Sahabatkah?

Sahabatkah?
SK100


__ADS_3

SK100


Rayhan tersenyum "jawab jujur, kapan terakhir kamu menstruasi?


" Apa sih kamu mas, kirain mau nanya apa, gak penting tau gak pertanyaannya"


Rayhan kembali mengusap lembut tangan Bebi "itu penting banget, kapan? tinggal jawab kan"


"Ck..." Bebi berdecak malas "orang sekarang aku lagi mens"


Rayhan mengernyit "kamu serius sekarang lagi menstruasi?"


"iya, semalem setelah ketemu kamu perutku nyeri dan ternyata mens"


"sampe sekarang masih nyeri?" tanya Rayhan sambil meriksa perut Bebi lagi.


"tak buat tidur udah enakan"


"kamu sih semalem pake acara lari-larian"


"kan kamu yang bikin aku lari"


"kita kerumah sakit ya" bujuk Rayhan sambil benerin rambut Bebi.


"ngapain sih? cuma masuk angin doang, kamu kan dokter tau dong obatnya apa"


"iya, cuma mastiin aja, aku juga khawatir soalnya"


"Emang aku sakit apa? bukan masuk angin?"


"kayaknya bukan"


"aku sakit apa? parah ya?" tanya Bebi ragu.


Rayhan senyum "parah banget" ucap Rayhan sambil nyubit hidung Bebi. Rayhan mengambil ponselnya dan mulai mengetikan sesuatu.


"Serius mas ih!"


Rayhan ngerapiin peralatannya "kamu pengen makan sesuatu gak?"


"enggak" ucap Bebi sambil bibirnya mengerucut.


"jujur, pengen sesuatu?" tanya Rayhan dengan natap Bebi tajam.


"Pengen ditemenin kamu" gumamnya pelan.


"Apa?"


"pengen ditemenin kamu" teriak Bebi


Rayhan nahan senyum, "pengen dipeluk juga gak?" goda Rayhan.


"enggaaak!" tolak Bebi sambil duduk.


Rayhan narik tubuh Bebi dalam dekapannya "tapi aku pengen banget meluk kamu" ucap Rayhan "pantesan kamu Jadi sensitiv banget, suka ngambek, marah-marah"


"kalau peluk ya peluk aja, gak usah sama ngomel. Lagian aku masih marah ya sama kamu!"


"masalah kemaren?"


"pikir aja sendiri" ketus Bebi.


"gitu banget sih ngomongnya" Rayhan melepas pelukannya.


Rayhan merapikan rambut Bebi, jujur dia masih belum tau dengan perasaannya, kadang dia masih keinget Alma, tapi bersama Bebi dia sudah banyak melewati banyak hal, Bebi banyak memberikan pengalaman baru buatnya. Bahkan sekarang Rayhan bisa bersikap lebih intim ke Bebi.


"Maaf" ucapnya lembut "Aku gak sadar kalau sikapku selama ini bikin kamu sakit, Maaf"


"Mas Ray jahat tau gak, sampe kapan kamu giniin aku?"

__ADS_1


"gak lagi Beb, aku bakal berusaha. kamu prioritas utama aku sekarang"


"bohong!"


"Iya"


"iya? iya bohong maksudnya?" bentak Bebi


Rayhan ketawa "maksutnya iya, gak bohong Beb"


"Awas aja sampe kamu gitu lagi"


Rayhan senyum "gimana sekarang rasanya? masih gak enak?"


"udah biasa kog"


"Berarti harus dipeluk dulu sama aku baru sembuh" seloroh Rayhan


"sembarangan, lagian kamu kenapa jadi genit gini sih, heran deh"


"katanya gak suka kalau aku kaku gitu, ini belajar genit dari kamu lo"


"enak aja, dasarnya emang kamu genit kali" protes Bebi.


Rayhan ketawa "Kita jadi nikah kan?"


"aku mau liat dulu sikap kamu, jadi atau gaknya tergantung kamu sendiri. kamu takut gagal nikah lagi kan? mangkannya baik-baikin aku"


"enggak Beb, semuanya kan udah kita siapin"


"terus?"


"Beb..."


Tok...tok...tok...


***


"Mbak Beb masih diperiksa sama pak dokter" jawab Karin sambil terus makan.


"diperiksa? sakit dia?" tanya Alma sambil liat buku menu. Kenzo masih nerima telphon.


"Kak Alma gak tau? mbak Beb masuk angin, muntah-muntah tadi dia"


"kamu kenapa gak bilang? aku bawa minyak angin, ada obat juga"


"tadi aku udah nelphon mbak, yang angkat kak Ken, gak bilang dia?"


"Enggak"


"Ck..." Karin berdecak kesal, kakaknya itu emang nyebelin.


Gio sendiri hanya dengerin tanpa ikut komentar, dia masih sibuk sama sarapannya. Beberapa menit kemudian mereka semua udah selesai sarapan, tapi Rayhan dan Bebi masih belum nongol juga.


"lama banget mereka, apa sakitnya Bebi parah?" tanya Alma khawatir.


"kayaknya mereka lagi ngobrol serius deh mbak, soalnya tadi kak Ray minta ngobrol berdua" terang Karin


"Owh..."


"Udah biarin dulu mereka, rencananya kemana aja hari ini?" tanya Kenzo


"kayak rencana awal, semua tas langsung taruh mobil aja" kata Gio.


"Sayank, gak nginep lagi kita?" rajuk Karin dengan manja ke Gio


"enggak yank, besok harus kerja. nantilah liburan lagi"


"masih geli gue denger kalian sayang-sayangan" celoteh Kenzo sambil bergidik

__ADS_1


"berisik!" semprot Karin.


"Hahaha... aneh Rin, sumpah, gatel telinga gue dengernya!"


"mulai deh reseknya!" semprot Karin.


"Jangan dengerin dia yank, udah nahan-nahan aku dari kemaren" kata Gio


"nahan apa?"


"Nahan pengen ngehantam!" ucap Gio asal, Kenzo malah ketawa.


drrrtt...drrttt...


"Rayhan?" gumam Kenzo sambil ngeliat nama penelphon.


"ada apa?" tanya Kenzo saat telphon udah di angkat.


( --- )


"Parah emang?"


( --- )


"konsultasi? oke deh. Deket sini ada Rumah sakit kog. iya kita ke lobby. oke" Kenzo nutup telphonnya.


"kenapa Nyet?"


"Rayhan minta ke Rumah sakit dulu, mriksain Bebi katanya"


"sakitnya parah yank?"


"katanya sih konsultasi aja, yuk ke lobby, Bebi sama Rayhan nungguin" ucap Kenzo sambil berdiri.


Sampai di lobby ternyata memang Bebi dan Rayhan udah nungguin. Bebi duduk di sofa, Rayhan jongkok di depannya. Bebi keliatan abis nangis, tangannya terus digenggam Rayhan.


"Kenapa Ray? lo gak papa Beb?" tanya Gio yang emang nyampek duluan di deket mereka.


"ke Rumah Sakit bentar gak masalah kan?" Rayhan malah balik nanya.


"gak masalah lah"


"lo kenapa Beb? masih sakit?" tanya Alma sambil ngedeket ke Bebi. dipegang kening Bebi, gak panas.


"ada masalah Ray?" tanya Alma ke Rayhan


"gak kog, cuma konsul aja"


"kan ada lo, parah emang?" bisik Kenzo.


Rayhan senyum sambil menggeleng "butuh ke spesialis soalnya biar lebih jelas"


"lo masih kuat jalan gak beb? apa gue tanyain ke pihak hotel ada kursi roda atau gak?" tanya Kenzo, Bebi menggeleng.


Alma mendekat ke Bebi, diusapnya punggung Bebi, Bebi mendongak Alma tersenyum ke arahnya. "kalau ada yang sakit bilang ya Beb, gue khawatir tauk!"


Tiba-tiba Bebi nangis, yang lain pada bingung, begitu juga dengan Alma, dia langsung meluk Bebi "Hey kog nangis?"


"gue takut Al" bisik Bebi. Alma ngelepas pelukannya.


"takut? cuma konsul kog Beb, lagian lo punya Rayhan, dia pasti bantuin lo sembuh"


"ini tuh gara-gara dia" kesal Bebi


"Maksutnya?" tanya Alma gak paham.


***


hay hay hay....

__ADS_1


Aku kasih update lagi nih, sebagai tanda permintaan maafku karena kemaren-kemaren jarang update..


tetep setia nungguin lanjutannya ya... makasih...


__ADS_2