
#77
Hari ini Alma jadwalnya kontrol ke RS. dia tadi sudah minta tolong temennya buat daftarin, biar nanti gak antri lama-lama.
"Yank, nanti yang meriksa kamu bukan Rayhan kan?"
"Bukan lah, dia mungkin jaga poli umun sekarang, nanti aku ke poli penyakit dalam." terang Alma yang masih sibuk main ponsel.
"kamu jangan terlalu deket sama dia yank, musuh dalam selimut dia itu."
"hahaha... katanya udah jadi sohib, udah ngopi bareng"
"gak tau tuh orang, ngeselin emang"
"pas aku dirawat dia sempet minta maaf kog yank"
"harusnya tuh minta maafnya ke aku, gak ke kamu, modus aja emang tuh dokter, sialaan"
"biarin sih, aku aja setuju dia mukul kamu"
"kog gitu?"
"iyalah biar kamu tuh sadar, gak nyakitin aku terus"
"iya iya maaf, tapi bibir aku sakit yank, sampe berdarah lo, mana kamu malah cuekin aku lagi"
"Semalem kan udah aku obatin"
Kenzo tersenyum nakal "kalau diobatinya kayak gitu maulah aku ditonjook lagi"
"ngawor, gak harus ditonjook dulu lah" ucap Alma sambil memalingkan wajahnya.
"maksutnya?" goda Kenzo sambil menahan tawa.
"Ya kan kamu tinggal ngelakuin, tapi harus sama aku!" ancam Alma
"hahahah" kenzo ketawa "Nakal banget sih" ucap Kenzo sambil nyubit hidung Alma.
Setelah sampai dirumah sakit ternyata dokternya belum dateng, terpaksa mereka nunggu, beberapa kali Alma milih nyamperin temen-temen kerjanya dulu, saling sapa, bercanda. Kenzo hanya ngeliat dari jauh sambil kadang senyum saat ngeliat tingkah Alma.
"Ehm..." Kenzo noleh ke sumber suara, matanya terlihat jengah.
"Apa?" tanya Kenzo jutek "Mau ngajakin baku hantam lagi?"
Rayhan tersenyum sinis "Boleh, tapi gak sekarang. Alma mana?"
"ngapain nyari istri gue?" tanya Kenzo dengan tak bersahabat.
"Mau di timbang dulu, sama di cek tekanannya" ucap Rayhan datar. "Sekalian mau modusin dia"
"Gue tampol juga mulut lo" kesal Kenzo, untung mereka berdua ngobrol agak jauh dari pasien lain.
"ada apa ini? akrab banget ngobrolnya" tegur Alma, tadi darijauh dia ngeliat mereka lagi ngobrol, mangkannya dia cepet-cepet dateng.
"akrab dari hongkong!" gumam Kenzo "nih dokter gak bisa dipecat aja yank? bikin darah tinggi!" protes Kenzo. Dokter Rayhan hanya senyum sinis.
"Kamu gimana kabarnya Al? udah sehat?"
"udah sehat walafiat! seger buger, bahagia setiap waktu. iya kan sayank?" jawab Kenzo sambil narik tangan Alma agar berdiri di deket dia duduk.
Alma senyum "udah sehat kok dok!"
"Alhamdulilah... cek tekanan dulu yuk" ajak Rayhan sambil ngelirik Kenzo.
"iya dok! yuk yank temenin" ucap Alma sambil ngusap lengan Kenzo.
Kenzo jelas tersenyum puas, dia juga melet ke Rayhan. "let's go sayank" ucapnya sambil berdiri dan berjalan ke arah poli, ninggalin dokter Rayhan sendirian.
Setelah melewati serangkaian pemeriksaan dan konsultasi sama dokter, Alma dan Kenzo balik pulang. Sebelum ke rumah Kenzo ngajak Alma makan siang dulu di resto deket kantor travel Kenzo, sekalian mau ngecek kantor alasannya.
"bunga yang cantik, buat istri yang terbaik" ucap Kenzo saat dia baru kembali ke resto, dia menyerahkan sebuket mawar putih.
__ADS_1
Alma tersenyum "Apaan sih yank" ucap Alma sambil nerima bunganya "tumben romantis, ngrayu ya karena ketahuan selingkuh"
Kenzo tergelak, "terserah deh terserah, padahal niatnya baik lo ngasih bunga, biar kamu seneng. masih salah juga?"
"iya iya, makasih" ucap Alma sambil nyium bunganya "lain kali gak usah lah beli bunga gini"
"kenapa?"
"sayang duitnya, mending buat beli sembako" seloroh Alma sambil cekikikan.
"Yaelah yank... "
"Hemat dong"
"jiwa emak-emaknya udah muncul nih" ledek Kenzo, Alma ketawa.
'terus ketawa seperti ini yank, adem liatnya' batin Kenzo
'Mana bisa aku marah lama-lama ke suami sendiri, apalagi dengan sikapmu sekarang ini yank' batin Alma.
Alma jelas masih sangat kecewa ke Kenzo, gak ada seorang istri yang bisa terima ngeliat suaminya selingkuh, tapi dia harus gimana? terus marah ke Kenzo?nyuekin? sampai kapan? padahal Kenzo adalah suaminya, Alma bakal sangat berdosa kalau terus-terusan marah ke Kenzo.
Dan apa dengan marah semua masalah akan selesai. terserah orang mau bilang Alma bodooh atau apapun, inilah Alma. hanya seorang istri yang mencintai suaminya. Alma yakin dengan caranya ini secara gak langsung juga udah ngehukum Kenzo, karena dia tau Kenzo akhir-akhir ini terlihat frustasi.
Saat kita nyakitin orang , tapi orang tersebut masih saja baik ke kita itu adalah hukuman yang mengerikan, rasa bersalahnya akan semakin besar. tapi apa Alma gak takut Kenzo bakal manfaatin sikapnya ini? Alma yakin Kenzo gak sebrengseek itu.
Setelah nganter Alma pulang, Kenzo harus pergi lagi karena dia harus rapat sama orang polres juga staff kota madya. dua instansi tersebut milih kerjasama dengan travel Kenzo untuk acara kantor mereka.
Alma milih santai di depan tivi, mau tidur juga malas, kebiasaan kerja di kantor, beberapa hari nganggur rasanya bosan.
Tok..tok...tok...
"Siapa yang dateng siang-siang gini?" gumam Alma sambil melangkah ke pintu.
"kamu?" tanya Alma kaget, bahkan dia sempet mundur selangkah.
***
Dia sudah bertekad akan mempertahankan Kenzo, dia gak mau kalah, Kenzo adalah suaminya. Sudah sepantasnya dia menjaga apa yang sudah jadi miliknya.
Sudah lewat jam 8 malam, tapi Kenzo belum juga pulang. Dia tadi pamit pulang telat karena harus nemuin keluarga korban kecelakaan yang memakai jasa travelnya.
Alma tersenyum sendiri saat ngeliat perbandingan Kenzo yang dulu dan sekarang. Dulu saat masih kuliah, dia terlihat santai, urakan, model badboy, tapi sekarang? dari segi pakaian aja Kenzo udah terlihat rapi, sikapnya juga lebih dewasa. bisa diandalkan disetiap keadaan.
Banyak hal yang sudah mereka lewati dari dulu, keduanya memang sudah terpisah lama. butuh waktu lagi untuk beradaptasi, saling menerima, tapi entah kenapa rasa sayank dan cinta mereka tumbuh kembali dengan begitu cepat.
Pukul 9 malam Kenzo baru sampai rumah, dia keliatan capek banget. setelah mandi dia ikut gabung sama Alma diruang tivi.
"udah makan?" tanya Alma sambil noleh ke Kenzo yang lagi rebahan di pahanya. kebiasaan.
"Belum. kamu?"
"belum juga"
"lah, kenapa gak makan sih? kamu itu baru sembuh yank, makannya harus teratur."
"malas makan sendiri, nunggu kamu" ucap Alma datar. Kenzo langsung duduk.
"Ayo makan" ajaknya sambil narik tangan Alma.
Dimeja makan sudah siap makanan sederhana, tadi Alma nyempetin masak. Bener kata Mamanya, Kenzo keliatan gak kerawat agak kurus, dan dia gak terima itu.
"kamu masak?" tanya Kenzo sambil ngeliat Alma yang lagi ngambilin makanan buat dia.
"iya"
"kenapa gak pesen aja sih yank, nanti kamu capek"
"aku udah sehat, malah badan sakit semua kalau gak dibuat gerak."
"pokok kalau capek jangan dipaksa, dibuat rehat" kata Kenzo menasehati. keduanya mulai makan.
__ADS_1
"kapan kita honeymoon?" tanya Alma tiba-tiba.
Kenzo yang kaget langsung noleh "nunggu kamu bener-bener sehat, sekalian nunggu masalah kantor selesai. mungkin minggu depan atau dua minggu lagi, gak papa kan?"
"iya" jawab Alma sambil ngangguk. "Aku mau kerja lagi"
"hah?!" tanya Kenzo kaget "kamu baru resign yank. gak betah banget ya dirumah?"
"bosen dirumah" jawab Alma santai "moga aja diterima"
"Emang kerja dimana?" tanya Kenzo lesu. "jadi apa?"
"Jadi asisten pribadi kamu, itu juga kalau diterima" ucap Alma ragu.
Kenzo noleh dan tersenyum "kamu tuh bikin kaget aja sih yank, kirain mau kerja dimana"
Alma ketawa "diterima gak?"
"emang boleh nolak?" goda Kenzo.
"Enggak. mutlak harus diterima, harga mati!" ucapnya semangat.
"tapi gajinya dikit lo ya, soalnya istri galak, semua keuangan dia yang atur"
"kalau aku jadi aspri kamu gajinya beda dong, aku gak mau uang"
"terus?"
"dibayar pake olahraga ranjang, pijat plus plus" jawab Alma dengan nada santai.
Kenzo yang denger itu langsung tersedak, buru-buru Alma beri dia minum. diusapnya punggung suami. "pelan ih makannya"
"kamu belajar jadi istri penggoda dari mana sih yank" omel Kenzo sambil nyubit hidung Alma.
"gak penting dari mananya, yang penting hasilnya. gimana diterima gak?" tanya Alma sambil memainkan dua alis tebalnya.
"mana bisa nolak sih yank, ayuk lah kerja bareng. udah lama aku pengen kemana-mana sama kamu. tujuanku nyuruh kamu resign kan ini"
"Sip kalau gitu"
"Semangat amat buk, gak mau pisah lama-lama dari aku ya?"
"bukannya gak mau, ini tuh namanya waspada dari segala macam bibit pelakor!" ucap Alma tegas.
Kenzo ketawa "posesif nih sekarang?"
"wajib!" ucap Alma "inget perselingkuhan itu ada karena ada kesempatan. jadi jangan harap aku ngasih kamu kesempatan itu lagi, "
"Siap bos!" Kenzo ketawa sambil terus ngeliat Alma.
Keduanya udah selesai makan, Alma sedang beresin meja dan makanan yang masih sisa. Kenzo masih setia duduk di meja makan sambil main ponsel juga sesekali ngelirik Alma.
Kenzo bersyukur punya istri seorang Alma, padahal dulu dia nolak keras buat nikah, tapi nyatanya, menikah gak seburuk pikirannya. dicuekin Alma itu adalah hal yang menakutkan, beberapa hari Alma dirawat dirumah sakit dan marah gara-gara dia ke gap sama Ayu bikin dia sangat gila. sejak itu dia berjanji pada dirinya sendiri gak bakal nyakitin Alma, dia harus berubah, terbukti sekarang dengan sikap Kenzo yang lebih perhatian bikin Alma juga nyaman. Rumah tangga mereka juga lebih hangat.
"Bisa minta bayaran di awal gak pak?" tanya Alma sambil duduk di sebelah Kenzo.
"hah?! ap-apa?"
"Olahraga ranjang, atau pijat plus plus" ucap Alma dengan suara menggoda.
Kenzo ketawa sambil geleng-geleng "kamu salah minum obat kayaknya yank"
"Dih orang diajakin beribadah juga. ayok!" kata Alma sambil narik tangan Kenzo ke arah kamar mereka.
"Yaaaank..." ucap Kenzo "kenapa aku mendadak horor sih kalau kamu yang gini. kamu beneran istriku kan?"
"Berisik!" kesal Alma.
"Oke fix, galaknya sama, emang beneran istriku" kata Kenzo sambil ngacak rambut Alma.
***
__ADS_1
Terimakasih buat semua dukungannya... terus pantengin cerita ini ya... komentnya yang banyak dong, kan jadi semangat aku dapat pecutan dari kalian... love you all readerskuu.. 😘😘😘