Sahabatkah?

Sahabatkah?
#71


__ADS_3

#71


"Jadi Bu Septi itu orang Kediri?"


"Iya, dulu dia di RS Bhayangkara Kediri, tapi setelah suaminya pindah dinas di Malang, Bu Septi ikut pindah juga"


Tadi Alma ke Kediri nebeng Bu Septi yang emang mau pulang kampung, sempet diledekin sih karena dia nyusulin Kenzo, tapi Alma udah terlanjur kesel, apalagi bayangin Kenzo sama Novi.


"Aku punya satu kejutan lagi yank" ucap Alma semangat.


"Apa?"


"Surat resignku udah di acc, jadi mulai sekarang udah free"


Kenzo langsung muter badannya menghadap Alma. "Serius? kapan kamu ngajuin? kog udah di acc aja?" tanya Kenzo kaget.


Setelah mereka beberapa kali tengkar masalah kerjaan Alma, Kenzo udah mulai buka pikirannya, dia ngerasa gak berhak terlalu ngatur Alma, walaupun jujur dia ngarep banget Alma berenti kerja.


"Udah seminggu yang lalu. kebetulan emang lagi open recruitment, dan posisi aku digantiin anak pembayaran. jadi setelah aku ngajuin surat, Bu Septi langsung cepet nyari ganti, seminggu ini bahkan aku udah ngelimpahin kerjaan aku ke Mira"


"Wah... kejutan banget yank... gitu dong nurut, pinter, makasih " ucap Kenzo sambil senyum lebar.


"iya. lagian ngapain juga aku maksa kerja kalau kamu gak ridho', sia-sia kan" ucapnya santai.


"ini nih, baru Almaku" katanya sambil nyubit hidung Alma pelan. yang dicubit manyun.


Kenzo ngajak Alma buat duduk lesehan. Mereka duduk bersandingan, perlahan tangan Kenzo ngeraih tangan Alma dan dimasukan ke saku jaketnya. diusapnya tangan Alma yang ada dalam saku. hangat.


"Jangan tinggalin aku ya yank, jangan pernah hianatin pernikahan kita. suatu saat kalau misal aku jahatin kamu lagi, selalu ingetin, selalu dampingi aku, jangan pernah nyerah sama keadaan"


Alma noleh ke Kenzo "Aku gak bakal ninggalin kamu yank, daridulu kan kamu yang selalu ninggalin aku"


Kenzo senyum. "jangan pernah selingkuhin aku ya. aku paling gak bisa nerima hal itu"


"kamu kali yang berencana selingkuh"


"bantah aja ya ni istri dibilangin" Kenzo menjitak kepala Alma pelan. Keduanya ketawa.


Alma ngerasa nyaman dengan sikap Kenzo yang seperti ini, walaupun dia masih ngerasa ada yang disembunyiin Kenzo. Tapi entah kenapa, daridulu Alma gak pernah bisa nolak Kenzo. Dia bakal selalu luluh dengan sikap Kenzo. Sebenernya dia masih penasaran sama masa lalu mereka, Kenapa Kenzo dulu mutusin dia, ninggalin dia, ngilang. Tapi Alma takut nanti bahas itu bakal buka luka lama mereka, jadi dia milih sabar buat sementara ini.


Saat mereka lanjut jalan, ada anak kecil yang lagi lari-larian dan jatuh di depan mereka. Alma yang emang jaraknya lebih deket langsung nolongin. Anak cewek berusia sekitar 3tahunan yang menggemaskan, bahkan saat jatuh dia gak nangis.


"Ya ampun Zahra, Mama kan bilang hati-hati" ucap seorang wanita yang berhijab panjang.


"Maaf Ma" ucap Anak yang ternyata bernama Zahra.


"makasih ya mbak, anaknya memang lagi suka lari-larian"


"iya mbak. tapi anaknya pinter nih gak nangis"


"Saking seringnya jatuh, udah kebal jadinya" ucap perempuan itu sambil senyum.

__ADS_1


Alma senyum sambil ngusap kepala si anak lembut.Kenzo cuma memperhatikan mereka, senyum tipis menghiasi wajah gantengnya.


"Zahra, gak papa nak?" tanya seorang laki-laki yang mungkin adalah Papanya Zahra.


"Gak papa tok. kuat zala Pa" ucap gadis kecil itu.


Alma sekilas melihat laki-laki yang sekarang sedang menggendong Zahra.


"Mas Raka kan?" tanya Alma tiba-tiba. laki-laki itu menoleh, seperti berpikir.


"Alma mas, yang dulu KKN di desanya mas" Alma menjelaskan, si istri hanya bisa saling toleh gantian.


"Alma Malang?" tanya laki-laki itu.


"iya iya." Alma semangat.


"APa kabar?"


"Baik mas. ini anak istri mas?"


"iya, ini Zahra anakku, kalau ini Husna istri ku" Raka mengenalkan.


Alma narik tangan Kenzo "Ini suamiku mas, Kenzo!"


Mereka saling berjabat tangan, Raka terlihat berpikir lagi saat berjabat tangan dengan Kenzo.


"Ini Kenzo yang itu bukan Al?" tanya Raka tiba-tiba.


"Wah, jodoh beneran ternyata. Dia dulu kacau mas waktu KKN gara-gara mas. Sampai kita semua bikin acara khusus buat dia yang lagi galau" ucap Raka sambil ketawa.


"masalah yang itu gak usah diceritain lah" Alma keliatan malu. Kenzo hanya senyum.


"la gak bisa lupa Al, sampek Pak Kades ikutan ngasih ceramah ke kamu" lanjut Raka, "Iya Ma, heboh waktu itu" ucap Raka ke istrinya, Husna yang gak paham cuma bisa senyum.


"Parah banget ya yank galaunya?" goda Kenzo.


"gara-gara kamu tauk!" omel Alma, mereka semua ketawa.


Setelah bincang-bincang sebentar, Raka dan keluarganya pamit karena si Zahra udah ngantuk, mereka minta Alma buat mampir ke desanya, Alma hanya senyum. setelah itu Alma dan Kenzo juga milih lanjut jalan.


"Dulu pas KKN kamu pasti deket sama mas yang tadi" ucap Kenzo sambil terus jalan.


"dia tuh ketua karang taruna yank... ngayomi banget dia itu. top pokoknya"


"Jadi dia yang dulu digosipin sama kamu?" kata Kenzo sambil ngangguk-ngangguk.


"Tau darimana?" Alma mengernyit.


"Apa sih yang aku gak tau tentang kamu" goda Kenzo sambil mengedipkan satu matanya. "Banyak kenangan dong ya di kota ini, pantesan kamu semangat nyusul kesini"


Alma senyum malu "yeee... orang aku kesininya nyusulin kamu, gak ada tuh kaitannya sama zaman KKN" Protes Alma.

__ADS_1


"masaaa?"


"mboh kah, pulang-pulang" Alma jalan ninggalin Kenzo.


Kenzo senyum ngeliat tingkah Alma, diapun berlari nyusulin istrinya, dikaitkannya tangan mereka. "Biar gak diculik orang" Keduanya ketawa.


***


Hari ini Alma udah sampai di Malang, tapi dia gak jadi ke Surabaya, karena Mama Papa Kenzo lagi ke Ponorogo, nengok saudara. Sedangkan rencananya, Karin dan Gio mau nginep di rumah mereka.


Sekitar jam 3 sore Karin dan Gio sudah sampai di rumah mereka. Alma yang emang udah lama gak ketemu Karin langsung heboh, mereka curhat sana sini. sibuk masak buat makan malam. Sedangkan Gio dan Kenzo milih ke kantor travel bentar.


"Mbak... aku mau curhat dong" kata Karin saat mereka lagi nyelesaiin masakan.


"heleh... bukanya daritadi kamu udah curhat" ledek Alma


Karin ketawa "seneng deh aku, akhirnya punya saudara yang bisa diajakin curhat" ucapnya sambil meluk Alma. " Sebenernya aku pengen minta bantuan sih tepatnya. tapi jangan bilang kak Ken!"


Alma heran, tumben "Apa?"


"Aku baru jadian mbak sama cowok!"


"serius? selamat Rin, akhirnya gak jomblo, pacar pertama kan?" tanya Alma mastiin. Karin ngangguk malu.


"Siapa? kenalin lah, ajakin main sini" kata Alma sambil ngaduk soto di atas kompor.


"sekarang kan lagi kesini sama dia" ucap Karin pelan.


"Bentar-bentar. maksud kamu Gio?" tanya Alma heboh.


"iya mbak, tapi jangan bilang kak Ken dulu ya, takutnya dia gak setuju"


"pasti setuju lah, orang mereka sahabatan dari lama"


"gak yakin aku mbak, soalnya dulu tuh pernah. aku becanda gitu sama Kak Ken, dia bilang gak bakal setuju kalau aku sama kak Gio. mbak kan tau sendiri kak Gio tuh playboy parah."


"kalau kamu tau dia playboy kenapa mau pacaran sama dia?"


"karena aku yakin kak Gio udah berubah, dan emang daridulu aku udah naksir sama dia" ucap Karin malu-malu.


"Cieeeee... kalau kamu udah yakin, perjuangin dong. pelan-pelan kita kasih tau Kakak kamu"


"iya, tapi nanti deh mbak, nunggu aku sama kak Gio siap, hehehe"


"yawes terserah kamu. mbak dukung kalian"


"yeeee... de best nih emang mbak Alma, terbaiiik, hahaha" kata Karin sambil meluk.


"Weeee... ada apa nih pake acara pelukan, ikutan lah" ucap Kenzo dari arah belakang.


***

__ADS_1


__ADS_2