
#73
Pulang mantai Karin dan Gio langsung balik Surabaya, sekarang dirumah tinggal mereka berdua. Kenzo yang emang udah capek banget milih tidur duluan saat Alma masih di kamar mandi.
Selesai dengan aktivitasnya Alma ikut rebahan di samping Kenzo.
Dipandanginya wajah damai sang suami, Alma senyum. Entah kenapa dia begitu gampang terpikat dengan wajah ini, sesering apapun Kenzo nyakitin, Alma seakan punya banyak maaf. Apakah karena rasa cinta Alma terlalu dalam? entahlah...
"Kenapa yank? suamimu ini ganteng ya?" tanya Kenzo dengan mata masih terpejam.
"kamu nih pura-pura tidur ya, Ck..."
"tadi aku udah tidur, terus mimpi ada bidadari yang liatin, eh ternyata kamu" goda Kenzo sambil buka matanya.
"Gombal banget sih!" protes Alma.
Kenzo senyum "Ada yang ganggu pikiran kamu? daritadi kamu lebih banyak diem. bahkan saat di pantai kamu gak seriang biasanya"
Alma menghela nafas panjang, ditatapnya wajah Kenzo lagi, kini tangannya mulai menyentuh wajah Kenzo, matanya, pipinya...
"Aku sayank kamu Ken" ucap Alma pelan "Sangat sayank kamu"
Kenzo ngeraih tangan Alma, diciumnya tangan sang istri "Percaya atau enggak, aku lebih sayank kamu"
"Aku ngerasa jauh dari kamu, kita deket tapi gak bisa jadi satu"
"Maaf yank"
"aku gak butuh maaf kamu, aku cuma butuh kamu, kamu yank. saling melengkapi, jadi lebih baik lagi" ucap Alma lembut.
"selalu ingetin aku yank, dampingi aku"
"Makasih udah mau nikahin aku" ucap Alma sendu.
"Aku bersyukur diberi kesempatan buat sama kamu lagi, makasih juga selalu sabar ngadepin cowok brengseek kayak aku"
Alma tersenyum, "mimpi indah yank" ucapnya sambil ngusap pipi Kenzo pelan.
"kamu juga" Kenzo menarik tubuh Alma dalam pelukannya, dia ingin menyalurkam rasa nyaman ke istri kecilnya. Dia pengen Alma tau kalau Kenzo bakal selalu ada buat dia.
***
Beberapa hari setelah Alma jadi pengangguran, Kenzo lebih sering kerja dirumah. cuma sesekali dia ke kantor travel atau ngecek toko oleh-oleh. Rasanya lebih menyenangkan dirumah bersama Alma. mereka jadi sering ngobrol, bercanda, yah walaupun masih ada juga debat gak penting.
"Yank... temenin aku olahraga sini" pinta Kenzo
"malas ah, orang lagi ngedrakor juga" ucap Alma masih kekeh di depan tv " lagian siang bolong gini olahraga"
"Gak usah banyak protes, sini" Kenzo narik tangan Alma buat berdiri dan ngikutin dia "sini tiduran di matras"
"Mau ngapain?" tanya Alma, tapi nurut juga sama perintah Kenzo.
Alma rebahan di atas matras, dan Kenzo ternyata ngambil posisi buat push up diatasnya.
"Kenzo, nga-ngapain sih?" tanya Alma ragu, posisi mereka bener-bener bikin Alma adem panas.
Bayangkan, dia lagi rebahan di matras, dan Kenzo berada di atasnya bersiap mau push up, Dada Alma terus berdebar gak karuan.
Kenzo pun sama berdebarnya, tapi dia emang sengaja mau menggoda Alma.
"Bantuin hitung yank"
__ADS_1
Kenzo mulai melakukan aktivitasnya, dia terus push up dengan mata terus menatap Alma, bahkan senyumnya gak pernah luntur, senyum menggoda.
Cup...
cup...
Begitu seterusnya, sambil push up Kenzo selalu nempelin bibirnya ke bibir Alma, yang jelas disengaja, Kenzo tampak senyum menang, beda dengan Alma yang pipinya udah seperti kepiting rebus. malu? banget....
Setelah entah hitungan ke berapa Kenzo berenti dan milih rebahan di samping Alma.
"di suruh bantu ngitung malah asyik nikmatin bibir aku"
Alma mukul perut Kenzo, "kamu sengaja ngerjain aku!" kesalnya.
"Sapa yang ngerjain sih yank... "
"ngapain cium-cium gitu?"
"aku kan minta tolong hitungin. kalau sampe kena berarti bonus kan"
"gak usah nyuruh rebahan disini juga kan?"
"habisnya kalau olahraga sambil liat kamu tuh tambah semangat yank, apalagi dikasih bibir yang manis kayak tadi, yummy"
"gilak kamu" ucap Alma malu-malu.
"Tapi seneng kan, mau lagi gak"
"Kenzo!" bentak Alma
Kenzo malah ketawa, dia lalu memejamkan mata. "enak ya kalau pacarannya setelah nikah, mau ngapai-ngapain gak perlu takut dosa"
"Yaaank..."
"buruan mandi, kamu bau!" ucap Alma akhirnya.
"Enak aja, wangi tauk!" kata Kenzo sambil ngacak rambut Alma.
"Hari ini kita mau ngapain?"
"temenin aku ngecek toko ya, sekalian tuh kamu bantu laporan keuangannya. kamu kan jago akuntansi"
"males ih, pengen santai dulu. pusing liat banyak angka"
"Yawes temenin aja kalau gitu" kata Kenzo ngalah.
drrrttt...drtttt...drrrrttt....
Kenzo ngambil ponselnya, dan saat ngeliat penelphon dia keliatan kaget, dan milih menjauh dari Alma.
"Yank, kamu rehat dulu deh, aku mau ke kantor bentar, anak-anak ngajakin rapat. nanti malem aja ke toko sekalian makan diluar. kamu gak usah masak" kata Kenzo sambil masuk dalam kamar mandi.
"Aku ikut ya"
"gak usah, cuma bentar" teriak Kenzo dari dalam kamar mandi.
Alma agak heran,biasanya kalau ke kantor Kenzo selalu maksa Alma buat ikutan. penasaran juga siapa yang tadi nelphon. Perlahan Alma ngambil ponsel Kenzo.
"kamu mau kemana?" tanya Kenzo saat ngeliat Alma udah rapi.
"Mau ke Rumah Sakit, tadi di telphon bu Septi ada yang mau ditanyain"
__ADS_1
"owh... kamu gak papa kesana sendirian? pakai taxi online aja yank, nanti pulangnya aku jemput. aku buru-buru soalnya sekarang gak bisa nganter dulu"
"iya aku gampang nanti"
"yawes aku berangkat dulu ya" ucap Kenzo sambil nyium kening Alma. "sayank kamu"
Alma ngangguk dan senyum "Ati-ati"
"Siap" kata Kenzo sambil berjalan keluar rumah.
Tak lama setelah Kenzo pergi Alma juga ikutan pergi. Setelah 20menitan, Alma sekarang duduk di sebuah cafe Ruang baca. Alma terus natap ke salah satu meja pojok yang jauh dari keramaian. Dia sendiri milih duduk di ujung yang lain.
Alma menghela nafas panjang, ketika orang yang duduk di pojok terlihat tertawa lepas, dan juga ngobrol sangat akrab. Hatinya terasa panas, bahkan ketika sang cewek coba nyentuh tangan lelakinya. lelakinya? ya, laki-laki itu adalah Kenzo suaminya.
Pikirannya sekarang bener-bener kacau, dia mencoba berfikir positiv, tapi gak bisa, tiap kali ngeliat interaksi mereka yang sangat dekat dadanya bergetar, matanya sudah panas menahan gelombang air mata yang mendesak untuk keluar. Dia mulai menelphon seseorang.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam." ucap Alma "Kamu dimana?"
"Aku di kantor travel, ni lagi rapat sama anak-anak. kenapa? kamu udah selesai urusan sama bu Septi?"
"Aku kangen kamu"
Kenzo terlihat senyum "iya. aku juga"
"Aku pengen liat kamu sekarang"
"Iya selesai rapat, langsung tak jemput"
"Sekarang yank"
"kalau sekarang aku masih..."
"liat belakang kamu" potong Alma cepat.
"Hah?!" Kenzo terlihat bingung, tapi dia ngikutin pentunjuk Alma, dia noleh ke belakang.
Betapa kagetnya Kenzo saat ngeliat Alma yang berdiri tak jauh dari mejanya, mata mereka berdua saling tatap.
"Makasih" ucap Alma sambil berlalu pergi ninggalin cafe, tanpa berniat mendekat ke meja Kenzo.
"Almaaa" panggil Kenzo sambil ngejar Alma yang sekarang udah mau masuk taxi online. "Sayank, tungguin, aku bisa jelasin."
"lepas!" Alma coba ngelpas tangannya dari pegangan Kenzo.
"nggak yank, dengerin dulu"
"aku gak mau dengerin kamu. lepasin" bentak Alma keras.
"Yaaank..." panggil Kenzo lembut.
"kamu milih lepasin tangan aku sekarang, atau ce..."
"oke" Kenzo ngelepaa pegangannya, dia mundur. Dia sangat tahu Alma mau bilang apa, dan dia ngerasa gak sanggup denger kata itu dari mulut Alma.
Braaak...
Alma nutup pintu mobil lumayan keras "jalan Pak!"
***
__ADS_1