Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Perasaan Khawatir


__ADS_3

Robert sedang berada di sebuah club malam dan tentu nya ini adalah club milik rio.


"Astaga ada apa dengan kalian berdua, kemarin mark yang kemari dan sekarang kau yang kemari. Apa jangan-jangan kau juga sedang bermasalah dengan seorang wanita?".tebak rio saat melihat robert berada di club nya pada jam segini.


Karena ini masih siang dan club belum buka.


Di antara rio dan mark. hanya rio yang tidak tau bahwa robert sudah menikah.


Bahkan pada saat pernikahan nya, robert tidak mengundang rio.


Karena itu rio mengatakan jika robert kemari karena ada masalah dengan seorang wanita.


Mengapa robert tak mengundang rio, karena di antara mereka bertiga, mulut rio yang paling tidak bisa di jaga. Itulah salah satu alasan robert tidak memberitahukannya kepada rio.


Robert menatap tajam ke arah rio yang seolah menghina nya, karena seorang wanita seorang robert mabuk-mabukan.


"Lebih baik tutup mulut mu".ucap robert dingin.


Rio melihat aura yang sangat menyeram kan dari robert.


Seketika rio langsung bungkam.


"Ambil kan aku minuman yang paling bagus di club ini".ucap robert.


Rio pun pergi mengambil minuman yang di maksud robert.


Beberapa menit kemudian, rio datang sambil membawa sebotol minuman dan dua buah gelas.


Lalu rio meletakkannya di meja robert.


"Apa ini?".tanya robert.


Karena robert baru pertama melihat nya.


"Ini adalah minuman terbaik yang aku miliki. Minuman ini baru sampai tadi malam. Bahkan aku belum pernah merasakan nya".ucap rio menjelaskan.


Mendengar penjelasan rio, robert mengerutkan kening.


"Lalu? apa yang kau lakukan di sini dan mengapa kau membawa dua buah gelas?".tanya robert.


"Aku ingin meminum nya juga. Sebenarnya ini punya ku. aku memesan nya khusus. Bahkan aku harus merogoh kantong untuk membeli ini".jawab rio.


"Tidak. aku adalah pembeli. Aku akan membayar berapa pun untuk minuman ini. Aku tak mau berbagi dengan siapa pun".ucap robert tak mau berbagi.


"Ayolah aL, aku bahkan menunggu sangat lama untuk mendapatkan minuman ini. Aku sudah rela membagikan nya dengan mu. Seharus nya kau berterima kasih pada ku".ucap rio memelas.


"Pokok nya tidak. Aku tak akan membagikan nya pada mu".ucap robert tak terbantahkan.


Mendengar perkataan robert, rio hanya mendengus kesal.

__ADS_1


"Kalau tau begini, aku tak mau memberikannya pada mu".ucap rio kesal.


Robert yang melihat rio marah-marah sendiri hanya bisa tertawa, karena di antara mereka.


Hanya rio yang jika marah sama seseorang ia akan merepet sendiri seperti perempuan.


Robert pun membuka minuman tersebut, lalu menuangkannya di gelas milik nya.


Saat robert ingin meminum nya tiba-tiba.


"Minum secara perlahan,jika tidak kau tidak akan bisa melihat matahari besok".ucap rio mengingatkan.


Robert yang mendengar perkataan rio pun hanya tersenyum.


Ya begitulah rio, meski terkenal memiliki banyak club dan menyandang status playboy, fuckboy, dan brengsek.


Tapi rio tetap memiliki solidaritas yang tinggi.


Semarah apapun rio kepada robert dan mark, ia tidak akan pernah bisa marah terlalu lama.


Karena bagi rio, sahabat adalah orang yang sangat berharga setelah keluarga.


"Thank's brother".ucap robert lalu setelah nya robert meminum nya perlahan sesuai yang di katakan rio.


Rio hanya bisa menelan ludah nya kasar.


Bahkan rio harus merogoh kantong dengan jumlah yang sangat besar hanya untuk minuman itu.


Jadi wajar jika rio sangat kesal karena tidak bisa mencicipi minuman tersebut.


Robert sedari tadi memperhatikan ekspresi rio yang seakan berkata.


aku mau. Berikan sedikit padaku.


Seperti itulah gambaran wajah rio sekarang.


Robert kembali menuangkan minuman tersebut ke dalam gelas nya dan lagi, robert kembali menuangkan minuman tersebut.


Namun bukan di gelas nya, melainkan di gelas yang satu nya lagi.


Lalu setelah itu robert berkata.


"Minumlah. Wajah kau sangat tak enak di pandang jika sedang kesal seperti itu".ucap robert seraya menyodorkan gelas yang sudah terisi.


Rio yang mendengar perkataan robert dan melihat gelas yang berisi minuman itu.


Seketika tersenyum bahagia, seakan ia baru saja mendapatkan sebuah undian.


Dengan semangat rio langsung mengambil minuman tersebut.

__ADS_1


"Bersulang" ucap rio sambil mengangkat gelas nya ke arah robert.


Robert pun melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan rio.


"Bersulang".ucap mereka bersama.


Lalu setelah nya mereka berdua pun minum bersama.


Sementara angel, sedari tadi hati nya merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.


Karena sedari tadi perasaan angel sangat tidak enak.


"Ada apa ini, mengapa perasaan ku tidak enak sedari tadi".gumam angel sambil memegang jantungnya yang berdebar sangat kencang.


"Apa yang akan terjadi, perasaan ku sangat tidak enak".ucap angel.


"Apa terjadi sesuatu dengan nya. Tuhan jaga ia di mana pun ia berada. Jaga ia untuk ku tuhan".doa angel penuh harap.


Setelah nya angel menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara di lain tempat tampak seseorang tengah duduk sendirian di sudut ruangan yang gelap.


Tampak seseorang itu begitu sangat frustasi.


Ya seseorang yang duduk berdian di dalam ruangan yang gelap itu adalah Frans.


Keadaan frans yang semakin memburuk.


Tumbuh bulu-bulu halus di area dagu, tampak rambut yang acak-acakan.


Wajah frans yang sudah terlihat sangat tirus bahkan badan frans tampak lebih kurus dari sebelum nya.


Frans sudah tidak memiliki semangat hidup bahkan sekarang papa justin yang turun tangan langsung mengurus perusahaan.


Karena jika perusahaan tetap di biarkan berada di tangan frans, maka perusahaan tersebut akan bangkrut kembali seperti kemarin.


"Kau di mana angel. Mengapa aku tak bisa menemukan mu. Bahkan kau seperti menghilang di telan bumi. Satu kabar pun aku tak mendapatkan nya. Bahkan aku sudah mengerahkan orang-orang kepercayaan ku untuk mencari mu. Tapi sampai saat ini aku belum bisa menemukan mu. Kamu dimana my angel".gumam frans frustasi.


Keadaan frans sekarang memang sangat mengkhawatirkan.


Frans sangat sudah seperti orang yang hilang akal.


Tiba-tiba suara pintu di buka dan muncul lah seseorang dari arah luar.


"Mau sampai kapan kau seperti ini frans?".tanya orang itu yang tak lain adalah tuan justin papa frans.


Frans melirik sekilas ke arah sang papa lalu kembali meneguk minuman yang ada di dekat nya tanpa berniat menjawab pertanyaan sang papa.


"Papa bertanya pada mu frans. Mau sampai kapan kau akan terpuruk seperti ini. Lupakan gadia itu, mungkin ia sudah bahagia bersama orang lain. Kau tidak boleh egois seperti ini frans. Masih banyak orang yang menyayangi. Bahkan mama mu selalu menangis setiap hari melihat keadaan mu yang sekarang. Setidaknya tolong pikirkan mama mu frans. Keadaan mama mu semakin memburuk sekarang karena sakit memikirkan diri mu. Papa harap kau bisa menerima kenyataan nak. Jangan menangisi seseorang yang tidak kau ketahui di mana keberadaan nya".ucap tuan justin dan langsung berbalik menutup pintu kamar frans dan meninggalkan frans sendiri di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2