
#76
"Yank... minum obat dulu yuk" ucap Kenzo sambil meluk Alma dari belakang.
Saat ini Alma lagi berdiri di depan balkon kamar mereka, dia terlihat malas dan masih acuh ke Kenzo.
"Mama bilang, besok harus pulang. kita kompakan lagi yuk, biar kamu juga cepet sembuh. Aku gak sabar pengen travelling sama kamu" bisik Kenzo semangat.
Alma pergi menjauh dari Kenzo, dia milih duduk diranjang, meminum obat, lalu diraihnya novel yang tadi sempet dia baca. tak berniat untuk menanggapi ucapan Kenzo. Tak lama Mama Kenzo minta ijin masuk, berganti dengan Kenzo yang keluar kamar.
"kalian belum baikan?" tanya Mama Alma lembut.
"Dia cerita apa aja ke Mama?" tanya Alma sarkas.
"Kenzo? dia gak cerita apa-apa, keliatan aja dari sikap kalian" terang Mamanya, Alma diam, bingung harus menjawab apa.
"Nduuk... masalah dalam pernikahan itu pasti ada, dan kita harus lebih cerdas dalam mengatasinya. inget saran Mama, sebagai seorang istri gak baik kamu marah lama-lama sama suami, minta maaf, obrolin baik-baik." Alma hanya ngangguk sekilas.
"Besok Mama Papa pulang, kamu jangan manja, Cepet sembuh, kembali layani suamimu. kamu gak kasian, Kenzo keliatan gak keurus gitu, kucel!" ucap Mama, lalu berlalu pergi.
"lagi-lagi aku yang ngalah?" gumam Alma pelan.
Alma milih berjalan ke meja rias, melihat tampilan dirinya, rambut kusut, mata sembab, perpaduan yang pas. dia mulai merapikan rambutnya, serta memoleskan bedak tipis, juga sedikit parfum.
Dicarinya Kenzo disetiap sudut rumah. Mama Papanya sudah masuk kamar, karena memang sekarang udah malam. sekilas dia melihat sesosok bayangan dari teras belakang.
"Sejak kapan kamu merokok?" tanya Alma tegas.
Kenzo menoleh, dia tersenyum mengetahui Alma di belakangnya. "sejak lulus kuliah, kadang-kadang aja , kalau lagi banyak pikiran."
Alma duduk disamping Kenzo. "berarti sekarang lagi banyak pikiran?"
"kamu kenapa kesini, dingin yank" ucap Kenzo mengalihkan pembicaraan.
"lagi mikirin apa aja? mikirin cewek-cewek kamu?" sudutnya.
"Yaaank..." protes Kenzo dengan suara tertahan. "Kita selesain masalah itu sekarang"
"Aku lagi gak mau bahas itu, masih ada Mama Papa, aku gak mau mereka denger kita tengkar" jelas itu hanya alasan, Alma cuma belum siap denger penjelasan Kenzo, apalagi kalau itu sesuatu yang buruk.
"Oke" ucap Kenzo singkat, dihisapnya lagi rokok itu, keduanya masih saling diam. Sampai rokok Kenzo habis.
"Yank..."
"Gimana masalah kantor?" potong Alma cepat.
"hah?!"
"kamu gak mau berbagi masalah sama aku? terus pengennya berbagi masalah sama siapa? cewek lain?" tuduh Alma dengan nada super menyebalkan.
Kenzo menahan tawanya ngeliat tingkah Alma, dia tau istrinya itu sedang ingin memperbaiki hubungan tapi gengsinya terlalu tinggi, "kangen bawelnya kamu" bisik Kenzo sambil meluk Alma dari samping.
"Iiih... kebiasaan ya kamu!" semprot Alma.
"Suka deh kamu balik galak kayak gini." ucap Kenzo. Alma malah mendelik kearahnya.
Kenzo ketawa "iya iya maaf." ucapnya "Alhamdulilah udah mulai ada titik terang. penumpang sama driver untungnya gak ada yang terluka parah. Mobilnya aja yang ancur. Dan sekarang Gio lagi nyoba nego sana sini"
"Mau sampe kapan sih kamu nutupin masalah dari aku? kita udah janji bakal ngelewatin semua bareng-bareng kan. Aku gak suka cara kamu yang terus mendem masalah sendiri"
"Maaf yank, kemaren kan kamu lagi sakit, aku gak mau aja kamu khawatir. yang penting kamu sehat dulu" ucap Kenzo sambil ngerapiin rambut Alma ke belakang telinga.
"Aku masih marah sama kamu!" ucap Alma kesal.
"aku tau"
"kamu jahat, egois, aku benci banget!" kesalnya.
"tapi cinta kan?" goda Kenzo.
"Kenzo!" bentak Alma, cowok itu hanya mesam mesem. Dan Alma langsung berdiri dan berlalu pergi.
Saat sampai di pintu Alma berucap "kalau kamu gak masuk kamar sekarang, mending tidur aja di sofa!" ucapnya lalu berlalu pergi.
"Hah?!" Kenzo seperti orang bodooh yang telat mikir.
Secepat kilat dia langsung ngikutin Alma masuk kamar, sepanjang kaki melangkah, Kenzo sudah tersenyum sangat lebar.
"ini tandanya kamu udah maafin aku kan?" ucap Kenzo sambil meluk tubuh Alma dari belakang.
Mereka berdua sekarang lagi tiduran di ranjang, dengan posisi Alma yang membelakangi Kenzo.
"Enak aja. ini belum apa-apa, aku bahkan belum ngehukum kamu!" bentak Alma.
"bukannya kemaren-kemaren pas nyuekin aku itu kamu udah ngehukum?"
"Sembarangan! pokoknya aku belum ngehukum kamu."
Kenzo menelan ludahnya kasar, mau dihukum seperti apa lagi? dicuekin Alma beberapa hari aja udah bikin Kenzo seperti orang gila. siaaal...
"Iya nyonya..." gumam Kenzo, tapi masa bodolah masalah hukuman. yang penting sekarang dia bisa tidur sambil meluk istri kesayangannya lagi.
__ADS_1
Nikmat mana lagi yang Kau dustakan...
"sayank kamu... cuma kamu dan hanya kamu, Almaku" bisik Kenzo tepat ditelinga Alma.
Alma seperti tersengat listrik denger ucapan Kenzo, apa itu berarti gag ada orang lain diantara mereka. entahlah, Alma gak mau terlalu percaya diri, jatuhnya nanti sakit hati.
"buruan tidur! atau kamu tidur diluar!" bentaknya.
"Ampun yank" ucap Kenzo sambil nahan senyum "kangen kamu" ucapnya sambil meluk tubuh Alma erat.
"Berisik!"
"galaknya..."
diciumnya rambut sang istri "mimpi indah Almaku sayank"
"heem..."
Begitulah Alma, mana bisa dia marah lama-lama ke Kenzo, tapi bukan berarti dia udah ngelupain semua. Sementara ini dia bakal bersikap biasa apalagi ada orang tuanya. tapi nanti saat kondisinya beneran pulih, dia bakal mikir gimana cara bikin Kenzo kapok.
***
Keesokan harinya Mama Papa Alma beneran pulang, kini dirumah tinggal Alma dan Kenzo berdua. Kenzo begitu memanjakan Alma, sedikitpun Alma gak boleh nyentuh pekerjaan rumah, sebenernya kondisi Alma udah sangat baik, tapi begitulah Kenzo.
"kamu gak ngantor?" tanya Alma saat dia lagi nonton tv, sedangkan Kenzo lagi bersih-bersih.
"enggak, biar dihandle anak-anak dulu aja" jawab Kenzo "Hari ini aku cuma mau berduaan sama kamu" goda Kenzo.
"Ck..." Alma berdecak malas, dia terus lanjut nonton tv, gak peduliin Kenzo.
Kenzo terus melakukan pekerjaan rumah seperti yang biasanya Alma lakukan, jujur Alma ngerasa gak enak, gimanapun juga itu tugas istri, tapi dasar si Kenzo mana mau dia ditolak.
Setelah selesai dengan tugas rumah, dia ngelanjutin ngurus masalah kantor dari jarak jauh, kadang nelphon, kadang cek e-mail. dia harus bolak balik ruang kerja dan kamar untuk ngecek kondisi Alma. jeda cuma buat sholat dan makam. Dan dia baru selesai malam hari.
"haaaah... akhirnya selesai juga" ucap Kenzo sambil duduk disebelah Alma.
Perlahan Kenzo rebahan di paha Alma, tentu saja Alma kaget, pengen rasanya dia nabok Kenzo. tapi saat tak sengaja dia ngeliat bibir Kenzo dia langsung kebayang kejadian beberapa hari yang lalu.
"kamu habis berantem sama dokter Rayhan lagi?" tanya Alma tiba-tiba.
Kenzo natap Alma, dia senyum, diraihnya tangan sang istri dan diletakkan di atas dadanya.
"aku udah pernah bilang kan, dia tuh masih ngarepin kamu. Bebi mungkin cuma dijadiin cadangan."
"kamu mukul dia juga?"
Kenzo mengernyit "kamu khawatirin dia juga"
"enggak"
"kenapa gak bales? karena sadar kalau emang kamu salah?" tuduh Alma.
Kenzo langsung duduk, ditatapnya wajah Alma yang sekarang udah mulai cerah lagi, gak pucet kayak beberapa hari yang lalu.
"Ya aku emang salah, tapi bukan berarti aku ngalah yank. Saat itu yang ada dipikiranku cuma kamu. nanti aku pasti bakal bikin peritungan lagi sama dia, apalagi kalau dia masih deketin kamu"
"gak usah diperpanjang, aku gak suka" protes Alma.
"kamu takut dia terluka?"
"pertanyaan yang gak butuh jawaban!" kesal Alma. "Aku gak suka kekerasan. kamu mau mukul dia, terus masuk penjara? ninggalin aku gitu aja?"
"jadi intinya?" goda Kenzo.
"gak tau!" jawab Alma cepat.
Kenzo ketawa, dia kembali ngacak rambut Alma gemas. "kamu masih ngerasa ada yang sakit?"
Alma menggeleng "besok kontrol"
"Aku mau ngejelasin ke kamu tentang...
" Aku masih malas dengerin kamu ngomong" potong Alma cepat.
"Yank... aku gak mau masalah kita berlarut-larut gini, setelah aku jelasin terserah kamu mau gimana"
"aku bilang gak mau denger" bentak Alma.
Kenzo kaget sama reaksi Alma, dia benar-benar gak tau ada apa dengan Almanya, dia cuma bisa ngelus rambutnya lembut.
"Oke, aku ke kamar mandi dulu" pamit Kenzo kemudian.
Alma masih diam membeku di tempatnya duduk, entah kenapa dia jadi pengecut kayak sekarang, dia bener-bener takut dengerin penjelasan Kenzo. Dia takut sakit hati lagi. Beberapa menit kemudian Alma nyusul Kenzo ke kamar.
Kenzo tersenyum ke arah Alma saat mendapati istrinya itu lagi duduk di meja rias sambil kadang curi-curi pandang kearahnya. Kenzo mendekat dan duduk disebelahnya.
"kenapa sayank?" bisiknya lembut.
Perlahan Alma melingkarkan tangannya di lengan Kenzo, dia juga rebahan di bahu Kenzo, jelas Kenzo kaget dengan sikap Alma yang tiba-tiba berubah tapi jujur dia bahagia banget.
"Maaf udah cuekin kamu beberapa hari ini, aku masih marah, kecewe. tapi aku gak mau dapat dosa dengan nyuekin kamu. Saat ini aku belum siap denger penjelasan kamu, nanti saat aku udah nyiapin hati, aku bakal minta kamu langsung jelasin"
__ADS_1
'terbuat dari apa hati kamu yank, aku tau kamu sakit hati, tapi kamu masih bisa minta maaf ke aku. dari dulu kamu selalu begitu' batin Kenzo.
Keduanya sama-sama ngeliat ke arah kaca, dan kedua mata mereka bertemu, Alma tersenyum ke arah Kenzo.
"kenapa?" tanya Kenzo lembut.
"Karena aku sayank kamu, aku gak sanggup...."
Sebelum Alma nyelesaiin omongannya, Kenzo langsung nyambar bibir Alma, dikecupnya bibir mungil sang istri, semakin lama semakin dalam, saat ini dia hanya ingin menunjukan rasa sayanknya ke Alma. Kenzo menjelajahi seluruh milik Alma. Mereka baru berenti saat keduanya merasa kehabisan oksigen.
"cukup percaya satu hal, Aku sayank banget sama kamu" ucap Kenzo lembut.
Alma melihat kesungguhan di mata Kenzo, tak butuh waktu lama, Kenzo kembali menyatukan bibir mereka, kali ini Kenzo memberikan kecupan kecupan kecil sebelum kembali melumaat bibir Alma. ciuman yang sangat memabukan bagi keduanya, panas, dan menggairahkan.
"Maaf, aku terlalu bersemangat" ucap Kenzo saat keduanya sudah saling lepas. diusapnya bibir Alma yang basah.
Keduanya saling tatap, Kenzo tersenyum nakal, Alma memutar matanya jengah. Dia sangat marah, dan saat berciuman tadi dia sempet kebayang kedeketan Kenzo dengan wanita itu, itu bukannya menyurutkan hasratnya, tapi malah bikin Alma menggebu, seakan ingin menunjukan kalau Kenzo adalah miliknya.
Alma menarik tangan Kenzo ke arah ranjang "Aku ngantuk, pengen di peluk"
Kenzo menahan tawanya, dia menuruti keinginan Alma. Dia tiduran diranjang, Dipeluknya tubuh sang istri. Dia sangat merindukan moment ini.
"Kamu kalau cemburu kayak gini? atau yang kamu maksud hukuman itu yang modelan seperti ini? maulah aku dihukum terus" canda Kenzo.
"Aaaawww... yank" protes Kenzo, tadi Alma nyubit perut Kenzo keras.
"Kenapa kamu selingkuh? apa karena aku belum bisa muasin kamu diranjang?" tanya Alma langsung to the point.
"Hah?!"
"Apa aku gak nafsuin?" ucap Alma sambil natap mata Kenzo.
"hah?!? yaank..." Kenzo seperti salah tingkah.
"Apa? bilang bagian mana dari tubuhku yang kamu gak suka?"
Kenzo malah ketawa "gemesin banget sih kamu yank, dilihat dari sudut manapun kamu selalu nafsuin yank" terang Kenzo tanpa malu.
"bohong! terus kenapa sampai sekarang kamu belum nyentuh aku? kemaren itu juga kamu tiba-tiba berenti. kenapa? karena udah ada cewek lain yang muasin kamu? cewek kemaren?" tuduh Alma dengan intonasi meninggi, dia mulai berkaca-kaca lagi.
"Yaaank..."
"Apa kamu harus aku kasih obat perangsang dulu? atau aku harus gaya menggoda dulu di depan kamu?"
"hahaha..." Kenzo bener-bener ketawa, "Apa sih yank, kenapa kamu jadi nakal gini? hem?"
"Aku bakal buktiin ke kamu, kalau aku juga bisa muasin kamu"
"iya iya, aku percaya kamu bisa muasin aku, sangat bisa sayank. sekarang tidur dulu ya. pikiran kamu makin nakal"
"kamu jahat!"
"iya aku jahat!" ucap Kenzo sambil nahan senyum. "Aku paling suka kalau kamu cemburu, gemesin!" ucap Kenzo sambil nyubit hidung Alma.
"Aku marah tauk sama kamu!" bentak Alma.
"Iya iya. diem sini tak peluk" Kenzo makin mendekatkan badan mereka berdua.
"pelukan kamu bikin aku merinding. apa kamu juga meluk cewek itu kayak gini?" rengek Alma
Kenzo ketawa lagi "udah ah, tidur"
"Ken..."
"Apa?"
"Kamu manggil cewek itu apa? Beb? honey? atau Sayank? awas aja kalau panggilan kita sama!" Alma masih terus ngoceh.
"Aku manggilnya Ay..."
"Apa?!?" teriaknya, jelas Alma sangat cemburu 'Ay'? Ayank?
"Kan namanya Ayu, ya tak panggil Ay!" kata Kenzo santai.
"Nyebelin!" teriaknya di telinga Kenzo.
"Waduuuh... yaaaank..." protes Kenzo "hahahaha. kamu nih repot, aku jelasin gak mau tapi marah-marah"
"siapa juga yang gak marah kalau suaminya selingkuh" kata Alma sambil mukul dada Kenzo.
"Aku tuh terpaksa jalan sama dia"
"bohong"
"yawes aku selingkuh! Maaf,"
"Tuh kan!" Alma menghentakkan kakinya di ranjang kesal.
"hahahaha. sini-sini tak cium" goda Kenzo, pelukannya makin dipererat. "resiko suami ganteng yank"
***
__ADS_1