
Robert memacukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Robert sangat khawatir melihat keadaan angel.
"Bertahanlah sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit".ucap robert pada angel yang tak sadarkan diri.
Beberapa menit kemudian, robert sampai diperkarangan rumah sakit.
Robert keluar dari mobilnya dan menggendong angel menuju brankar tidur yang dibawa oleh perawat rumah sakit.
Saat brankar didorong masuk kedalam rumah sakit, robert tak pernah melepaskan genggaman tangannya pada angel.
"Aku mohon bertahanlah".ucapnya dalam hati.
Mereka sampai didepan ruang ICU.
"Maaf tuan, anda tidak diperbolehkan masuk kedalam, harap anda menunggu pasien disini dan tolong segera urus administrasinya terlebih dahulu didepan".ucap sang perawat lalu masuk kedalam ruang ICU .
Robert mengambil ponsel di saku celananya. Robert ingin menelpon mark.
"Halo".ucap robert saat panggilan terhubung.
"........
"Datang ke Santa Hospital sekarang di ruang ICU".ucap robert.
"........
"Jangan banyak tanya mark. Kau datang saja sekarang".ucap robert marah karena mark terlalu banyak bertanya.
Sekarang robert lagi menunggu didepan ruang ICU. Sedari tadi robert mondar mandir seperti orang gila. Entah apa yang ada dalan pikirannya sekarang. Yang pasti ia sangat khawatir dengan gadis yang ada didalam ruang icu tersebut.
"Bos".panggil mark saat sampai didepan ruang icu.
"Siapa yang sakit bos".tanya mark kembali.
"Angel". jawab robert singkat.
"Apa yang terjadi dengannya bos".ucap mark.
"Aku tak tau. Saat aku ingin pulang, aku melihat tas nya masih ada didalam ruangannya. Jadi aku pikir ia masih ada di cafe. Jadi aku mencarinya dan menemukan ia sudah tak sadarkan diri didalam ruangan penyimpanan bahan makanan".jelas robert panjang lebar.
__ADS_1
"Tolong kau selesaikan administrasinya didepan mark".katanya kembali.
"Baik bos. Jika ada apa-apa kabari saya bos".Jawab mark lalu pamit pergi mengurus administrasinya.
Saat mark pergi, robert kembali menunggu angel didepan ruang icu, robert memilih duduk karena sebenarnya ia sangat lelah dan ngantuk. Seharian ini ia belum ada istirahat.
Tak berselang beberapa menit, mark datang dengan dua gelas kopi panas.
"Ini diminum dulu aL".ucap mark memberikan satu cup kopi panas pada robert.
"Terima kasih mark".jawab robert lalu mengambil cup kopi yang diberikan mark.
"Kau bisa istirahat sebentar aL, sepertinya kau sangat kelelahan. Biar aku yang jaga disini".tawar mark saat melihat robert beberapa kali merenggangkan otot-ototnya.
"Tak usah mark. Aku ingin menunggunya, aku ingin memastikan keadaannya".tolak robert.
"ternyata kau masih mengkhawatirkannya aL, Aku harap kau sudah bisa memaafkan kesalahannya. Meskipun aku tak tau apa kesalahan yang dibuat oleh gadis itu".ucap mark dalam hati.
Tak berapa lama keluarlah seorang dokter dari ruangan ICU.
Robert bangkit dari kursi dan berjalan kearah sang dokter.
"Bagaimana keadaannya dok".tanya robert saat sudah berada didepan dokter tersebut.
Seketika tubuh robert menegang mendengar penjelasan sang dokter.
"Sekarang bagaimana keadaannya dok". tanya mark, karena mark melihat robert terdiam setelah mendengar penjelasan sang dokter.
"Keadaannya sudah stabil hanya saja pasien masih belum sadarkan diri, sebentar lagi pasien sudah bisa dipindahkan keruangan rawat".ucap sang dokter.
"Baiklah dok. Terima kasih".ucap mark.
"Sama-sama kalau begitu saya permisi dulu".Ucap sang dokter pamit.
"Terima kasih dok".jawab mark kembali dan dibalas senyuman oleh sang dokter.
Tak berselang beberapa lama, keluarlah dua orang perawat sambil mendorong kasur yang berisi seorang pasien wanita yang tengah memejamkan mata dan wanita itu adalah angel yang hingga saat ini belum sadarkan diri.
Melihat itu robert mendekati mereka
"Tolong tempatkan ia di ruangan yang paling bagus".ucapnya kepada perawat.
__ADS_1
"Baik pak".jawab perawat itu singkat.
Mereka menuju keruang inap angel.
Akhirnya mereka sampai di ruangan angel.
Ruangannya sangat luas dan juga lengkap. Kamar mandi, tv, kulkas semuanya tersedia dikamar tersebut.
"Nona angel akan siuman sebentar lagi. Kalau begitu kami permisi dulu. Jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa menekan tombol ini dan kami akan datang".jelas sang perawat sambil menunjukkan suatu tombol.
Robert dan mark hanya mendengarkan perkataan sang perawat.
"Kalau begitu kami permisi".ucap sang perawat.
"Terimakasih".ucap mark ramah.
Sepeninggalan perawat tersebut, robert langsung mendekati tempat tidur angel.
Mark yang paham dengan situasi pun meminta izin untuk keluar kamar dengan alasan membeli makanan.
Sekarang tinggal robert dan angel yang ada diruangan tersebut.
"Dasar gadis pembuat masalah. Apa yang terjadi padamu sehingga kau ada didalam ruangan itu".tanya robert dengan seseorang yang belum sadarkan diri.
"Dasar kau gadis bodoh, mengapa kau tidak pulang saja. Bukankah sudah waktunya bagimu untuk pulang".katanya lagi.
"Bagaimana jika aku telat membawamu kesini. Kau dengar kata dokter itu. Kau tidak akan bisa diselamatkan. Lalu kau ingin aku menjadi pembunuh . begitu yang kau inginkan?".lagi dan lagi ia berbicara sendiri.
Robert memegang tangan angel dengan kedua tangannya dan berkata.
"Bangunlah. Aku sangat merindukanmu".ucap robert lalu tertidur disamping angel dengan masih menggenggam tangan angel erat.
Mark sudah selesai membeli makanan dan ingin masuk keruang inap angel.
Saat masuk mark terkejut dengan pemandangan yang ada didepannya.
Robert tengah tertidur disamping angel dan memegang erat tangan angel.
Melihat itu membuat mark tersenyum.
"Aku berharap kesalahpahaman diantara mereka segera terselesaikan".ucap mark dalam hati.
__ADS_1
Lalu mark pun pergi dari ruangan tersebut.