Sahabatkah?

Sahabatkah?
#41


__ADS_3

#41


"Silahkan duduk" Pak Pram mempersilahkan duduk sambil ngeliat satu-satu dari mereka setelah sebelumnya pada salaman.


"Sepi amat Om? pada kemana?"


"Saya ungsikan, saya gak mau anak-anak liat saya marahin kalian" kata Pak Pram datar.


Ketiga orang dihadapannya menelan saliva kasar. Mereka mulai berhalu sendiri-sendiri. Ketiganya tau gimana tegasnya Pam Pram. Beliau akan tegas kalau mereka salah, tapi sebaliknya kalau semua baik-baik saja beliau juga bakal santai.


"Pa, jangan bikin mereka takut dong" kata seorang wanita paruh baya yang masih keliatan cantik, beliau adalah istri Pak Pram. Namanya Mala, Beliau menyuguhkan minuman dan camilan.


"Tante" sapa Kenzo sambil nyium tangannya, diikuti Alma dan Bebi.


"kalian gak usah gugup gitu. santai aja, anggap rumah sendiri. ayo di minum" kata istri Pak Pram ke Alma dan Bebi.


"iya Bu" jawab Alma dan Bebi hampir bersamaan.


"Bebi tau masalah ini?" tanya Pak Pram ke Bebi.


"iya tau Pak" jawab Bebi singkat.


Pak Pram menghela nafas panjang, "Bagaimana sampai bisa ada kejadian kayak gini!" ucap Pak Pram akhirnya "Sampai sekarang saya gak cerita ke siapa-siapa, kalian bisa bayangin hebohnya RS kalau sampai masalah ini ada yang denger"


"Maaf Om, aku sama Alma memang salah karena sampai ada kejadian kayak gini, tapi aku berani sumpah kalau kami gak ngapa-ngapain, kami cuma tidur" Kenzo coba jelasin pelan.


"Tetap aja kalian tidur sekamar berdua, semalaman lagi. dan ini pas acara RS" Pak Pram masih tetap dengan emosinya, yang lain cuma bisa diam.


"Sabar dulu dong Pa, kita dengerin penjelasan mereka dari awal." kata Istri Pak Pram coba menengahi.


Akhirnya Alma, Kenzo dan Bebi menceritakan semuanya mulai saat mereka bertemu di lobi hotel sampai pagi hari saat mereka kepergok di kamar. Pak Pram terus mendengar cerita mereka tanpa menyela.


"Gitu Om Ceritanya. Aku sama Alma itu udah kenal lama, dulu kita sering keluar kota bareng, dan kalaupum mau daridulu kita punya banyak kesempatan buat ngelakuin perbuatan itu, tapi aku juga tau batasan Om" Kenzo nambahi.


"Tapi tetep aja Ken, perbuatan kalian itu gak bisa dibenerin.


"Iya Om, kita tau. Tapi kita kan tidur bareng juga karena gak sengaja, bukan maunya kita Om" Kenzo masih berusaha debat Omnya.


"Kamu sama Alma memangnya udah kenal lama Ken?" tanya istrinya Pak Pram.


"Iya tan, kita dulu satu kampus"


"Owh... jadi ini Alma mantan kamu itu?" tanya tante Mala heboh.


Kenzo ngelirik Alma sekilas, ada rasa sedikit gak nyaman karena tantenya bahas masalah ini. Alma cuma bisa senyum kaku.


"iya Tan..." jawab Kenzo lesu, Bebi nahan ketawa ngeliat ekspresi Kenzo.


"Mama tau darimana?" Pak Pram heran.


"Si Karin suka cerita, katanya kamu dulu tergila-gila sama Alma. dan Karin bilang kamu belum move on. bener?" tanya Tante Mala tanpa ada rasa bersalah.


"Tanteee... omongan Karin jangan dipercaya" kata Kenzo sambil garuk tengkuknya, dia ngerasa gak enak sama Alma, ada malunya juga.

__ADS_1


Alma bener-bener kaget denger ucapan Bu Mala, pasalnya kan dulu Kenzo yang ninggalin dia, kenapa malah dia yang belum move on, dan juga kenapa cerita dia sama Kenzo jadi bahasan orang lain.


"Jangan bilang kalian masih sama-sama punya rasa dan sengaja ngelakuin ini?" tanya Pak Pram tiba-tiba, bikin semua yang ada diruangan menoleh.


"gak Om!"


"gak Pak!"


Alma dan Kenzo jawab barengan, dan bikin semua orang kaget, karena mereka sedikit teriak.


"kompak banget jawabnya, biasa aja dong" gumam Bebi, bikin tante Mala sedikit senyum.


Alma juga Kenzo jadi salah tingkah dibuatnya. entah kenapa suasana jadi panas.


"Saya jadi tambah curiga sama kalian kalau begini ceritanya" kata Pak Pram sambil bersedekap dada, dengan mata yang menusuk ke arah Kenzo dan Alma.


Suasana hening, entah apa yang mereka pikirkan, tapi ketiga pasang mata itu kompak menatap Alma dan Kenzo. bikin keduanya adem panas, mereka sebenernya gak salah karena mereka berdua sama-sama gak sadar kalau tidur sekamar, tapi saat disidang kayak gini siapa yang gak canggung.


"Oke saya percaya sama kalian!" kata Pak Pram, "Tapi saya gak mau kejadian kayak gini keulang lagi, gimanapun juga kalian udah seperti anak saya sendiri, terutama kamu Ken! dari kecil Om bantu ngerawat kamu, gak bisa trima Om kalau sampai ada kejadian kayak gini"


"Maaf Om" cicit Kenzo.


"Mending kalian berdua nikah aja!" tegas Pak Pram


"Hah?!" Alma, Kenzo juga Bebi sama-sama kagetnya, sedangkan Tante Mala ngangguk, tanda setuju.


"Wah, Om bercandanya gak lucu nih!" Kenzo mulai kesal.


Kenzo makin kesal, Bebi cuma bisa bengong, Alma... Dia berkaca-kaca, sedikit kecerobohan bisa berakibat fatal seperti ini, kepalanya mendadak pusing, dia enggan untuk bicara.


"Om, gak lucu beneran deh, aku sama Alma emang salah tapi gak usah di prank kayak gini juga"


"Om serius Ken!"


"Om, aku sama Alma gak mungkin nikah, lagian Om udah kenal Alma lama kan? masak gak tau sih?"


"maksut kamu?" tanya Pak Pram, semua ngerasa penasaran dengan pernyataan Kenzo.


"Alma udah nikah Om, anaknya udah besar!" kata Kenzo dengan suara lantang.


jedaaaar...


Semua orang diam denger ucapan Kenzo, mereka kembali mencerna apa yang Kenzo bilang tadi. Dan kini semuanya ngeliat ke Alma.


"Alma?" tanya Pak Pram lirih.


"Al...?!" gumam Bebi pelan.


Sumpah, denger omongan Kenzo dan liat ekspresi semua orang bikin Alma yang awalnya pengen nangis berubah jadi pengen ketawa, tapi dia jelas kesel banget sama Kenzo, darimana dia bisa punya kesimpulan seperti itu, entah itu cuma alasan dia buat nolak atau gimana, yang jelas sekarang rasanya dia pengen nyakar wajah gantengnya Kenzo.


Alma bener-bener gak bisa nahan, akhirnya dia senyum lebar, bikin yang lain geleng-geleng.


"Ken, nyari alasan tuh yang logis dong" bisik Bebi. "Semua orang tau kalau Alma belum nikah"

__ADS_1


"aku gak alasan Beb, emang kalian gak tau?"


"Ken, Stop!" bentak Alma, dia benar-benar kesel sama manusia satu ini.


"Jangan bilang kamu nikah sembunyi-sembunyi Al? sampek kapan bakal kamu sembunyiin Al?. Parah!"


"Kenzo!" bentak Pak Pram. "kamu gak usah ngarang alasan yang gak jelas kayak gini"


"aku gak ngarang alasan Om, aku liat sendiri dia di jemput sama suami dan anaknya" Kenzo masih kekeh.


"suami? anak?" Alma heran sendiri. "kamu tuh ngomong apaan sih Ken?!"


"Kamu lagi ngedrama Ken!" bisik Bebi.


"Ck..." Kenzo berdecak Kesal. dia dan Alma saling natap tajam.


'Apa Alma sengaja nyembunyiin pernikahannya?' batin Kenzo.


"Oke! sekarang kamu bilang siapa suami dan anaku? apa buktinya!?" Alma nantang Kenzo.


'kamu nantangin Al? jangan salahin aku kalau semuanya kebongkar' Batin Kenzo.


"Bisma!kamu nikah sama Bisma kan? dan anak kamu sekitar 2 atau 3tahun, anak kamu perempuan" Tegas Kenzo. Alma kaget banget denger omongan Kenzo.


"Anak itu namanya Irma, ya dia emang anaknya Bisma, tapi bukan aku ibunya." teriak Alma emosi. "Dasar Kenzo bodooh!" umpatnya pelan.


Pak Pram dan istrinya, serta Bebi diam. mereka gak tau sebenernya ini situasi seperti apa, mereka bener-bener dibuat bingung sama keduanya. apalagi mereka gak kenal siapa itu Bisma.


Kenzo diam, mencari kejujuran di mata Alma, tapi entah dia bodooh atau gimana dia gak bisa mengartikan arti tatapan Alma, dia cuma nangkap kalau Alma sekarang bener-bener marah.


"Kamu jangan bohong Al!" ucap Kenzo pelan.


"Aku gak bohong Ken! apa perlu aku nelphon Bisma? atau istrinya!" bentak Alma lagi.


"Jadi kamu sama Bisma..." Kenzo masih coba mencerna.


"Aku tegesin ya Ken, aku sama Bisma udah lama selesai, gak lupa kan kalau kamu yang udah bikin kita putus? dan setelah itu aku sama sekali gak ada hubungan sama Bisma. dan Bisma nikah sama Indira, cewek yang dulu dijodohin sama orang tua Bisma, aku pernah cerita kan ke kamu kalau dia dijodohin!" Alma nyerocos panjang lebar.


Kenzo diam, jadi apa yang ada dalam pikirannya selama ini salah? Kenzo dari awal memang mengira kalau Alma udah nikah sama Bisma, saat Bisma datang jemput Alma dengan anaknya itu makin memperkuat dugaan Kenzo kalau memang keduanya menikah. Dia lemas.


'bodooh banget gue!' rutuk Kenzo dalam hati.


"udah selesai nostalgianya?" tanya Pak Pram tiba-tiba. "Saya gak tau masalah kalian itu sebenernya apa, tapi Alma itu memang belum nikah apalagi punya anak. Jadi kamu gak usah ngarang Ken!"


"Kamu kenapa bisa kepikiran gitu sih Ken?" tanya tante Mala lembut.


"habisnya..." Kenzo gak nerusin kata-katanya, dia melirik ke Alma, dan dia sangat tahu kalau Alma kecewa dan marah.


"Sudahlah kalian langsung nikah saja, pusing saya dengernya!"


***


__ADS_1


__ADS_2