Sahabatkah?

Sahabatkah?
#59


__ADS_3

#59


Selama perjalanan pulang, keduanya masih banyak diam. sesekali mereka terlibat obrolan, tapi itu pun keliatan masih sama-sama canggung.


Malam harinya Alma dan Kenzo pergi nemuin Gio. Mereka milih nongkrong di warung kopi lesehan di pinggir jalan.


"Kalau gini jadi inget waktu kuliah dulu" kata Alma saat mereka udah sama-sama duduk dan menikmati pesenan masing-masing.


Kenzo dan Gio sama-sama senyum. "Lagian elo dek, suami berduit malah ngajak ngopi disini, ke Cafe kek, yang makanannya mahal-mahal"


"hemat Gi, hahaha" jawab Alma enteng "Lagian seruan disini, lama gue gak kesini"


"keliatan nih, gak pernah diajak kencan ya sama suami lo" ejek Gio sambil ngelirik Kenzo.


"boro-boro kencan, orang dia kerjanya lembur terus. sekalinya gak lembur ngajak tengkar" kata Kenzo santai, Alma hanya mencibir.


"Aneh emang kalian berdua nih" kata Gio sambil ketawa.


"oiya Al, kamu kapan dapat cuti lagi?" tanya Gio.


"belum bisa, jatah cuti tahun ini udah habis. Kenapa emang?"


"gak pengen bulan madu?" tanya Gio spontan.


Uhuuk... uhuk...


"Santai Nyet!" kata Gio liat Kenzo kesedak.


Alma hanya senyum tipis. "Gak usah deh"


"Lah kenapa?" tanya Gio heran.


"dirumah aja udah cukup" jawab Alma.


"Nanti pasti gue bulan madu. kog malah jadi elo yang gak sabaran sih Nyet!" protes Kenzo


"itu karena elonya lelet!" ejek Gio, bikin Kenzo berdecak sebal. Alma hanya geleng-geleng.


Alma dan Kenzo nyampek rumah jam 11 malam. Keduanya langsung sholat isya jamaah dan lanjut tidur. Seperti biasanya, Kenzo milih tidur duluan. Tak ada olahraga malam, tak ada obrolan hangat. Meskipun udah gak saling cuek, tapi keduanya masib canggung satu sama lain.


Seperti malam-malam sebelumnya, Alma selalu bangun di sepertiga malamnya. Dia bersujud kepada sang pencipta, bercerita sepuasnya, sampai tanpa sadar Kenzo terbangun karena mendengar suara isak tangis Alma. Kenzo hanya memandang istrinya itu dari ranjang. Tak lama Kenzo turun menghampiri Alma.


"Jangan nangis lagi" ucap Kenzo lembut, sambil menyentuh dagu Alma dan membawa menatap kearahnya. Dia hapus air mata di pipi sang istri.


"maaf kamu jadi kebangun" ucap Alma.


Kenzo menghela nafas, dia menggeleng. ditatapnya sang istri dengan pandangan lembut. "Maaf selalu bikin kamu nangis"


Kini Alma yang menggeleng, "Ken," panggil Alma lembut.


"hmmm?!"


"Maaf udah maksa kamu masuk di hidupku, Aku ikhlas kalau kamu..." belum sempat Alma menyelesaikan kata-katanya, Kenzo menarik tubuh Alma dalam dekapannya. Dia takut Alma mengatakan kata pisah.


"Jangan terusin" ucap Kenzo lembut, "Aku cuma butuh waktu sebentar lagi, beri aku waktu"


Alma masih terus menangis, posisi keduanya masih bersimpuh dibawa, mereka berdua juga masih larut dalam pelukan, dengan Alma yang masih mengenakan mukenah. Perlahan Kenzo melepas pelukan itu, diusapnya lagi air mata Alma. Dia senyum sangat manis menurut Alma.


"Kamu mau bersabar sedikit lagi?" tanya Kenzo dengan menangkup dua pipi Alma.

__ADS_1


Diperlakukan seperti ini bikin Alma grogi, tapi akhirnya dia mengangguk.


"Yaudah yuk tidur lagi" ajak Kenzo sambil mulai berdiri.


Alma narik tangan Kenzo, terpaksa dia duduk lagi. "Apa lagi? hmm?"


"Maaf kalau kemaren sikapku bikin kamu emosi, Aku berani sumpah gak ada hubungan lagi sama Rayhan"


Kenzo menatap Alma mencari kesungguhan di matanya "tapi selama ini kamu nangis bukan gara-gara gak jadi nikah sama dia kan?"


"Enggak Ken! jujur aku emang mau nikah sama dia, tapi aku sendiri juga gak paham sama perasaanku. saat dia batalin nikah yang aku pikir cuma keluarga aku, gak ada sama sekali rasa sedih karena kehilangan dia"


"kamu gak cinta sama dia?" tanya Kenzo menyelidik.


"enggak, rasanya Lebih sakit saat putus dari kamu dulu" ucap Alma sambil nunduk.


Kenzo nahan tawanya "Jadi bener dong dugaan aku, kamu sengaja kan jebak aku biar batal nikah sama cowok itu dan malah nikahnya sama aku? masih cinta kan kamu sama aku? ya kan?"


"Mana ada kayak gitu. Enggak!" protes Alma dengan pipi yang merona.


Kenzo ketawa "ngobrolnya di atas aja, pegel kalau sambil jongkok" ucap Kenzo sambil berdiri dan sandaran di ranjang. "buruan sini"


Akhirnya Alma nglepas mukenanya dan ikut gabung sandaran di ranjang.


"Kamu gak cinta sama dia, tapi kenapa udah mau nikah aja?" tanya Kenzo saat mereka udah duduk sandaran di ranjang.


"Aku emang kenal dia lama karena kita satu tempat kerja, tapi kita gak pernah deket, ngobrol aja gak pernah. Dia temen Radit sepupuku. dikenalin, gak lama dia langsung nglamar aku. Aku pikir gak ada salahnya kan niat baik, anggap aja taaruf. yaudah terus kita mutusin nikah. Gak pernah yang namanya kita deket-deketan, keluar berdua aja bisa dihitung jari."


"Dan selama itu kamu gak ada rasa?"


"Rayhan tuh beda, dia memang baik, tapi kaku. Kadang aku kayak harus jadi cewek yang baik kalau sama dia, semua tingkahku kayak harus ditata, aku ngerasa gak jadi diri sendiri. Aku ngerasa nyaman sama dia, tapi sampai sekarang gak ada rasa tertarik ke dia. Jujur saat dia batalin nikah ada sedikit rasa lega, tapi itu juga berat karena ngelibatin keluarga aku, gimana kita nanti bakal nanggung rasa malu, itu sih beban terberatnya."


"Sumpah Ken, saat di Bali aku sama sekali gak sadar. Dan gak ada niat aku buat jebak kamu. Maaf karena bikin kamu jadi tanggung jawab kayak gini" ucap Alma sambil berkaca-kaca.


"Kamu nyesel nikah sama aku?"


Alma ragu melihat Kenzo "Kalau boleh jujur aku gak nyesel Ken, tapi aku tau kamu gak nyaman sama pernikahan kita. itu yang jadi beban buat aku."


"Bantu aku dek" kata Kenzo sambil ngusap pipi Alma.


"hmmm?" Alma mengernyitkan dahi.


"Bantu aku buat ngerasain jatuh cinta lagi. Jujur masih ada yang ganjel di hati aku. Aku juga yakin kamu sendiri masih belum nerima aku sebagai suami kamu. Kamu mau berjuang sama aku?"


Alma senyum, "iya, aku mau" ucapnya malu-malu.


Kenzo sebisa mungkin menahan dirinya untuk gak meluk Alma lagi, rasanya gak tahan. Dengan posisi sedekat ini, apalagi Alma dari tadi keliatan menggemaskan.


"Tidur lagi yuk!" ajak Kenzo sambil rebahan. Alma gak jawab tapi dia ikut rebahan di samping Kenzo.


Keduanya saling diam, seperti biasa mereka saling memunggungi. Beberapa menit kemudian Kenzo terlentang menghadap atas. Dia melirik Alma. Dan kembali menatap langit kamar, dia jadi gak bisa tidur.


Alma mengira Kenzo udah tidur, jadi dia mulai terlentang, tak sengaja dia melihat Kenzo, bersamaan Kenzo juga noleh ke Alma. Mata mereka lagi-lagi bertemu.


"Belum tidur?" tanya Kenzo lembut.


"Masih belum bisa tidur" jawab Alma sambil memalingkan wajahnya.


"Ada yang dipikirin?" tanya Kenzo lagi, kali ini dia malah miring menghadap Alma, bikin dia salah tingkah.

__ADS_1


"Banyak" jawab Alma singkat.


"Mikirin utang?" goda Kenzo.


Alma senyum "Ken..."


"ya?"


"Bisa gak kamu lebih terbuka sama aku? biar aku juga tau apa yang kamu pikirin. Daridulu kamu selalu nyimpen semuanya sendiri" kata Alma agak ragu.


Kenzo tersenyum jahil "terbuka? contohnya seperti buka baju di depan kamu?"


"Kenzo ih...! apaan sih, mesum!" kata Alma sambil mukul lengan Kenzo.


"Lah... katanya terbuka"


"Ya bukan baju juga kali!


" terus apa? celana?" tanya Kenzo sambil nahan senyum.


"Kamu tuh ya! dari dulu mesum terus " omel Alma sambil manyun.


"mesum sama istri sendiri gak papa kan?" goda Kenzo sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Dih... kamu bikin aku merinding deh"


"Kenapa? tergoda ya?"


"Kenzo!" bentak Alma yang mulai salah tingkah.


Kenzo malah ketawa, "Sabar ya, belum saatnya, tunggu kita bisa saling nerima dulu"


"maksutnya?"


"Ya itu"


"itu apa?" Alma bener-bener gak paham, tapi terus dia melotot "Kenzo mesum ih pikiranmu"


"Heleh... bilang aja dari dulu kamu nahan kan? udah pengen kan?"


"Apaan sih,!" bentak Alma karena malu. Baru kali ini Kenzo ngomong masalah itu, bikin Alma adem panas sendiri. Dia tutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Kenzo malah ngakak, padahal dia sendiri yang sebenarnya nahan-nahan. Dia pengen ngusilin Alma aja. "Tidur Dek, jangan mikir *** *** lo ya, ntar tambah pengen"


"KENZO!" teriak Alma dari dalam selimut.


Kenzo tidur menghadap Alma, dia tersenyum manis "Selamat tidur istriku" ucap Kenzo lembut. Dia ngerasa plong bisa ngomong baik-baik sama Alma gini.


Di dalam selimut, tubuh Alma meremang, dia ngerasa ada angin segar yang menyelimuti hatinya ketika Kenzo bilang istriku. Perlahan Alma buka selimut yang nutupi wajahnya. Dilihatnya Kenzo sudah terpejam dengan damai. "Selamat tidur juga suamiku"


Tiba-tiba Kenzo membuka mata dan "cie cie suamiku" Alma kaget setengah mati, antara kaget dan malu sebenernya.


"mbuh lah Ken, ngeselin!" Alma balik munggungi Kenzo, dia bener-bener malu. tapi dia juga tersenyum dan mulai memejamkan matanya.


Kenzo hanya geleng-geleng liat sikap Alma, dia juga tersenyum puas setelah ngerjain Alma tadi. dan dia akhirnya ikut Alma menjelajah mimpi.


***


__ADS_1


__ADS_2