
SK108
"Sialaan!" umpat Kenzo dan berlalu pergi gitu aja.
Kenzo terus mondar mandir diruangannya, jadi ini alasannya tadi pagi Alma marah, karena dia tau kemaren Kenzo ke Kediri barengan sama Novi. Jelas Alma marah, dan saat ini Kenzo bener-bener bingung harus ngapain.
Cukup lama dia seperti orang bodoh yang terus merutuki kesalahannya. Dan akhirnya dia milih pergi, menemui istrinya dan harus jujur menjelaskan semuanya.
Kenzo mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, selama perjalanan dia terus memikirkan kara-kata yang tepat untuk menjelaskan ke istrinya. Kenzo bener-bener pasrah kalau nanti Alma akan semakin marah besar ketika dia jujur.
Sampai rumah ternyata gak ada orang sama sekali, Kenzo coba mencari Alma disemua ruangan, nihil, semua kosong. dia balik ke kamar. Dirinya begitu frustasi, beberapa kali Kenzo menjambaki rambutnya. Sampai matanya tertuju ke sebuah kertas yang diletakkan di atas meja, tepat dibawah foto mereka berdua.
Makasih buat semua, Aku pergi
Deg...
Kenzo meremas kertas itu, dia ingat tadi pagi Kenzo membebaskan Alma untuk melakukan apa yang dia mau.
"Stop Al! Aku gak mau denger. terserah wes kamu mau ngapain"
"Oke terserah aku!"
"Oke-oke terserah kamu. puas?!"
Kini dia menyadari kesalahannya, Alma paling gak suka dibentak, dan akhir-akhir dia sudah banyak membentak Alma. dan kata 'terserah' bagi Alma itu adalah pamungkas, dia akan ngelakuin sesuatu yang bikin Kenzo nyesel, seperti sekarang.
"Sayaaank!" gumam Kenzo lemah.
Seharian ini Kenzo terus mencari Alma, kerumah mertuanya, rumah Rayhan, Bisma, semua tempat yang mungkin dituju Alma dan gak ada yang tau Alma dimana. Bahkan Kenzo juga mencari ke Rumah sakit, siapa tau Alma pingsan seperti dulu dan dirawat di Rumah sakit.
"Yank... kamu dimana?" gumam Kenzo saat sampai dirumah.
Setelag muter-muter gak jelas, Kenzo milih balik pulang, karena ini juga udah tengah malam. Dan dia berharap Alma sudah di rumah. Tapi nyatanya semua lampu masih padan, berarti Alma masih belum pulang.
Kenzo berjalan gontai ke dalam kamar, dia merebahkan tubuhnya di ranjang. Menoleh ke sisi dimana Alma biasanya tidur. Biasanya malam seperti ini dia akan bermanja-manjaan dengan Alma, saling berbagi cerita dan bercanda.
Tapi sekarang dia hanya sendirian dirumah ini. Kenzo sangat kehilangan istri tersayangnya itu. Kenzo menangis, sambil memeluk bantal yang selalu dipake Alma.
Ddrrrt...drrttt...
__ADS_1
Dengan semangat Kenzo meraih telphon di sakunya, berharap ada kabar dari Alma, atau bahkan itu adalah telphon dari istrinya yang minta jemput. Tapi tatapannya seakan kesal saat tau siapa yang menelphonnya di tengah malam seperti ini.
Novi Calling...
"Brengseek!" umpat Kenzo lagi.
Dilemparkannya ponsel itu ke atas ranjang, persetan dengan cewek itu, yang terpenting sekarang adalah Alma, dimana istrinya itu sekarang. Rasanya dia ingin marah saat istrinya pergi tanpa ijin, tapi apa masih berhak Kenzo marah setelah apa yang dia lakukan ke Alma akhir-akhir ini.
Kenzo kembali menjambak rambutnya kasar. air mata terus menetes, setelah sekian lama akhirnya malam ini dia kembali menangisi kebodohannya karena menomor sekiankan istrinya. Menganggap Alma pasti baik-baik aja dirumah, tanpa harus tau apa yang dia lakukan diluaran sana.
***
Kenzo membuka mata saat sinar matahari mulai masuk dalam kamarnya, dia sungguh kacau, bahkan melewatkan sholat subuh yang selama ini selalu dia jaga. Hal pertama yang dia liat adalah bantal Alma, biasanya saat Kenzo kesiangan Alma selalu menjahilinya, dan langsung tersenyum manis kearahnya. tapi sekarang, hanya kekosongan yang ada.
"Kamu dimana yank?" gumam Kenzo lagi.
Bahkan pagi ini nomer telphon istrinya sudah tidak aktif. Kenzo makin gila, dia bingung harus mencari kemana lagi.
Saat seperti ini Kenzo lebih milih diam dirumah sambil berdoa istrinya akan cepat pulang. Saat buka kulkas Kenzo dibuat kaget karena udah banyak makanan, hanya perlu dipanaskan lagi, seakan Alma memang sudah bersiap untuk meninggalkan Kenzo.
Kenzo memakan masakan Alma, dia terus menyesal telah bikin istrinya itu marah. sesak rasanya, ini pertama kalinya Kenzo makan tanpa Alma disampingnya, biasanga istrinya itu akan siap siaga melayani Kenzo, mengambilkan setiap hal yang dibutuhkan suaminya.
"Yank, kangeen banget!" ucapnya sambil menunduk.
Seharian ini Kenzo terus berguling di kamarnya, meratapi segala salahnya ke Alma, mengingat setiap momen manis yang mereka ciptakan berdua. Kenzo makin sesak. Dipandangi lagi tulisan tangan Alma yang dia temukan semalem.
Makasih buat semua, Aku pergi
Hal yang selama ini Kenzo takutkan datang begitu cepat, Almanya pergi, dan penyebabnya adalah dirinya sendiri.
Sudah dua hari Alma gak pulang kerumah, tiap hari pula Kenzo selalu ngecek ke rumah mertua juga teman-teman Alma.
"Aaarghhh...!" Kenzo teriak frustasi.
Saat ini dia lagi dirumah, kembali memastikan apakah istrinya itu sudah pulang. bahkan tadi kak Arkan nyaranin buat lapor polisi. tapi Kenzo ragu, dia yakin saat ini istrinya hanya sedang marah dan butuh waktu buat tenang.
Ceklek...
Kenzo langsung berlari ke lantai bawah saat mendengar ada mobil yang datang dan membuka pintunya. Sangat berharap itu adalah Alma.
__ADS_1
"Halo kakak ipar!" Canda Gio sambil merentangkan tangan.
"Brengseek! ngapain lo kesini!" kesal Kenzo.
"waaaow... nge gas banget pak sambutannya!" ucap Gio santai sambil duduk di sofa.
"lo ngapain disini? bikin gue tambah puyeng!" omel Kenzo.
"gara-gara elo gue disini, anak kantor pada hubungin lo gak bisa, mereka pada protes ke gue. terpaksa gue kesini!" jelas Gio.
Kenzo mengacak rambutnya kasar, total tiga hari ini dia ngabaiin kerjaanya, jelas anak kantor pada kalang kabut.
"kenapa sih lo kusut banget! Alma mana?" tanya Gio sambil celingukan, biasanya Alma yang akan nyambut dia saat dateng.
Kenzo natap Gio malas, dia memang sengaja gak ngehubungin Gio perihal Alma yang pergi, malas aja, karena pasti sahabatnya itu bakal murka karena dia udah nyakitin Alma lagi.
Bahkan saat nelphon Karin dia sengaja nyuruh adeknya itu gak ngomong apa-apa ke Gio.
"lagi pergi" jawab Kenzo singkat.
"Dia masak apa hari ini? laper gue Nyet!" ucap Gio sambil berjalan ke arah dapur.
Kenzo hanya diam, tanpa menjawab omongan Gio, dibiarkan sahabatnya itu bertindak sesuka hati. Dia merebahkan lagi tubuhnya di sofa, capek.
"Tumben Alma gak masak, rumah lo juga kotor banget? emang Alma pergi kemana? kerumah orang tuanya?" Tanya Gio sambil gigit apel dari kulkas.
Kenzo masih setia dengan kebisuannya, bahkan dia sekarang juga lagi mejamin matanya.
"Lo kenapa sih Nyet?!" tanya Gio yang ngerasa Kenzo berantakan banget. "Udah pasti nih kalau kayak gini, berantem lo ya sama adek gue! lo apaain lagi dia?"
Kenzo mendengus kesal, sahabatnya itu selalu begini, daridulu selalu ngejaga Alma, memastikan dia baik-baik aja.
Kenzo duduk, menatap ke arah Gio tajam. "kenapa lo?!" Gio nyolot
"Alma pergi"
"Ya gue tau dia pergi, elo kan tadi juga udah bilang" jawabnya santai.
"Dia udah pergi selama 3 hari dan gue gak tau dia dimana!"
__ADS_1
"hah??!!"
***