
#25
Pagi ini Alma udah siap mau mantai, tinggal nunggu Kenzo, tadi dia bilang udah otw. gak lama suara motor Kenzo dateng, saat dia keluar kamar diliatnya Kenzo lagi ngobrol sama kak Arkan yang mau berangkat kerja.
Alma senyum ngeliat mereka berdua, rasanya seneng aja ngeliat mereka deket, gak kayak pas sama Bisma harus kucing-kucingan dulu dari kak Arkan kalau mau jalan.
"mau mantai dek?" tanya kak Arkan saat Alma udah dideket mereka.
"iya, tadi udah ijin mama papa"
"yaudah ati-ati. Ken nitip Alma ya"
"iya mas, aman pokoknya" kata Kenzo ramah "tante sama om ada? mau pamit sekalian"
"udah langsung aja Ken, mama papa lagi pergi" kata Alma
"yaudah sini" kata Kenzo sambil makein helm ke Alma. Arkan yang ngeliat itu cuma senyum.
"berangkat mas" pamit Kenzo.
"bye kak Arkan" kata Alma sambil naik motor Kenzo.
"iya ati-ati" kata Arkan sambil ngeliat mereka berdua pergi naik motor.
"sejak kapan kamu sama kak Arkan deket?" tanya Alma saat mereka di jalan.
"ehmm... kapan ya? sejak nginep rumah kamu dulu kayaknya. pas kita masih pacaran kalau nganter kamu kan juga mesti ngobrol sama kak Arkan." jelas Kenzo
"owh..."
" klub bola favorit kita juga sama, sering juga kak Arkan minta aku sama Gio ikutan futsal sama orang kantornya juga"
"kapan? kog aku gak tau?" tanya Alma kaget.
"waktu kamu dulu nyuekin aku" jawab Kenzo santai, Alma cuma diem. Dia gak nyangka aja meskipun dia sama Kenzo jauh tapi dia masih bisa deket sama kakaknya. hampir sama kayak dia dan Karin.
"Ken, udah sarapan belum? tadi lupa nawarin waktu dirumah"
"udah sayank" goda Kenzo.
"kamu mulutnya ih..." sewot Alma, meskipun dia masih deg deg ser kalau Kenzo manggil dia sayank.
Kenzo ketawa, "langsung pantai ni ya?"
"iya" jawab Alma singkat.
"ngambek lagi?"
"enggak!"
"peluk dong kalau gitu" bukannya meluk, Alma malah nyubit Kenzo.
"gak usah resek deh, batal nih mantainya kalau gini terus"
"jangan dong. maksutnya tuh kamu pegangan biar gak jatuh, mau ngebut nih"
Perlahan kedua tangan Alma megang baju samping Kenzo, tapi dasar Kenzo suka nyari kesempatan, langsung di gas lah motornya. jadilah Alma nemplok di punggung Kenzo.
"Kenzoooo!" teriak Alma.
Kenzo megang satu tangan Alma dan dimasukin dalam saku jaketnya. diusapnya tangan itu perlahan, ada rasa nyaman yang disalurin Kenzo dari usapan itu. Alma pun bersandar di punggung Kenzo.
Hampir satu jam perjalanan, dan sekarang mereka udah sampai pantai. Rasanya beda, dulu mereka selalu mantai bareng-bareng, tapi sekarang cuma berdua. Rada canggung sih.
"Setelah lulus rencananya apa?" tanya Kenzo saat mereka lagi duduk di pasir berdua ngadep pantai
"kalau disini gak dapet-dapet kerja mau ke kalimantan ajalah aku"
"ngapain?"
"nyari kerja, kata sepupu aku disana ada sekolah yang buka lowongan guru, sapa tau rejeki"
"Emang udah ngirim lamaran disini?"
"udah, banyak malah, sampek capek aku nglamar kerja. udah putus asa gitu, jadi mikir mending nunggu dilamar orang ajalah kalau kayak gini"
"udah siap nikah emang?"
"belum sih, tapi kalau ada yang ngajakin nikah dan orang itu siap secara materi lahir batin kenapa enggak" jawab Alma ngasal.
"ditunggu aja, bentar lagi juga ada yang nglamar" kata Kenzo sambil ngadep pantai.
__ADS_1
Alma noleh ke arah Kenzo, dia coba nyerna maksut Kenzo, Alma pun senyum. Entah apa yang ada dalam pikiran Alma, tapi dia ngerasa ada angin sejuk saat Kenzo bilang itu.
"ekhmm...kamu sendiri gimana rencananya?" tanya Alma coba ngilangin rasa canggungnya.
"masih belum tau, skripsi aja gak kelar-kelar. tapi kalau ada kesempatan pengen buka usaha kayaknya"
"usaha apa?"
"rahasia!" kata Kenzo sambil nyubit hidung Alma.
"Kenzo! kebiasaan ih" kesel Alma.
"ngambek aja terus," goda Kenzo sambil noel-noel pipi Alma. cewek itu mulai senyum. keduanya kembali hening.
"Ken..." panggil Alma lembut.
"hmmm?"
"aku masih penasaran kenapa kamu mutusin aku?" kata Alma sambil nunduk.
"gak usah bahas itu bisa gak dek? aku gak mau kita tengkar kayak biasanya" kata Kenzo pelan, dia inget tiap kali bahas hal sensitif ini pasti ujungnya tengkar.
"penasaran..."
Kenzo ngeraih tangan Alma, digenggamnya tangan itu "gak usah dipikirin, apapun alasannya mungkin itu yang terbaik buat kita"
Alma jadi inget apa yang dia pikirin semalem "Ken"
"Apa?" tanya Kenzo yang sekarang lagi sibuk mainin tangan Alma, kebiasan Kenzo dari dulu, entah apa istimewanya tangan itu.
"kamu gak lagi sakit kan?"
"udah sembuh dek, dibilangin dari kemaren juga"
"maksutnya, kamu gak lagi sakit parah kan?"
"hah?! amit-amit dek. sembarangan ih kalau ngomong" kata Kenzo sambil jitak lembut kepala Alma.
"Maaf" cicit Alma "habisnya kalau dinovel tuh gitu"
"gitu apa?"
Kenzo ketawa "gak usah ngomong aneh-aneh. aku sehat walafiat gini"
"terus kenapa putus?"
"masih aja bahas itu. ayok main air aja!" ajak Kenzo sambil narik tangan Alma.
"Kenzo jawab dulu" kata Alma manyun.
"mau tau alasannya?"
"he-emh"
"tapi janji ya gak nanya-nanya lagi!"
"iya janji" Alma senyum.
"Alasannya karena aku sayank sama kamu!" bisik Kenzo tepat ditelinganya.
"hah?!" Alma melotot, terus maksutnya apa?
"itu gak jawab pertanyaan Kenzo!"
Kenzo ketawa, "tapi emang itu alasannya gimana dong!"
"aneh!" Alma mulai jengah.
"udah deh, gak usah bahas itu bisa kan?" tanya Kenzo sambil megang dagu Alma. kedua mata mereka bertemu.
"tapi Ken..."
"kamu seneng jalan sama aku kayak sekarang?"
"seneng" ucap Alma.
"Aku juga, jadi please... untuk sekarang biarin kita kayak gini."
"tapi..."
cup...
__ADS_1
"apaan sih Ken!"
"keren gak cara aku buat bikin kamu diem? nanya sekali lagi langsung tak cium!"
"ditempat umum main sosor aja nih anak! untung sepi" kata Alma sambil mukul lengan Kenzo, yang dipukul cuma ketawa
Alma bener-bener dibuat melongo dengan sikap dadakan Kenzo, ciuman sekilas lagi, tanpa nafsu dan paksaan, hanya rasa tulus, Alma yakin itu.
Kenzo senyum lebar, diusapnya pipi Alma. ditariknya dia buat main ombak. Mereka berdua main air, ketawa bersama, bercanda.
"Maaf Al" batin Kenzo.
***
Kenzo mosting foto dia dan Alma yang lagi jalan berdua di pantai, banyak yang koment, kepo sama status mereka. dibawah foto itu Kenzo ngasih caption
Sahabatkah?
Alma yang emang lagi liat postingan Kenzo senyum, ini pertama kalinya Kenzo posting foto mereka berdua. Dan saat itu tiba-tiba Kenzo nelphon.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam... lagi apa dek?" tanya Kenzo
"lagi liat postingan kamu"
"cuma diliatin doang nih? gak di koment?"
"enggak ah, bingung mau koment apa"
"hahaha" Kenzo ketawa "dek, makasih ya seharian ini"
"iya sama-sama"
"seneng gak?"
"seneng dong, lama gak mantai"
"kapan-kapan mantai berdua lagi ya" ajak Kenzo.
"insyaAllah" kata Alma "kangen juga mantai bareng sama anak-anak"
"nantilah kita ajakin, mumpung masih di Malang semua"
"pada sibuk sendiri-sendiri sekarang"
"iyasih" kata Kenzo "gak capek? tidur bareng yuk!"
"iya ini mau tidur. kamu di kontrakan sendirian?"
"enggak, Gio udah dateng tadi. besok mau kemana?"
"besok ngampus, mau ambil toga sekalian nyalon sama Rara"
"cieee nyalon"
"nemenin Rara, sapa tau kan nanti pas wisuda ada yang dateng mau nglamar, harus cantik dong" canda Alma.
"ngarep banget pengen cepet dilamar"
"iya dong. uda ah bye"
tuut...
Alma matiin telphonnya, dia masih senyum-senyum sendiri sampai chat Kenzo masuk.
#met tidur adek... mimpi indah๐
*iya
#gitu doang balesnya ๐
*hahaha
Alma sengaja, dia emang mulai nerima Kenzo, tapi bukan berarti dia bisa bersikap manis dan manja ke Kenzo, dia masih ngasih jarak, ada batasannya sendiri. udah cukup Alma ngrendahin harga dirinya.
"Aku turutin mau kamu Ken" gumam Alma pelan.
***
__ADS_1