Sahabatkah?

Sahabatkah?
#35


__ADS_3

#35


Alma dan Bebi jalan beriringan keluar kamar, Malam ini acara bebas, semua peserta bebas pengen jalan-jalan kemana. Dan seperti rencana awal, Alma nemenin Bebi buat ketemuan sama temennya.


"Pada mau kemana?" tanya Kenzo saat mereka bertemu di Lobi.


Dia emang sengaja duduk di lobi depan. Karena dia juga akan bantu mantau orang rumah sakit yang mau jalan keluar, sekedar bertanya tujuannya, siapa tau dia bisa bantu.


"Mau ke Legian Ken" jawab Bebi sambil senyum cerah.


"Legian?" Kenzo menaikan satu alisnya. "Ngapain?"


"Mau ketemu sama temen, kebetulan dia kerja di Bali." jelas Bebi, Kenzo ngangguk.


"Berdua aja?" Tanya Kenzo lagi.


"kalau sama kamu jadinya bertiga" jawab Bebi ngasal yang dapat hadiah sikutan dari Alma, bahkan Alma sampai melotot saking kagetnya.


Kenzo malah senyum tipis "ngajak nih ceritanya?"


"enggak, udah kamu jaga disini aja. yuk Beb keburu tambah malem" kata Alma sambil narik tangan Bebi.


"Aku ikut" kata Kenzo akhirnya.


Alma langsung berhenti mematung, "mau ngapain sih ngintilin kita?"


"pede, aku juga pengen kesana, ngerefresh otak" kata Kenzo. Alma mencibir, Bebi cuma bisa nahan senyum ngeliat keduanya.


"serah deh!" kata Alma jutek sambil berlalu duluan. Kenzo cuma bisa geleng-geleng ngeliat sikap mantannya itu yang kadang baik, kadang juga jutek.


Akhirnya mereka bertiga pesen taxi online menuju Legian, sepanjang perjalanan Bebi dan Alma gosip tentang temen-temennya selama liburan. ada yang konyol, ada yang aneh, ada juga yang suka pamer di sosmed.


Kenzo masih setia mendengarkan, tapi dia lebih banyak diam, cuma sesekali menjawab kalau ditanya.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di deket Lagian. Dan mereka milih jalan kaki sampai ke monumen bom Bali, karena Bebi janjian disitu sama temannya.


"Beberapa tahun gak kesini, kayaknya gak ada yang berubah ya" kata Alma sambil ngeliat sekitar.


"kalian dulu emang sering gitu kesini?" tanya Bebi sambil masih ngutek ponselnya.


Alma senyum tipis "dulu kalau sama anak-anak, tiap ke Bali pasti tujuan pertama kesini. padahal gak ngapa-ngapain, cuma lewat doang" kata Alma sambil nginget masalalu.


"udah kayak wajib aja" kata Kenzo nimpali.


"kenapa gitu?" tanya Bebi sambil ngeliat Alma dan Kenzo gantian.


Keduanya garuk tengkuknya, bingung.


"gak tau juga, cuma kebiasaan aja mungkin" jawab Alma.


"mungkin tempat ini alasan dulu kita bisa deket" jawab Kenzo.


"masak sih?" kini Alma yang tanya, dia sendiri seperti gak yakin.


"iyalah, inget gak? dulu waktu KKL kita malem-malem kesini, itu kan pertama kalinya kita keluar bareng-bareng"


"iya-iya." Alma semangat "naik Alphard biru" kata Alma sambil ketawa. Kenzo ikut senyum tipis.


"seriusan kesini naik Alphard? baru tau kalau ada Alphard yang warna biru. langka lo" kata Bebi sambil mikir.


"Alphard biru, alias angkutan" jelas Alma sambil ketawa mengingat armada yang mereka gunakan waktu itu.

__ADS_1


"hasyeeem... kirain beneran!" cibir Bebi.


"Kalian sering travelling bareng ya?" tanya Bebi lagi.


"Eemmm... lumayan sering, tapi kita ini anak pantai. jadi kebanyakan travelling ke pantai" jelas Kenzo.


"gak pernah nyobain ke gunung?"


"enggak!" kata Kenzo datar.


"eh pernah tauk, ke kawah ijen. gak inget? yang gebetan kamu dulu juga ikutan"


"iya, tapi jangan dibahas yang itunya dong, itu momen buruk" kata Kenzo sambil senyum tipis.


Alma ketawa, "gegara itu kamu nempel terus ke aku, takut digangguin. dasar cowok pengecut!"


"gak pengecut ya Al, aku cuma gak mau ribet aja"


"heleh alasan!" seloroh Alma, bikin Bebi nahan senyum, Kenzo malah manyun.


Setelah beberapa menit nunggu, temen Bebi datang juga. cowok, namanya Viki. Mereka milih salah satu cafe yang lumayan sepi, biar bisa ngobrol santai katanya.


"masnya berapa lama tinggal di Bali?" tanya Kenzo saat mereka udah duduk di dalam cafe sambil nikmatin minuman juga live music.


"emmm... udah 5tahunan mas" jawab Viki mengingat-ngingat.


"kerja di apa mas?"


"di hotel X"


"yang di Ubud itu kah mas?" tanya Kenzo serius. Viki ngangguk sambil senyum tipis.


"Aku pengen tuh mas ngajuin proposal kerjasama disana, kalau ada yang kenal gini makin mantep nih" kata Kenzo semangat.


"wah rejeki ini namanya" akhirnya mereka berdua ngobrol seru seputar pekerjaan, kadang Bebi juga ikutan nimbrung.


Alma yang emang lagi males dengerin obrolan mereka berasa bosan. Apalagi kadang Kenzo ngomong yang berasa nyindir Alma, padahal Kenzo cuma asal aja bicara tapi Almanya aja yang sensitiv. Sampai tanpa sadar Alma nenggak minuman yang dipesan Bebi sampai habis.


"week... ih... minuman apaan sih ni Beb, aneh banget rasanya" protes Alma disela-sela obrolan mereka.


"Ya ampun Alma, sembarangan aja minum punya gue" omel Bebi dengan nada tinggi.


"yaelah pelit banget. gue ganti pesen lagi sono" kata Alma sedikit sewot.


"bukan masalah itunya dodol! gue aja daritadi mau minum maju mundur elo malah langsung sikat, mana di abisin lagi" kata Bebi sambil megang gelasnya.


Viki cuma ketawa, "lagian elo Beb, gaya banget nyobain gituan"


"penasaran aja gue!" kata Bebi sambil ngelirik judes ke Alma "Resiko lo tanggung sendiri, gue gak ikutan"


"iya-iya bawel!" Alma manyun, malu.


'Ck... dasar Bebi, masalah minuman aja bisa sampe semarah itu' gerutu Alma dalam hati.


Kenzo daritadi cuma ngeliat perdebatan dua orang itu, dia cuma bisa geleng-geleng Sambil masih ngutek ponselnya.


"Beb, lo ajak temen lo balik hotel aja deh. berabe kalau diterusin. gue anter" kata Viki sambil ngabisin minumannya.


Bebi ngelirik Alma yang udah senderan di bahu Kenzo, hampir satu jam Alma terus ngomong ngelantur, dan sepertinya dia lelah sendiri dan senderan di Kenzo yang emang jaraknya paling deket.


"ngrepotin aja nih anak!" gumam Kenzo sambil bantu Alma berdiri.

__ADS_1


Bebi dan Viki duduk di bangku depan, sedangkan Alma di pegangi Kenzo di belakang. kadang dia ketawa ngeliat sikap Alma, tapi kadang juga kesel kalau cewek itu udah mulai ngumpat gak jelas.


Beberapa menit kemudian mereka nyampek lobi hotel, suasana udah sepi karena emang ini udah tengah malem. Bebi dan Kenzo bantu Alma jalan sampai kamarnya setelah Viki pergi.


"Beb, soal malam ini mending dirahasiain aja ya, terutama tentang nih anak" kata Kenzo berbisik saat mereka mau nyampe kamar Bebi dan Alma.


"iya, aku juga ogah dapat masalah"


"yaudah kalian masuk, jangan lupa kunci aja pintunya, takut nih anak berulah" kata Kenzo saat udah di depan kamar.


Bebi buka pintu dengan kartu yang dia punya, setelah mastiin Alma dan Bebi masuk kamar, barulah Kenzo pergi ke kamarnya. Masih satu lantai hanya beda beberapa nomer.


Kenzo ngerasa badannya remuk dan sedikit meriang, seharian ini dia sangat capek, ditambah harus ngurusin Alma tadi. Dia rebahan di ranjang setelah minum obat. Untungnya dia milih sekamar sendirian, jadi bisa bebas.


tok.. tok.. tok...


"Ampun deh, siapa sih malam-malam gini? kurang kerjaan apa!" gerutu Kenzo.


Awalnya dia biarin, dia pikir cuma orang iseng, tapi makin lama gedorannya makin keras sambil manggil nama Kenzo, secepat kilat dia langsung buka pintu, takut ada yang penting.


"Alma!" kata Kenzo kaget setelah buka pintu. "ngapain lagi?"


"gue masih belum puas ngeluarin unek-unek gue!" kata Alma keras. karena takut nanti ada yang liat akhirnya Kenzo narik Alma masuk kamarnya.


"Apalagi sih? daritadi kamu udah ngoceh banyak banget!" kata Kenzo malas, dia bener-bener ngerasa badannya gak enak.


Tiba-tiba Alma nangis, Kenzo kaget. "kamu tuh jahat Ken, jahat!" Alma mukul dada Kenzo pelan, sambil terus nangis.


Kenzo sendiri jadi salah tingkah, dia bingung harus apa. "iya aku emang jahat"


"kamu tuh daridulu cuma mainin perasaan aku. kenapa kamu harus muncul lagi sih? hah!" Alma makin kenceng nangisnya.


"udah cup, gak usah nangis." kata Kenzo sambil duduk di pinggir ranjangnya. kepalanya pusing.


"gue benci sama elo Ken!" kata Alma lagi.


"iya"


"tapi gue juga kangen sama elo!" kata Alma masih dengan tangisannya.


"iya"


Sejak dari cafe tadi Alma selalu ngoceh hal yang sama, bilang benci Kenzo, tapi juga kangen. kadang baikin Kenzo, kadang juga ngumpat.


'diapain ya nih anak biar mulutnya mingkem.' batin Kenzo sambil ngeliat Alma.


Alma terus ngoceh gak jelas, bikin kepala Kenzo makin pusing. Akhirnya Kenzo senderan di ranjang, dia pusing juga ngantuk efek minum obat tadi.


"Kenzo! siapa yang nyuruh elo tidur!" bentak Alma saat ngeliat Kenzo mulai senderan di ranjang dan mejamin mata.


"Aku pusing banget Al, kamu bebas deh mau ngomong apa. aku dengerin sambil rebahan bentar nanti kalau udah puas jangan lupa balik ke kamar kamu" kata Kenzo masih dengan mata terpejam.


Alma diam sambil terus merhatiin wajah Kenzo yang terlihat damai saat tidur. perlahan Alma duduk di ranjang sebelah Kenzo, di usapnya rambut Kenzo.


"siapa yang bisa marah kalau liat lo kayak bayi polos gini" gumam Alma dengan suara pelan.


***


"Kenzo!" teriak seseorang.


***

__ADS_1



__ADS_2