Sahabatkah?

Sahabatkah?
#60


__ADS_3

#60


"iya, Waalaikumsalam" kata Alma sambil nutup telphonnya.


"dari siapa?" tanya Kenzo sambil duduk di samping Alma.


Ini hari Sabtu, Alma jelas libur kerja. Dan hari ini dia pengen santai dirumah, Semua kerjaan udah beres.


"Dari mbak Lina, dia mau nitip Saka disini sampe besok, boleh gak?"


"Saka anaknya mas Arkan?" tanya Kenzo memastikan.


"iyalah" jawab Alma singkat.


"Boleh aja sih, emang kenapa di titipin?"


"Hari ini aniversary pernikahan mereka, udah kebiasaan dari dulu kalau aniv mereka keluar kota berdua. Kebetulan Mama Papa nanti sore ada acara, terus kepikiran deh nitip disini" terang Alma.


Kenzo ngangguk "Kita jemput atau gimana katanya?"


"Jemput, ini mereka udah perjalanan. sekarang masih sama Mama Papa dirumah".


" Yaudah siap-siap sana" kata Kenzo sambil rebahan di sofa.


"nyuruh aku siap-siap, tapi dirimu malah rebahan" cibir Alma.


"Capek, habis bersihin taman depan, istirahat bentar. lagian aku kan cepet, kamu tuh dandannya lama"


"Bisa aja alasannya" kata Alma sambil nyelonong pergi ke kamar.


Sejak kejadian semalem keduanya sekarang jadi makin sering bercanda akrab, saling goda, walaupun kadang masih ada saling debat.


"Mas Arkan sama Mbak Lina udah nikah berapa tahun?" tanya Kenzo saat mereka dalam perjalanan ke rumah orang tua Alma.


"tiga tahunan kayaknya, orang sekarang Saka udah 2 tahun lebih"


"owh... tiap tahun mesti honeymoon berdua?"


"iya, sebenarnya itu niru Mama Papa, jadi dari dulu Mama Papa gitu, tiap aniv anaknya selalu dititipin dan mereka honeymoon berdua. katanya biar awet mesra, jadi perlu banget quality time berdua"


Kenzo senyum denger penjelasan Alma "Pantesan Mama Papa masih keliatan mesra meski udah berumur"


"iya, dan menurutku mereka tuh guru hidup yang sempurna buat rumah tangga" kata Alma.


"Nanti mau curhat sama Papalah, sapa tau dikasih jurus pamungkas nyetak anak"


"mulai deh omongannya ke situ" kata Alma manyun.

__ADS_1


"Emang kamu gak pengen Al?"


"Pengen apa sih? gak usah mesum deh, jadi pengen nampol" kesal Alma sambil mukul Kenzo berkali-kali.


"hahaha" Kenzo ketawa sampai akhirnya dia megang tangan Alma, diciumnya punggung tangan itu "Sabar ya dek"


Alma salah tingkah, apalagi Kenzo pake acara nyium segala "Aku mah dari dulu sabar"


"yeee.. orang aku ngomong sama adekku yang dibawah ini, bukan sama kamu" jahil Kenzo.


Alma mencerna ucapan Kenzo, lalu dia benerin hijabnya "nyetir yang bener" ucap Alma dengan pipi merona.


"Cieee... malu"


"Mbuh ah, bahasannya gak berfaedah ih" kesal Alma sambil memalingkan mukanya, ngeliat keluar jendela.


Tawa Kenzo makin menjadi, apalagi ngeliat tingkah Alma yang malu-malu. Di usapnya kepala Alma lembut.


Tak lama mereka sampai di rumah orang tua Alma, keduanya disambut hangat. Karena Kenzo memang dulu udah kenal dengan keluarga Alma, tentu gak sulit untuk jadi lebih dekat.


Mereka makan siang di sana, dilanjut ngobrol-ngobrol. Karena Saka masih tidur, Kenzo juga milih istirahat di kamar Alma. Dia sebenarnya hanya rebahan sambil main ponsel, ngecek bisnis travel juga toko oleh-olehnya.


Lama-lama Kenzo bosen juga, Alma juga daritadi diluar kamar, mungkin ngobrol sama orang tuanya dan Kenzo gak mau ganggu. Akhirnya Kenzo liat-liat isi kamar Alma. Dulu beberapa hari tinggal dirumah ini Kenzo gak pernah merhatiin kamar Alma, dia milih langsung tidur saat masuk kamar, takut terjadi hal-hal yang diinginkan.


Ada satu sudut yang narik perhatian Kenzo, foto. di satu sisi dinding kamar Alma ada banyak foto yang dia pajang. Foto Alma, keluarganya dan temen-temennya. tentu aja ada foto Kenzo juga disana. Kenzo senyum sendiri inget kebersamaan mereka dulu.


Bahkan dia inget dulu pernah bercanda sama Alma, dan ngajak Alma nikah, sekarang malah mereka nikah beneran. Dia juga nemu Scrapbook, kado ulang tahun dari mereka berlima saat Alma ulang tahun ke 20. Kenzo menghela nafas, dulu dia sangat mencintai Alma, dan saking cintanya dia jadi berubah ke Alma.


Kenzo yang daritadi emang lagi berselancar ke masa lalu jelas kaget. Dia tersenyum ke Alma.


"ini liat Scrapbook kamu" jawab Kenzo sambil nunjukin Scrapbooknya.


Alma senyum "kirain tadi kamu tidur"


"Gak biasa tidur siang" jawab Kenzo sambil duduk di pinggir ranjang. "owh iya, senin aku Ke Kediri, ngecek kantor disana, kamu gak papa sendirian? atau nginep sini aja gimana?"


"Ehm... kalau aku ajak Mama Papa nginep dirumah kita boleh gak? kalau dari sini kejauhen kerjanya"


"boleh lah, terserah kamu aja. pokok jangan aneh-aneh"


"iyalah" kata Alma sambil muter matanya jengah, Kenzo hanya senyum.


Sore hari Kenzo dan Alma pulang dari rumah orang tuanya, tentu aja sama Saka. bocah laki-laki itu entah kenapa jadi deket banget sama Kenzo.


"Ayah, kata Mama nanti di pelut bunda ada adek" kata Saka masih belepotan dengan gaya khas anak kecil. saat ini mereka lagi perjalanan mau main ke temjone.


Kenzo mengernyitkan dahi, bukan karena di panggil ayah. Dari kecil semuanya memang membiasakan Saka manggil Alma Bunda, otomatis dia manggil Kenzo Ayah. Yang jadi masalah Kenzo, kenapa anak sekecil ini juga udah nyudutin Kenzo dan Alma dengan minta adek.

__ADS_1


"iya nanti, harus dibuat dulu dong" jawab Kenzo asal.


"buatnya gimana? Caka mau buat adek juga!" kata Saka lagi.


Kenzo garuk tengkuknya sambil ngelirik Alma, yang dilirik cuma bisa senyum.


"Saka kan masih kecil, belum boleh. nanti minta bikinkan Mama Papa ya" jelas Alma.


"Oke Bunda!" setelahnya Saka sibuk lagi dengan mainannya.


"Kayaknya semuanya kompak nyuruh kita cepet produksi deh Al" kata Kenzo sambil ngeliat Alma.


"Ken!" geram Alma, malas kalau bahas masalah gituan lagi.


Kenzo ketawa "iya-iya" katanya ngalah.


Akhirnya malam minggu ini mereka habiskan dengan main di temjone sama Saka. Ketiganya larut dengan canda tawa. Sampai rumah Saka langsung tidur karena kelelahan. Alma keluar kamar setelah memastikan Saka tidur dan aman.


"Udah tidur dia?" tanya Kenzo yang lagi nonton tv di bawah.


"Udah"


"Menyenangkan ya main sama anak kecil, jadi pengen punya anak"


"Kawin dulu Ken, baru punya anak" kata Alma ngasal, dia lewatin aja Kenzo dan ngambil minum di dapur bawah. Kenzo ketawa denger ucapan Alma.


***


Keesokan harinya orang tua Alma gantian yang kerumah anaknya, mereka juga sekalian mau nginep nemenin Alma selama beberapa hari.


Hari minggu ini Kenzo seharian gak dirumah, dia di telphon kantor travel, ada sedikit masalah jadi dia disibukkan disana. gak bisa nemenin Alma juga keluarganya. Alma sendiri milih dirumah aja, toh sekarang rumahnya jadi rame karena ada si ganteng nan lucu Saka.


"Al, kamu bahagia nikah sama Kenzo?" tanya Mama Alma saat mereka lagi ngumpul di taman belakang, nemenin Saka mainan.


Alma senyum "Alma belum bisa jawab Ma, sekarang ini Alma sama Kenzo sedang sama-sama belajar nerima. gimanapun juga ini kayak mimpi buat kita. Apalagi kita lama gak ketemu, jadinya butuh proses lagi Ma"


Mama Alma ngangguk "tapi dia gak nyakitin kamu kan?"


"Enggak Ma, seperti yang Mama liat, Kenzo gimana orangnya. kadang dia emang gampang kepancing emosi, tapi Alma tau dia pengertian, bukan cuma ke Alma tapi ke keluarga kita juga"


Memang benar kata Alma, Kenzo juga sangat memperhatikan keluarganya, bahkan dia baru tau kalau Kenzo sering datang kerumahnya tanpa memberi tahu Alma, tentu saja selalu membawakan buah tangan. Dia juga suka ngobrol masalah bisnis sama Papa juga Arkan, bahkan dia mau kerja sama dengan kakaknya itu buka resto.


"Mama ikut senang kalau kamu dan Kenzo bisa saling nerima. Mama selalu doain yang terbaik buat kamu, dan semoga rumah tangga kalian Sakinah, Mawadah, warahmah" doa Mama Alma.


"Amin Ma"


"Jangan lama-lama ngasih cucunya" kata Mama Alma lagi sambil senyum, bikin Alma jengah.

__ADS_1


'Ck... Anak lagi yang dibahas,' batin Alma


***


__ADS_2