Sahabatkah?

Sahabatkah?
SK82


__ADS_3

SK82


"kamu mau nyembunyiin apa lagi dari aku?!" tanya Alma dengan suara kesal.


"Apa sih yank?" Kenzo mendudukan dirinya di ranjang, dan meminum jus mangganya.


"kamu mukulin Bisma? kenapa sih sebenernya? kalian ada masalah?" tanya Alma ikutan duduk di samping Kenzo.


"Dia ngadu ke kamu? dasar cemen! pengecuut!" gerutu Kenzo.


"bukan, tadi istrinya yang nelphon aku, dia juga nanya ada masalah apa sampe kamu mukulin Bisma"


"kenapa? minta ganti rugi? untung cuma tak gebukin, gak sampek ada yang patah dan masuk RS"


"tapi masalahnya apa? kalau dia gak terima dan ngelaporin kamu gimana?"


"Silahkan!"


"Yank! kamu kenapa sih sekarang suka main pukul? kemaren-kemaren Rayhan, sekarang Bisma. ada hubungannya sama aku?" bentak Alma.


Kenzo mendengus kesal. Alma ngeraih tangan Kenzo. "Yank, ada apa? kamu janji kan bakal terbuka sama aku" ucapannya mulai melembut.


Kenzo menatap istrinya, ada rasa khawatir disana. perlahan Alma ngusap pipi Kenzo "tapi kamu gak papa kan? dia balas mukul kamu juga?"


Kenzo menggeleng, "Yank, Bisma dan dokter Ray, mereka itu cuma masa lalu ku, sekarang cuma ada kamu aja, gak ada yang lain. Aku gak suka kamu main pukul sembarangan."


"Bisma emang pantes di hajar yank, dia yang bikin aku, bikin kita kayak gini!'" ucap Kenzo tegas.


"maksutnya?"


Kenzo coba mengatur nafas juga emosinya, dia gak mau sikapnya nanti malah nyakitin Alma lagi. "kamu pasti pengen tau akar dari masalah kita kan? penyebab aku terus nyakitin kamu?"


Alma mengangguk, "janji kamu harus jadi pendengar yang baik, aku gak mau kamu motong ceritaku"


"panjang banget gak ceritanya?"


Kenzo mengernyitkan dahinya "kenapa?"


"kalau panjang mending sambil sandaran disitu" kata Alma sambil nunjuk kepala ranjangnya.


keduanya tersenyum, sambil memposisikan badan mereka dengan pas, Kenzo duduk sandaran di kepala ranjangnya dengan merengkuh tubuh Alma disampingnya, kepala Alma sandaran di bahu Kenzo.


"udah siap?" goda Kenzo sambil nyium pipinya. "gak ambil tisu sekalian?" candanya lagi.


"heleh.... ribet amat yank, udah cerita gih, kalau nanti aku nangis tinggal bersihin pake baju kamu" ucapnya sambil nyubit perut Kenzo.


"suka banget nyubit ih" protes Kenzo.

__ADS_1


"perut kamu tuh yang menggoda pengen dicubit, aku kan gak tahan."


"gak tahan sama perutnya aja? sama yang lainnya tahan gak?" goda Kenzo sambil tangannya bergerilya kemana-mana.


"haiish... yank, ayo cerita malah godain!" dipukulnya tangan sang suami.


"hahaha... jadi lupa kan mau mulainya dari mana" kata Kenzo sambil garuk rambutnya. "Cium dulu lah biar inget!"


"kebiasaan!" omel Alma sambil melotot.


"iya iya" Kenzo balas nyubit hidung Alma yang bikin dia manyun. tapi akhirnya dicium juga pipi Kenzo.


"kamu inget gak waktu aku nganter kamu pulang, sebelum KKN dulu?" tanya Kenzo, Alma ngangguk. "setelah itu aku gak sengaja ketemu Bisma dicafenya"


"Kita ngobrol, dan intinya dia nyuruh aku mutusin kamu. dia bilang aku gak pantas buat kamu, cuma mahasiswa kere."


"Dan gara-gara itu kamu langsung mutusin aku?" Alma langsung duduk tegak sambil natap Kenzo.


Kenzo malah jitak kepalanya pelan "dibilangin jangan dipotong yank, ini masih intro, diem!"


"Sakiiit" manja Alma, Kenzo senyum sambil narik badan Alma ke posisi semula, diciumnya kepala Alma yang tadi dia jitak.


--Flashback On---


"terus? gue harus nurutin elo cuma gara-gara masalah itu doang? Alma bukan cewek matre, jadi omongan lo gak penting, gak ngaruh buat gue!" bantah Kenzo.


Bisma dan Kenzo lagi duduk berhadapan di cafenya Bisma, keduanya masang wajah serius, ngomongin seorang cewek yang sama-sama mereka cintai. Untung mereka lagi ada di privat room, jadi gak ada orang yang tau ekspresi tegang mereka.


"Maksut lo?"


"Asal lo tau ya, Selama pacaran kita udah ngelakuin banyak hal, terutama seeks." bisik Bisma, Kenzo kaget, sangat kaget.


"Gak usah ngarang lo!"


Bisma ketawa "ngapain gue ngarang, terserah sih lo percaya atau gak." ucap Bisma sambil nunjukin rekaman cctv di depan apartemennya, saat beberapa kali Alma berkunjung.


"Alma berkali-kali ke apartemen gue! lo pikir kita berdua ngapain lagi di dalam berduaan kalau gak ngelakuin itu" ucap Bisma tegas.


Kepala Kenzo rasanya udah berat, antara percaya atau gak, Bisma terus memprovokasi Kenzo, dia meyakinkan kalau ngelakuin Seeks udah hal biasa buat Alma, buat mereka berdua.


"Dan gue gak bakal ngelepasin Alma gitu aja, gue udah ngambil miliknya Alma, dan bahkan udah beberapa kali dia gugurin calon anak kita."


Kenzo bener-bener melotot saat denger ucapan Bisma, 'gugurin'?. dia ingin gak percaya, tapi buat apa juga Bisma ngarang cerita sedemikian rupa. Kenzo masih dalam ambang antara percaya dan gak percaya.


"Gue di jodohin, Alma tau itu, makin kesini dia makin marah dan ngelampiasin semuanya ke elo, dia cuma manfaatin elo, biar gue cemburu dan akhirnya kita putus. tapi asal lo tau, meskipun kita putus dan dia udah jadian sama elo bukan berarti kita gak pernah 'berhubungan'. dia gak mungkin ngelakuin seeks sama elo, tapi dia juga butuh, kemana lagi dia bakal lari kalau gak ke pelukan gue."


"dibalik sifat kalemnya Alma, cuma gue yang tau gimana binaalnya dia di ranjang." ucap Bisma dengan senyum miring.

__ADS_1


Kenzo bener-bener panas dengerin omongan Bisma. tangannya terkepal di bawah meja, rahangnya mengeras, baru kali ini dia ngerasa dadanya sesak, kepalanya mau meledak.


"Jangan pernah bilang ke Alma kalau gue yang cerita ini ke elo, karena itu bakal bikin dia tambah ancur. dia bilang gak tega ke elo, karena elo terlalu polos, mudah dibodoohi. intinya dia ngerasa bersalah udah ngehianatin elo."


"Gue minta tolong ke elo, putusin Alma. biarin gue tanggung jawab. gue yang udah ngerusak dia, setelah dia lulus gue udah berencana nikahin Alma, bantu kita biar gak nambah dosa. Kalau Alma di biarin tanpa diiket pernikahan, gue takut dia bakal ngelakuin hal gila diluar sana sama orang lain. Alma udah telat beberapa minggu, gue yakin ada calon bayi gue dalam perutnya, dia bilang mau gugurin lagi sebelum ketahuan. dan gue gak bisa, lo putusin Alma dan gue bakal nikahin dia"


"gue bisa nerima kekurangan Alma, gue yang bakal nikahin Alma" jawab Kenzo tegas tanpa pikir panjang, dia ngerasa gak bisa ninggalin Alma, walaupun dia udah nyakitin dia.


"lo goblook? itu bayi gue, dan lo pikir bisa ngidupin Alma sama anak gue? punya apa lo? idup juga masih numpang orang tua. lo pikir Alma bakal bahagia nikah sama orang yang belum punya penghasilan? mikir!"


"Gue bisa mulai bikin usaha"


"terus? lo pikir sesimpel itu? gue gak mau gara-gara keputusan lo yang lama bikin calon bayi gue ilang lagi karena digugurin."


"Kali ini bantu gue, kalau emang lo sayank sama Alma putusin dan jauhin dia, biar gue yang tanggung jawab, bayi dalam kandungan Alma butuh bapak, dan itu gue!"


"lagian lo goblook amat jadi cowok! Alma udah selingkuh di belakang elo, sampek dia mlendung. dia cuma manfaatin lo, lo pikir secepat itu Alma bisa berpaling dari gue? dia mau sama elo, karena dibelakang elo, Alma masih tetep dapat kepuasan dari gue".


" Brengseek!" umpat Kenzo.


Bisma ketawa "itu fakta, jadi lo gak perlu ngeberatin langkah Alma, pergi jauh-jauh dari hidupnya. karena yang Alma butuhkan saat ini adalah calon suami, calon bapak dari anaknya yang bisa bikin dia bahagia, nyukupin kebutuhannya. kalau masalah kebutuhan ranjang gak usah dibahas lah ya, udah pasti puas dia sama gue" seloroh Bisma sambil ketawa.


Setelah pertemuan dengan Bisma, Kenzo seperti orang gila, pikirannya selalu dihantuin tentang penghianatan Alma dan Bisma. Apalagi beberapa hari setelah itu Alma muntah-muntah, dia beralasan masuk angin, tapi pikiran Kenzo lain, dia mulai membenarkan omongan Bisma kalau mungkin Alma hamil.


Sampai akhirnya Kenzo bener-bener mutusin Alma saat KKN, jujur itu sangat berat, beberapa bulan jalan sama Alma dia benar-benar sayank sama cewek itu, perasaanya sangat besar, tapi saat inget tentang penghianatan itu kepalanya kembali berat, dadanya sesak, bahkan Kenzo selalu muntah-muntah tiap inget obrolannya dengan Bisma.


Hatinya sakit, jiwa raga seakan udah mati, Kenzo berubah jadi pribadi yang dingin dan lebih tertutup. tapi dia tetep gak bisa bohong, dalam hatinya masih ada Alma. bahkan setelah putus beberapa kali dia nyerah dan pengen balik sama Alma, meluk dia. tapi ucapan Bisma bener-bener nancep di hati dan pikirannyan.


Kenzo sayank sama Alma, sangat sayank. Dia juga gak mau Alma ngelakuin sesuatu yang diluar nalarnya lagi, seeks bebas, gugurin kandungan. itu bener-bener jauh diluar bayangan Kenzo. Apa mungkin dengan nikah sama Alma semua beres? tapi bener ucapan Bisma mahasiswa kere yang sampek sekarang masih numpang hidup sama orang tua mau nikah? dikasih makan apa Alma dan anaknya? apa Alma bakal bahagia? atau malah Alma bakal hianatin dia lagi? gak ada yang tau.


Sampai akhirnya dia dan Gio dapat kesempatan buat buka agent travel kecil-kecilan, saat itu Alma masih ngurus skripsi, mau wisuda. Dan Kenzo udah mutusin buat perjuangin Alma, dia bakal ngelakuin banyak hal biar bisa bahagiain Alma, tanggung jawab ke Alma dan anaknya. nikahin Alma.


Saat keputusan itu dia buat, bertepatan dengan wisudanya Alma. tapi nyatanya disana dia kembali disuguhkan dengan pemandangan luar biasa. Dimana ada Bisma yang datang ke wisuda Alma, keduanya tertawa sangat lepas, dia jadi ingat sudah berapa lama dia gak bikin Alma senyum, bahkan akhir-akhir ini dia selalu bikin Alma nangis. Mungkin memang ini jalannya.


Kenzo kembali berfikir, dan akhirnya dia nyerah, dia lepas semuanya, cintanya, Almanya... Dia sangat mencintai Alma, karenanya dia milih melepasnya. Yang penting sekarang adalah hidup Alma dan calon bayinya.


Dan penderitaan Kenzo belum berakhir sampai disitu, setelah mutus semua kontak dengan Alma, Kenzo bener-bener jadi orang lain. tiap hari dia selalu melamun, kacau. tiap kali kangen Alma, bayangan Alma yang sedang berduaan dengan Bisma di apartemen menganggunya, dan tiap inget dia selalu muntah. makin lama makin parah. bahkan sampai dia harus di rawat di RS.


Karin yang saat itu udah jadi mahasiswa psikologi mulai membantu kakaknya, tapi percuma gak ada hasil. makin kesini Kenzo makin parah, Dia mengalami trauma yang berat, trauma yang disebabkan oleh pikirannya sendiri. pikirannya makin gak jelas, rasa sayanknya ke Alma membunuhnya perlahan, sampai dia gak bisa lagi percaya akan suatu ikatan dengan perempuan.


Dua tahun setelah kejadian itu, baru Kenzo mulai menata hidupnya, dia sudah lulus kuliah meskipun molor lama, dia udah punya usaha travel kecil-kecilan dengan Gio, dan dia juga rajin ikut kajian di pondok pesantren deket rumahnya, yang membantunya hidup normal kembali, meskipun traumanya masih besar, sampai akhirnya Karin ngenalin dia dengan Ayu.


--Flashback Off---


"setelah ketemu Ayu, pasti kamu udah bisa nebak alurnya gimana yank, jadi aku minta sama kamu, jangan paksa aku buat gak marah atau kesal sama Bisma. bahkan tadi aku berpikir mau bunuh dia. tapi aku keinget kamu, keinget keluarga kecilnya Bisma"


Kenzo mencium rambut istrinya, diliriknya sang istri, Alma sedari tadi terus menangis sambil menggenggam erat tangan Kenzo. Dia sama sekali gak nyangka kalau ada kejadian seperti ini. Kenzonya ternyata ngalamin sesuatu yang berat, dan itu karena dirinya. karena ucapan gila Bisma.

__ADS_1


"Aku mau kasih pelajaran Bisma!" ucap Alma dengan penuh emosi.


***


__ADS_2