Sahabatkah?

Sahabatkah?
SK 116


__ADS_3

SK 116


“Dengerin!” Kenzo megang kedua bahu Alma erat “Aku, sayank banget sama kamu, Dan sampai kapanpun aku gak akan pernah mau duain kamu. Titik!”


“Hah?” Alma kaget "gimana-gimana? "


"Aku gak mau nikah lagi yank, cukup kamu aja! "


Alma mukul badan Kenzo dengan bantal "Yang nyuruh kamu nikah lagi siapa?"


"lah, bukannya Mama? dan kamu mau bahas itu kan?"


"Pikiran kamu tuh, seenaknya aja mau nikah lagi, nunggu aku mati dulu, baru sana nikah! " kesal Alma, dia langsung berbalik memunggungi Kenzo.


Kenzo yang emang belum paham cuma garuk-garuk kepala "Yank... "


"tauk ah! "


"Maaf yank, aku kira Mama minta aku buat nikah lagi"


"seneng kamu? mau nikah lagi? "


Kenzo ketawa ngeliat Alma yang ngomel-ngomel "Maaf yank, udah ah gak usah ngambek. Aku juga gak mau nikah lagi"


Alma berbalik dan mukul dada Kenzo "kamu tuh mikirin apa sih, sampe larinya kesitu? "


"setelah kejadian kemaren tuh yank, jadi saat tadi kamu ngomong gitu langsung fokusku kesitu"


"Dasar! tega kamu ninggalin aku? mau nikah lagi? "


"Ya Allah! enggak yank, sini-sini, jangan ngambekan" ucap Kenzo sambil meluk Alma.


"Boleh sih kalau kamu mau nikah lagi, tapi ada syaratnya? "


"Apa? " goda Kenzo


"Tak sunat dulu adek kamu sampek habis! " ucap Alma dengn mata menatap tajam.


"Hahaha... ampun yank, ntar aku gak bisa bikin kamu merem melek dong"


"Syukurin! "


"hahahahaa... kejam! "ucap Kenzo sambil nyium rambut Alma. "


"jadi... "


"Jadi? "


" jadi Mama kemaren minta kamu apa? "


Alma nunduk "Mama ngasih saran buat kita adopsi anak dulu, katanya sambil belajar gitu yank"


Kenzo menghela nafas panjang "menurut kamu gimana? " tanya Kenzo.


"Awalnya aku ragu sih, tapi setelah aku pikir, gak ada salahnya juga kan yank kita coba"


Kenzo ngangguk "tapi ngadopsi anak itu juga berat lo yank"


"maksutnya? "


"oke kita ngadopsi, anggap aja belajar sampe nanti kita punya anak sendiri, tapi bisa gak kita ngerawat anak itu dengan baik? trus nanti kalau misal kita punya anak beneran gimana? bisa gak kkta bagi perhatian kita? jangan sampe setelah kita punya anak, 'anak pertama' kita terabaikan. kira-kira bisa gak kita bersikap adil? "


"tapi yank... " Kenzo ngangkat tangannya, menahan Alma buag gak ngomong dulu.


"terus lagi, kalau misal kita adopsi anak dari panti, itu kan juga bukan muhrim kita yank, nanti kalau udah dewasa gimana? emang kita udah anggep anak sendiri, tapi nanti batasannya banyak yank, beda kalau itu anak kandung kita sendiri"


"Maksud Mama kan baik yank"


"Aku paham sayank, yang aku maksut kita harus bener-bener yakin dulu,dipikir dulu, gak asal adopsi."


Alma cuma nunduk, di lain sisi dia juga benerin omongan suaminya.


"Yank, dengerin aku" Kenzo megang bahu Alma "Aku gak masalah kalau emang kita mau adopsi, tapi kita juga harus mikir jauh."


"aku tahu, tapi ini bisa dibuat kayak pancingan gitu yank"


"paham aku yank, tapi seperti kata kamu kita masih baru nikah, masih banyak waktu buat kita berusaha. Kalau kamu mau kita bisa jadi orang tua asuh buat anak panti, gak harus adopsi. atau kita bisa ngajak Saka sementara tinggal disini. "


Alma natap wajah Kenzo, matanya mulai berkaca-kaca " Bukannya aku ngelarang kamu yank, tapi kalau sampek nanti kita gak bisa ngasih perhatian seperti anak kandung sendiri kasian anak itu kan? "

__ADS_1


Alma hanya diam "kamu ngerti kan maksud aku? " tanya Kenzo


Alma ngangguk, dia langsung meluk Suaminya "maafin aku yank"


"gak perlu minta maaf, aku yakin kita bisa ngelewatin ini"


Alma ngangguk dalam pelukan Kenzo, "jangan nikah lagi ya yank" ucap Alma tiba-tiba.


Kenzo ketawa "Mana ada yank, aku kan udah bilang, punyaku ini gak berfungsi kalau ke cewek lain"


"tau darimana? udah buktiin? " Alma ngelepas pelukannya dan menatap Kenzo tajam.


Kenzo malah ketawa "gak perlu harus ngebuktiin kayak gitu yank, ngelirik cewek lain aja gak minat apalagi ngelakuin aneh-aneh. Ogah! "


"Awas aja kamu! "


"iya-iya" Kenzo ngelus kepala Alma lembut "setelah pembukaan wahana, kita liburan yok yank, honeymon kedua"


"beneran? kemana? "


"terserah kamu pengennya kemana, mumpung belum punya anak kita puas-puasin dulu pacarannya"


Alma senyum dan nganguk "Aku pernah diceritain Mbak Danis, jadi dulu tuh dia honeymoon keliling indonesia yank, backpakeran gitu. seru kayaknya"


"kamu mau gitu juga? "


"mauuu banget"


"yawes nanti aku tak bilang mas Anjas dulu"


"ngapain? " tanya Alma heran.


"Mau pinjam uang ke dia, budgetnya pasti gede itu yank"


Alma nyubit pinggang Kenzo "dasar, bilang aja gak mau, pelit kan kamu! " kesal Alma.


"hahaha... kan belajar dari kamu yank pelitnya"


"enak aja! "


Kenzo ketawa, diacaknya rambut Alma gemas "jangan sedih lagi ya yank,"


Kenzo pun ikut rebahan disampingnya, memeluk sang istri, membawanya ke alam mimpi.


***


Setelah malam itu Kenzo jadi lebih perhatian ke Alma, dia gak mau lagi bersikap egois, dia sadar kalau harus berbagi peran untuk saling menguatkan. Mereka juga mulai rajin lagi buat konsul kehamilan dan mulai program kehamilan. Mereka udah melakukan banyak usaha, terutama usaha di ranjang.


Seperti janjinya, setelah pembukaan wahana barunya, Kenzo ngajak Alma liburan, kali ini ke Lombok. karena memang Kenzo gak punya banyak waktu luang. Kerjaannya makin banyak, dia juga berniat membangun kantor cabang travel baru.


Dengan Kenzo yang semakin sibuk, jelas sekarang Alma lebih banyak melakukan kegiatannya sendiri. walaupun begitu perhatian Kenzo gak pernah berubah ke Alma.


"tante cantiiiik....! " teriak seorang anak saat Alma lagi belanja di minimarket.


Awalnya Alma gak ngeh, dia pikir anak itu gak manggil dia, sampai akhirnya anak itu meluk kaki Alma.


"Vano? "


"tante masih inget aku? " tanya anak itu yang begitu polos.


"iya dong, Vano sama siapa kesini? "


"Papa" jawab anak itu.


Alma ngeliat Dion berdiri gak terlalu jauh dari mereka. Dia tersenyum ke Alma, yang dibalas anggukan juga senyuman.


Akhirnya seperti sebelumnya, Vano ngajak Alma buat main. Anak itu semakin menggemaskan, dengan Alma dia bebas membicarakan banyak hal dengan gaya khas anak kecilnya.


Dion hanya memperhatikan mereka, sesekali dia ikut menimpali obrolan keduanya.


"Maaf merepotkanmu lagi" ucap Dion, saat ini Vano lagi asyik bermain di taman dekat minimarket.


"gak masalah, Vano anaknya lucu, pinter lagi"


Dion bukan tipe laki-laki yang banyak bicara, dia lebih banyak diam. Alma pun gak terlalu peduli karena seperti dulu fokusnya hanya Vano. Anak itu seperti membawa magnet tersendiri buat Alma.


"Tante, Vano boleh gak kapan-kapan nelphon tante? telus kita main lagi"


"boleh dong"

__ADS_1


Akhirnya Alma memberikan nomer telphonnya ke Dion, tanpa ada maksut apa-apa.


Sampai di rumah Alma langsung rebahan, badannya rasanya capek. semalam dia begadang sama Kenzo, lanjut prepare souvenir nikahannya Karin, ke minimarket rencananya mau beli camilan, malah ketemu Vano, jadinya lupa waktu.


Alma bangun saat ngerasa ada tangan yang meluk perutnya, dia hafal banget parfum ini. siapa lagi kalau bukan Kenzo. Alma membalikan badannya, dilihatnya Kenzo sedang tidur. Alma tersenyum, diusapnya pipi suaminya itu.


"kog uda bangun, tidur lagi, temenin aku" ucap Kenzo dengan suara seraknya.


"kamu kapan pulangnya, kog aku gak denger"


"gimana mau denger, tidurnya kayak kebo! " kata Kenzo sambil ngeratin pelukanya. matanya masih terpejam.


"hehehe... capek yank"


"hmmmm... " Kenzo gak jawab,


Akhirnya mereka berdua kembali tidur sore bareng, tanpa olahraga, hanya saling peluk.


"tadi kemana? "tanya Kenzo malam hari sebelum mereka tidur.


"tadi ngeliat souvenir, trus pas ke mininarket ketemu sama Vano"


"Vano? "


"itu anak kecil yang dulu aku ceritain ilang di Mall"


"owh, tapi dia gak ilang lagi kan? "


"enggak, tadi sama Papanya, trus minta temenin main, yaudah aku ajak main di taman deket minimarket" jelas Alma.


"tinggal deket sini? "


"enggak, tadi katanya ikut papanya kerja"


"Mamanya? "


"aku baru tau yank, ternyata Mamanya udah meninggal. kasian tauk yank Vano" ucap Alma sambil bayangin wajah lucunya Vano.


"kamu kasian sama Vanonya kan? bukan sama Papanya? "


"hah?! " Alma kaget, tapi kemudian dia ketawa "ngawur kamu "


"Aku gak larang kamu main sama Vano atau siapapun itu. Tapi kalau dia cuma sama Papanya lebih baik dihindari, gak baik di liat orang" kata Kenzo.


"iya maaf sayank, tadi kan gak sengaja ketemunya" ucap Alma sambil nahan senyum.


"kenapa? " tanya Kenzo


"kamu cemburu? "


"jelas lah" ucap Kenzo sambil balikin badan, membelakangi Alma.


Alma ketawa "Ya Allah sayanku... gitu aja cemburu sih, lagian aku tuh fokusnya ke Vano, gak ke mas Dion"


"Mas Dion? " Kenzo menghadap Alma lagi.


"Papanya Vano, namanya mas Dion"


"Mas? " Kenzo masih belum terima "kamu aja manggil aku mas kalau cuma di depan keluarga"


"iyalah, seringnya kan aku manggil kamu sayank! lagian dia itu kayaknya seumuran Mas Arkan, gak sopan dong kalau cuma manggil nama"


"lain kali harus ngajak aku kalau mau main sama Vano, awas ya! "


"hahaha.. iya-iya, udah ih jangan ngambekan" Alma mencolek hidung Kenzo.


"pake colek-colek, yang bawah gak dicolek sekalian?"


"gak! " Alma nutup wajahnya pake selimut.


"Tapi dia pengen dicolek yank"


"dicolek aja ya? " tanya Alma sambil ngintip dibalik selimut.


"enak aja, colek plus-plus dong" kata Kenzo sambil narik selimut Alma.


"Yaaaank... aaargghhh... " teriak Alma.


***

__ADS_1


__ADS_2