
SK109
"Hah?!" Gio kaget denger ucapan Kenzo, dia bahkan langsunh duduk tegak "serius lo?"
"serius Nyet!"
"Kog bisa? pasti lo udah kelewatan banget nyakitinnya"
Kenzo kembali menjambak rambutnya kesal, "Nyesel gue Nyet!"
"Harus,jangan sampek dia udah pergi kayak gini lo gak nyesel" sindir Gio, Kenzo nunduk.
"Dia gak nelphon elo?" tanya Kenzo harap-harap cemas.
"Terakhir kali dia nelphon waktu lo ke Kediri kemaren"
"Dia bilang apa?"
"nanyain elo lah, dia juga nanya elo kesana sama sapa. Gue malah bingung, emang lo kesana sama siapa?"
"Novi"
"e Monyet! berdua doang?" Kenzo ngangguk "sableng ya lo. Alma tau?"
"tau!"
"Cari mati, lo kan tau dari dulu Alma cemburu banget elo deket sama Novi"
"Dan parahnya gue bohong ke dia, gue gak bilang ke kediri apalagi sama Novi. Eh dia nyamperin ke kantor, kebongkar deh!"
"Sialaan lo emang." umpat Gio "lo udah nyari kemana aja?"
"Hampir semua tempat udah gue ubek-ubek, bisa gila beneran gue kalau gini" Kenzo ngacak rambut.
"Kalau ada dianggurin, ditinggal baru tau rasa kan lo" ledek Gio.
"Elo kesini kalau gak ngasih solusi mending minggat deh, bacoot banget!" kesal Kenzo.
"Ck... gini nih musuh orang edaan. terus elo bakal diem aja disini?!"
"Gue bingung harus nyari kemana lagi? mana kepala pusing banget!"
Gio memperhatikan sahabatnya yang keliatan gak keurus banget, di wajahnya terlihat beban yang berat, dia geleng-geleng sendiri.
"lo udah makan?" tanya Gio perhatian.
"Gak nafsu gue"
"lo harus makan, gue orderin ya" bujuk Gio.
"gak perlu, mana bisa gue makan kalau Alma masih ngilang gini"
"terus kalau elo gak makan, lo pikir bisa nyari Alma. pake otaak dong!"
"Gue gak bisa bayangin, diluaran sana dia pasti lebih kacau dari gue. lo tau kan Alma tuh cengeng dan pemikir banget"
"iya tau gue" jawab Gio tanpa noleh ke Kenzo, dia sibuk sama ponselnya.
"Gue kangen Alma Nyet!" Gio natap Kenzo malas.
Gio terus dengerin ocehan Kenzo sambil terus megangin ponselnya.
Tak berapa lama makanan pesanan Gio dateng, mereka berdua mulai makan Walaupun Kenzo cuma asal dan cuma makan dikit.
Selesai makan,mereka berdua milih pergi nyari Alma lagi. mereka mulai menyusuri tempat-tempat yang kiranya bakal didatengin Alma. tapi nihil, entah berada dimana cewek itu.
"Separah apa sih sampe Alma pergi gini?!" tanya Gio saat mereka berhenti di depan mininarket "gak mungkin cuma masalah Novi"
"Sebelum itu emang gue udah tengkar sama dia."
Gio menghela nafas kasar "lo tuh emang kampret, gak bisa banget jaga perasaan istri sendiri"
__ADS_1
"gak tau gue Nyet!" Kenzo megangin kepalanya.
"kenapa lo?"
"Pusing banget kepala gue" jawab Kenzo sambil mejamin mata.
Beberapa hari gak sama Alma bikin Kenzo sama sekali gak ngurus dirinya, jarang makan,jarang tidur. Bahkan dia selalu muntah-muntah saat terlalu mikirin Alma.
"Mending kita pulang dulu deh, kacau banget lo sumpah!"
"Gak Nyet! gue harus nemuin Alma, gak bisa gue"
"Nanti gue bantu. daripada lo tumbang!" kesal Gio dan dia mulai menyalakan mobil ke rumah Kenzo.
hoeek... hoeek...
"Kenapa lo Nyet!" tanya Gio panik.
Tadi dia lagi selonjoran di sofa sambil mainin ponselnya. tapi denger suara muntah-muntah Gio langsung naik ke atas, ke kamar Kenzo.
Kenzo bersandar di pintu kamar mandinya, badannya bener-bener lemas. entah dia sudah muntah berapa kali, perutnya sampai perih, karena memang dia cuma makan sedikit dan itu langsung dia muntahin tadi.
"kerumah sakit yok!"
"Gak, gue butuh Alma nyet!" ucap Kenzo pelan,buat ngomong aja rasanya gak kuat.
"Ya tapi nyari dimana lagi, sabar dulu lah" Gio bantu Kenzo rebahan di ranjangnga.
***
"Gimana Ray?!" tanya Gio.
Setelah Kenzo muntah tadi Gio langsung nelphon Rayhan, nyuruh dateng kesini dan nyeritain kondisi Kenzo.
"sementara bisa gue handel disini, tapi kalau ntar muntah-muntah lagi dan gak ada kemajuan kita bawa kerumah sakit" terang Rayhan.
Gio memandang Kenzo yang tadi sengaja diberi obat tidur biar bisa istirahat. tangannya juga udah dipasangi infus.
"Alma belum mau balik?" tanya Rayhan tiba-tiba.
"Dia kenapa?" tanya orang diseberang yang keliatan khawatir.
"Kenzo tumbang! baru di infus sama Rayhan" jelas Gio.
***
Entah sudah berapa lama Kenzo tertidur, badannya bener-bener lemas, tapi dia ngerasa tangannya ada yang ngusap, sentuhannya lembut, Kenzo jadi keinget Alma. Kenzo membuka mata pelan. Bayangan Alma muncul di depan matanga.
Kenzo natap bayangan itu lama, dan air matanya menetes. Rasa bersalah terus menghantuinya, bayangan Alma yang ninggalin dia kini jadi nyata. Selama ini Kenzo selalu dibuat ketakutan saat berpikir Alma pergi, dan kini semua terjadi.
"Yaaank... pulang, Aku kangen banget" gumam Kenzo, suaranya terdengar lemah, matanya terpejam lagi.
Kenzo merasakan sentuhan di pipinya, sentuhan itu begitu nyata adanya. kembali dia membuka mata. Ada bayangan Alma lagi didepannya.
"Aku bener-bener udah Gila yank, dimana-mana aku liat kamu. bahkan sentuhanmu..." gumamnya.
Bayangan itu tersenyum, dan perlahan mendekat, mengecup sekilas bibir pucat Kenzo. cowok itu beberapa kali mengerjapkan matanya. air mata itu menetes, Ya, kenzo menangis.
Alma malah mencibir, "ditinggal bentar udah tumbang aja, lemah!" ejeknya.
"Yaaank..." Kenzo mencoba bangun, tapi ditahan Alma, dan akhirnya dia hanya bisa meluk perut istrinya itu. "kamu beneran pulang?"
"kenapa? gak suka aku pulang?"
Kenzo menggeleng kuat "Jangan pernah pergi ninggalin aku lagi yank, aku gak kuat!" ucap nya tegas.
"tergantung kamu!" kata Alma santai.
"Aku minta maaf, maaf udah nyakitin kamu terus. aku kapok yank!"
"Yakin kapok!" sindir Alma.
__ADS_1
"Iya yank, gak ngulangin lagi" Kenzo natap mata Alma, pandangannya memelas, matanya masih berkaca-kaca.
Alma menghela nafas pelan, diusapnya pipi sang suami. "kamu kenapa bisa sakit?" tanyanya lembut.
Suara itu begitu merdu di telinga Kenzo, rasanya udah lama banget gak denger suara istrinya itu.
"gimana aku gak sakit kalau kamu ninggalin aku, lebih lama lagi kamu pergi pasti aku bakalan mati" ucap Kenzo sambil mengerucutkan bibirnya.
"Lebay!" Alma nabok bibir Kenzo pelan. "Makan ya aku suapin"
Alma mengambilkan bubur yang udah siap di meja samping ranjang. Kenzo ngangguk. Penuh perhatian Alma nyuapin Kenzo, mereka hanya diam tak bersuara, Kenzo tak pernah lepas memandang Alma.
"Kamu udah maafin aku kan?" tanya Kenzo lembut setelah suapin terakhir habis. diciumnya tangan Alma lembut.
"Enak aja! setelah kamu sembuh kita lanjut lagi marahannya!" omel Alma.
"kalau gitu biarin lah aku sakit"
"Mulutmu emang perlu disumpal deh kayaknya. sembarangan kalau ngomong!"
"Aku gak mau marahan lagi sama kamu" cicit Kenzo sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tuh bibir kenapa digituin? minta dicium?"
Kenzo langsung berbinar "mau banget yank" rengek Kenzo manja.
"Jangan harap!" ketus Alma.
Kenzo makin menekuk bibirnya, antara pengen marah, tapi juga pengen manja. "kamu tau gak aku sakit apa?"
"Kata Rayhan kamu darah rendah, kecapekan, makan gak teratur. untung tadi langsung diinfus satu kantong, jadi gak terlalu parah, tinggal minum obat sama makan yang banyak"
"Sotoy tuh Rayhan!" kesal Kenzo.
"kamu tuh, udah ditolongin gak bilang makasih malah gitu"
"La emang dia salah!"
"terus menurut kamu sakit apa?"
"Sakit malarindu tropi kangen, di sini tuh nyeri banget rasanya yaank" ucap Kenzo sambil bawa tangan Alma ke dadanya "Dan yang bisa nyembuhin cuma kamu doang"
"Gombalan kamu receh!" protes Alma sambil menepis tangan Kenzo tapi sambil senyum.
Kenzo ikutan senyum saat Alma udah mulai senyum lagi "Yank, aku mau jujur sama kamu" ucap Kenzo sambil genggam tangan Alma.
"Stop! buat saat ini aku pengen fokus ngerawat kamu dulu yank, gak mau ngobrol atau mikirin yang lain" ucap Alma sambil nangkup kedua pipi Kenzo.
Kedua mata mereka saling bertemu, Kenzo meluk pinggang Alma "Aku sayank banget sama kamu"
"Sayank tapi nyakitin, nyuekin!" sindir Alma.
Kenzo terkekeh sama sindiran istrinya itu "Maaf"
Alma mengalungkan tangannya di leher Kenzo "Aku paling gak bisa kamu gituin" ucapnya lembut.
"iya aku salah" ucap Kenzo lembut "boleh cium?"
Alma senyum, dia lebih dulu nyium bibir Kenzo, hanya sekilas "gak boleh lama-lama, bahaya, kamu kan masih sakit"
"Yaelah yank, pelit!" rajuk Kenzo.
"Tidur yuk!" Alma narik Kenzo biar berbaring.
"peluk" manja Kenzo, tiap sakit manjanya pasti nambah.
"Sini" Alma mendekatkan diri ke tubuh kekar Kenzo "Bayi besarku" ucap Alma sambil ngusap rambut Kenzo.
Kenzo hanya senyum, dia terus menempelkan kepalanya di gunung kembar Alma, tempat ternyamannya.
Aku gak bakal lepasin kamu yank! gak akan! Alma
__ADS_1
Aku gak akan sanggup tanpa kamu yank! jangan pernah berencana pergi lagi! Kenzo
***