruangan tampak sunyi. Tak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun.


Sampai akhir nya pertanyaan Rio mampu membuat mark menegang.


"Semalam kau mengatakan akan membawa nya pergi jauh dari mu. Siapa yang kau maksud mark dan siapa yang akan kau bawa pergi dan dari siapa?".tanya Rio setelah beberapa menit terdiam.


Seketika tubuh mark menegang mendengar pertanyaan Rio.


"*apa semalam aku mengatakan itu di saat aku tidak sadar kan diri. Apa aku me*ngatakan hal aneh lagi semalam. Astaga bagaimana jika Rio curiga dan terus mendesak ku untuk menjawab".gumam mark dalam hati.


Rio melihat mark yang seperti tengah menmikirkan sesuatu.


"Mengapa kau diam mark, apa sebenar nya yang terjadi? siapa yang kau maksud semalam?".tanya Rio lagi.


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan. Aku tidak ingat jika aku mengatakan itu".jawab mark berbohong.


Rio menatap curiga ke arah mark. Rio tau jika sekarang mark sedang berbohong.


"Aku tau kau sedang menutupi sesuatu mark. Aku akan mencari tau sendiri".gumam rio dalam hati.


Mark tau jika rio tidak akan mudah percaya dengan ucapan nya.


"Kalau begitu aku akan pulang sekarang".ucap mark kemudian dengan cepat berdiri dan melangkah keluar.

__ADS_1


bahkan panggilan Rio tak di hirau kan mark.


"Untung aku bisa keluar dari sana dan aku tak perlu menjelaskan nya pada rio".gumam mark lega dan setelah nya mark meninggalkan club milik Rio dan melajukan mobil nya ke suatu tempat.


__ADS_2