Sahabatkah?

Sahabatkah?
#24


__ADS_3

#24


Setelah kejadian itu Alma bener-bener ngehindarin Kenzo, saat gak sengaja ketemu Kenzo dikampus dia cepet-cepet pergi. Saat diajak nongkrong sama temennya dan Kenzo ikut gabung dia milih nolak. Kenzo berkali-kali ngechat dan nelphon, tapi selalu diabaiin sama Alma. dia berusaha membentengi hatinya.


Dia sekarang fokus sama skripsi, saat dia jenuh, Rara jadi pilihan utama yang bisa diajaknya jalan. Meskipun cuma berdua mereka masih sering travelling, area Malang sini aja.


"Al, lo udah lama gak komunikasi sama Kenzo?" tanya Rara saat mereka lagi santai di cafe.


"terakhir ya waktu makrab itu, gue udah cerita ke elo kan yang gue diajak ke kontrakan"


"Mereka lagi pada ke jogja"


"siapa aja?"


"Kenzo, Gio, Kinan sama Nayla" kata Rara "tapi mereka bawa motor"


"Mereka ngajak elo?" tanya Alma penasaran, dia mulai buka sosmed.


"Enggak, gue kan juga setelah makrab ngehindarin mereka. beberapa kali mereka ngajakin nongkrong gue tolak"


"lo nolak ikut karena gue? santai aja Ra, kalau lo pengen jalan sama mereka ya gak masalah"


"pede banget lu." ucap Rara sewot "gue ngerasa setelah KKN kayak ada yang berubah aja sama mereka, entah cuma perasaan gue atau gimana. lagian gue mau fokus skripsweet lah, hemat waktu, hemat energi, sama hemat uang"


"tumben bener" kata Alma sambil ketawa.


"sial*n lo!" umpat Rara "lo gak pengen nyari cowok baru gitu Al"


"hadeee... yang terakhir kemaren aja masih susah diilangin, tobat gue, langsung nikah ajalah ntar"


"yakin?" goda Rara.


"gak yakin sih" kata Alma sambil ketawa.


"Bima gimana? masih deketin lo?"


Alma menggeleng, "Enggak, sejak makrab itu dia juga gak chat gue lagi."


"serius? apa gara-gara dia berantem sama Kenzo itu ya?" Rara mikir


"siapa yang berantem?"


"Kenzo sama Bima. gue juga gak tau sih, cuma denger dari gosipnya anak-anak. katanya pas makrab itu Kenzo sama Bima cek cok, tapi juga gak ada yang tau mereka ngebahas apa. yang jelas mereka berdua sampek mau baku hantam, tapi dipisahin sama Arya,Reno, Gio."


"kog lo baru bilang?"


"lupa gue, lagian gue juga taunya seminggu setelah makrab"


"hmmmmh... pura-pura gak tau ajalah gue" kata Alma akhirnya.


***


Bulan berganti bulan, Alma, Rara dan Kinan udah sama-sama nyelesaiin skripsinya. seminggu lagi mereka bakal wisuda. Kenzo dan Gio masih mandek skripsinya, entah lagi sibuk apa mereka berdua, jarang nongol di kampus. Nayla udah punya pacar baru, dia juga keliatan sibuk sama pacarnya. Persahabatan Mereka berenam kini seperti bubar.


Hari ini Alma lagi santai dirumah, urusan dikampus udah Selesai, tinggal wisuda aja beberapa hari lagi.


Triing...


--KARIN--


#Kak, bisa minta tolong?


*kenapa Rin?


# Bisa jengukin kak Ken di kontrakan?


*hah?


#Dia lagi sakit, sendirian di kontrakan. Kak Gio lagi keluar kota. Aku lagi ujian ini. Bisa ya kak, please... dari semalem belum makan dia.


"ya ampun tuh anak ngrepotin aja" gumam Alma.


*otw


Secepat kilat Alma siap-siap, dia bawa bekal biar bisa dimakan Kenzo, dan langsumg berangkat. udah lama banget dia gak ketemu sama Kenzo, ada kalau 4bulanan.


Beberapa menit kemudian Alma sampai di kontrakan. seperti biasa suasana sepi. Alma ngetok pintu, gak ada jawaban, terpaksa dia nelphon Kenzo.


--KENZO--


"hallo"


"Bukain pintunya, gue di depan jamuran ini" kata Alma, setelah itu dia langsung nutup telphonnya.


Ceklek...


Kenzo buka pintu kontrakan, dia agak kaget ngeliat Alma, pasalnya selama ini Alma selalu ngehindarin dia, tapi sekarang malah berdiri di depan kontrakannya.


"boleh masuk gak nih?" tanya Alma mecah keheningan.


Kenzo senyum "masuk Al"


Alma duduk di sofa ruang tamu seperti biasanya, Kenzo duduk disebelahnya, agak canggung. tiba-tiba tangan Alma nyentuh Kening Kenzo. panas.


"udah periksa?"


"enggak, dibuat istirahat juga sembuh" kata Kenzo sambil sandaran. "ini juga udah mendingan"


"udah makan?" tanya Alma sambil ngebuka bekal yang dia bawa tadi.

__ADS_1


Kenzo menggeleng "siapa yang ngirim kamu kesini?"


"Karin. dia bilang kamu lagi sakit sendirian di kontrakan"


"Dasar tuh anak" gumam Kenzo.


"makan gih" Alma nyodorin kotak bekalnya.


"gak usah nanti aja" Kenzo masih betah sandaran.


"makan... aku suapin ya" Alma nyodorin sendok di depan mulut Kenzo, terpaksa dia mangap juga.


"maafin kalau rasanya aneh, masih belajar"


"masakan kamu?"


"iya" keduanya kembali diam, hanya bunyi sendok yang terdengar.


Makanannya pun ludes tanpa sisa, Kenzo pamit mau mandi bentar, dia ngerasa badannya udah mendingan jadi dia mutusin mandi. Alma masih duduk di sofa sambil mainin ponsel. Tak lama Kenzo ikut gabung sama Alma.


"Makasih udah repot-repot kesini"


"emang kerjaan lo ngrepotin mulu" kata Alma santai, Kenzo senyum.


"Sabtu ini wisuda?" tanya Kenzo.


"Iya"


"Selamat ya"


"kan belum, ntar dong ucapinnya pas hari H"


Kenzo senyum "emang boleh dateng?"


"boleh lah"


"mau hadiah apa?"


Gantian Alma yang senyum "apaan sih pake hadiah segala, udah dateng aja"


"insyaAllah" kata Kenzo "Udah punya foto siluet?"


Alma ngeliat Kenzo, dulu waktu masih pacaran Alma minta Kenzo buat bikinin foto siluet dia, tapi sampai sekarang belum keturutan.


"Belum"


"Nanti aku bikinin" kata Kenzo sambil natap Alma.


"gak usah janji, berat tauk nepatinnya"


"makin pinter aja" kata Kenzo sambil ngacak rambut Alma.


"gak ada yang nyemangatin sih"


"cari pasanganlah biar ada yang nyemangatin" kata Alma datar.


"di dalam sini masih penuh sama kamu" kata Kenzo sambil nunjuk dadanya.


"hadeee.. mulai deh" Kenzo ketawa.


"Harusnya kita bisa wisuda bareng" kata Alma akhirnya. "ayo dong semangat skripsinya, tinggal dikit lagi kan"


Kenzo natap Alma, dia menghela nafas tanpa aba-aba dia langsung narik Alma dalam pelukannya.


"Ken..." panggil Alma pelan, dia nyoba ngelepas pelukanya.


"bentar aja Al" kata Kenzo sambil ngeratin pelukannya. Alma pasrah.


"kamu kenapa ngehindar sih? aku kangen sama kamu dek" bisik Kenzo, Alma ngerasa ada cairan di pundaknya.


Kenzo nangis.


kaget juga sih, tapi akhirnya Alma membalas pelukan Kenzo, dia usap punggung cowok itu.


'aku bener-bener gak paham sama kamu Ken, egois!' batin Alma


Mereka berdua diam, Kenzo ngelepas pelukannya, ditatapnya mata Alma lekat. diusapnya pipi Alma lembut.


"Mantai yuk!" ajak Kenzo


"hah?"


"daridulu kamu pengen mantai berdua kan?" tanya Kenzo lembut, sambil nyelipin rambut Alma ke belakang telinga.


"boleh. nunggu kamu sembuh ya"


"aku udah sembuh dek, Karin aja lebay" kata Kenzo sandaran di sofa sambil mainin tangan Alma.


"dia perhatian sama kamu tauk, gak boleh gitu lah"


"terus aja kalian kompak nyerang aku gini" sewot Kenzo.


Alma senyum, " yaudah kapan mantainya?"


"Besok ya" manja Kenzo


"Beneran nih cuma berdua?"


"iya sayanku!" goda Kenzo.

__ADS_1


"Ken!" bentak Alma, Kenzo ketawa.


"Becanda dek, baper aja terus"


"ngeselin" kesal Alma, tapi pipinya udah merona merah.


Setelah itu mereka ngobrol, becanda seperti dulu. kecanggungan di awal tadi mulai ilang, Kenzo dengan gaya jahilnya, dan Alma dengan gaya malu dan suka ngambeknya.


***


"Al, besok temenin gue nyalon yuk! pengen perawatan, biar pas wisuda tambah kinclong" Ajak Rara saat nelphon Alma.


"gak bisa kalau besok, lusa lah"


"terlalu mepet Al, emang mau kemana sih?"


"Gue mau mantai" jawab Alma enteng.


"gitu ya elo, mantai gak ajak-ajak" sewot Rara.


Alma ketawa, "gue mau mantai sama Kenzo."


"what? Kenzo? serius?" Rara terlihat antusias. "kapan ngajaknya?"


"iya tadi dia ngajak, dia lagi gak enak badan, terus Karin minta gue ngeliat dia. yaudah gue kesana. terus dia ngajakin gue mantai. lo mau ikut?"


"ogah gue jadi obat nyamuk. balikan kalian?"


"enggak, dia cuma nepatin janji aja. dulu aku minta mantai berdua sama dia, tapi baru besok keturutannya"


"owh... kalian udah baikan?"


"kita kan gak musuhan Ra, ya emang sih gue ngehindar. tapi kalau dipikir yaudah lah, toh juga bentar lagi wisuda, kesempatan ketemu juga gak sebanyak dulu kan. ya nikmatin aja sisa waktu sekarang ini" kata Alma jelasin.


"lo masih sayank sama dia?"


"gak tau Ra, bingung gue. Kenzo sendiri juga sikapnya kayak yang masih manja-manja gitu ke gue. Mangkannya siapa tau besok kita bisa ngobrol-ngobrol"


"iya deh Al, kalau emang kalian jodoh pasti juga nanti bakal balik. kalau emang gak jodoh bisa temenan kayak dulu lagi kan"


"iya Ra!"


"jangan lupa pake sunblock. mau wisuda kulit lo ntar item lagi"


"biarin lah, bodoh amat. eksotis lebih menggoda"


"gaya lo, awas aja kalau ntar mewek-mewek lagi"


Alma ketawa "yaudah deh, gue mau tidur dulu"


"oke"


Setelah matiin telphon dari Rara, Alma ngelamun. dia ngerasa seneng saat tadi bisa ngobrol, becanda sama Kenzo, saat tau Kenzo nangis dia juga ngerasa sakit. Kenzo seperti nyembunyiin sesuatu gitu.


"kalau di novel yang gue baca, biasanya kalau cowok tuh sengaja putusin pacar padahal masih sayank berarti...." gumam Alma sendiri.


Tapi seketika itu matanya melotot "gak mungkin! enggak!" kata Alma lagi sambil geleng-geleng.


Alma ngambil ponselnya lagi, dia cari nama Kenzo, dan dia mulai chat.


--KENZO--


*Ken...


langsung dibalas sama Kenzo, kebetulan lagi online.


#iya dek...


*udah sembuh?


#udah, besok pagi aku jemput


*kalau masih sakit gak usah maksa Ken, ntar kamu ambruk di jalan repot akunya 😱


#jelek banget doanya.


#udah sembuh, tenang aja


*udah makan?


#udah sayank, 🤗


*Ck... lagi apa?


#mikirin kamu😋


*serah deh, buruan tidur.


#siap nyonya


#mimpiin aku ya sayank 😘


*🙄😴


Alma senyum-senyum sendiri setelah baca chat dari Kenzo, dia mulai nyalain murotal yang dulu pernah dikirimin Kenzo. damai rasanya.


***


__ADS_1


__ADS_2