
SK86
"tuh kan liat sendiri, baru di Cafe bentar, udah sama cewek ternyata!" gumam Kenzo cukup keras.
Di parkiran, mereka ngeliat Gio lagi ngobrol sama cewek, keliatan mesra dari kejauhan. Tanpa sadar pemandangan yang mereka liat, juga gumaman Kenzo bikin Karin berkaca-kaca. Rasanya dia pengen kabur darisini.
Alma dengan sigap memegang lengan adik iparnya itu. Mengikuti Kenzo yang udah berjalan duluan kearah Gio.
"Nyet!" sapa Kenzo.
Gio yang awalnya lagi ketawa sontak menoleh, dia kaget, apalagi ngeliat Karin yang keliatan sendu, matanya berkaca-kaca.
"U-udah pada datang?" tanya Gio ragu, matanya terus ngeliat ke arah Karin yang daritadi keliatan malas menatapnya.
"Siapa?" bisik Kenzo.
"Eh kenalin, ini Rani, manager hotel Matahari. Ran, ini Kenzo pemilik Giko Travel yang saya kelola, ini Alma istrinya, dan ini... Karin adeknya" Gio memperkenalkan.
Saat menyebut nama Karin dia agak ragu, tau kalau gadisnya itu sedang marah. Mereka berjabat tangan. saling menyebutkan nama.
"Gantinya Pak Hadi berarti ya?" tanya Kenzo, karena dia kenal manager hotel Matahari, Giko travel dan hotel Matahari memang sudah lama kerja sama.
"Iya, Pak Hadi pindah di Matahari Jakarta" jawab Rani, kemudian ketiganya mulai terlibat obrolan yang gak jauh dari urusan kerja.
"Kak, aku ke dalam duluan deh, takut gak kebagian tempat" sela Karin. Kenzo ngangguk.
"Aku nemenin Karin ya yank, permisi duluan ya mbak" pamit Alma ke Rani.
"Owh iya silahkan" mereka saling senyum.
Alma ngejar Karin yang udah jalan duluan, Gio jadi serba salah, pengen ngejar tapi ntar Kenzo curiga. Apalagi mereka masih asyik ngobrol. Hanya matanya yang ngeliat gadisnya terus jalan ke dalam Cafe.
"Rin, sabar dulu jangan marah. kamu dengerin penjelasan Gio. Jangan sampai kamu salah paham kayak mbak sama kakak kamu. nyeselnya bertahun-tahun Rin" ucap Alma nenangin Karin yang udah mulai mengeluarkan air mata.
"Dia selalu gitu mbak, terlalu deket sama cewek. bukan salah ceweknya kalau jadi baper. Harusnya dia lebih jaga jarak kan bisa. Apalagi tadi ada Kak Ken, mbak tau sendiri tadi kak Ken ngomong gimana" Karin menghapus air matanya.
Tak berapa lama Kenzo dan Gio masuk dalam Cafe, Karin yang menangkap kedatangan mereka langsung kabur ke toilet.
"Karin mana yank?" tanya Kenzo yang milih duduk di sebelah Alma.
"ke Toilet" jawab Alma datar, matanya menatap tajam Gio, yang daritadi pura-pura gak tau.
"Kamu udah pesen yank?"
"Belum... sekalian nunggu kalian" jawab Alma sambil ngeliat menu.
Setelah memesan minuman dan makanan ringan mereka mulai kembali diam, menikmati suasana Cafe. Karin juga udah balik dari toilet.
"Makin rame aja nih Cafe, lo gak ada prospek bikin Cafe Nyet?!" tanya Kenzo, "daerah rumah lo kan lumayan rame."
"Gak, gue lagi ngumpulin modal" jawan Gio.
" modal buat?"
Tanpa mereka tau, tangan Kanan Gio mencoba genggam tangan Karin dibawah meja, kebetulan mereka memang duduk bersampingan, di depan Kenzo dan Alma. Awalnya Karin nolak, tapi dia juga gak bisa berbuat banyak, akhirnya milih nurut.
"modal buat nikah!" jawab Gio tegas.
Kenzo ngakak "Seriusan lo mau nikah? cewek mana yang apes dapat playboy kayak elo!"
"Sialaan bacoot lo, udah tobat gue" jawab Gio sambil tangan kirinya ngusap tengkuknya, ngerasa salah tingkah.
"Gak percaya gue, kenalin sini cewek lo, biar kita tatar dulu, ya gak yank?" tanya Kenzo sambil ngeliat ke Alma, yang ditanya malah diem, sibuk natap Gio.
"Cewek tadi siapa Gi?" tanya Alma mengalihkan obrolan.
"kan udah gue kenalin" jawab Gio malas.
"Gue tau, tapi siapa dia? sedeket apa lo sama dia?"
"Cuma partner kerja dek, gak lebih, tadi juga gak sengaja ketemu di parkiran" terang Gio, jemarinya terus ngusap tangan Karin.
"Kalau emang lo udah serius sama cewek, jangan terlalu deket sama cewek lain. inget hati cewek itu rapuh" ucap Alma.
"kamu kenapa jadi sewot sih yank? udah biasa kan dari dulu Gio gitu, anak sekampus juga tau" kata Kenzo ngasal.
"Harus berubahlah, mau sampek kapan cap playboy dia pake?" Alma nyolot.
"Santai yank" ucap Kenzo sambil ngusap pipinya. "kayak kamu yang mau dinikahin Gio aja!"
"aku makilin cewek yang mau dinikahin Gio." kata Alma dia kembali natap Gio " Gue Cemburu!"
Gio menelan salivanya kasar, dia keliatan kelimpungan. Kenzo malah ketawa. untung saat itu karyawan Cafe datang nganter pesenan. Tangan Gio gak mau ngelepasin tangan Karin. Sampai akhirnya Karin nginjek kaki Gio pake heelsnya.
"Aawww..." teriak Gio sambil memegangi kakinya.
"kenapa lo?" tanya Kenzo heran.
"gak papa!" jawab Gio sambil meringis nahan sakit, saat itu Karin narik paksa tangannya.
"Gi, lo handel kerjaan Kenzo lah. gue sama dia mau Honeymoon" ucap Alma di sela-sela obrolan mereka.
__ADS_1
"Ck... kalian nih, daridulu gue saranin gak mau, sekarang lagi sibuk-sibuknya main cabut aja!" protes Gio.
"Biarin sih, orang gue pengennya sekarang" Alma gak mau kalah. Gio keliatan main ponselnya, ngirim chat ke Alma.
GIO : Gue handel, tapi bantuin gue biar dapat restu Kenzo
ALMA : deal!
GIO: Sekalian nanti usahain gue bisa balik berdua sama Karin.
ALMA : Ngelunjak lo !
"Oke gue handel, awas aja kalian pulang gak bawain gue keponakan"
"lo pikir gue sama Kenzo mau bulan madu berapa lama? sembilan bulan?" omel Alma.
"Ya maksud gue, minimal lo udah blendung Al!"
"gak usah khawatir, Kenzo junior tiap malem bekerja keras, sampek Alma minta ampun!" kelakar Kenzo.
"Yank, apaan sih" protes Alma sambil mukul tangan Kenzo.
Gio hanya mencibir, Karin daritadi cuma diam, rasanya seperti malas berada di samping Gio.
"Lo butuh supporter gak Nyet, buat honeymoon ntar?"
"maksut lo?"
"Sapa tau lo takut kesepian pas honeymoon. Gue sama Karin siaplah kalau diajakin"
"Enak aja, ntar lo malah pengen kawin lagi disana ngeliat gue sama Alma mesra-mesraan"
"tinggal kawin ini!" jawab Gio ngasal. Karin kembali nginjek kaki Gio. "Aaaww....!"
"lo kenapa sih Nyet? heran gue daritadi"
"Ini jempol kaki gue sakit!" Gio beralasan.
"kenapa? minta di amputasi?" Canda Kenzo.
"Sialaan!"
Selanjutnya obrolan mereka mulai absurb kemana-mana, yang ngedominasi tentu Kenzo, Alma dan Gio, Karin hanya sesekali nanggepin.
"Gi, lo bawa motor kan? pinjem ya" ucap Alma di sela-sela obrolan mereka.
"Buat apaan yank?" tanya Kenzo heran.
"Pengen jalan-jalan, nikmatin malamnya Surabaya"
"ya iyalah, kamu pengennya aku sama Gio?" tanya Alma sewot. Karin dan Gio hanya diam, karena mereka tau Alma sengaja biar mereka bisa pulang berdua.
"iya-iya, ngambekan!" ucap Kenzo sambil nyubit hidung Alma gemas.
"Sakit yank" rengek Alma manja.
"Sini tak cium biar sakitnya ilang" Canda Kenzo, yang dapat hadiah pukulan dari Alma.
Gio ketawa "Geli gue liat tingkah kalian, tapi seneng sih akhirnya kalian udah kayak pasangan penganten yang normal!"
"Sialaan! lo pikir selama ini gue sama Alma gak normal?"
"emang gak normal!" seloroh Gio "Mana ada penganten baru kerjaannya tengkar terus!"
"lo ngomong gitu kayak yang udah pengalaman nikah aja" Alma ikut nimpali.
"Gio mah belum pengalaman nikah yank, kalau kawin dia nih masternyaa" celetuk Kenzo.
"Sembarangan kalau ngomong, perjaka ting-ting gue, belum pernah begituan!" Gio membela diri.
"gak percaya!" ucap Alma dan Kenzo barengan, selanjutnya mereka ber-high five berdua.
"Yaelaah... ngancurin pasaran gue kalian nih. Rin, bantuin lah... percaya kan Kalau gue masih perjaka ting-ting" ucap Gio memelas.
"Enggak!" jawab Karin singkat.
Alma sama Kenzo makin ngakak, Gio manyun, Sedangkan Karin pura-pura gak minat, fokus sama ponselnya. tak lama mereka berempat milih pulang, karena makin malam cafe juga makin ramai.
Alma boncengan sama Kenzo, memulai petualangan malam mereka. Setelah mereka pergi, tinggal Karin dan Gio yang masih saling diem di deket mobil.
"Pengen kemana dulu?" tanya Gio lembut sambil mencoba megang tangan Karin yang langsung ditepis.
"Langsung pulang!" jawab Karin ketus, dan langsung masuk dalam mobil.
Gio menghela nafas, dan mengusap wajahnya kasar. dia mengikuti Karin masuk mobil. sepanjang perjalanan mereka hanya diam. sangat canggung, karena biasanya keduanya adalah kolaborasi orang terheboh.
"Yank..." panggil Gio lembut.
Karin hanya diam, gak menjawab. wajahnya daritadi juga melihat keluar jendela. Gio memang seorang Playboy, semua temannya juga tau. tapi kalau boleh jujur, 2tahun belakangan ini dia sudah mulai mengurangi kebiasaannya gonta-ganti pacar, tapi kalau sekedar jalan kadang masih dia lakuin.
Semua itu karena Karin, Gio sudah kenal Karin lama. bahkan dia bisa bersahabat dengan Kenzo juga awalnya karena dia gak sengaja nolongin Karin yang mau dijahilin sama anak-anak jalanan.
__ADS_1
Waktu itu Karin masih SMP, Gio sudah SMA, Dan dia masih tinggal di Bandung tapi lagi liburan di Surabaya. Biasanya kemana-mana dia dianter Kenzo. saat itu entah Kenzo kemana, jadi Karin milih ke minimarket sendiri. Saking takutnya karena digodain anak jalanan Karin menangis, Gio yang emang lagi lewat akhirnya nolongin. Dan setelah itu dia jadi deket dengan Kenzo yang ternyata juga satu sekolah.
Saat Kenzo dan Alma putus, Gio dan Karin jadi makin deket, karena mereka memang terus gantian nemenin Kenzo yang saat itu seperti orang gila. Gio yang ngeliat Karin sudah dewasa entah kenapa jadi tertarik, tapi dia jelas ngerasa gak enak sama Kenzo. sejak saat itu hobinya godain cewek langsung tamat, dia lebih fokus merhatiin Karin dari jauh. tapi makin kesini Gio gak bisa nahan perasaannya, Akhirnya dia pedekate ke Karin, dan jadian.
Dan Gio bener-bener tobat jadi playboy, dihatinya sekarang cuma ada Karina Syahputri. Tapi jelas banyak yang gak percaya sama tobat playboynya Gio. Dan itu jadi PR tersendiri buat Gio untuk ngebuktiin.
Gio menepikan mobilnya di minimarket, mereka berdua sama-sama diam. tapi tak lama Gio udah ngerasa gak betah, dia condongkan badannya menghadap Karin.
"Yank, kamu marah sama aku? masih gak percaya kalau di hati aku cuma ada kamu?" tanya Gio lembut, tangannya menggenggam tangan Karin, dan dicium.
"Yank... jangan diemin aku, ngomong lah. aku bukan dukun yang bisa baca suara hati kamu yank!"
Karin noleh ke pacarnya itu, wajah ganteng yang selama ini selalu menuhin hati Karin, bahkan sejak pertama mereka bertemu, Gio adalah cinta sekaligus pacar pertama Karin. Dia mengingat gimana perjuangan Gio selama deketin dia. Karin selalu berusaha menolaknya, jutek, semaunya sendiri, egois. tapi Gio selalu sabar dan senyum, mungkin jiwa playboynya itu sudah terlatih buat ngadepin cewek model Karin.
"Kamu tuh nyebelin tau gak! udah ngerti kita masih belum dapat restu dari Kak Ken, kamunya malah nunjukin bakat playboy kamu!" kesal Karin.
"Ya ampun yank, sumpah tadi itu gak sengaja ketemu, kalau tau kalian bakalan cepet datang aku juga milih pergi gak nyapa Rani"
"owh jadi kalau tadi kita gak dateng kamu mau tebar pesona ke cewek itu?"
"Enggak yank, maksud aku tuh jaga-jaga gak sampek salah paham kayak gini. lagian logika deh, aku tau kamu mau dateng sama Kenzo masak iya aku godain cewek. Aku juga bisa mikir yank, mending aku cari aman. dan tadi aku ngobrol sama dia ya karena kita rekan kerja gak lebih" Gio menjelaskan.
"Tapi harusnya kamu tuh bisa jaga jarak dong, kamu mau di cap playboy terus? kamu mikirin perasaan aku? daritadi Kak Ken tuh bahas kamu yang playboy, eh malah kamu ngasih pertunjukan kayak tadi. aku harus gimana?" Karin nangis.
Gio kaget, ini pertama kalinya dia bikin Karin nangis selama mereka pacaran, dia sebenarnya udah biasa bikin cewek nangis, tapi entah kenapa ngeliat Karin yang nangis dia jadi ikutan sakit.
"Ssstthh... yank, kog nangis? aku minta maaf" rasanya Gio pengen meluk Karin tapi dia ragu, selama ini dia selalu menjaga sikap ke Karin, saking sayangnya dia.
"kamu tunjukin dong kesemua orang, kalau cuma ada aku di hati kamu. kalau kamu masih deket sama cewek, siapapun itu, mending aku nyerah ajalah, percuma juga mertahanin kamu"
"Yank, kog gitu sih ngomongnya? percaya aku, cuma kamu yank!" ucap Gio meninggi.
"kamu marahin aku? bentak aku?"
"hah?! eng-enggak! aku gak suka aja kamu ngomong gitu" Gio jadi serba salah
"tapi kamu bentak aku!"
"kog jadi bahas itu sih yank? oke-oke aku minta maaf kalau tadi kayak bentak kamu, aku gak suka kamu ngomong kayak gitu. Percaya sama aku!bahasan ini udah kita lewati yank"
"kamunya gak serius ke aku"
"siapa bilang sih yank? aku serius, setelah kamu lulus kuliah aku pengen ngelamar kamu"
"ngelamar?" tanya Karin agak kaget, karena emang selama ini mereka gak pernah bahas masalah ini.
Gio ngangguk, "iya, aku gak mau kita lama-lama pacaran, mending kayak Alma sama Ken, pacarannya setelah nikah" ucap Gio sambil noel hidung Karin, dia tersenyum, Karin mencibir.
"Tapi kita belum bilang sama Kak Ken, dan dia juga blacklist kamu jadi adik iparnya"
"Santai aja, yang penting Mama Papa kamu udah restuin, kalau Ken gak restuin kita masa bodohlah, kan Papa nanti yang bakal jadi walinya kamu" ucap Gio.
"Sembarangan kamu kalau ngomong. aku gak mau ya!" Karin kesal.
"Canda sayank, janji deh bakal merjuangin kamu" ucapnya sambil ngacak rambut Karin.
Karin senyum, tapi kemudian manyun. "Kenapa pake manyun gitu?"
"kamu gak pengen gitu nenangin aku, meluk aku, nyium aku, gak peka!padahal kalau sama yang dulu-dulu main sosor aja" gumam Karin.
"Ya Allah yaank..." Gio mengusap wajahnya kasar "siapa yang gak pengen? pengen banget malah. cuma..." Gio ngerapiin rambut Karin.
"kamu itu spesial yank, aku sayank sama kamu, aku pengen ngejaga kamu, aku gak pengen nyemarin kamu sama virus mesum aku. ini semua pengalaman pertama kamu kan, aku pengen ngasih yang beda dan istimewa ke kamu. sabar ya, tunggu aku sah-in kamu dulu" ucapnya sambil nyium tangan Karin.
"Dasar playboy! pinter banget sih bikin aku baper" ucap Karin sambil senyum malu.
Gio ngacak rambut Karin lagi, gemes "tapi nanti kalau udah sah, jangan protes ya kalau aku nyosor kamu terus"
Karin mencibir, "jadi cuma gini-gini aja sekarang?"
"Yank... gak usah mancing ya! kalau ntar aku kebablas tanggung jawab kamu" ucap Gio, setelah itu Gio hanya menggumam gak jelas.
Karin ketawa, dan...
CUP...
Karin nyium pipi Gio, sontak pacarnya itu menoleh dan senyam senyum sendiri, memegangi pipinya yang tadi disambar benda kenyal. untung kaca mobil Kenzo gelap, gak keliatan dari luar.
"kalau kamu yang nyosor beda urusan" ucapnya usil. Karin tersenyum "Makasih, kalau mau nyium lagi bilang dong, kan aku bisa siap-siap"
Karin mukul lengan Gio "nunggu sah!"
Gio sekarang yang tergelak, "pulang yuk! suasananya bikin aku gak bisa nahan"
"gak bisa nahan apa?" tanya Karin heran, dia noleh kanan kiri.
"gak bisa nahan nerkam kamu!"
Karin senyum lagi "dasar playboy!" Karin menatap lurus ke arah depan.
"Love You Rin!" bisik Gio ditelinga Karin, mendadak Karin merinding, dan noleh ke Gio, mereka berdua sama-sama tersenyum.
__ADS_1
"Love you too Kak Gi" jawabnya pelan.
***