
#74
Alma bener-bener kacau, hatinya remuk. sakit rasanya, dia sudah gak peduli dengan penjelasan Kenzo, melihat dekatnya mereka Alma sudah bisa mengambil sebuah kesimpulan. Dia merasa dihianati.
Cewek itu milih pergi ke sebuah Danau yang berada di pinggir kota. tempat yang dulu pernah dia datangi dengan beberapa kali dengan Kenzo saat mereka pacaran, tempat yang pernah dia datangi dengan Rayhan saat dia menjelaskan kejadian di Bali. Dan sekarang dia kesini lagi, dengan ditemani rasa sakit yang luar biasa, bahkan daritadi airmatanya gak bisa berenti.
Sesaat tadi dia sempat berfikir, apa mungkin ini cuma salah paham. tapi kenapa Kenzo harus bohong dan bilang kalau lagi di kantor, padahal dia sedang di cafe sama perempuan itu. Dia jadi inget obrolan Kenzo dan Karin beberapa hari yang lalu. juga ucapan Karin kalau Kenzo pernah deket sama cewek bahkan sebelum nikah mereka masih sering jalan bareng. apa dia ceweknya? apa cewek tadi yang bernama Ayu?
"Kenapa kamu terus nyakitin aku Ken? belum puas kamu?" ucap Alma pelan sambil terus menunduk.
Di tempat lain, Kenzo gak kalah sumpek. Dia keliling sana sini untuk nemuin Alma, tapi semua tempat yang dia datangi sama sekali gak tampak wajah Alma. dia juga sudah nelphon beberapa orang nanyain keberadaan Alma, tapi gak ada yang tau. Dia sangat menyesal, dia jadi inget ucapan Karin untuk gak lagi ketemu Ayu, perempuan yang bersamanya di Cafe tadi.
"Aaaarrrgghh.... siaal!" teriak Kenzo sambil ngusap wajahnya kasar.
"kamu dimana yank? maafin aku" gumam Kenzo, tak terasa air matanya jatuh.
Matahari mulai tenggelam, tapi Alma belum keliatan batang hidungnya, Kenzo masih kesana kemari mencari di semua tempat yang kiranya didatangi istrinya. Sampai akhirnya dia berhenti dipinggir jalan, meneliti satu-satu foto Alma di sosmednya.
"Apa mungkin disana?" gumam Kenzo.
Kenzo segera melajukan mobilnya ke suatu tempat sebenernya dia agak ragu Alma disana, apalagi sekarang sudah gelap kalaupun Alma disana bisa jadi dia udah pergi. Tapi seperti ada yang nuntun Kenzo buat terus bergerak. Dan akhirnya sampailah Kenzo di sini. di Danau tempat dulu dia pernah ngajak Alma pacaran. Kenzo berlarian kesana kemari.
"Yank..." gumam Kenzo saat dia ngeliat ada cewek yang duduk di atas batu besar dengan kepala yang disembunyiin di kedua kakinya.
Kenzo mendekat, melihat lebih jelas penampakan cewek itu. dan bener aja, itu adalah Alma orang yang dia sayank. tanpa pikir panjang Kenzo langsung berlari kearahnya.
"Yaank" panggil Kenzo lembut.
Alma bukannya ngebalas panggilan Kenzo, dia malah makin terisak. Kenzo langsung meluk tubuh mungil sang istri. "Maaf" cicitnya.
Alma hanya diam, Ngeliat istrinya yang cuma diam dan terus menangis bikin hati Kenzo mencelos dia ngerasa jadi suami yang paling jahat, paling bodooh.
"Aku bisa jelasin yank" ucapnya lembut dengan masih terus meluk tubuh Alma.
Alma terus memberontak, dia ngerasa udah gak punya daya, tenaganya sudah habis. terlebih buat denger penjelasan dari Kenzo, dia sama sekali gak minat. dia hanya pengen sendiri. Setelah hampir 5jam dia berdiam diri di tempat itu raganya berasa sudah hilang entah kemana.
"Minggir" ucap Alma lemah.
Kenzo menggeleng, dia gak akan pernah mau ngelepas orang yang dia sayank untuk kedua kalinya. cukup dulu dia kehilangan Alma dan nyerah sebelum berjuang, gak buat sekarang, apapun akan dia lakuin untuk mempertahankan Almanya.
"Minggir" teriak Alma.
__ADS_1
Perlahan Alma melepas pelukannya, ditatapnya wajah kacau sang istri karena kebanyakan nangis.
"dengerin aku dulu" ucapnya sambil mencoba meraih tangan Alma. yang tentu langsung ditepis. Saat meraih tangan Alma, dia ngerasa suhu badan Alma panas.
Alma mencoba berdiri, badannya terasa sangat ringan. kepalanya mendadak pusing. dia coba buat mencari keseimbangan. setelah kekuatannya dirasa sudah kembali dia mencoba melangkah, meninggalkan Kenzo yang masih setia melihat dia.
Kenzo mencoba memberi kesempatan Alma untuk melakukan keinginannya, Saat Alma mulai jalan pergi, Kenzo hanya mengikutinya dari belakang, memastikan kalau istrinya masih tetap dalam pandangannya.
Suasana yang memang sudah gelap tak membuat Alma nyerah, dia terus jalan entah kemana. Kenzo sangat tahu kalau Alma masih menangis, sesekali terlihat tangannya mengusap air mata di pipi. Saat Kenzo lagi menunduk mau melihat jam di ponselnya, dia kaget saat tiba-tiba tubuh Alma oleng. Secepat kilat dia nangkap istrinya itu. Alma pingsan.
"Sayank, yank.... bangun! Alma!" ucap Kenzo histeris. Dia langsung ngangkat tubuh Alma menuju mobil yang di parkir cukup jauh dari dia berdiri sekarang.
Kenzo membawa Alma ke RS tempat dia kerja dulu, karena emang RS itu yang paling dekat dari sini. disentuhnya kening Alma, panas. ini kedua kalinya setelah menikah Kenzo bikin Alma seperti ini.
"Rasanya sakit yank ngeliat kamu kayak gini lagi. Aku emang salah, sangat salah" gumamnya.
Tak berapa lama mobil Kenzo sudah parkir di depan UGD RS Bhayangkara. dia segera menggendong Alma dan memanggil perawat.
Perawat jaga UGD yang ngeliat Kenzo kaget, apalagi saat tahu kalau pasiennya adalah Alma yang lagi pingsan. secepat kilat dia langsung ngarahin Kenzo untuk nidurin Alma di Bed pasien. dia juga segera ngasih pertolongan pertama.
"Alma!" dokter Rayhan yang memang lagi dinas malam kaget ngeliat pasiennya adalah Alma.
"Suhunya 37,5° dok, tekanan darahnya juga rendah" lapor perawat yang dari awal nangani Alma.
"pasang infus, dan minta anak lab buat cek darah" perintah dokter Rayhan, dia ngelirik Kenzo "mending tunggu di luar"
Saat seperti ini Kenzo bener-bener ngerasa jadi orang bodooh. dia berjalan gontai ke luar UGD, dia berdiri mondar mandir dan terus mengusap wajahnya kasar.
"Mas Ken, mending mas pindahin mobilnya dulu ke parkiran, takut ada mobil pasien baru. sekalian mas ke tempat pendaftaran, bilang aja Alma yang sakit. anak-anak udah paham harus ngapain" kata Dedi perawat UGD.
"iya" ucap Kenzo lemah, pikirannya bener-bener kacau.
Padahal tadi siang mereka masih bercanda, bahkan masih saling manja, tapi sekarang karena ketidak jujurannya, Alma yang harus nerima akibatnya.
Setelah urusannya selesai, Kenzo balik ke UGD. "Mas Ken, ditunggu dokter Rayhan di dalam"
Kenzo mengikuti perawat itu untuk menemui Rayhan. dia duduk di kursi berhadapan dengan Rayhan. terlihat jelas dokter itu seperti memendam amarah, rahangnya mengeras, tatapannya pun tak sehangat saat mereka ngobrol di warung kopi.
"gimana kondisi Alma?" tanya Kenzo mencoba bersikap biasa.
Rayhan menghela nafas kasar "panasnya tinggi, kalau dari gejalanya dia tena typus. tapi masih nunggu hasil lab dulu" Rayhan menjeda kalimatnya "Dan yang pasti dia lagi banyak pikiran dan tertekan, itu yang nyebabin dia pingsan" ucapnya dengan nada mengintimidasi.
__ADS_1
Kenzo mencoba gak terpengaruh, karena memang dia sadar kalau salah, walaupun sebenernya dia agak risih dengan tatapan Rayhan yang keliatan berlebihan sebagai seorang dokter, karena dia tau Rayhan masih mencintai Alma.
"Boleh aku nemuin Alma"
"dia masih belum sadar, lebih baik beri dia waktu buat nenangin diri saat sadar. jangan terlalu maksa. apalagi keliatan kalau dia habis nangis" ucap Rayhan dingin.
"iya" jawab Kenzo malas. dia langsung berdiri dan berjalan ke arah bed tempat Alma dirawat.
Digenggamnya tangan sang istri, wajah Alma keliatan pucat, tangannya juga lemah tak bertenaga. di belainya pipi Alma pelan.
"Cepet sembuh yank, kita kan udah planing mau bulan madu" gumamnya pelan.
Beberapa hari yang lalu mereka memang sempet ngobrol, dan udah berencana untuk pergi bulan madu ke Karimun jawa, salah satu tempat wisata yang dulu masuk list tujuan wisata mereka saat kuliah tapi belum terwujud.
Tak berapa lama Rayhan datang, dia menjelaskan hasil lab yang keluar. dari hasil labnya Alma positive Typus, dan mengharuskan dia untuk rawat inap. Rayhan minta tolong Dedi perawatnya untuk mengurus kamar rawat inap segera.
"Bisa kita ngobrol diluar!" ucap dokter Rayhan ke Kenzo.
"Aku masih mau nungguin Alma, kasian kalau saat dia sadar gak ada orang"
"Aku udah minta tolong Bebi buat kesini"
Kenzo masih tetap tak bergerak, rasanya berat ninggalin Alma dengan kondisi seperti ini, walaupun cuma sebentar. Tak lama Bebi muncul, kebetulan dia masih di RS, tentu aja karena dia lembur.
"Ya Ampun Alma" ucapnya saat ngeliat Alma yang masih pingsan.
"dek, titip Alma bentar." ucap Rayhan ke Bebi. "Kita ngobrol di luar" ajaknya ke Kenzo.
Kenzo menghela nafas kasar, diusapnya pipi Alma lagi. dia juga nyium kening Alma lama "bentar ya yank"
Rayhan memalingkan muka saat Kenzo bersikap manis ke Alma, rasanya masih ada yang menghimpit dadanya, sesak, tapi lebih ke rasa muak.
"Beb, nitip Alma. kalau udah sadar langsung telphon gue" pesannya ke Bebi. yang hanya dibalas anggukan.
Jujur Bebi sebenernya juga penasaran plus khawatir saat tahu Kenzo dan Rayhan mau ngobrol, bayangan Kenzo yang pernah mukul Rayhan jadi alasan kuat dia ngerasa gak aman biarin mereka ngobrol berdua. tapi saat ini Alma lebih butuh ditemenin.
"Ada apa?" tanya Kenzo saat mereka udah jalan agak jauh dari RS. Saat ini mereka lagi berdiri di depan ruko yang sepi.
Bugh...
***
__ADS_1