
SK81
"kita coba lagi ya yank" ucap Kenzo dengan suara seraknya.
Alma tersenyum manis, dan kemudian mengangguk. Entah kenapa malam ini Kenzo sangat emosi, ucapan Rayhan bener-bener membawa efek yang luar biasa, dia gak mau kehilangan Almanya, mengingat itu nafsu Kenzo juga mendadak muncul, bahkan berkali lipat dari biasanya. Dia amat sangat menginginkan Alma.
Kenzo menjelajah seluruh wajah Alma, puas dengan wajah Alma, kenzo turun ke bawah, menciumi apapun yang dia temui. Tangannya juga menjalankan tugasnya dengan baik, Alma hanya tinggal menikmati segala sentuhan memabukkan yang diberi Kenzo. Alma ngerasa Kenzo berbeda, tapi sentuhannya sangat lembut.
Kenzo melucuti seluruh pakaiannya dan juga Alma. dia selalu natap wajah cantik istrinya, meminta kekuatan, Alma walaupun dengan kondisi kacau selalu tersenyum ke Kenzo.
"Yaaank...aakkhhh" panggil Alma parau. Dia menutup mulutnya, menggigit bibirnya, rasanya sangat malu.
Kenzo tersenyum, "keluarin yank, jangan ditahan, aku suka suara kamu"
"malu..."
Kenzo menggeleng "lepasin sesuka kamu" perintah Kenzo, ini pertama kalinya Kenzo menyentuhnya sejauh ini.
Hampir seluruh bagian tubuh Alma sudah dimanjakan Kenzo, Alma sendiri sudah beberapa kali pelepasan. Saat ingin menyentuh bagian bawah Alma, Kenzo sempet berenti dan diam.
"Lakuin yank... aku sayank sama kamu" bisik Alma manja. Kenzo tersenyum. diciumnya bibir Alma lagi, mencari kekuatan.
Perlahan Kenzo mengarahkan 'miliknya' ke tempat Alma. Beberapa kali usahanya gagal, Alma sudah mengeryit. Kenzo natap Alma, juga sesekali meraba bagian Alma.
'gak mungkin....' batin Kenzo kaget.
Setelah sedikit menghentak keras Akhirnya 'milik' Kenzo masuk ke tempat Alma. istrinya itu menjerit sangat keras, airmatanya muncul, tangannya terus mencakar punggung Kenzo. Ada rembesan darah yang dirasakan Kenzo.
Kenzo melihat kebawa, kearah cairan berwarna merah. Dia natap mata Alma, mendiamkan miliknya, Kenzo tiba-tiba menangis.
"Yank..." panggil Alma, dia bingung ada apa dengan suaminya, setelah dia berhasil sejauh ini "kamu gak papa? kalau belum bisa jangan dipaksa." ucapnya ragu, karena masih sambil menahan sakit.
Kenzo menggeleng dan tersenyum "kamu miliku yank, cuma miliku" bisik Kenzo. "Sakit?"
Alma tersenyum malu, dan mengangguk, diciumnya lagi bibir sang istri menyalurkan kekuatan "tahan yank, sebentar lagi aku bakal muasin kamu" Alma makin malu denger omongan Kenzo, padahal biasanya dia yang selalu bicara kepuasan.
Perlahan tapi pasti Kenzo mulai menjalankan aksinya, membalaskan segala hal yang selama ini dia tahan, lenguhan Alma seakan sebuah mantra baginya. Benar prediksi Alma, Kenzo sangat kuat, dan dia bahagia Kenzo bisa sampai sini. Sampai akhirnya mereka meraih puncak bersama-sama, dengan erangan yang terdengar begitu indah.
Kenzo menggulingkan badannya ke samping Alma, diliriknya sprei yang ada noda darahnya. Kenzo tersenyum sangat lebar. dilihatnya Alma yang masih diam menahan malu. Kenzo menangkup kedua pipinya.
"Gimana? puas?" goda Kenzo.
"Ih... kamu, godain aku terus deh, maluuu" ucap Alma sambil nyembunyiin wajahnya di dada bidang Kenzo.
"makasih yank... makasih banyak"
"kamu hebat yank" cicit Alma dengan rasa malunya.
Kenzo mengangkat wajah istrinya itu "kamu menjaganya dengan baik yank, makasih"
Alma mencibir "iyalah, mahkotaku cuma buat suamiku doang, kamu!" ucapnya sambil nyubit hidung Kenzo.
Kenzo kembali nangis, kali ini dia terus menciumi kening sang istri. "maaf" gumamnya.
"kenapa?" tanya Alma yang bingung.
Kenzo menggeleng "Aku bahagia banget yank, love you!"
"love you too yankku" Alma kembali menenggelamkan kepalanya di dada Kenzo. nyaman.
Sampai beberapa lama keduanya masih saling diam, menikmati kenyaman juga menikmati hasil kerja keras mereka selama ini. Malam pertama yang tertunda sangat lama.
"Yank"
"Heem" jawab Alma yang udah mulai ngantuk.
__ADS_1
"boleh lagi ya?" pintanya dengan nada manja yang menggemaskan.
"hah?!"
"boleh kan?" tanya Kenzo dengan tangan terus bergerak kesana kemari.
"Sepuasmu yank, aku milikmu, lakukan apa yang pengen kamu lakukan" ucap Alma dengan senyumnya.
Sebenernya dia sangat cape, apalagi bagian intinya masih terasa sakit, tapi mana mungkin dia melarang Kenzo, apalagi itu tandanya Kenzo sudah bisa mengalahkan traumanya dia. Kenzonya Alma sudah kembali.
Tanpa menunggu lama Kenzo mengulangi olahraganya yang sangat menyenangkan. Dia terus memanjakan istrinya, menyentuh setiap jengkal tubuh Alma, memuaskan hasrat mereka berdua, menikmati surga dunia dengan orang tersayank.
Nikmat mana lagi yang kau dustakan...
Entah berapa kali Kenzo mengerjai Alma, bahkan Kenzo sengaja beralasan sekalian nunggu subuh. tepat sebelum adzan subuh, Kenzo menggendong Alma, menuntunnya melakukan mandi besar, setelahnya mereka sholat subuh berdua.
Kenzo sengaja berlama-lama menghadap sang ilahi, mengucap syukur berkali-kali. setelah dirasa cukup, dia menoleh ke belakang, berharap dapat sambutan seperti biasanya dari sang istri. tapi dia malah mendapatkan tontonan mencengangkan. Kenzo tersenyum. Alma sudah tidur dengan pose seperti sujud.
"Maaf sayank, bikin kamu kelelahan"
Kenzo menggendong Alma ke ranjang, mencoba melepas mukena yang masih menempel. setelahnya dia ikut bergabung dengan sang istri, memeluk sang istri posesif, menjemput mimpi indah.
***
"Yank..." panggil Alma sambil meraba ranjang sampingnya yang kosong.
dengan menahan rasa sakit yang luar biasa, Alma mulai bangun. intinya seakan berkedut, ada rasa perih yang luar biasa. Tapi dia terus berontak, menahannya sambil terus mencari serta memanggil suaminya.
kosong. Kenzo gak ada di setiap sudut rumahnya, dan Alma mulai punya pikiran-pikiran negatif.
"Apa ke kantor? gak, dia bilang seharian mau nemenin aku."
"Apa dia semalem belum puas, mangkannya dia sekarang pergi"
Tak berapa lama terdengar suara mobil datang, benar saja itu adalah Kenzonya. Dia melangkah lebar mendekati Alma yang lagi duduk santai di sofa, sambil terus menyunggingkan senyum. ditangannya membawa sekresek makanan.
Setelah meletakkan makanan itu, Kenzo tiduran di paha Alma, diciumnya beberapa kali perut Alma. diusapnya kepala sang suami.
"kamu darimana?"
"Ada urusan bentar" jawab Kenzo sambil terus nyium perut Alma.
"kirain semalem kurang puas, terus nyari cewek lain. aku dicampakin!"
"Sembarangan!"
Alma cekikikan "kamu kenapa cium-cium perut aku sih? geli!"
"sapa tau di dalam sini lagi terjadi sesuatu yang bikin kamu mlendung. aku menyemangati yank" ucap Kenzo asal, Alma ketawa. "Kamu tau yank, aku dulu sempet mikir kalau kamu gak pengen punya anak"
"Mana ada kayak gitu, semua orang mendambakan punya keturunan, terlebih wanita, punya momongan itu adalah anugerah terbesar" jelas Alma, Kenzo senyum.
Kenzo langsung duduk, "itu kamu masih sakit?"
"iya" jawab Alma singkat "kamu sendiri gimana? udah sembuh dong, udah bebas dari trauma kamu"
"gak tau, masih harus dipastiin lagi" jawab Kenzo sambil bergelayut manja ke Alma.
"Mastiin? maksutnya nemuin Ayu?"
"ngapain nemuin Ayu, mastiinnya harus sama kamu, ngulangin yang kayak semalem" ucap Kenzo sambil mesam mesem.
"kamu nih, orang semalem aja udah berkali-kali, masak masih ragu? udah pasti sembuh. modus kamu aja tuh!" omel Alma sambil mukul tangan Kenzo.
Kenzo hanya ketawa "Makasih ya yank, kamu luar biasaaa., bisa nyembuhin aku"
__ADS_1
"hahaha... apaan, orang itu karena usaha kamu sendiri. berhari-hari aku bantuin kamu belum ada hasil, eh semalem unyuk-unyuk kamu langsung gol."
Kenzo tergelak dengan bahasa Alma, diciumnya pipi sang istri. "berkat kamu yank, kerja keras kamu"
"kita berdua deh, lagian kamu kenapa semalem tiba-tiba langsung bisa gitu?"
Kenzo terlihat menerawang "semalem tuh aku kepikiran sama omongan Rayhan, takut kilangan kamu lagi, dan langsung semangat aja. terus saat kita ngelakuin itu dan aku mulai ngerasa ragu lagi, yang ada dibayangan aku kamu bakal ninggalin aku kalau aku terus-terusan nyerah. yawes langsung tak gas aja, apalagi saat tahu kalau kamu masih perawaan,beban dan traumaku berasa keangkat semua, bebas " jelas Kenzo.
Alma agak heran dengan ucapan Kenzo tentang dia yang masih perawaan, tapi dia mencoba melupakan "berarti kamu harus terima kasih dong sama Rayhan!"
Kenzo memalingkan wajahnya, malas banget pikirnya. direngkuhnya tubuh sang istri. dia hanya ingin bermanja-manja sama Alma. dia sendiri sebenernya juga bingung, jujur semalem masih ada keraguan, dan kepalanya mendadak pusing, tapi saat tahu kondisi Alma, dia langsung tersengat listrik lagi.
"jadinya pengen bulan madu kemana?"
"malas ah bahas itu, orang kamunya masih sibuk" Alma manyun.
Dicubitnya kedua pipi Alma gemas, "kamu coba ngerayu Gio donk yank, biar ngehandel kerjaan aku sementara"
"lah... kenapa jadi aku yang kamu umpanin?"
"kalau aku yang minta dia banyak alasan, kalau sama kamu dia banyak nurutnya"
"kalau gak berhasil?"
"ya ditunda dulu, sesuai jadwal awal"
Alma mikir sebentar "oke, nanti tak coba nego sama Gio, kayaknya aku tau apa kelemahannya" ucap Alma sambil ketawa.
"Apaan?"
"Rahasia ih, kamu tau beres pokoknya!"
"oke, manut wes aku yank" ucap Kenzo sambil terus meluk Alma.
"kamu kapan senggang, kita ke Surabaya nginep dirumah kamu, sekalian ngomong sama Gio"
"coba nanti tak liat agendaku dulu"
"dih gaya, berasa sibuk bener"
"iya donk!" ucap Kenzo sambil ketawa, kepalanya nyari tempat ternyaman, dua gunung empuk, betah banget Kenzo disana.
Selesai ngobrol, bercanda dan makan Alma milih ke kamar mau ambil ponselnya, sedangkan Kenzo lagi sibuk di dapur bikinin Alma jus mangga.
"tumben nih anak telphon sebanyak ini. penting kali ya, telphon balik lah" gumam Alma saat ngeliat ponselnya.
Daritadi ponsel Alma emang ke silent, lupa ngatur ulang. dia ngeliat ada 7 panggilan tak terjawab.
"Assalamualaikum! maaf gak tau kamu telphon. ada apa?"
"(----)"
"Apa?! kamu serius kan? beneran Kenzo?!" tanya Alma dengan heboh.
"( --- )"
"Oke aku tanyain dulu, nanti tak kabari" ucap Alma sambil nutup telphon, bertepatan dengan Kenzo yang buka pintu dengan dua gelas jus semangka.
"Sudah siap nyonya, monggo di minum" ucap Kenzo sambil ngasih satu gelas ke Alma.
Tapi Alma malah naruh gelasnya di meja. Kenzo mengernyit. "kenapa?"
"kamu mau nyembunyiin apa lagi dari aku?!" tanya Alma dengan suara kesal.
***
__ADS_1