
#21
Semester ini sisa SKS yang harus Alma ambil tinggal sedikit, dia juga ngambil skripsi semester ini. Karena emang jadwal kuliah udah gak terlalu padat, Alma milih gak nge-kos, dia berangkat dari rumah. Lumayan jauh sih, tapi Alma lebih milih gitu.
Sebenernya dia sengaja, ngehindari temen-temennya yang pasti masih sering ngajak jalan kalau dia ng.kos. padahal Alma udah bertekad sedikit menjauh dari mereka. masa bodohlah gak punya sahabat. daripada punya sahabat tapi makan ati terus.
"Lo ambil skripsi semester ini juga kan Al?" Tanya Kinan sambil ngutek laptopnya.
"iya"
"dosen pembimbingnya dapat siapa?"
"Pak Bagus" jawabku singkat.
"sama kayak Kenzo dong. enak banget bisa bimbingan bareng ntar" kata Nayla yang daritadi nyender di bahu Alma.
'hadeeee... kenapa malah samaan sih pembimbingnya' rutuk Alma dalam hati.
"tuh si monyet tumben banget gak ikut nimbrung" kata Nayla sambil nunjuk Kenzo yang lagi duduk sendirian. Gio entah kemana.
"palingan juga lagi chatingan sama Sandra" kata Kinan, dan seterusnya mereka berdua ngomongin Kenzo dan Sandra, bikin Alma serasa pengen kabur, panas banget.
Siang ini Alma lagi males langsung pulang kerumah, dia mampir ke perpustakaan kota. pengen pinjem novel aja buat bacaan. Setelah cukup lama milih dan nemu 2 novel akhirnya dia nyari tempat duduk deket jendela besar, tempat favoritnya sama Kenzo dulu kalau main kesini.
Saat lagi konsen baca, dia mendengar ada yang berisik di belakangnya, reflek Alma noleh karena itu udah ganggu dia.
"si*l" gumam Alma pelan.
"tuh kan bener temen kamu, gabung duduk sana ajalah" kata Sandra yang dateng sama Kenzo. Entah kesambet apa mereka berdua bisa nyasar ke perpus juga.
"mbak temennya Ken kan? gabung boleh ya?" bisik Sandra takut ganggu yang lain.
Alma cuma ngangguk, dia ngelirik Kenzo yang masih berdiri dengan garuk-garuk kepala, salah tingkah.
"elo bisulan? duduk gih, risih gue liatnya" jutekku. Akhirnya Kenzo duduk disamping Sandra, tepat di depanku.
"Kenzo tadi minta nyari tempat lain aja, tapi aku maksa disini. eh gak taunya ketemu sama mbak" kata Sandra. Alma cuma senyum sekilas, malas.
Dulu Alma selalu ngira Kenzo sangat perhatian sama dia sampek belain main game di perpus cuma buat nemenin Alma, tapi sekarang semua terpatahkan karena Kenzo juga ngelakuin hal yang sama ke cewek lain.
Mereka berdua bener-bener gak tau malu, udah tau di perpus, malah asyik selfi, Untung dia gak minta difotoin Alma, kalau iya bisa muntap si Alma, dia muak ngeliatnya. Akhirnya dia mulai ngerapiin buku-bukunya.
"loh, mau kemana mbak?" tanya Sandra basa-basi.
"balik" jawab Alma singkat.
"udah selesai bacanya?" tanya Sandra lagi.
"Udah, mau lanjut baca dirumah aja, pusing disini" kata Alma sambil nunduk.
"Ati-ati dek baliknya" kata Kenzo akhirnya, ini kalimat pertama yang Kenzo ucapin ke Alma hari ini. biasanya dia selalu nyerocos banyak hal sama Alma, beda banget.
"hmmm..." jawab Alma malas. "duluan ya" katanya lagi dan senyum ke arah Sandra. Kenzo hanya diam tapi dia terus ngawasin Alma.
"kamu kog cuek gitu Ken ke dia, bukannya kalian sahabatan?" Alma masih denger sedikit pembicaraan Kenzo dan Sandra. tapi dia cepat berlalu pergi, gak mau denger jawaban Kenzo.
Hati Alma masih sesak, gimana bisa Kenzo ngelupain semua ceritanya dengan Alma secepat ini. Beda dengan Alma yang masih banyak harapan dengan Kenzo. tapi hari ini dia mungkin bakal nyerah.
"Selamat tinggal masa lalu" gumam Alma saat nyetie motor.
***
Seperti niatnya di awal, dia agak menjauh dari sahabatnya dulu, kini dia lebih sering kemana-mana bareng Rara, atau Bintang temen KKNnya dulu. dia juga jarang ngampus, paling seringnya ke perpustakaan pengen fokus nyelesain skripsi gak mikir yang lain.
"Al, jalan yuk!" ajak Rara "bisa pecah kepala gue ngerjain skripsi mulu, mana revisi banyak banget" keluh Rara.
"boleh deh, mau kemana?" tanya Alma sambil ngerapiin bukunya.
"Ke Batu yuk! ntar lo gak usah pulang, nginep kosan aja"
"dadakan banget, besok ajalah."
"Ck... ayolah" kata Rara sambil nyenderin kepalanya di meja.
tring...
pesan dari Karin.
#Kak Alma....
*iya Rin
#bisa ketemu gak? aku di Malang
*Bisa
#kakak dimana? aku sama kak Gio lagi di cafe deket kampusnya kakak.
*OTW
"Ra, ikut gue yuk" ajak Alma "nemuin Karin"
"Adeknya Kenzo?" tanyanya lagi, Alma ngangguk "males banget sih"
"Udah ayok!"
__ADS_1
Beberapa menit setelah itu Alma dan Rara nyampek di cafe. Mereka langsung duduk di meja Karin dan Gio.
"hay...berduaan aja nih!" kata Alma berniat ngagetin.
"kakak... Ck... berharapnya ada kak Kenzo juga?" kata Karin asal nyeplos.
"malah bersyukur gak ada dia" kata Alma sambil cipika-cipiki sama Karin. Gio dan Rara ketawa.
"kamu ke Malang kenapa dadakan sih?" tanya Alma.
"iya ngurus pendaftaran Maba kak"
"mau kuliah di Malang juga?" tanya Rara setelah pesen minum.
"iya, tapi kampus lain"
"owh... ambil jurusan apa Rin?" tanya Alma yang duduk disamping Karin.
"Psikologi!" jawab Karin " Biar bisa benerin otak kak Kenzo yang korslet" katanya Asal. Rara dan Alma ketawa, Gio cuma geleng-geleng.
"emang kakak lo kenapa?" tanya Rara mancing.
"Bikin orang naik darah mulu, kesel akunya" keluh Karin.
"Dia lagi tengkar sama Kenzo, dia kesini aja Kenzo gak tau" terang Gio sambil nyuapi Karin kentang goreng.
"kog gitu sih Rin?" tanyaku sambil liat dia.
"Egois dia tuh kak. gak pernah mau denger pendapat aku. maunya diturutin mulu" kata Karin nangis, Alma yang ada disampingnya langsung meluk. dia enggan nanya lagi.
"Sabar Rin, lagi PMS mungkin dia" kata Alma becanda.
"Ck... bisa dituker aja gak sih, kak Alma aja yang jadi kakakku" kata Karin sambil ngusap air matanya.
"nikahin aja mereka berdua, auto beneran kakak deh" canda Gio yang berhasil dapat tatapan tajam dari Alma. "Canda dek, baper amat"
Meskipun Alma sering ngehindarin Gio, tapi gak tau kenapa Gio masih sering chat atau ngobrol sama Alma, bahkan dia juga bersikap seperti biasa. Dan akhirnya Alma juga bisa lebih nyaman ngobrol sama Gio, asal gag ada Kenzo disampingnya.
"Kenzo beneran gak tau kamu di Malang?" tanya Rara.
"Aku sih gak bilang tapi mungkin udah dikasih tau nenek" terang Karin.
"gak baik tauk marahan gitu. kasih kabar gih" kata Alma sambil ngelus rambut Karin.
"Sekalian suruh kesini juga Rin" kata Gio sambil senyum jahil.
"dia dateng, gue yang pergi" jutek Alma.
*Aku di Malang
Tak lama Kenzo nelphon ke ponsel Karin. video call.
--Kak Ken--
"Paan?" tanya Karin jutek
"dimana? sama siapa?" tanya Kenzo yang dari suaranya seperti bangun tidur.
Sengaja Karin ngarahin kamera ke sebelahnya, Alma yang daritadi nunduk main ponsel gak ngeh. Sampai akhirnya dia sadar dan saling tatap sama Kenzo, keduanya saling diam. Sampai akhirnya Alma nangkis ponsel Karin ke arah lain. Tak berapa lama Karin matiin panggilannya.
"Dia lagi sakit?" tanya Alma tiba-tiba, ketiga pasang mata itu noleh ke Alma.
"Rada panas dia, dari semalem di kamar terus, gue beliin makanan juga males megang" kata Gio ngejelasin.
"gak dirawat sama pacarnya?" tanya Alma datar.
"Pacar?" Karin terlihat kaget.
"gue tanya mereka gak pacaran Al" kata Gio "deket aja mungkin"
"Siapa sih?" Karin masih bingung.
"Namanya Sandra!" kata Gio ngejelasin. bikin Alma mlengos.
"Uhuuk...uhuuk" Karin batuk.
"Pelan dong" kata Gio sambil nyodorin minum.
"Maksutnya Sandra yang satu posko KKN sama kak Ken?" tanya Karin semangat, Alma jengah, nyatanya Ken juga udah ngenalin ke Karin tentang Sandra. Gio ngangguk.
Karin ketawa "Kak Sandra itu sepupu kita tauk"
"hah?!" Alma, Rara dan Gio kaget. Terutama Gio, selama ini mereka deket tapi dia benar-benar gak tau fakta yang satu ini, karena emang dasarnya Kenzo itu tertutup terutama tentang hal pribadi.
"Iya, jadi Kak Sandra itu sepupu aku sama kak Ken, kebetulan mereka satu posko KKN jadi orang tuanya Kak Sandra emang nyuruh Kak Ken kemana-mana bareng, khawatir gitu" terang Karin.
"Dasar Monyet ed*aan, kenapa gak ngomong sih? mana gue udah sempet baku hantam lagi sama dia" kata Gio kesel.
"gue juga nampar si Ken" sesal Rara.
Karin kaget tapi juga ketawa denger pengakuan keduanya. Gak nyangka kalau kakaknya sesengaja itu sampai semua orang salah paham. Alma cuma diem.
"gara-gara elu nih Al" protes Rara.
"kog gue?"
__ADS_1
"ya kan kita berdua peduli sama elo, belain elo" kata Gio lagi.
Alma cuma senyum. Jujur sekarang dia bener-bener seneng, entah karena apa.
"gak berniat minta maaf lo ke dia?" pancing Gio.
"kog gue yang minta maaf? kan kalian yang baku hantam"
"ya elo yang wakilin lah, kan elo penyebabnya" Rara kompor.
"iya-iya nanti gue chat dia"
"Kelamaan dek, yuk lah temuin dia. sekalian beliin makanan. sapa tau dia mau lo suapin" kata Gio sambil berdiri bayar pesanan mereka.
"itung-itung balas budi, waktu lo sakit dia perhatian banget kan. biar impas aja. sekalian nanti kalian bisa sama-sama curhat. biar gak ngrepotin yang lain lagi" kata Rara rada nylekit.
"ngjleb banget sih kak Rara ngomongnya" kata Karin sambil ketawa.
"tauk nih anak, belum pernah di toyor emang"
Beberapa menit kemudian mereka berempat sampai dikontrakan Kenzo, mereka barengan naik mobil Gio, sedangkan motor Alma dititipin di kosan Rara.
Kenzo yang lagi tiduran pake selimut sebadan kaget ketika pintu kamarnya kebuka, tapi dia terlalu malas bangun, palingan juga Gio yang dateng.
"lagi tidur?" tanya seseorang, Kenzo kaget karena yang dia denger malah suara Alma.
Perlahan dia buka selimutnya, makin kagetlah dia, Alma bawa makanan di piring. dan sekarang mereka berdua saling tatap.
"Kog bisa disini?" tanya Kenzo ragu, dia berusaha bangun, duduk. Reflek Alma bantu megangin tangannya.
"Panas banget kamu" katanya sambil nyentuh dahi Kenzo "udah minum obat? bentar lagi ke dokter yuk!"
Kenzo menghela nafas pelan "kog bisa disini?" tanyanya lembut.
"itu sama Gio, Rara juga Karin, mereka di depan" jelas Alma. "makan dulu" katanya sambil nyuap Kenzo.
Kenzo yang emang lagi laper, mau banget disuap Alma. mereka berdua sama-sama diam sampai makanan di piring abis.
"Obatnya yang mana?" tanya Alma sambil ngambil gelas di meja.
"yang di plastik, dua tablet yang putih sama pink" kata Kenzo jelasin.
"Aku makilin Gio sama Rara, minta maaf karena mereka dulu udah nampar sama mukul kamu" kata Alma setelah Kenzo selesai minum obat "mereka gak sengaja. jadi gak usah marah ke mereka"
"segitu sayanknya mereka ke kamu"
"kita kan emang sahabat"
"kalau aku sama kamu masih sahabat gak?" tanya Kenzo tiba-tiba. Alma bingung jawab apa. "gak bisa ya?"
"butuh waktu lama buat ngilangin rasa sayankku ke kamu dan balik jadi sahabat kayak awal dulu" kata Alma akhirnya.
"Maaf" kata Kenzo akhirnya.dia nunduk. Alma mendadak nangis.
"Jangan nangis, aku paling gak bisa liat kamu nangis" kata Kenzo ngapus air mata Alma.
"kalau kamu gak bisa liat aku nangis, kenapa kamu malah nyakitin aku, dan terus bikin aku nangis? kamu sebenernya kenapa sih?" tanya Alma, dan sukses bikin Kenzo mati kutu. dia gak tau harus ngomong apa.
"gak usah dijawab kalau gak bisa. terus aja bikin aku ngebenci kamu kayak gini. itu jadi lebih mudah" kata Alma, Kenzo natap mata Alma yang masih merah.
"Aku bakal bikin kamu makin benci sama aku Al" kata Kenzo sambil narik tengkuk Alma.
Kenzo nyium bibir Alma, kali ini bukan sekedar kecup*an, tapi lebih dalam dari itu. ungkapan rasa rindu yang udah muncak. Alma yang awalnya diam, akhirnya nurutin mau Kenzo. cukup lama mereka ciuman, sampai keduanya seperti kehabisan oksigen.
Perlahan Alma nglepas ciuman itu, Kenzo nempelin keningnya di kening Alma. keduanya terpejam dengan tangan Kenzo masih nangkring di leher Alma.
"mana bisa aku benci sama orang bod*h kayak kamu!" kata Alma nyeplos sambil senyum malu.
Kenzo sedikit menjauhkan badannya. Menjelajahi setiap inci wajah Alma. Bagaimana mungkin dia juga benci Alma, dia sayank sama Alma, tapi... Arrrgghh. batin Kenzo berdebat.
"Lain kali jangan mau dimainin sama cowok. pinter dikit milih pasangan. digoda dikit aja langsung baper, mau aja dicium-cium" celetuk Kenzo.
plaakk...
Alma gak habis pikir sama Kenzo, tadi dia sempet ngira kalau ciuman Kenzo itu sinyal hubungan mereka bakal balik harmonis, tapi nyatanya ciuman itu seperti pembuktian dari Kenzo kalau Alma bener-bener mudah dimanfaatin. dan Alma ngerasa harga dirinya ilang dimata Kenzo.
"Cukup ya Ken!" kata Alma sambil nangis dan berlalu pergi dari kamar Kenzo.
Gio, Rara dan Karin yang lagi bercanda di teras kaget saat Alma keluar sambil nangis.
"Ra ayok pulang!" kata Alma sambil ngusap air matanya.
"Kak..." Karin yang ngerasa bersalah meluk Alma "kakak kenapa?"
"gak papa kog Rin, kamu jaga kakak kamu, kayaknya dia bukan sakit demam. tapi sakit jiwa!" katanya kesal. "kakak balik dulu ya"
"gue anter deh Al" kata Gio gak tega ngeliat Alma sama Rara. "lo disini dulu Rin, ntar gue anter stasiun"
Karin ngangguk, "kak Alma, maafin kak Kenzo ya kalau terus-terusan nyakitin kakak"
Alma cuma senyum, "kamu hati-hati ya pulangnya, salam ke nek Asih"
"iya kak"
***
__ADS_1