Sahabatkah?

Sahabatkah?
SK 117


__ADS_3

SK 117


Waktu terus berjalan, hubungan Alma dan Kenzo semakin hari juga semakin mesra. Meskipun dalam pernikahan mereka belum dikaruniai seorang anak, itu tak membawa dampak bagi rumah tangga mereka.


Di awal-awal mungkin ada banyak salah paham, tapi makin kesini keduanya jadi lebih memahami dan saling mengerti. Terutama setelah kejadian waktu tunangan Karin dulu.


Kenzo yang emang udah protek banget ngejaga Alma, jadi makin over. Dia gak ngebiarin ada orang yang jelekin Alma, ataupun ikut campur sama keluarga kecilnya.Tawaran dari Mama Kenzo yang menyuruh mereka mengadopsi anak pun ditolak Kenzo dengan halus. Kini mereka berdua sangat menikmati proses pacaran halal mereka.


“Yank, tadi Hana chat aku, katanya Vano pengen main bareng aku. boleh gak?” Tanya Alma disela-sela sarapannya.


Alma sudah beberapa kali main sama Vano, awalnya Kenzo ikutan karena dia gak mau memberi celah antara Alma dan Dion, papanya Vano. Setelah beberapa kali bertemu, ternyata Vano sudah mempunyai pengasuh yang bernama Hana. Jadi selama ini Dion gak pernah bertemu lagi dengan Alma, karena Vano akan ditemani Hana. Kenzo pun akhirnya gak mempermasalahkan, karena dia melihat Alma juga bahagia main sama Vano.


“Boleh, tapi kalau ada bapaknya kamu langsung telphon aku, biar aku nyusul” ucap Kenzo


Alma menahan senyumnya, dia tau Kenzo masih cemburu sama Dion. “Kamu tuh sensi banget sih yank sama Mas Dion?”


“AKu gak suka ya kamu manggil dia Mas!” kesal Kenzo “Aku tuh curiga dia sengaja bikin Vano nempel sama kamu, biar dia ada alasan juga ngedeketin kamu”


“kamu tuh asal aja kalau ngomong! Gak mungkin lah yank, dia kan juga tau aku udah punya kamu”


“Sekarang tuh udah zaman edaan yank, bukan Cuma pelakor yang ada, Pebinor juga banyak!”


Alma mencibir “Kamu gak percaya sama aku?”


Kenzo noleh ke Alma “Aku percaya sama kamu,tapi aku gak bisa percaya sama dia”


“Iya-iya, tapi kamu paham kan kenapa aku mau deket sama Vano? Anak seusia dia itu butuh sosok Ibu”


“Tapi bukan berarti kamu yang harus jadi ibunya kan yank”


“Enggak lah! Dan lagian aku fikir ini sama aja tauk yank kayak kita belajar jadi orang tua. Ya gak? Apalagi Saka ke Madiunnya cukup lama. Kamu kan gak setuju kalau adopsi, yaudah kita asuh dia, hehehe”


“Iya, aku sih gak masalah sama Vanonya, aku juga suka sama dia, yang gak aku sukai tuh Bapaknya. Ketahuan banget kalau dia suka sama kamu”


“Masa?”


“Iya yank, cara dia mandang kamu, ngomong sama kamu, dan dia keliatan gak suka tiap kali aku nemenin kamu. Pengen aku tendang rasanya”


“Hahaha… Yang penting akunya kan gag ada rasa”


“Tetep aja bikin aku spaneng kalau inget. Apalagi dia kaya, udah punya anak lagi, kan aku ngerasa kalah”


“Hahaha… apaan sih yank, gak ada yang kayak gitu. Mau gimanapun kamu tuh pemenngnya, Aku milik kamu seutuhnya”


“Awas ya kamu kecantol dia!”


“Emang aku cewek apaan cantol sana-sini” kesal Alma dan berlalu buat nyuci piring.


Perlahan Kenzo nyusul Alma yang lagi nyuci piring, dipeluknya Alma dari belakang “Aku tuh saat ini lagi dalam mode kurang percaya diri yank” Kenzo menyandarkan kepalanya di bahu Alma.


“Kenapa? Masalah anak lagi?” Tanya Alma, Kenzo hanya diam gak membalas.


“Gak ada yang perlu kamu khawatirin yank.”


Kenzo mengangguk “Love you yank” ucapnya sambil nyium bahu Alma dan mengeratkan pelukannya.


“Love you too”


***


Pernikahan Karin dan Gio tinggal sebentar lagi, selama ini Alma dan Kenzo sering bolak-balik Surabaya-Malang buat bantu persiapan pernikahan mereka. Kenzo sebisa mungkin ngejauhin Alma dari saudaranya, karena setelah kejadian Om Pram marah-marah dulu Mamanya Fitri masih nyebar banyak fitnah, hanya kali ini dia lebih bermain cantik.


"Ma, Karin kenapa? daritadi gak keluar kamar" tanya Alma.

__ADS_1


Saat ini Alma dan kenzo lagi di rumah Mamanya diSurabaya, setelah nurunin Alma, Kenzo langsung pergi ke kantor travel. Dan Alma sekarang lagi bantuin Mamanya nyiapin baju seragam yang akan dibagikan ke saudara.


"Biasa lagi tengkar sama Gio" jawab Mamanya santai.


"Tengkar? "


"Iya, biasalah kalau mau nikah tuh ada aja yang gangguin"


Alma ngangguk "emang Masalah apa sekarang Ma? "


"Gio itu dari dua hari kemaren katanya sibuk terus, sulit dihubungi. Tapi dia malah bisa jalan sama Nayla, Yaudah meletuslah si Karin"


Alma senyum "jadi Karin cemburu sama Nayla?"


"iya" ucap Mama sambil senyum "Setelah Karin marah-marah, baru Gio kesini, makin tengkarlah mereka. Pusing Mama, yaudah mama ancem aja keduanya, kalau masih terus tengkar Mama batalin pernikahan mereka. "


"terus Ma? " Alma jadi penasaran.


"Mereka saling lirik gitu salah tingkah, terus Gio pamit pulang. kayaknya mereka milih tengkarnya dalam mode senyap, takut ketahuan Mama"


Alma ketawa "Mama iseng banget"


"Kalau gak digituin bakal terus aja mereka itu" ucap Mama "Owh iya Al, kemaren Kenzo ngirim video kamu sama anak kecil, siapa? bukan anaknya Lina kan itu kayaknya"


"Bukan Ma, Saka lagi dirumah utinya di Madiun. Alma gak sengaja ketemu anak itu, makin kesini malah dia nempel banget ke Alma. Dia lucu banget anaknya Ma, ngegemesin. Kasian Mamanya udah meninggal"


Mama Kenzo menghentikan aktivitasnya dan melihat ke Alma "anak sekecil itu?"


"Iya Ma, dan Papanya sibuk kerja, jadi dia sering minta temenin aku main"


Mama Kenzo senyum "Dan Ken pasti cemburu ke Papanya anak itu"


"iya Ma, kalau dirumah suka ngambek gak jelas, tapi pas ketemu sama Vano malah dia yang paling heboh, ngajak main ini itu, beliin ini itu" ucap Alma sambil senyum, bayangin gimana Kenzo saat lagi main sama Vano.


"Mama ngomong apa sih, aku kan istrinya Ma, mau ninggalin gimana. udah terikat kontrak sampai mati sama dia" ucap Alma sambil senyum.


"Ken cerita ke Mama, gimana dia ngerasa salah ke kamu, dia takut kehilangan kamu, ditambah sampai sekarang dia belum bisa bikin kamu hamil, jadi dia makin gak percaya diri"


Alma menghela nafas "Aku udah sering bilang ke dia Ma, buat gak terlalu mikirin masalah itu"


"kamu kayak baru kenal dia aja Al, yang Mama khawatirin dia malah terpuruk kayak waktu dulu setelah putus sama kamu"


"InsyaAllah sekarang enggak Ma, Alma janji bakal terus dampingin mas Ken. Doain kami terus ya Ma, supaya kami bisa ngejalanin ini semua, dan cepet diberikan keturunan"


"Pasti sayank, Mama bakal terus doain kalian "


Pernikahan Karin tinggal menunggu hari, dan Alma milih tinggal di Surabaya buat sementara. Sekarang dia beralih profesi jadi perantara Karin dan Gio. Mereka lagi di pingit, tapi ya gitu masih sering tengkar dan permasalahannya masih seputar cemburu ke Nayla.


Nayla dan Gio memang dari dulu deket, dan Alma paham itu, bahkan dia sendiri dulu sempet beranggapan kalau Mereka berdua punya hubungan. Tapi keduanya kekeh gak ngaku.


Dan dia baru tahu kalau Nayla cerai sama suaminya. Karena itu Karin jadi makin khawatir berlebihan. Tapi dia percaya kalau Gio gak seperti itu.


"Ya Allah Al, sumpah gue gak nyangka kalau Karin bakal cemburu ke gue."


Saat ini mereka lagi nongkrong di tempatnya Nayla. Jadi Nayla punya usaha resto, dan disana juga ada kolam renang untuk area bermain anak.


Alma senyum. "Biasalah, orang mau nikah itu pikirannya suka berlebihan"


"Tapi kan lo tau gue sama Gio gak ada apa-apa, gue gak segila itulah, apalagi Gio mau nikah. Apa karena gue janda ya Al? jadi semua mikir negatif ke gue" ucap Nayla sendu.


"Apaan sih, gak usah ngomong gitu."


Nayla cerai sama suaminya karena sudah 4tahun pernikahan mereka belum punya anak, dan ternyata Nayla mandul. mengetahui itu suaminya malah minta cerai.

__ADS_1


Alma mengecek ponselnya, ada notifikasi masuk. ternyata Mas Dion yang chat dan bilang mereka udah sampai parkiran.


"Nay, bentar ya, temen gue udah nyampek" ucap Alma dan pergi keluar nyari Dion.


Tak lama mereka bertiga masuk dalam resto dengan Alma yang gendong Vano, Dion berjalan dibelakangnya.


"Ya Ampun gemes banget, namanya siapa ganteng? " tanya Nayla sambil nyubit pipi Vano.


"Vano" jawab anak kecil itu sambil sembunyiin wajahnya ke Alma.


Alma sebenarnya kaget saat Kenzo chat dan bilang Dion lagi di Surabaya, ada kerjaan sebenernya, dan dia mau nitipin Vano selama dia bertemu klien. Makin kesini Kenzo bisa jadi deket sama Dion, apalagi ternyata Dion itu sepupunya Lina, kakak iparnya Alma.


'Awas, gak boleh berduaan sama Dion! ' Ancam Kenzo


Saat ini Kenzo lagi ke Malang, baru nanti sore balik Surabaya. dan dia nyaranin buat ngajak Dion ketemu di tempatnya Nayla. Setelah Nayla cerai mereka memang jadi lebih deket kayak dulu.


Alma, Nayla, Dion dan Vano terlihat ngobrol dan bercanda di salah satu gazebo. tentu saja objek utamanya adalah Vano. Tak lama Dion pamit karena harus ketemu klien, dia janji bakal jemput Vano setelah urusannya selesai.


Alma gak masalah, apalagi tadi dia video call sama Kenzo, dan suaminya itu mengizinkan. Dan kali ini dia sangat percaya karena ada Nayla yang bisa dia jadiin mata-mata.


"Ken chat gue nih Al" kata Nayla saat mereka berdua lagi nemenin Vano renang.


"Chat? "


"iya, baca sendiri nih" Nayla menyodorkan ponselnya ke Alma.


'Nay, Alma jangan dibiarin ngobrol berdua sama Dion. Awas lu!


Alma ketawa, suaminya ini emang kadar cemburunya terlalu tinggi. "bilangin, Alma lagi pergi berdua sama Dion, gue disuruh ngemong Vano! "


"hahaha... koplak, gue bilang kayak gitu bisa-bisa malah gue yang dibunuh. Orang daritadi dia uda ngewanti-wanti gue buat jagain elu"


"Dan bodoonya elu mau aja disuruh dia" Ucap Alma sambil geleng-geleng.


"Gue bener-bener gak nyangka tau, gak Kenzo gak Gio, semuanya pada bucin parah."


Nayla udah kenal dari SMA sama Gio dan Kenzo, tapi baru kali ini dia tau kalau sahabatnya itu bisa bertekuk lutut di hadapan Alma dan Karin. Padahal dulu mereka termasuk most wanted di SMA, dan terkenal playboy yang suka matahin hati para cewek.


"Emang dia selalu kayak gitu ke elo? cemburuan? "


"ya gitu deh, dan kalau sama Mas Dion ini parah emang. dia ngebolehin gue jalan sama Vano saat ada Hana pengasuhnya. Tapi kalau cuma sama Mas dion bakalan langsung disusulin. tapi ya emang wajar sih, apalagi Mas Dion kan duda"


"Istrinya uda lama meninggal? "


"kalau gak salah sih waktu Vano umur 2tahunan" ucap Alma sambil ngingat-ngingat.


"Dia gak niat nikah lagi? kan masih muda, mapan, ganteng lagi"


ucap Nayla.


"Mana gue tau, kalau kata mbak gue dia tuh sayank banget sama istrinya dulu, gak mau nikah lagi"


"Tapi kayaknya dia naksir ke elo deh Al, hayoo lo! anaknya juga udah mepet elo terus" goda Nayla.


"Sembarangan, mau gue kemanain si Kenzo"


"jadiin dia selingkuhan aja, lumayan Al" ucap Nayla sambil senyum jahat.


Alma cuma geleng-geleng denger bacotan Nayla "Gila emang lo! "


Tak berapa lama Dion dateng dan jemput Vano. mereka sempat ngobrol dan Makan dulu. Dion mutusin nginep di hotel karena besok dia masih harus ketemu sama kliennya. Saat mau pulang Karin chat Alma,


'Mbak Alma, buruan balik. GAWAT!'

__ADS_1


***


__ADS_2