Sahabatkah?

Sahabatkah?
SK 114


__ADS_3

SK114


“STOP!”


Keempat orang yang terlibat pembicaraan tegang itu sontak menoleh ke sumber suara. Pak Pram. Ya orang itu adalah Pak Pram yang memang baru datang di acara tunangannya Karin. Mantan atasannya Alma, juga sekaligus orang yang dulu sangat berjasa menyatukan Alma dan Kenzo.


Fitri dan Mamanya terlihat gugup, gimanapun Pak Pram terkenal tegas dalam keluarga, hampir semua keluarga gak ada yang berani bantah ucapannya.


Pak Pram mendekat kea rah mereka, tadi setelah ngobrol di depan Pak Pram milih nemuin Kenzo karena ada yang mau diomongin, sekalian dia mau bertemu dengan dokter Rayhan yang katanya hadir dalam acara ini. Tapi yang dia lihat dan dengar malah sebuah obrolan unfaedah yang telah berhasil menyulut emosinya. Untung keluarga dari Gio sudah pulang, jadi Pak Pram akan lebih leluasa menunjukan taringnya.


“Baru datang Om?” Tanya Kenzo sambil nyium tangan Omnya.


Pak Pram gak jawab pertanyaan basa basi Kenzo, beliau menatap tajam ketiga perempuan di hadapannya. Lalu perlahan melihat Kenzo.


“Kejar istrimu, tenangkan dia!” perintah Om Pram tegas.


“Al-Alma?”


“Tadi dia denger omongan ketiga orang ini dan langsung lari ke atas” Kenzo terlihat kaget denger omongan Om Pram “mereka biar jadi urusan Om!” ucap Pak Pram lagi sambil memicingkan matanya.


Tanpa menunggu lama, Kenzo langsung pergi menyusulAlma yang dia tahu pasti sekarang hatinya terluka. Kenzo tampak mengacuhkan semua saudaranya yang menanyakan kenapa dia terlihat buru-buru. Tujuan utama Kenzo adalah Almanya.


Badan Kenzo terasa lemas, hatinya sakit. Dia melihat istri tersayangnya, perempuan yang selama ini selalu dipujanya, sedang duduk dilantai, memeluk lututnya, menangis tanpa suara,hanya air mata yang terus turun. Menyiratkan kalau kesedihannya begitu dalam. Kenzo langsung berlari kearahnya.


“Ken…” ucap Alma kaget, karena Kenzo langsung mendekapnya.


“Maaf”


Alma tidak bisa berkata lagi, dia membalas pelukan Kenzo, menumpahkan segala rasa yang selama ini selalu membebaninya. Mendengar tangis Alma yang begitu menyayat hati, Kenzo perlahan juga ikut meneteskan air mata.


Selama ini dia terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, ketakutannya sendiri. Alma selama ini gak pernah terlihat sedih tentang anak, bahkan dia selalu menguatkan Kenzo. Tapi saat ini Kenzo tau kalau dia egois, Almanya menutupi semuanya dengan rapi. Dan tangisnya sekarang adalah bukti kalau dia juga sama menderitanya.


Kenzo membiarkan Alma terus menangis, dan dia sama sekali gak melepas pelukannya. Setelah dirasa cukup Kenzo melepas pelukannya, diusapnya bekas air mata di pipi istrinya.


“Udah lebih tenang?” Tanya Kenzo lembut,


Alma ngangguk “Jangan nangis lagi” Alma tersenyum, begitupun dengan Kenzo.


Kini keduanya sama-sama duduk di lantai, bersandar disamping ranjang. Tak ada yang berbicara, keduanya larut dengan pikiran masing-masing. Tapi tangan mereka terus berkaitan saling menggengam, saling menguatkan.


“Maaf ya yank” ucap Kenzo setelah mereka sama-sama diam.


“Aku gak mau bahas apa-apa sekarang, kita obrolin nanti pas di Malang ya” pinta Alma


Kenzo noleh, dia senyum dan ngangguk.


Diciumnya kepala sang istri. Beralih ke dahi, kedua mata, pipi kanan kiri, hidung, dan terakhir bibir. Cukup lama Kenzo bermain di bibir Alma. Setelah terlepas, dia menyatukan kedua dahi mereka, saling memejamkan mata.


“Love you sayanku…!”


“Love you too…!” Balas Alma.


Setelah mengucapkan itu mereka saling tatap, dan akhirnya mereka tersenyum. Kenzo memeluk Alma kembali.


“Mulai sekarang jangan pernah nangis sendiri lagi,” Ucap Kenzo “Kalau mau nangis ajak-ajak!”


“Mana ada nangis ajak-ajak!” omel alma


“Ya diada-adain dong sayank, kalau kamu ngajak aku setidaknya aku bisa meluk kamu kayak gini”


Alma tersenyum dalam pelukan Kenzo “Jangan pernah lepasin aku yank”


Kenzo mengernyitkan dahinya “Maksutnya?”


“Maksudnya aku masih pengen dipeluk kayak gini terusa sama kamu. Boleh kan?”


Kenzo senyum “Boleh lah, mau lebih dari peluk juga boleh. Tuh yang bawah udah protes minta dipeluk juga”


Alma langsung ngelepasin pelukannya dan mukul dada Kenzo “Ck… mesumnya liat sikon dong!”

__ADS_1


Kenzo ketawa, Alma cemberut “Kalau masih cemberut aja aku perkosa sekarang juga nih” ancam Kenzo


“Haiiiish…!” Alma bersandar di bahu Kenzo


“Keluar yuk yank, gak enak sama yang lainnya, nanti dicariin”


“Biarin lah, udah gak mood.!” Ucap kenzo malas.


“Jangan gitu, aku malah gak mau keliatan terpuruk di depan mereka. Kita harus nunjukin ke semua orang kalau kita baik-baik aja, kalau kita kuat”


Kenzo noleh ke Alma “Yakin kamu?” Alma ngangguk “Dengan muka kayak gitu?”


“Hah?” Alma bingung, tapi secepat kilat dia bangun dan melihat ke cermin “Astaghfirullah!” pekik Alma.


Make upnya berantakan, kerudungnya juga, Kenzo yang ngeliat istrinya panic malah ngakak. Secepat kilat Alma ke kamar mandi, mencuci muka dan memperbaiki make up serta kerudungnya. Matanya masih terlihat sembab tapi setidaknya dia jadi lebih segar lagi.


Sampai lantai bawah ternyata udah gak seramai tadi, sebagian keluarga Kenzo udah pulang. Fitri,Nadya dan Mamanya juga udah gak kelihatan. Alma milih ke dapur menemui mama mertuanya, menawarkan bantuan.


Mama Kenzo menatap Alma, dia mengelus kepala sang menantu dan tersenyum “Gak usah, semua udah beres, udah dihandel sama mbak Jum. Kamu temenin Mama ngobrol sama yang lain aja yuk!”


Mama Kenzo mengajak alma bergabung dengan yang lain di ruang tengah. Disana ada Kenzo, Karin, Om Pram dan istrinya, Papanya Kenzo juga tante Dina adik dari Mamanya Kenzo. Melihat Alma datang mereka semua melihat ke arahnya. Jujur Alma agak sedikit grogi, apalagi setelah kejadian tadi.


“Duduk sini yank!” kata Kenzo sambil menggeser badannya.


“Gak! Mama mau duduk deket sama menantu kesayangan Mama!”


“Ck… Apaan! Siniin istri aku Ma”


“Halah kamu itu, dipinjem bentar bawel amat!” semprot Mama Kenzo.


Alma Cuma tersenyum sambil duduk disamping Mamanya. Rupanya memang semua keluarga sudah pulang, tinggal mereka yang lagi duduk disini. Rayhan dan Bebi jua udah pamit pulang daritadi saat Alma pergi ke kamar.


Mereka akhirnya ngobrol bercanda, dan hari ini Karin yang jadi sasarannya, semua pada godain Karin.


Rencana awal Karin dan Gio akan menikah kurang lebih tiga bulan lagi. Dalam obrolan ini tak ada yang membahas tentang kejadian tadi, dan perhatian Alma jadi teralihkan. Dia sudah bisa tersenyum lepas. Tak lama Om Pram dan yang lain pamit pulang karena harus langsung balik ke Malang.


Tok…tok…tok…


“Masuk!”


Alma membuka pintu dan melihat kalau mamanya lagi duduk di sofa kamar. Beliau tersenyum kea rah Alma “Sini sayank”


Mama Kenzo menatap menantunya yang sekarang sedag duduk disampingnya, “Ken gak protes kan Mama pinjem kamu bentar?”


Alma ketawa, “Enggak Ma, dia lagi ngobrol sama Papa”


“Syukur deh, Mama suka pusing kalau Ken udah ngomel-ngomel.” Alma kembali senyum


“Kata Ken, besok pagi kalian balik Malang?”


“Iya Ma,Mas Ken ada janji sama temennya.”


Mama Cuma ngangguk, “Tapi kalian harus sering kesini ya,bantuin Mama nyiapin nikahannya Karin”


“Iya Ma InsyaAllah, kalau nanti Mas Ken sibuk biar aku yang kesini sendirian.”


“Iya, mungkin minggu depan Mama sama Karin kesana, kita mau hunting souvenir sama keperluan lainnya.”


“Iya Ma” ucap Alma sambil ngangguk.


Mama Kenzo menatap Alma, digenggamnya tangan Alma dan beliau tersenyum “Kamu inget gak, dulu Mama pernah masuk ke kamar kamu dan meyakinkan kamu meminta kamu untuk mau menikah dengan Kenzo. Kamu inget?”


Alma tersenyum dan mengangguk, suasananya memang sama Cuma beda tempat. Mereka duduk dan Mamanya Kenzo menggenggam tangnnya.


“Sekarang Mama Tanya, Kamu bahagia menjadi istri Kenzo? Menjadi anak Mama? Menjadi bagian dari keluarga kami?” Tanya Mama Kenzo dengan menatap mata Alma.


Alma kembali senyum “Iya Ma, Alma bahagia. Bahagia banget…”


Mamanya Kenzo tersenyum, genggaman tangannya semakin kuat, “Saat ini Mama ngajak kamu ngobrol disini karena Mama juga ingin meminta sesuatu dari kamu, Mama harap kamu bisa ikhlas dan mau melakukannya”

__ADS_1


Alma langsung mengingat kejadian tadi sore, Perasaan Alma mulai gak karuan, dengan ragu dia bertanya “ Ma-Maksut Mama?”


“Dengerin Mama…”


***


Pagi ini seperti rencana awal, Kenzo dan Alma pulang ke Malang pagi hari. Karena Kenzo ada janji bertemu dengan temannya, tentu saja itu urusan pekerjaan. Awalnya Kenzo minta Alma buat ikut,jadi nanti sekalian bisa langsung jalan-jalan. Tapi Alma nolak dan milih pulang ke rumah, alasannya capek dan pengen bersih-bersih rumah.


Setelah nganter Alma pulang, Kenzo langsung pergi nemuin temennya. Alma pun segera berganti pakaian dan mulai bersihin rumah. Beginilah Alma, saat pikirannya mulai kalut dia akan menyibukkan dirinya terutama dengan bersih-bersih, setelah itu baru dia bisa lebih tenang.


Seperti sekarang, selesai bersih-bersih Alma mandi dan milih duduk diruang tengah, streaming drama korea. Alma seperti gak ada semangat buat ngapa-ngapain jadi pilihan terbaik ya bersantai sambil nonton drakor.


Drrtt…drrrtt…


Suami Calling….


Alma tersenyum, mendapati suaminya telphon, biasanya kalau kayak gini Kenzo mau pulang, dan nanya dia mau dibeliin apa.


“Assalamualaikum yank”


“Waalaikumsalam” jawab Alma “Udah selesai ?”


“Ini baru selesai”


“Sukses?” Tanya Alma,


“Sukses dong, insyallah minggu depan udah bisa dibuka wahananya, nanti kamu bantuin mbak Danis buat acaranya ya”


“Siap!” JAwab Alma semangat.


Wahana yang dibangun Kenzo yang kerjasama bareng MAs Anjas temennya udah rampung 99%, tapi kemaren ada sedikit masalah jadi diundur buat pembukaanya. Dan ternyata Kenzo ngasih kabar kalau udah bisa dibuka,gimana Alma gak seneng, ini adalah impian suaminya. Dan sekarang gilirannya yang beraksi bareng Mbak Danis, istrinya Anjas. Buat acara syukuran kecil-kecilan.


“Kamu lagi ngapain yank?”


“lagi ngedrakor”


“Ck…”terdengar Kenzo tersenyum miring “Pasti tadi datang langsung ngedrakor, katanya mau bersih-bersih”


“Aku uda selesai bersih-bersih tauk yank! Udah mandi, harum, cantik! ” ucap Alma semangat.


“Masa?”


“Mangkannya buruan pulang”


“Emang mau ngapain nyuruh cepet pulang?”


“Mau aku ajakin ngedrakor!”


“Hadeeee… repot iki” keluh Kenzo, Alma yang denger suaminya ngeluh malah ketawa.


“Kencan yuk yank,mau gak?”


Alma langsung semangat “Mauuuuu…”


Kenzo ketawa “Yaudah kamu siap-siap, aku


datang langsung berangkat”


“Siap bosku sayank!”


“Yaudah cepet siap-siap, aku pulang sekarang”


“Oke ati-ati”


“Assalamualaikum!”


“Waalaikumsalam”


***

__ADS_1


__ADS_2