
#45
--MasRayku--
"Assalamualaikum" sapa Alma
"Waalaikumsalam Al" suara Rayhan terdengar kecewa campur marah dia diam cukup lama.
"Mas..." Panggil Alma. "Mas uda denger gosip itu?"
"Sebenernya apa yang terjadi Al? Ini hal penting yang dari kemaren pengen kami obrolin sama mas?" tanya Rayhan dengan sedikit emosi.
"iya mas. Aku minta maaf, tapi aku bisa jelasin semua"
"Mas sekarang lagi dalam perjalanan balik Malang. kita langsung ketemu" kata Rayhan tegas nada bicaranya meninggi.
"Mas..."
"Nanti kita omongin. Assalamualaikum" kata Rayhan dan langsung nutup telphonnyan.
Alma langsung nunduk dan nangis di atas mejanya, ini pertama kalinya Rayhan bersikap seperti ini ke dia. Alma sadar dia salah, dan Rayhan wajar bersikap seperti itu. Tapi tetep aja rasanya sakit.
"Sabar ya Al..." kata Bebi sambil meluk Alma. "Gue minta maaf, ini semua awalnya karena gue" kata Bebi, dia ikutan berkaca-kaca. Alma masih terus nangis gak meduliin omongan Bebi.
***
Seperti janjinya, sampai Batu Rayhan langsung nemuin Alma. Mereka milih ngobrol di dekat danau biar suasananya enak, ditambah mereka memang butuh tempat yang agak sepi buat ngobrol. Sepanjang jalan tadi Rayhan cuma diam, Alma sendiri takut mau ngajak ngobrol duluan.
"Aku minta maaf mas" Alma buka pembicaraan saat mereka udah di Danau.
"Sebenernya siapa dia Al? kenapa kamu sedeket itu sama dia?" tanya Rayhan.
"Dia dari agen travel yang kita pakai buat ke Bali, dan emang aku udah kenal lama sama dia" kata Alma sambil nunduk, dia gak berani natap Rayhan.
"Jangan bilang kalau dia..."
"Iya mas, dia Kenzo, mantan aku" kata Alma seperti tahu arah pemikiran Rayhan.
Rayhan mengusap wajahnya kasar "Jadi dari awal kamu ketemu lagi sama mantan kamu, dan kamu gak bilang sama mas?" tanyanya dengan intonasi tinggi. Alma ngangguk pasrah, dia mulai nangis lagi.
Alma sadar dia salah karena dari awal gak cerita kalau ketemu lagi sama Kenzo. Dia takut Rayhan salah paham, cemburu dan marah. Mangkannya dia milih nyembunyiin, berharap setelah acara selesai gak ketemu lagi sama Kenzo. Tapi nyatanya malah jadi kayak gini.
"Dan video itu? bener kamu keluar dari kamar hotelnya Kenzo?" Lagi Alma cuma jawab dengan anggukan, bikin Rayhan makin frustasi.
"Kamu tidur sama dia?" Bentak Rayhan.
"Mas, aku bisa jelasin" kata Alma sambil megang tangan Rayhan.
"Astagfirullah Al, sejauh apa hubungan kalian ini?!" kata Rayhan sambil nepis tangan Alma "kita mau nikah, kamu anggap apa aku Al"
"Mas... dengerin aku dulu" pinta Alma dengan berurai air mata.
__ADS_1
"Jelasin!" bentak Rayhan lagi, dia kehilangan kesabarannya.
"Aku gak sengaja minum alkohol saat pergi sama Bebi, temennya dan juga Kenzo. Awalnya aku udah tidur di kamar tapi karena mabuk aku gak sadar gedor kamar Kenzo, kata dia aku ngeracau gak jelas. dan Kenzo sendiri dia habis minum obat, denger omelan aku dia malah ketiduran. Aku sendiri gak sadar, pagi hari paa aku bangun baru tau kalau aku tidur di kamar Kenzo." terang Alma sambil terus nangis, Rayhan ngacak-ngacak rambutnya.
"Aku emang tidur sekamar sama Kenzo, tapi aku berani sumpah kalau aku sama dia gak ngapa-ngapain, saat kita bangun semua pakaian kita masih utuh, Pak Pram saksinya, beliau yang mergokin kita waktu itu"
"Jadi malam saat mas ngehubungin kamu dan gak bisa, itu kejadiannya?"
"Iya Mas" kata Alma, dan lagi-lagi Rayhan sadar kalau Alma bohongin dia.
"Mas gak tau bisa percaya atau gak sama kamu"
"mas, aku gak seburuk itu. ini cuma salah paham"
"Al, mas tau dulu kalian deket banget, dan jujur dulu mas sempet mikir macem-macem ke kamu tapi udah mas coba lupain. dan sekarang?? kalian gak ngapa-ngapain tapi tetep aja kalian tidur bareng sekamar!"
"Mas, tolong percaya sama aku, kita mau nikah. dan aku cuma butuh kepercayaan dari kamu aja. Aku gak peduli saat semua orang di RS ngomongin aku, tapi aku ngerasa sakit saat kamu mulai ngeraguin aku"
"kamu egois Al, kamu bilang sakit saat aku ragu sama aku, terus aku? aku harus gimana saat denger calon istriku, orang yang aku sayang tidur berduaan sama cowol lain. Selama ini Mas selalu berusaha jagain kamu, bahkan mas masih nahan buat megang tangan kamu, tapi kamu??!"
"Aku minta maaf mas" kata Alma dengan penuh air mata, dia tau mereka berdua sama-sama sakit.
"Bahkan kamu dari awal udah gak jujur sama mas, kamu gak bilang kalau RS pakai travelnya Kenzo. Dan setelah tau itu kamu masih tetep kekeh ikut liburan. Atau jangan-jangan kamu masih nyimpan rasa sama Kenzo?"
Alma menggeleng cepat, "Kenzo cuma masa lalu aku mas. Dan sekarang gak ada yang lebih penting dari kamu, kita mau nikah"
"Kamu nganggep aku lebih penting karena kita mau nikah? bukan karena perasaan sayank kamu ke aku?" tanya Rayhan lembut sambil natap Alma.
Rayhan geleng-geleng kepala "gak usah dijawab!" bentak Rayhan.
"Aku sayank kamu mas" ucap Alma spontan, entah itu beneran sayank atau enggak. tapi menurut Alma itu yang terbaik sekarang.
Alma senyum sambil natap Rayhan, kedua mata mereka bertemu.
"Ya Allah Alma... sekarang mas harus gimana?" ucap Rayhan lembut, dia nunduk.
"Maaf mas" gumam Alma dengan air mata yang terus mengalir.
Rayhan rasanya sesak ngeliat Alma nangis, tapi jujur dia juga sangat kecewa ke Alma. Perlahan dia berjalan ngejauh dari Alma, Rayhan bener-bener frustasi dibuatnya.
Beberapa menit kemudian Rayhan balik nemuin Alma, Dia menghela nafas kasar. Dia ngajak Alma buat kembali ke dalam mobil, hari juga sudah mulai gelap.
di dalam mobil Rayhan menatap Alma lama, dia beranikan diri buat meluk calon istrinya itu. dan itu yang pertama bagi mereka.
"Ini salahnya mas, Mas gak bisa jagain kamu. Jangan nangis lagi" ucap Rayhan masih dalam posisi meluk Alma. cewek itu menggeleng.
'kenapa kamu sebaik ini mas? saat kayak gini kamu masih bisa nyalahin diri sendiri' batin Alma.
Rayhan ngelepas pelukannya, dia hapus air mata Alma. Rayhan ngasih senyum terbaiknya.
"Kamu calon istrinya mas, tingkah laku kamu nantinya bakal jadi tanggungjawabnya mas. Mas mohon sama kamu kedepannya kamu harus bisa jaga kehormatan mas yaitu jaga diri kamu sendiri."
__ADS_1
"Maafin aku mas" denger ucapan Rayhan, Alma makin nangis.
Rayhan menggeleng "jangan nangis lagi, Mas sayank sama kamu, dan sekarang mas masih berusaha. beri mas waktu buat ngembaliin rasa percaya mas ke kamu"
Alma ngangguk, dia bersyukur dapat calon suami sebaik, sesabar dan seistimewa Rayhan. Kadang Alma malah ngerasa minder saat bersama Rayhan.
"Maaf tadi mas bentak kamu, mas kecewa, mas cemburu".
Walaupun masih ada rasa kecewa, rasa sakit, tapi Rayhan berusaha nutupi. Dia gak mau hatinya dipenuhi aura negativ. Sekuat tenaga dia maafin calon istrinya itu, mencoba berdamai dengan keadaan.
"kamu sayank sama mas?"
"Iya mas, aku sayank sama kamu" jawab Alma ragu.
Rayhan senyum "terimakasih, itu udah cukup buat mas." kata Rayhan sambil nunduk.
Alma ngeraih tangan Rayhan dan diciumnya "Maafin Alma mas" katanya sambil nangis lagi.
Rayhan terharu dengan sikap Alma "Udah jangan nangis lagi. cari makan yuk. mas laper" ucap Rayhan ngalihin pembicaraan.
Alma senyum "iya mas"
***
Malam ini Alma terpaksa nginep di rumah Bebi. Dia masih malas bertemu temen kantornya. Bebi sendiri khawatir kalau di asrama nanti Alma malah denger temennya bergosip tentang dia.
Saat ini mereka berdua lagi ngobrol tentang pertemuan Alma dan Rayhan tadi, Bebi lega karena Rayhan masih berusaha percaya ke Alma.
drrt..drrrt...
Alma ngeliat ponselnya berdering, gak mungkin Rayhan, karena tadi Rayhan udah pamitan mau tidur dan ponselnya juga udah gak aktiv.
--Bidan Mia--
'Ngapain Mia nelphon' batin Alma.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, Alma"ucap Mia,
"kenapa?"
"Al, aku mau minta maaf sama kamu"
"tentang kamu yang upload video itu?"
"itu aku juga minta maaf, tapi sekarang bukan itu masalahnya"
"maksut kamu?"
***
__ADS_1