Sahabatkah?

Sahabatkah?
SK 123 (BONCHAP)


__ADS_3

SK 123


Baby Kala dan Baby Kai sudah seminggu pulang kerumah, keduanya terlihat semakin sehat dan gemesin, berat badannya juga terus bertambah, pipinya semakin gembul.


Alma dan Kenzo selalu bersyukur dititipi karunia sebesar ini. Bekas luka operasi Alma semakin lama juga semakin kering, selama ini Kenzo selalu telaten membantu merawat kedua jagoannya, jadi Alma gak merasa berat.


Kedua Mama mereka juga sepakat untuk bergantian membantu Alma menjaga kedua cucu mereka. Ini adalah pengalaman pertama Alma, dia butuh banyak belajar apalagi ini langsung dua orang anak cowok, yang keduanya terlihat sudah mulai gesit.


“Al, Kamu gak papa sendirian?” Tanya Mama Kenzo


“Gak papa Ma, bentar lagi Ayah mereka juga pulang, insyaAllah aman,”


“InsyaAllah minggu depan Mama kesini lagi”


“Iya Ma, besok Mama Laras juga kesini kog katanya, Mama temenin Papa dulu aja, nanti kalau Papa sudah enakan badannya baru kesini lagi, kasihan Papa kalau ditinggal terus”


“Iya, kamu tau sendiri Karin sekarang sibuk di klinik” kata Mama Sarah “Al, kamu beneran gak mau pakai jasa babysitter? Buat bantu aja, atau kalau enggak Bik Sum Mama suruh disini aja ya, bantuin kamu biar gak repot”


“InsyaAllah sekarang aku masih bisa atasi sendiri Ma”


“Yaudah kalau gitu, kalau ada apa-apa langsung telphon ya”


“Iya Mama hati-hati” ucapku sambil salim ke Mama Sarah.


Sudah dua bulan ini Mama Sarah bolak-balik Surabaya-Malang, biasanya beliau nginep semingguan terus e Surabaya bentar balik Malang lagi, tapi Papa tadi telphon lagi gak enak badan jadi Mama terpaksa harus pulang.


Kulihat sudah jam 4 Sore, tadi Kenzo telphon dan bilang pulang telat karena diundang makan malam di resto baru Mas Anjas, karena udah deket banget gak enak kalau gak datang.


Kala dan Kai sudah anteng dengan bermain jarinya, mereka terlihat sangat menggemaskan. Kata orang keduanya lebih mirip aku, hanya hidungnya yang mirip Kenzo, dia sampai uring-uringan.


“Assalamualaikum…” ucap Kenzo,


Dia mulai memasuki rumah, ini sudah jam 9 Malam, tadi dia asyik ngobrol sampai lupa waktu, dilihatnya sekitar lampu semua nyala, tapi sepi, sama-samar dia mendengar tangis kedua jagoannya, tanpa pikir panjang Kenzo masuk ke kamar tamu, sudah jadi kebiasaannya untuk Mandi di kamar tamu sebelum menemui dua anaknya.


Selesai mandi Kenzo masih mendengar suara tangis anaknya yang bersahut-sahutan, dia mulai khawatir, dan menaiki tangga menuju kamarnya.


“Kog daritadi nangis?Alma kemana? Apa ditinggal ke kamar mandi?” Pikiran Kenzo mulai kemana-mana, rasanya dia juga kesal ke Alma karena membiarkan baby twins menangis sekencang ini.


Ceklek…


Betapa kagetnya Kenzo saat memasuki rumah, dilihatnya kedua anak mereka menangis di ranjang king sizenya, dengan dikelilingi bantal dipinggir, sedangkan Alma, istrinya itu duduk dilantai sambil menangis yang gak kalah keras dari kedua anaknya.

__ADS_1


Melihat pemandangan itu ada banyak hal yang Kenzo pikirkan, rasa kasihan melihat baby twins yang terus menangis, rasa kesal karena Alma membiarkan anaknya, tapi dia juga kasihan melihat tangis putus asa Alma, dan sepertinya dia juga pengen ketawa ngeliat moment ini, kalau tadi dia pegang ponsel pengen rasanya divideoin moment lucu seperti ini.


“Sayank… kog kamu malah ngesot dilantai sih” kata Kenzo, Alma langsung menatapnya tajam, dan tangisnya langsung pecah.


Kenzo menahan tawa melihat istrinya, didekatinya istrinya itu lalu dicium keningnya. “Bangun gih, ambil wudhu, tenangin diri kamu. Kasian tuh anak-anak, aku bungkam dulu mereka, oke?” perintah Kenzo


Kenzo mendekati kedua anaknya, Alma pun nurut dan langsung ke kamar mandi, samar masih terdengar suara tangis Alma dari kamar mandi.


“Jagoannya Ayah kenapa nangisnya kenceng banget? Ada yang nakal ya? Godain kalian? Udah ada ayah, sini yok gendong dulu” kata Kenzo sambil menggendong dua buah hatinya kanan kiri.


Kenzo menimang keduanya sambil berdiri dan membaca sholawat serta doa yang dia hafal, tangis keduanya mulai mereda, tak lama Alma keluar kamar mandi, dan langsung menghampiri.


“Kamu nenin coba yank, udah mulai tenang ini, haus banget kayaknya mereka habis konser” kata Kenzo sambil nyerahin Kala dan Kai ke Alma.


Benar saja keduanya meminum Asi langsung dari sumbernya dengan lahap, Kenzo sampai geleng-geleng dan terkekeh.


Kenzo mengambil Al-quran dan mulai membacanya. Cukup lama kenzo mengaji, kedua baby twins juga udah mulai lelap, tapi Alma masih terus menggendongnya, takut mereka nangis lagi.


“Taruh dibox sini yank” kata Kenzo selesai mengaji


“Biarin dulu, takut kalau ditaruh nangis”ucap Alma, padahal kedua tangannya juga udah pegal.


“Gak papa, jangan dikebiasain gendong terus,” Akhirnya Kenzo mengambil Kala dan Kai bergantian dan menidurkannya di box bayi.


“Quality time di luar yuk, biar jagoan gak keganggu” ajak Kenzo dan mulai mengarahkan Alma keluar kamar.


“Kenapa tadi?” Tanya kenzo lembut, sambil mengelus rambut Alma sayank.


“TAdi awalnya baby Kala nangis, diapersnya penuh, aku gantiin, terus Kai juga ikutan nangis, padahal diapersnya udah aku ganti duluan tadi. Dan mereka terus sahut-sahutan, aku nenin gak ada yang mau, pada nolak semuaa, tangis mereka makin kenceng, udah aku gendong, “


“dan pakai segala cara mereka terus nangis yang kayak jejeritan gitu yank, dan aku bener-bener ngeblank, gak tau harus gimana, jadinya mereka aku taruh ranjang, dan aku ikutan nangis sama mereka” Alma mulai nangis lagi


Kenzo menahan tawanya, dia gak mau bikin Alma kesinggung, mungkin kalau tadi Kenzo yang sendirian di posisi Alma dia bukan lagi nangis, yang ada makin emosi mengingat dia paling cepet kesulut amarah.


“Maafin aku ya pulangnya telat, aku lupa kalau Mama tadi sore balik Surabaya dan Mama Laras ada kajian dirumah” ucap Kenzo sambil mengecup kepala sang istri.


“Aku tuh ngerasa seperti seorang ibu yang gagal yank, nenangin anaknya sendiri aja gak bisa, kesel aku jadinya”


“Wajar yank, semua ibu pasti pernah ngalamin ini, apalagi ini kembar, makin repot” kata Kenzo


“Tapi saat kondisi kayak gitu tadi, kamu harus belajar lebih tenang, karena kamu BUndanya, ikatan batin kalian lebih tinggi. untung tadi kamu gak emosi dan ngasarin mereka”

__ADS_1


“Naudzubilah… jangan sampai” ucap Alma cepat.


Kenzo senyum “Diusahain kalau mereka lagi tidur bacain Al-quran coba yank, insyallah mereka tenang. Atau kalau kamu gak sempet puterin murrotal aja”


Alma ngangguk “Aku lupa mereka itu paling nurut sama kamu, harusnya tadi aku dengerin rekaman waktu kamu ngaji ya biar mereka bisa denger suara kamu”


Kenzo senyum, “Iya dicoba aja, kayaknya emang mereka kangen sama Ayahnya seharian ditinggal”


Alma manyun, “Iya kamu tuh lama banget yank”


“Maaf ya”


“Gimana tadi acaranya rame?”


“Rame yank, banyak yang dateng, Restonya juga nyaman, masakannya enak, nanti kita kesana ya”


“Mbak Danis nanyain aku?”


“Iya tadi, tapi dia juga maklum kalau kamu masih ngurusin baby twins” terang Kenzo, Alma ngangguk.


“Yank, kamu keberatan gak kalau misalkan aku minta Mama nyariin orang buat nemenin kamu disini, jadi pas aku lagi kerja kamu ada yang nemenin, bisa bantu juga kalau para jagoan pada ngusilin kamu”


“Kan ada Mama yank, insyaAllah aman kog, Cuma kebetulan aja tadi Mama gak bisa kesini dan Mama Sarah pulang”


“Ya mangkannya itu yank, maksut aku kita kan gak bisa terus minta bantuan Mama, mereka juga punya urusan, dan tenaga mereka juga udah berkurang, dulu mereka udah capek ngerawat kita, masak sekarang kita tega sih minta mereka ngerawat anak kita”


“Tapi yank…”


“Yang ngurusin baby twins tetep kamu semua yank, nanti Art Cuma bantuin kalau kamu udah kerepotan, dan lagian kamu bisa fokus ngerawat baby twins kerjaan rumah lainnya dihandel sama orang lain, gimana?”


“Tadi sih Mama Sarah juga nyaranin Bik Sum buat bantu disini, dirumah Surabaya kan udah ada mbok Nah juga”


“Nah itu, Bik Sum pilihan yang tepat, jago banget kalau suruh ngerjain kerjaan rumah, dan kita juga gak perlu khawatir kalau Bik Sum bantu ngejaga baby twins, udah punya sertifikat khusus dia”


Alma senyum, bener juga kata Kenzo, gak ada salahnya kan dibantu orang lain, dia juga rasanya gak bisa bayangin kalau ngerjain semuanya sendiri tanpa bantuan orang lain.


Dan dua hari kemudian Bik Sum udah resmi tinggal dirumah Alma dan Kenzo, kini semuanya udah bisa dihandel Alma dengan baik. Dia juga mulai mendatangkan seorang bidan kenalannya untuk mengajarinya semua hal tentang si kecil, mulai dari memandikan, berenang, memijat, dan terapi lainnya.


Hari Sabtu ini Karin dan Gio datang kerumah Alma, rencananya mereka mau menginap, dan tentu aja mau ngejahilin baby twins.


Mereka juga membawa banyak bingkisan untuk baby twins, maklum ponakan pertama kembar pula, jadi semua diistimewakan.

__ADS_1


“Yank… pengen kayak gitu”


***


__ADS_2