Sahabatkah?

Sahabatkah?
#27


__ADS_3

#27


Hari ini Alma dan yang lainnya wisuda, senyum kebahagian terbit disetiap wajah peserta. perjuangan mereka selama ini serasa terbayarkan.


Selesai acara Alma ngumpul bersama keluarganya, mereka foto bersama, ada juga temen-temen Alma yang lain dan ikut gabung foto. Daritadi Alma nungguin Kenzo tapi gak keliatan batang hidungnya.


"nyari siapa sih?" tanya seseorang dari belakang Alma, cewek itu noleh.


"kalian?" tanya Alma kaget.


"Selamat ya" ucap Indira sambil cipika-cipiki dengan Alma.


"Makasih ya Indi, duh gak nyangka banget kalian datang"


"nih" kata Bisma sambil ngasih paperbag ke Alma, "selamat ya"


"makasih" ucap Alma singkat sambil salaman dan juga nerima papaerbag dari Bisma. "foto dulu yuk!"


Ketiganya berfoto selfi, mereka ngobrol, bercanda dan saling ketawa. Alma Gak nyangka bisa sedeket ini sama Mantan dan tunangannya.


"Sekalian Indira mau kasih sesuatu" kata Bisma, Indira senyum dan ngambil sesuatu di tasnya.


"Undangan?" tanya Alma kaget setelah nerima undangan dari Indira.


"jangan lupa dateng" kata Bisma sambil senyum.


"InsyaAllah" kata Alma "Si Bisma gerak cepet banget nih" katanya sambil ketawa.


"takut kecolongan lagi gue, mending di borgol sekalian biar gak ngikut cowok lain" canda Bisma.


"Haiiiish...." Alma manyun, dia berasa kesindir.


Semenjak Bisma dan Indira tunangan, beberapa kali mereka meet up bareng, bukan karena alasan. Mereka gak mau ada salah paham lagi, dan Bisma juga pengen nunjukin ke Indira, kalau dia dan Alma udah bener-bener selesai.


Alma sendiri gak masalah, toh emang perasaannya ke Bisma udah biasa. Dan sekarang malah Alma dan Indira jadi deket dan kadang saling curhat.


"Al, balik yuk" ajak kak Arkan. Bisma dan Indira udah balik duluan.


"Bentar lagi deh kak, takutnya ada temen aku yang dateng telat" ucap Alma sambil ngeliat ponselnya.


"hadeeee... orang udah sepi ini, Yaudah aku nyusul mama papa ke mobil duluan, cepetan nyusul" kata Arka sambil berlalu pergi.


"Iya"


Alma coba ngehubungin Kenzo, tapi gak bisa. Alma masih celingukan nyari mereka, tapi gak keliatan sama sekali. Kini Alma nyoba nelphon Gio.


--GIO--


"Assalamualaikum dek"


"Waalaikumsalam"


"Eh... selamat ya dek udah wisuda"


"iya makasih. elo lagi sama Kenzo gak?"


"enggak, ni gue dikontrakan"


"Kenzo ke kampus gak?" tanya Alma sambil nunduk.


"Tadi sih bilangnya ke kampus, mau nemuin elo"


"kog sampek sekarang gak keliatan ya? gue telphon juga gak di angkat. bisa minta tolong telphonin gag? "


"owh... iya-iya gue coba dulu. bentar ya"


Alma nutup telphon Gio, dia berharap Kenzo masih dijalan. dan mereka bisa ketemu.


Tring... chat dari Gio


--GIO--


#Dek, Kenzo lagi perjalanan ke Surabaya


"hah?!"


Alma langsung lemes, matanya berkaca-kaca, gimana bisa Kenzo perjalanan ke Surabaya, dia janji bakal datang nemuin Alma. Pikiran Alma langsung blank. Kenzo selalu kayak gini. Perlahan dia jalan ke parkiran, nemuin keluarganya.

__ADS_1


***


Udah Sebulan lebih setelah Alma wisuda, Alma masih setia menjadi pengangguran. Dia udah nyebar lamaran kerja kemana-mana, tapi masih belum ada tanda-tanda panggilan kerja. Setiap hari dia hanya dirumah, nyibukin diri dengan ngurusin rumah, belajar masak, dan gitu seterusnya.


"Hadeee.. bener kata Kenzo, udah lulus malah pusing kalau jadi pengangguran gini.,mending ngampus" gumam Alma sambil nonton tivi "halah... kog malah keinget Kenzo, lupain..."


Alma udah gak ada urusan lagi di kampus, ijazah juga udah dia ambil. Dan selama sebulan ini juga Kenzo gak ada kabar, dia seperti ngilang, bahkan Karin dan Gio juga gak bisa dihubungin.


Alma kembali buka foto-fotonya saat wisuda, dia sempet posting foto di IG saat dia sedang wisuda lengkap dengan toganya. dia nulis caption...


' Ini bukanlah Akhir, tapi Awal dari sebuah Perjuangan! '


"hmmmmmh... berat banget ternyata" gumam Alma sambil merem.


"ngapain lo mbak?" tanya Radit sepupu Alma sambil duduk disebelahnya.


"Ck... bosen gue jadi pengangguran"


Radit ketawa "sabar lah" kata Radit sambil nyomot camilan yang dibawa Alma.


"Oiya, lo mau gak nglamar kerja di Rumah sakit?"


"gila lo? mau jadi apaan gue diRS? dokter?"


Radit nyentil kening Alma, "pinter dikit dong, lo bisa kerja di bagian keuangannya"


"iya ya. emang ada lowongan?"


"kemaren gue dapet info dari temen gue, ntar coba gue tanyain lagi deh"


"beneran ya. jangan lupa, gue tungguin kabar lo."


"iya mbak, bawel banget deh. bagi dulu tuh camilannya. habisin sendiri aja"


***


Hari ini Alma bener-bener ada di titik puncak kebosenannya. Dia sampek bingung mau ngapain, tiap hari malah makin pusing karena nganggur.


drrtt...drrtt...


--0341xxx---


"iya benar dengan saya sendiri"


"iya bu"Alma senyum. " siap bu, iya. terimakasih"


"Waalaikumsalam" Alma mengakiri panggilannya.


"yes!" teriaknya sambil loncat-loncat.


"kamu kenapa Al?" tanya mama Alma.


"Mama..." bukannya ngejawab, Alma malah meluk Mamanya. "Aku ketrima kerja ma"


"oh ya?" Alma ngangguk, seneng banget rasanya.


Ternyata gini susahnya nyari kerja, pantesan aja banyak pengangguran diluaran sana yang frustasi sampek bunuh diri. amit-amit dah...


***


Hari ini Alma mulai kerja, dia ketrima di RS Bhayangkara. tempat yang direkomendasiin Radit sepupunya. Lokasinya lumayan jauh dari rumah Alma, untungnya disediain asrama juga di deket RS.


"Selamat pagi, nama Saya Alma Maharani, saya karyawan baru di RS ini. mohon bimbingannya" ucap Alma saat ngenalin diri di depan karyawan lain saat apel pagi.


Teman-teman baru Alma semua welcome ke dia. Alma bekerja di Bensat (Bendahara Satker). Kebetulan diruangan ini ada 5orang karyawan, 3orang perempuan termasuk Alma dan 2 orang laki-laki.


"Mbak Alma asli Malang?" tanya salah satu karyawan itu.


"iya mbak, asli malang"


"wah siap-siap kalau gitu" kata karyawan cowok yang namanya Bayu.


"siap-siap apa?" tanya Alma heran.


"siap-siap dijadiin sasaran buat lembur" kata temen yang lain.


"hah?!" aku melotot.

__ADS_1


'Asyeeem... baru juga sehari, udah ditakuti masalah lembur aja' batin Alma.


"gak usah didengerin mereka bercanda, tapi emang kita bakal sering lembur. jadi semangat" kata Rita, karyawan yamg keliatan lebih senior diantara yang lain.


Alma bener-bener buta dengan kerjaannya ini, hari pertama dia masih seperti pesuruh yang sering dimintai tolong temennya buat ini itu.


Saat makan siang Alma gabung sama yang lain makan dikantin, saat makan siang pun mereka harus gantian, karena gak boleh ninggalin ruangan kosong.


"hari ini kamu masih belum bisa kerjain bagian kamu, nunggu bu Septi dulu besok" terang Rita yang duduk di samping Alma.


"Bu Septi?" tanya Alma gak ngerti


"iya, Bu Septi itu kepala Bensat. besok beliau yang bakal jelasin jobdisk kamu"


"siapin mental ya Al"goda Bayu


"kenapa emang?"


"udah jangan didengerin mereka Al" kata Rita "Bu Septi itu orangnya teges, disiplin dan bawel juga"


"sekali buat salah, bakal diomelin panjang kali lebar" tambah Bayu.


"udah dong Bay, kasian dia ntar malah takut"


"la emang iya kan mbak Rita, fakta itu" Bayu gak mau disalahin.


"ya intinya kamu jangan sampek bikin kesalahan lah Al kalau gak mau diomelin Bu Septi." kata Rita lagi. Alma cuma ngangguk.


***


Bener kata Bayu, Alma bener-bener harus nyiapin mental ngadepin Bu Septi. Baru masuk aja aura horornya udah keluar. Saat masuk ruangan Bu Septi Alma sampek harus baca doa dulu saking groginya.


Hampir 2jam Alma diruangan bu Septi, bukan di marahin sih, tapi lebih tepatnya di ajakin gosip. Ternyata Bu Septi ini dulu satu Alumni SMA sama Alma, dan setelah ngobrol ngalor ngidul ternyata dia kakak kandung temennya Alma waktu SMA dulu.


dunia emang sempit


"betah amat diruangan bu Septi? di omelin?" tanya Bayu penasaran.


"Enggak dong, kepo aja deh" kata Alma, dia emang rada kesel sama Bayu yang dari kemaren nakut-nakutin dia mulu.


"heeemhhh" kesal Bayu, Alma malah ketawa.


Disini Alma masih belum bisa nentuin mana orang yang bisa dipercaya buat diajak ngobrol, namanya juga masih 2hari kerja. Dan Alma kembali ke mode aslinya, diem dan kerja.


Bulan berganti bulan, Alma udah mulai terbiasa dengan kerjaannya. Dia juga udah mulai deket dengan timnya. Mereka emang ngusahain jadi tim yang solid, selain di kantor mereka juga kadang sering hang out bareng diluar.


Dan emang bener kata Bayu, Bu Septi adalah orang yang horor, tapi itu saat salah satu dari mereka ada yang ngelakuin kesalahan. diluar itu beliau adalah pribadi yang baik, dan hangat.


Dia termasuk orang yang akan berdiri di depan untuk membela anak buahnya. Maka sebelum ada orang luar yang menghina timnya, maka beliau sendiri yang akan benerin timnnya.


Beliau juga sering ngajak mereka keluar bareng, karaoke, jalan-jalan, dan tentu aja makan-makan, seperti sekarang ini.


"Alma, kamu makan yang banyak, biar tambah tinggi" celetuk bu Septi.


"Alma doang nih bu yang disuruh makan banyak? aku enggak?" tanya Bebi, dia seumuran dengan Alma, mereka juga kemaren ketrima kerjanya barengan.


"heleh... kamu kan gak ditawarin juga udah makannya banyak. liat tuh si Alma, kurus kering kayak gak pernah makan gitu" kata Bu septi, rada pedes emang.


"gendutin dikit dong Al" kata yang lain.


"ogah, bayangin deh kalau gue gendut tapi tinggi gue segini. udah kayak bola bekel dong." kata Alma


"tinggal didorong aja, muter sendiri" celetuk Bayu, bikin yang lain ketawa.


"kamu udah punya pacar Al?" tanya Bu Septi.


"Belum bu"


"mau saya jodohin?"


"hah?!"


"sama anak saya, tingginya sepantaran sama kamu" kata Bu Septi santai, yang lain ketawa. Alma manyun.


Pasalnya anak Bu Septi itu masih SMA, masak iya Alma sama anak SMA.


"terus aja di ledekin" kata Alma pasrah., yang lain ketawa. Gitulah mereka kalau lagi diluar kantor suka bercanda.

__ADS_1


***


__ADS_2