
#64
"Kenzo!" teriak Alma saat ngeliat Kenzo mejamin mata dan rebahan di dalam mobil. dia gedor kaca mobilnya.
Kenzo yang kaget segera bangun dan buka kunci mobilnya. Secepat kilat Alma masuk dan duduk di samping Kenzo, dia reflek nyentuh wajah Kenzo, nyari sesuatu yang kira-kira beda di wajah ganteng suaminya.
Saat Alma lagi sibuk-sibuknya nyentuh wajah Kenzo dengan dalih mastiin keadaannya, Kenzo keliatan bingung. Dia pegang tangan Alma yang masih sibuk menjelajah pipinya.
"Kenapa?" tanya Kenzo lembut, dengan suara serak khas bangun tidur.
"kamu gak papa?" Kenzo menaikan sebelah alisnya, tanda gak paham dengan pertanyaan Alma.
"Emang aku kenapa?" dia balik tanya.
"kamu berantem lagi sama Dokter Ray?" tanya Alma heboh.
Kenzo hanya senyum nanggepi pertanyaan Alma, diraihnya tangan istrinya itu dan dicium. "ceritanya lagi khawatir nih?" tanyanya dengan senyum menggoda.
"isshh... serius Ken, kata Bebi kalian tadi jalan bareng"
"emang kenapa kalau jalan bareng? orang tadi habis ngopi" katanya sambil terus mainin jemari Alma dan membiarkan saling bertautan.
"ngopi? yakin? kamu gak lagi bohong kan?" selidik Alma.
"Enggak sayank..." godanya sambil mengedipkan satu matanya.
Alma mencibir, dia jelas salah tingkah dengan sikap Kenzo, apalagi setelah sekian lama dia barusan denger lagi Kenzo manggil dia 'sayank'. Deg-degan pastinya, tapi yang jelas entah kenapa dia seneng. Akhirnya dia senyum sambil nunduk.
Kenzo menarik dagu Alma ke atas, hingga kini mereka saling tatap "Boleh manggil gitu lagi?"
"hah?! apa?" tanya Alma yang masih belum sadar sepenuhnya.
"manggil kamu Sayank, boleh?" tanyanya lembut.
Alma tersenyum, dan akhirnya dia ngangguk. dia sadar sekarang pasti pipinya merona merah saking malunya. Tapi sumpah, dia sekarang seperti bener-bener melayang ke udara.
"makasih yank" kata Kenzo sambil ngusap pucuk kepala Alma, sedang tangan mereka satunya masih saling terkait. mereka saling senyum malu, seperti ABG yang baru jadian. "Pulang sekarang?"
Sontak Alma ngelepas tangannya dari Kenzo, "Bentar lagi, kerjaanku belum selesai" kata Alma buru-buru buka pintu.
"Haisssh... keburu ngantuk yank!" protes Kenzo.
"tidur aja disini, nanti aku gedor kayak tadi" kata Alma sambil beranjak keluar dari mobil.
"Hadeeeh... tega kamu!" kata Kenzo sebal.
__ADS_1
Alma nutup pintu dengan tersenyum manis, ngeliat Kenzo yang kesal itu adalah hiburan tersendiri baginya. dengan agak berlari dia balik ke ruangannya, meninggalkan Kenzo yang masih gondok karena bosan nungguin istrinya.
Satu jam kemudian Alma baru bisa pulang, dia liat Kenzo yang tiduran di mobil. setelah beberapa kali diketok baru Kenzo bangun dan buka pintu. Hal pertama yang diliat Alma tentu aja wajah cemberut Kenzo.
"Besok tak beliin tendalah kamu" kata Kenzo sambil nyalakan mobil.
"buat?"
"kali aja mau camping disini, berangkat pagi, pulang tengah malem. sekalian aja bikin tenda, nginep disini.Ck..." katanya kesal.
Alma menahan senyum "Maaf, kebetulan aja mau ada acara, jadi agak ribet"
Kenzo masih terus ngedumel, Alma cuma diem dengerin, dia udah malas debat lagi capek juga soalnya, biarin lah Kenzo heboh dengan gerutuannya.
"Makan dulu yuk, kayaknya kamu laper deh daritadi ngomel terus" kata Alma akhirnya.
"Ck... ngomel kan demi kebaikan kamu. udah resign aja lah, nanti bisa bantu aku ngontrol toko" kata Kenzo sambil nyari-nyari warung makan yang buka.
"iya, nanti. gak bisa langsung acc soalnya"
"mangkannya gak bisa langsung acc, harusnya ngajuin dari sekarang, biar pihak kantor juga bisa prepare" kata Kenzo semangat.
"iya" kata Alma lagi ,"disitu tuh Ken, nasi gorengnya enak" kata Alma sambil nunjuk gerobak nasi goreng yang lagi mangkal.
Selesai makan nasi goreng, mereka berdua milih keliling kota. sambil bercerita sana sini, bercanda. Keduanya keliatan mulai bisa saling nerima keadaan, atau bahkan mungkin sudah mulai jatuh cinta. eaaaa....
"Rayhan namanya Ken, dokter Rayhan!"
"terserahlah siapa namanya" kata Kenzo "Tadi dia bilang kamu yang ngrekomen Bebi buat dia"
Alma ketawa "Bebi itu udah lama suka Dokter Ray, gak ada salahnya kan? daripada dia sama Mia, cewek licik, dia tau yang manasin gosip tentang kita. gak rela aja kalau cewek kayak dia sama dokter Ray" kata Alma berapi-api.
Kenzo ngeliat Alma jengah "masih perhatian aja sama tuh dokter?" kesal Kenzo.
Tadi Kenzo emang udah bersikap biasa ke Rayhan, tapi entah kenapa saat ini dia mulai gak nyaman saat Alma secara gak langsung masih perhatian ke mantannya itu.
"Apaan sih, biasa aja. Gimanapun juga dia dulu baik banget ke aku, anggap aja perhatian sebagai temen gak ada salahnya dong!" Alma membela diri.
"iya iya" kata Kenzo malas, mendadak moodnya jadi buruk. Dan dia milih diem.
Sampai beberapa menit mereka berdua masih diam, beberapa kali Alma ngelirik Kenzo yang lagi fokus nyetir. Alma bisa tau kalau saat ini Kenzo lagi gak baik-baik saja, cara dia bawa mobil udah beda kayak tadi, rahangnya juga keliatan mengeras.
"Ken..." panggil Alma. "Kenapa lagi?" tanya Alma, Kenzo masih tetep diam, cuma menggeleng pelan.
Alma menghela nafas, tanda kalau dia juga gak suka dengan situasi ini. Perlahan Alma memberanikan diri buat ngusap Pipi Kenzo, seperti dulu, saat Kenzo marah Alma selalu ngelakuin ini, dan dulu ini terbukti berhasil buat meredam kemarahan Kenzo.
__ADS_1
"Sayank..." panggil Alma lagi, dengan suara paling lembut "marah lagi?" tanyanya, tangannya masih sibuk ngusap pipi Kenzo.
Kenzo noleh, demi ngeliat Alma yang baru pertama ini manggil dia 'sayank' setelah mereka sah nikah. Alma senyum sangat manis, dan seperti biasa, mana bisa Kenzo nolak pesona Alma yang satu ini.
"masih inget aja sih cara bikin aku adem" kata Kenzo sambil senyum. "kenapa gak dari kemaren-kemaren gini?"
Alma tentu aja ketawa lebar "Ya kali aku tiba-tiba gini ke kamu, orang kita deketan aja rasanya kamu mau nerkam aku" cibir Alma.
Kenzo ketawa, inget sikapnya setelah nikah sama Alma, gak ada manis-manisnya, beda banget sama dulu waktu mereka pacaran. Dan sekarang dia udah janji sama diri sendiri mau brubah. Alma adalah istrinya, tentunya dia bakal bermanja-manja sama cewek satu ini.
Tiba-tiba Kenzo menghentikan mobilnya di pinggir jalan, suasana cukup sepi, apalagi ini udah tengah malam, sengaja aja. Tangan dan mulutnya berasa gatal kalau gak godain Alma.
"Kenapa berenti?" tanya Alma heran sambil toleh sana sini.
Kenzo berbalik ke Alma, mata mereka saling pandang, dia tersenyum sangat manis menurut Alma. Dan cewek itu, tentu aja jantungnya udah gedebukan dari tadi. Perlahan Kenzo mendekat ke Alma, dan jarak mereka udah tinggal tinggal beberapa centi.
"kamu mau nga-ngapain?" tanya Alma gugup sambil mundurin badannya.
"menurut kamu?" tantang Kenzo sambil senyum menyebalkan.
Alma dari tadi terus ngawasin tangan Kenzo yang terus maju, sambil sesekali melirik mata Kenzo yang terasa beda, badan Alma sudah panas dingin apalagi dengan jarak segini dia bisa menghirup wangi maskulin dari badan Kenzo.
"Kebiasaan gak pernah make seatbelt!" kata Kenzo tiba-tiba, tangannya dengan cekatan masangin seatbelt ke tubuh Alma.
Kenzo terus natap wajah Alma, dia tau saat ini Alma lagi salah tingkah, tentu saja Alma mlengos denger omongan Kenzo, tapi tetep aja dia masih deg-degan karena Kenzo masih terus mendekat tanpa niat menjauh.
"Kenapa Yank? jantungnya mau copot ya?" tanya Kenzo dengan nada sangat menyebalkan.
Sekuat tenaga Alma dorong tubuh Kenzo, "Apaan sih kamu, suka banget jahilin aku" kesal Alma.
Kenzo ketawa puas, diusapnya pucuk kepala Alma, "gak berubah kamu yank"
Alma cemberut, dia terus manyun, sampai dia nemuin ide, akhirnya dia senyum sambil deketin Kenzo. kini cowok itu gantian mengernyitkan dahi dan mundurin badannya.
"mau ngapain, hemmh?" tanyanya tapi dengan sedikit senyum.
tanpa aba-aba Alma gelitik badan Kenzo, dia tau kelemahan Kenzo adalah gak tahan di gelitik, jadilah Kenzo heboh sendiri dalam mobil, sambil sesekali teriak minta ampun.
"Udah yank, ampun!" rengek Kenzo.
"gak ada ampun bagimu kisanak" kata Alma sambil ketawa puas.
Sampai akhirnya Kenzo berhasil nangkap dua tangan Alma, dan narik badan Alma lebih dekat, mata mereka berdua saling pandang, cukup lama tanpa ada obrolan, hanya mata mereka yang saling bicara, sampai terdengar suara gedoran yang berhasil bikin Kenzo nglepas tangan Alma, dan cewek itu cepet-cepet balik duduk kursinya.
tok... tok... tok.
__ADS_1
***