
SK101
"gue takut Al" bisik Bebi. Alma ngelepas pelukannya.
"takut? cuma konsul kog Beb, lagian lo punya Rayhan, dia pasti bantuin lo sembuh"
"ini tuh gara-gara dia" kesal Bebi
"Maksutnya?" tanya Alma gak paham.
Bebi ngelirik Rayhan yang masih setia sama wajah datarnya. "nyebelin dia!" ketus Bebi lagi.
Tak berapa lama mereka sampai dirumah sakit, selama perjalanan mereka semua lebih banyak diem. Bebi sendiri kadang masih nangis, Rayhan yang milih duduk di sebelahnya terus genggam tangan Bebi, sesekali dia meluk cewek itu.
Sampai di Rumah sakit Rayhan juga masih terus genggam tangan Bebi. Anak-anak yang lain Sebenernya juga ngerasa khawatir dan penasaran tapi mereka lebih milih diem daripada nanti malah bikin Bebi kalut. Rayhan terus berjalan dan berhenti di meja pendaftaran.
"Ada yang bisa dibantu pak?" tanya seorang cewek cantik yang bertugas di meja pendaftaran.
"Saya sudah buat janji sama dokter Sulis Spog" jawab Rayhan tegas.
Mungkin karena ini weekend jadi banyak dokter spesialis yang cuti, untung tadi di jalan Rayhan sudah menghubungi teman sejawatnya yang bertugas di Rumas sakit yang mereka tuju, dan kebetulan dokter spesialis yang mau ditemuin Rayhan ada di Rumah sakit karena baru visite pasien.
"Silahkan ditunggu, saya akan menghubungi asisten beliau dulu untuk memastikan"
"iya makasih" Rayhan mengajak Bebi duduk di sofa yang disediakan.
Kenzo dan Gio mengikuti Rayhan duduk di sofa. Beda dengan Karin dan Alma yang masih diam dan saling pandang ditempat mereka berdiri. Pasalnya mereka tau dokter spesialis apa yang dituju oleh Rayhan dan Bebi.
Perlahan Alma dan Karin ikut teman-temannya yang lain. Karin milih duduk di sebelah Bebi yang emang masih ada tempat kosong. Dipeganginya tangan sahabatnya itu.
"Beb..." panggil Alma lembut.
Bebi yang tau maksut Alma hanya bisa menggeleng, "jangan tanya Al, gue juga gak tau"
Alma tersenyum "Apapun hasilnya gue selalu dukung lo" Alma mengusap punggung Bebi.
Tak lama Bebi dan Rayhan dipersilahkan mengikuti perawat untuk menemui dokter, Alma dan yang lain milih nunggu di lobi.
"Mbak, jadi mbak Beb?" Karin tidak melanjutkan pertanyaannya.
Alma menghela nafas panjang "gak tau Rin, kita tunggu hasil pemeriksaanya"
"Ada apa sih yank, Bebi kenapa?" tanya Kenzo.
"Mereka periksa ke dokter Spog, menurut kamu Bebi kenapa?"
"Ya gak tau, parah emang yank?"
"Ck... kamu tau gak sih yank mereka nemuin dokter apa?"
__ADS_1
"gak tau yank! bilang yang jelas dong, gak paham aku"
Alma geleng-geleng " Bebi nemuin dokter kandungan"
"owh... dokter kandungan" ucap Kenzo sambil manggut-manggut, tapi sekian detik kemudian dia baru sadar "dokter kandungan? ngapain? dia hamil?"
"gak usah heboh Nyet!" Gio nyoba meringatin.
"Yank?" Kenzo minta jawaban Alma.
"Gak tau yank, nunggu mereka aja dulu biar pasti" Alma kesal.
"Pasti ulah Rayhan, dokter kampret gercep banget dia gak mau rugi. gue yang honeymoon dia yang dapat jackpot. asyuuu emang!" gerutu Kenzo.
"Yank" ucap Alma sambil nyubit lengan Kenzo pelan.
"gak sopan dia yank, ngeduluin aku" Kenzo masih gak trima.
"lo kurang jos berarti Nyet!" sindir Gio
"Sialaan!" umpat Kenzo.
Disalah satu ruangan poli kandungan, Bebi masih diperiksa oleh dokter. Benar dugaan mereka, Bebi hamil. Dia sendiri baru tau tadi saat di kamar hotel. Rayhan yang meriksa Bebi karena muntah mulai curiga, tanpa sepengetahuan Bebi dia pesen testpack lewat jasa online.
--Flashback On--
Tok..tok..tok...
"Cobain Beb" ucap Rayhan sambil nyodorin alat tes kehamilan itu.
" Mas Ray gila ya! ngapain aku nyoba alat itu?" bentak Bebi
"Beb, ini cuma mastiin hasil pemeriksaan aku tadi"
"tapi gak mungkin mas, aku gak mau!" tolak Bebi sambil dorong alat itu.
"Mungkin Beb, sangat mungkin. kita udah pernah ngelakuin itu, Dan kalau pemeriksaan aku bener, di dalam perut kamu sekarang ada calon bayi kita"
"Gak mas, gimana bisa? kita cuma ngelakuin sekali, dan..."
"Dan?"
"Dan aku sekarang lagi mens" jawab Bebi pelan.
Rayhan megang tangan Bebi "Dek, kalau diagnosis aku bener, semalem kamu ngalamin flek karena mungkin kamu kelelahan, stres, dan juga karena kamu lari. Dan kalau di diemin itu bisa berakibat fatal. Mangkannya kita harus mastiin kamu hamil atau gak, dan kalau kamu hamil kita harus cek ke Rumah sakit, takut ada masalah karena kamu sempet flek."
"Tapi aku berharap gak hamil sekarang" ucap Bebi sambil megang perutnya, dia mulai mengeluarkan air mata.
"kalau emang kamu gak hamil, kita bikin lagi aja" canda Rayhan sambil senyum.
__ADS_1
"gak lucu ya bercandanya kamu"
"iya iya aku gak lucu" ucap Rayhan sambil ngusap rambut Bebi "Mau ya di tes"
Bebi akhirnya mengangguk, dia masuk dalam toilet. Rayhan dengan setia menungguinya di depan pintu, dia juga berharap-harap cemas. Dia senang kalau Bebi hamil walaupun mereka belum nikah karena gimanapun itu adalah anak mereka, yang dia khawatirkan malah mentalnya Bebi. akhir-akhir ini dia banyak beban dan itu pasti berpengaruh ke janinnya.
Tak lama Bebi keluar kamar mandi sambil nangis, Rayhan langsung memeluknya. Dia sudah tau hasil tes itu tanpa melihatnya.
"Aku harus gimana?" tanya Bebi di sela-sela tangisnya.
"Kamu harus jagain calon anak kita" ucap Rayhan sambil ngusap perut Bebi.
"tapi kita belum nikah mas" rengek Bebi.
"Secepatnya kita bakal nikah."
"Aku takut, aku belum siap" gumamnya sambil nunduk.
Rayhan nangkup kedua pipi Bebi "liat aku, denger dek, ini anak kita berdua, apapun itu kita hadapin berdua. aku janji sama kamu bakal selalu ngejaga kalian, ada aku, aku orang pertama yang bakal berdiri buat kamu"
"Mas..." rengek Bebi lagi
Rayhan kembali meluk Bebi, "gak usah mikir macem-macem. Makasih dek, makasih udah ngandung calon anaku."
Rayhan menitikan air matanya, Bebi yang tau itu juga makin ikut nangis. mereka terus berpelukan, saling menguatkan.
"kita periksa ke dokter ya, aku telphon Kenzo dulu" ucap Rayhan setelah nyium pucuk kepala Bebi.
---Flashback Off--
Selesai diperiksa mereka milih pergi ke restoran, karena Bebi dan Rayhan belum sarapan, mereka tadi cuma sempat makan roti. Didalam restoran empat orang otu masih setia nunggu penjelasan Bebi dan Rayhan, tapi sepertinya mereka lebih milih pura-pura gak tau.
"Beb... ada yang mau lo ceritain gak ke gue?" tanya Alma setelah Bebi selesai makan.
Alma nanya dengan suara pelan, gimanapun juga ini adalah hal yang sensitiv, dia takut menyinggung. Apalagi kalau bener Bebi hamil dia pasti makin baperan.
Bebi mulai menatap teman-temannya satu persatu. Dia menghela nafas panjang. "Iya gue hamil. tapi gue gak trima ya protesan dari kalian, kalau ada yang mau koment langsung aja ke tersangkanya tuh!" ucap Bebi sambil nunjuk Rayhan.
Rayhan tersenyum tipis "gue juga gak trima komenan kalian, mending kasih ucapan selamat"
Keempat orang itu bingung mau ngasih respon gimana, mereka bahagia Bebi hamil, tapi di sisi lain mereka belum nikah, jelas ini sebuah masalah.
"Selamat ya Beb, sehat terus bumil" akhirnya Alma lebih milih ngasih suasana bahagia.
Bebi tersenyum tipis, setelah ngeliat hasil USG tadi Bebi makin sesenggukan, dia sangat bersyukur, dia bahagia mengandung anak ini. buah cintanya dengan Rayhan. Dan dengan dukungan Rayhan kini Bebi milih buat mikir hal yang positif aja. lupain semua hal yang bikin pikirannya kacau.
Setelah makan di resto, mereka lanjut jalan-jalan, tapi Bebi dan Rayhan gak pulang bareng mereka. Rayhan milih pulang naik pesawat, karena walaupun janin Bebi sehat tapi sangat beresiko kalau harus melewati perjalanan darat, apalagi waktu yang harus mereka tempuh sangat lama dan jauh.
***
__ADS_1
Selamat ya buat Bebi dan Rayhan, top banget lah si dokter nyuntiknya hehehe..
Yang di episode sebelumnya nebak Bebi hamil, 100 buat kalian, hahahaha...