
SK107
"hah?!"
Kenzo ke Kediri lagi? sama Novi? dunia Alma seakan berhenti sejenak. Apa-apaan suaminya itu, bahkan dia pergi tanpa bilang ke Alma.
"makasih ya Fer, gak usah bilang kalau aku nyari nanti dia bingung" ucap Alma mencoba tenang. "Aku ke ruangan Mas Kenzo dulu" pamitnya.
"iya mbak, saya bikinin minum ya?" Ferdi mencoba menawari.
"Gak usah, cuma bentar kog" ucap Alma dan segera berlalu ke ruangan suaminya.
Bayangan indah tentang dia yang akan minta maaf ke Kenzo langsung buyar seketika. Alma mendudukan dirinya di sofa ruangan Kenzo. kepalanya mendadak pusing, dia megangin pelipisnya.
Alma memutar kembali memori di otaknya, sebulan lalu kenzo ke kediri tanpa dirinya, selama ini Alma selalu ikut setiap Kenzo keluar kota karena mereka udah sepakat, sekalian liburan biasanya. Tapi waktu itu dia gak bisa nemenin karena harus jagain Mamamya yang lagi sakit.
Alma ingat betul, setelah pergi ke Kediri waktu itu sikap Kenzo mulai berubah. dia jadi gampang marah, dan pendiam.
Dan sekarang suaminya itu kesana lagi tanpa dirinya, bahkan tanpa bilang dan cuma berduaan dengan Novi. Dia ingat betul, Novi adalah karyawan Kenzo yang dari awal pernikahan udah nunjukin sikap gak suka ke Alma, dan dia tau banget kalau Novi punya rasa lebih ke suaminya itu.
Kenzo juga tau kalau Alma gak suka ke cewek ganjen itu, bahkan mereka dulu sempet bertengkar karena Alma cemburu.
"Jangan bikin aku mikir macem-macem Ken" gumam Alma pelan.
Dia kembali mengingat hubungannya dengan Kenzo akhir-akhir ini, udah gak seintim dulu, apalagi pertengkaran mereka terakhir ini bisa dibilang cukup parah, sampai gak saling sapa 2 hari.
Alma mengambil ponselnya, dia mulai menghubungi seseorang.
"Assalamualaikum dek!"
"Waalaikumsalam Gi." balas Alma " lo dimana?"
"Dikantor"
"gue mau nanya, kantor Kediri lagi ada masalah?"
"Iya dek, kenapa emangnya?"
"lo tau Kenzo sekarang ke Kediri?"
"Iya tau, rencananya sama gue juga kesana tapi gak dibolehin sama Kenzo"
" gak dibolehin?"
"iya dia bilang bisa ngatasin sendiri"
"lo juga tau dia kesana sama siapa?"
"Sama siapa emangnya? bukannya sendirian ya?" Dari nada bicaranya Gio keliatan bingung.
"Owh. yaudah deh jangan bilang ke Ken kalau gue nanya ke elo ya, intinya jangan bilang apapun tentang ini"
"Oke dek!" jawab Gio "kalian baik-baik aja kan?"
"iya baik kog, tenang aja" ucap Alma sambil meremas tangannya.
__ADS_1
"Syukur deh,kirain ada apa"
"Enggak, udah dulu ya Gi, makasih"
"siap dek!"
Alma bener-bener kacau sekarang,kenapa juga Kenzo malah milih kesana sendirian saat Gio juga pengen ikut. Kepala Alma bener-bener pusing sekarang. air matanya kembali menetes. Dadanya juga sesak, dia pandangi foto Kenzo di walpaper hapenya.
"kamu kenapa sih yank" gumam Alma sambil ngusap foto itu.
***
Hampir tengah malam Kenzo sampai dirumahnya. Perjalanan kali ini bener-bener nguras tenaga banget. Dia memarkirkan mobilnya seperti biasa, saat memasuki rumah dia sedikit bernyanyi dengan suara pelan, hanya sekedar ingin melupakan capek yang dia rasakan.
Dia masuk rumah dengan kunci cadangan yang selalu dia bawa, lampu bawah sudah mati,tinggal dapur yang terus nyala, Kenzo pergi ke dapur sebentar hanya untuk minum air. Sebelum naik ke atas Kenzo mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Dia baru sadar kalau sering pulang malam, dan istrinya iti pasti sering kesepian dirumah sendirian. Dia langsung berlalu ke kamarnya.
Dilihatnya Alma sedang tidur memunggungi dirinya, Kenzo menghela nafas panjang. Dua hari tidak bermanja bahkan ngobrol dengan Alma bikin dadanya sesak. Dia sangat kangen perempuannya itu. Tapi mengingat sesuatu yang terjadi akhir-akhir ini bikin dia segera mengalihkan pikiran dan pandangannya.
Kenzo berganti pakaian lalu menaruh pakaian kotor dikeranjang dan membersihkan dirinya sebentar, lalu ikut merebahkan diri disamping Alma. ditatapnya langit-langit kamar itu, kepalanya berasa mau pecah sekarang, ada rasa bersalah yang sangat besar dihatinya. Perlahan dia meluk tubuh Alma.
"Maafin aku yank" gumamnya.
***
Pagi hari saat bangun tidur, Kenzo sudah tak mendapati Alma disampingnya. berkali-kali Kenzo menghela nafas, setelah sholat subuh tadi dia memang tidur lagi karena ngerasa badannya masih capek. Bahkan semenjak subuh tadi dia juga sudah gak ngeliat Alma.
Kenzo pergi ke kamar mandi, dia mengguyur tubuhnya agak lama. mencoba menghilangkan semua beban. Keluar kamar mandi dilihatnya bajunya sudah disiapkan Alma, cowok itu tersenyum. Gimana dia gak sayang sama istrinya, saat marahan pun dia masih selalu melakukan kewajibannya sebagai istri dengan baik, tentunya kecuali urusan ranjang.
Kenzo ingat, terakhir kali dia ngelakuin itu sama Alma waktu mereka habis tengkar.Dan Kenzo bener-bener menyesal setelah itu. Karena itu pertama kalinya dia melakukan hubungan dengan Alma tanpa adanya pemanasan dan sangat kasar. bahkan dia tau Alma kesakitan dan menangis, tapi waktu itu Kenzo lagi emosi, dia sama sekali gak mikirin Alma.
Kenzo berjalan pelan ke arah meja makan, dia sedikit heran ada banyak makanan disana, dan semua itu adalah makanan kesukaannya. Mau bertanya juga gengsi.
Kenzo menghela nafas panjang, didekatinya istrinya itu, dia meluk Alma, sudah cukup mereka saling diam, Kenzo sudah gak tahan.
"Jangan cuekin aku" bisiknya ditelinga Alma, perempuan itu tercekat mendengar bisikan Kenzo. "Aku kangen, maaf"
"iya" jawab Alma singkat.
Kenzo membalik tubuh Alma, ditatapnya wajah istrinya yang cantik itu, Kenzo tersenyum. "kamu makin cantik!"
Alma memutar matanya jengah, "makan dulu" perintahnya, Alma melepaskan badannya dari Kenzo dan duduk dikursi biasanya, Kenzo pun mengikutinya.
Alma mengambilkan sarapan untuk suaminya itu, dia memang sengaja memasak kesukaan suaminya, walaupun sebenernya dia masih merasa sesak. Bahkan tadi saat dia ngambil baju kotor yang dipakai Kenzo kemaren dia sempet nangis. Karena dibaju Kenzo tertempel bau parfum perempuan, dan jelas itu bukan parfumnya.
Kenzo melahap makanannya dengan lahap, dia sangat suka masakan Alma, memang dia gak jago banget masak, rasanya mungkin juga biasa, tapi bagi Kenzo masakan Alma selalu pas dilidahnya.
"kamu kemaren dari mana sampek pulang malam banget?" Alma mulai bertanya.
Kenzo gak langsung jawab pertanyaan Alma, dia nyelesaiin makannya yang tinggal sedikit.
"Aku ke kantor yank, terus ketemu sama mas Anjas sama temennya juga, bahas proyek tempat wisata"
"Yakin gak ada yang kamu sembunyiin?" pancing Alma
"Enggak yank, kenapa sih? kamu gak percaya sama aku?" tanya Kenzo mulai agak kepancing
__ADS_1
"Bukannya aku gak percaya, tapi ngeliat kamu sekarang tuh kayak beda, suka pulang malem"
"kan emang aku lagi sibuk, kamu tau sendiri kan!"
"aku tau kamu sibuk, tapi gak gitu juga kan. Harusnya kamu lebih bisa ngatur waktu"
"Apalagi sih Al?! ini masih pagi, kamu ngajakin aku tengkar? kita ini baru baikan lo"
"Siapa sih yang ngajakin tengkar? aku ini istri kamu, gak boleh aku ngingetin kamu. Dan aku yakin banget kamu lagi nyembunyiin sesuatu dari aku!" Alma udah gak bisa nahan, bahkan suaranya mulai meninggi.
"Stop Al,aku bosen kita tengkar terus kayak gini. Ini masih pagi dan aku harus ke kantor, Jadi berenti kamu ngomel-ngomelnya" Kenzo udah mulai berdiri.
"Ken!" bentak Alma
"Stop Al! Aku gak mau denger. terserah wes kamu mau ngapain"
"Oke terserah aku!" teriak Alma,bahkan Kenzo sampek kaget.
"Oke-oke terserah kamu. puas?!" ucap Kenzo malas.
"Aku pergi!" pamit Kenzo, gak ada pelukan dan ciuman seperti biasanya. Bahkan Kenzo gak peduli saat Alma udah mulai berkaca-kaca.
Kenzo bener-bener kesal,dipikirnya tadi dia dan Alma udah baikan, tapi nyatanya Alma masih bersikap ketus ke Kenzo, bahkan mulai meragukannya. Kenzo mengarahkan mobilnya ke toko oleh-olehnya. Dia ingin meredam emosinya dulu dan milih pergi ngehindari Alma. Kalau tadi dia masih ngeladenin Alma yang ada mereka bakal tengkar lagi.
"Sabar dikit kenapa sih yank, saat ini aku lagi pusing." gumam Kenzo sambil nyetir.
"Tapi gak bisa gini terus, males banget kalau tiap hari tengkar sama Alma. pokoknya ntar harus diomongin, dan harus selesai!" tekad Kenzo.
Hampir setengah hari Kenzo di toko oleh-olehnya, banyak laporan yang dia cek. selama ini Alma memang membantunya, Kenzo hanya sesekali aja ngecek. Selesai dari toko dia langsung ke kantor travel. Moodnya sudah lebih baik sekarang, rencananya dia ke kantor cuma bentar dan bakal langsung cepet pulang. Masalahnya dengan Alma harus segera seleasai.
Setelah nyapa karyawannya, Kenzo berlalu ke ruangannya. dia duduk di kursi. tapi matanya terus menatap paper bag di atas meja. dibukanya paper bag itu. Dan dia hafal banget ini adalah kotak tuperwer milik Alma.
"kue? Alma kesini?" gumamnya.
Kenzo langsung keluar, dan mendapati Ferdi lagi duduk di sofa deoan ruangannya.
"Fer, tadi istri gue kesini?"
"Enggak mas!gak ada yang dateng"
"Yakin lo? terus ini?" sambil nunjukin kotak makanan ke Ferdi.
"owh itu mungkin yang dibawa mbak Alma kemaren"
"Kemaren?" Kaget Kenzo, perasaannya mulai gak enak.
"iya mbak Alma kemaren kesini nyariin mas ken!" jawab Ferdi
"terus lo bilang apa?" tanyanya penasaran.
"Ya aku bilang mas ken ke Kediri"
"lo bilang gue sama siapa?" tanya Kenzo ragu.
"iya gue bilang mas kesana sama Novi" jawab Ferdi ragu.
__ADS_1
"Sialaan!"
***