Robert Dan Angel

Robert Dan Angel
Kenangan Darinya


__ADS_3

Pagi ini angel sengaja bangun lebih awal. Karena ia ingin mencoba mencari pekerjaan sampingan.


"Tuhan, lancarkanlah segala urusanku hari ini. Semoga hari ini aku mendapatkan pekerjaan".ucap angel sebelum keluar rumah lalu setelahnya angel pergi dengan sejuta harapan.


"Aku harus mulai darimana untuk mencari pekerjaan".gumamnya.


Setiap toko angel masuki untuk menanyakan pekerjaan.


Namun hingga kini angel belum mendapatkannya.


Tak terasa sudah dua jam angel berkeliling mencari pekerjaan, namun belum ada satu pun yang mau menerima angel.


Karena angel mencari pekerjaan dari pagi hingga siang dan siangnya angel lanjut kerja di cafe.


Sehingga tidak ada yang mau menerima angel.


"Apa yang harus aku lakukan".ucap angel lirih sambil duduk di sebuah halte dekat pasar.


Saat angel sedang memikirkan cara mendapatkan pekerjaan, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


"Ibu".gumam angel saat membaca nama sang penelfon.


"Astaga aku lupa kalau hari ini sudah janji mau kesana. Apa yang harus aku katakan pada ibu".ucap angel masih melihat ponselnya yang berbunyi.


Akhirnya angel mengangkat telfon dari sang ibu.


"Halo bu".ucap angel saat panggilan tersambung.


".......


"Maaf bu, angel lupa memberitahukan ibu kalau hari ini angel tidak jadi datang".ucap angel.


".......


"Hari ini angel lembur menggantikan teman yang tidak masuk bu".ucap angel berbohong.


"........


"Baiklah bu, jika besok angel tidak sibuk, besok angel akan kesana".ucap angel lalu panggilan terputus.


"Ibu maafkan angel karena berbohong. Angel tidak ingin ibu tau keadaan angel sekarang. angel tak ingin membuat ibu banyak pikiran. Maaf angel harus berbohong sama ibu".ucap angel sendu.


Ini pertama kalinya angel berbohong pada sang ibu.


"Maafkan angel ibu, maafkan angel".ucapnya dalam hati.


Angel melihat jam yang melingkar ditangannya.


Dan ternyata sudah menunjukkan jam 11 siang.


"Astaga waktuku tersisa 3 jam untuk mencari kerja sebelum aku masuk kerja. Dimana lagi aku harus mencari pekerjaan".ucapnya sambil tertunduk.


Angel melihat sesuatu yang bisa membantunya, tetapi angel bimbang.


"Apakah aku harus merelakannya?? Hanya ini satu-satunya yang bisa mempertemukan kami. Apa yang harus aku lakukan? Tuhan bantu aku".ucap angel sambil memegang erat sesuatu tersebut.


Setelah beberapa menit memejamkan mata, akhirnya angel bertekat akan menggunakan sesuatu itu.


"Maaf".ucapnya sambil memegang erat benda itu.


Angel berdiri dan mencari tempat untuk menjual benda tersebut.


Iya Angel berniat untuk menjual kalung pemberian orang tua kandungnya.


Saat angel ditemukan oleh ibu martha didepan panti asuhan, angel sudah menggunakan kalung tersebut dilehernya.


Kalung angel memiliki bandul simple blue shapire.


Angel selalu menggunakan kalungnya dengan harapan agar suatu saat ia akan menemukan orang tua nya melalui bantuan kalung itu.


Tapi sekarang angel harus merelakan kalung itu untuk membantu adik-adiknya.


"Tuhan jika memang ini jalan satu-satunya yang harus aku lakukan, maka aku akan melakukannya. Apapun akan aku lakukan demi keluargaku. Jika takdir tidak mendukungku untuk bertemu orang tua ku, maka aku akan ikhlas dengan takdirku. Aku tau kau memiliki rencana untukku tuhan. Aku tau engkau memberikan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan. Aku percaya dengan keajaibanmu tuhan. Tuntunlah aku agar aku tidak berjalan di jalan yang salah".ucap angel dalam hati sambil memegang erat kalung pemberian dari orang tua yang belum pernah angel lihat selama ini.


Angel berjalan penuh keyakinan, bahwa keputusan yang ia ambil tidaklah salah.


Angel memasuki sebuah toko perhiasan.


"Ada yang bisa saya bantu no..... angel".ucap sang penjaga toko tersebut saat melihat angel.


"Hai kak max".sapa angel. Max adalah kakak kelas angel saat dibangku SMA. Max sudah menganggap angel sebagai adiknya saat masih disekolah dulu.


"Ngapain kamu disini?"tanya max.


"Aku ingin menjual kalungku kak".ucap angel sambil memberikan kalung tersebut pada max.

__ADS_1


"Bukankah ini kalung pemberian orang tua mu?".tanya max heran.


Angel hanya menganggukkan kepala.


"Lalu mengapa kamu ingin menjualnya. Bukannya kamu mau menggunakan kalung itu untuk mencari orang tua mu".ucap max.


Dulu angel pernah bercerita saat ia lulus nanti, Angel akan mencari orang tua nya dengan bantuan kalung itu.


"Iya kak max, tapi sekarang keadaannya berbeda. angel sangat membutuhkan uang. Lagian mungkin angel memang belum ditakdirkan untuk bertemu dengan orang tua angel".ucap angel sendu dengan memaksakan senyuman termanisnya.


"Memang apa masalahmu ngell, siapa tau kakak bisa bantu. Kamu sudah kakak anggap seperti adik kakak sendiri".ucap max merasa prihatin akan nasib angel.


Angel pun menceritakan semuanya dari awal sampai akhirnya ia harus menjual kalung nya.


"Astaga, kakak tak menyangka kamu harus menanggung beban yang sangat berat seperti ini".ucap max.


"Jika kamu mau, kamu bisa memakai uang kakak dulu".ucap max.


"Kakak tau angel seperti apa kak. Itu tidak perlu".ucap angel mengingatkan max bagaimana sifat angel.


Dari dulu angel adalah anak yang mandiri, pintar, baik.


Angel tak pernah mau menyusahkan orang lain, ia akan berkorban untuk orang lain meskipun ia harus menjadi korban. Itulah angel dimata max.


"Kakak tau, tapi kamu....."ucapan max dipotong oleh angel.


"Tidak kak. Jika kakak tidak mau, angel bisa menjualnya ditempat lain".ancam angel.


"Baiklah. Jika kamu sudah memiliki uang, datanglah kemari dan tebus kalung ini. Kakak akan menjaga kalung ini".ucap max akhirnya.


"Terima kasih kak".ucap angel sambil tersenyum.


Setelah max menghitung uang dan memberikannya pada angel. Tiba-tiba angel bertanya.


"Apa disekitar sini ada toko yang sedang mencari karyawan kak?".tanya angel.


"Tapi jam kerjanya dari pagi hingga siang. Karena siangnya angel harus kerja di cafe".lanjutnya.


"Kalau lowongan ada, tapi kakak nggak tau jam kerjanya".jawab max.


"Dimana kak. Biar angel kesana untuk bertanya".ucap angel dengan mata yang berbinar.


"Diseberang jalan besar itu".ucap max sambil menunjuk kearah jalan besar.


"Baiklah kak. angel kesana sekarang. angel tak punya waktu banyak. sebentar lagi angel masuk kerja".ucap angel lalu berdiri.


"Terima kasih kak, bye".ucap angel sambil berlari.


"Hati-hati . Dasar bocah, dari dulu tak pernah berubah".ucap max sambil menggelengkan kepalanya.


Saat angel keluar dari toko max, tak sengaja mark melihat angel. Mark sedang ada urusan pekerjaan didaerah tersebut.


"Sedang apa ia disini".tanya mark.


Mark masuk kesebuah toko perhiasan tersebut.


"Ada yang bisa dibantu tuan".tanya max sopan.


"Bolehkah saya bertanya tuan".tanya mark.


"Silahkan tuan".jawab max.


"Saya ingin bertanya, wanita yang baru keluar dari toko anda tadi kalau saya boleh tau wanita itu ada keperluan apa ?".tanya mark


Max mengerutkan kening. Mengapa pria ini bertanya tentang angel.


Melihat sang pemilik toko diam, mark pun melanjutkan perkataannya.


"Anda tenang saja tuan. Saya tidak bermaksud apa-apa. Saya hanya ingin bertanya, karena wanita tadi adalah sahabat pacar saya".ucap mark berbohong.


Max masih terdiam memikirkan perkataan mark.


"Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud mencurigai tuan".ucap max.


"Tidak masalah tuan".jawab mark.


"Gadis tadi namanya angel. Ia adalah adik kelas saya dulu waktu di bangku SMA. Saya sudah menganggap ia sebagai adik saya sendiri. Tadi ia datang ingin menjual perhiasannya".jawab max.


"Menjual perhiasan, bukannya angel baru gajian? kenapa ia mau menjual perhiasannya?".tanya mark heran dalam hati.


"Menjual perhiasan, bukannya setau saya ia baru gajian, sama dengan pacar saya?"katanya berbohong.


Max pun menceritakan semuanya pada mark, mulai dari gaji angel yang dipotong, angel ingin mencari pekerjaan tambahan untuk membantu adik-adiknya dan masalah kalung peninggalan orang tuanya.


"aL memotong gaji angel hanya karena masalah sepele, bahkan uang segitu tak ada artinya bagi aL. Apa yang ada dipikiran aL. Aku akan mencari tau".ucap mark dalam hati.

__ADS_1


"Lalu kemana ia sekarang, sepertinya tadi saya melihat ia keluar dari toko ini dengan keadaan gembira".tanya mark


"Saya menyuruhnya bertanya ke toko kue yang ada di seberang jalan sana".ucap max sambil menunjuk kearah seberang jalan.


"Kemarin saya lihat disana sedang mencari karyawan".lanjutnya.


"Baiklah tuan. Boleh saya menebus kalung angel?". tanya mark pada max.


"Maaf tuan, saya sudah berjanji padanya akan menyimpan kalung ini".ucap max.


"Saya akan mengembalikan kalung ini padanya. Saya janji".ucap mark penuh keyakinan.


Setelah itu max memikirkan kembali perkataan pria didepannya lalu berkata.


"Baiklah. Kalau saya boleh tau nama anda siapa tuan?".tanya max.


"Saya Robert A. Stuart".ucap mark berbohong.


"Astaga anda tuan stuart, maafkan saya tuan. Saya tidak mengenali tuan. Maaf jika saya tidak sopan".ucap max merasa menyesal.


"Tidak masalah. Bagaimana apa boleh saya menyimpan kalungnya?".tanya mark kembali.


"Silahkan tuan".ucap max.


Kemudian mark mengeluarkan sebuah cek dari dalam tas nya dan menulis nominal didalam cek tersebut.


"Saya harap nominal didalam cek itu sesuai".ucap mark memberi cek pada max.


"Terima kasih tuan".ucap max sambil memberikan kalung angel pada mark.


"Saya harap anda tidak memberitahukan pada siapa pun jika saya yang menyimpan kalung ini".ucap mark


"Anda bisa mempercayai saya tuan".ucap max.


"Baiklah. Saya pegang janji anda. Kalau begitu saya permisi dulu".ucap mark lalu keluar dari toko perhiasan tersebut.


"Apa sebenarnya yang ada didalam pikiran pria itu, bagaimana mungkin ia memotong gaji seseorang hanya karena masalah sepele.


Uang segitu tak ada apa-apa nya bagi nya. Lalu mengapa ia melakukan ini. Aku akan mencari tau".gumam mark saat didalam mobilnya.


Tiba-tiba ponsel mark berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


Dilihatnya ternyata itu panggilan dari robert.


"Halo bos".jawab mark.


".......


"Baik bos".jawab mark lalu memutuskan sambungan.


Mark pun melaju kan mobilnya setelah menerima panggilan dari robert.


Sementara itu angel sudah sampai ditempat yang disebutkan oleh max.


"Semoga mereka masih membutuhkan karyawan".ucap angel lalu masuk kedalam toko kue tersebut.


Saat angel masuk ia tidak menemukan siapapun.


"Halo. Apa ada orang ?".tanya angel.


Tiba-tiba keluarlah seorang wanita paruh baya dan mendekati angel.


"Ada yang bisa saya bantu nak".ucap wanita paruh baya itu.


"Begini bu, saya ingin menanyakan. Apakah ibu masih membutuhkan seorang karyawan. Jika ia saya ingin melamar menjadi karyawan disini".ucap angel.


"Jangan panggil saya ibu. Panggil saja madam. Perkenalkan nama saya laurent kamu bisa panggil saya madam laurent, saya pemilik dari laurent cake ini. Saya memang sedang mencari seorang karyawan".ucap madam laurent.


"Jika saya boleh tau, jam kerjanya bagaimana madam?".tanya angel.


"Mengapa kau bertanya tentang jam kerjanya nak?".tanya madan laurent heran.


"Sebenarnya saya mencari pekerjaan paruh waktu dari pagi hingga siang. Karena siang hari saya kerja di sebuah cafe".ucap angel.


"Astaga jarang anak muda sepertimu sangat giat bekerja. Baiklah saya setuju. Lagian saya juga hanya bisa menjaga toko dari siang hingga sore. Karena pagi saya harus mengurus cucu saya".ucap madam laurent.


"Apa saya diterima madam?".tanya angel.


"Tentu. kau boleh bekerja mulai besok nak".ucap madam laurent.


"Terima kasih madam".ucap angel bahagia.


Setelah itu angel pulang, karena sebentar lagi waktunya ia bekerja di cafe.


Angel tak ingin membuat masalah lagi di cafe, ia tak ingin jika nanti gajinya haris dipotong lagi.

__ADS_1


__ADS_2