
#57
Braaakk...
Kenzo menutup pintu kulkas keras, Alma sampai kaget, ditinggalkannya barang belanjaannya tadi. Dia bergegas nyusul Kenzo ke dapur.
Kenzo lagi minum air dingin di botol, dia ngerasa sangat panas malam ini.
"Ken..."
"Apa?"
"Kamu marah?"
"Menurut kamu?!" Kenzo malah balik nanya. "Seneng kamu? puas kamu sekarang?!"
"Maksud kamu apa Ken?"
"Jujur sama aku? kamu masih berhubungan sama dia di belakang aku?"
"Enggak Ken!"
"Bohong! gimana dia bisa tau kamu gak bahagia? gimana dia bisa tau kalau kamu sering nangis?"
"Aku juga gak tau !" jujur Alma.
Sebenernya Rayhan selalu merhatiin Alma dari jauh, dan dia bisa ngeliat kalau Alma gak sebahagia seperti dulu saat belum nikah.
"Seneng kan kamu masih diperhatiin sama mantan kamu itu!" kata Kenzo judes.
"Aku gak peduli dia merhatiin aku atau enggak!"
Kenzo tersenyum sinis "jujur aja, kamu masih sayang sama dia? atau kamu diam-diam masih hubungan sama dia? kalian kan satu tempat kerja, mudah banget dong kalau selingkuh"
"Kenzo!" bentak Alma, dia mulai berkaca-kaca.
"Kenapa? bener kan?" Kenzo bener-bener marah.
"Kamu tuh naif Al, dulu kamu yang tidur di kamar aku, tapi malah aku yang disalahin sana sini dan suruh nikahin kamu. Kenapa? atau kamu emang sengaja jebak? masih cinta kamu sama aku?"
"Atau kamu ngerasa gak puas sama satu cowok, jadi kamu nikah sama aku, tapi di tempat kerja kamu selingkuh sama dokter sialaan itu!"
__ADS_1
Plaaakk....
"Cukup Ken!" Alma udah mulai nangis. "Aku gak ada hubungan apa-apa sama Rayhan! Dan aku gak pernah minta kamu buat nikahin aku!"
"Iya kamu emang gak secara langsung maksa aku. Kamu gunain Om Pram, karena beliau yang maksa aku buat nikahin kamu!"
Alma geleng-geleng, dia gak tau harus gimana, kepalanya pusing "Apa sih salah aku Ken? segitu hinanya aku dimata kamu sampek tega kamu ngomong kayak gitu? Aku udah bilang dari dulu, jangan nikahin aku!"
Kenzo tersenyum jengah "kamu pikir masalah akan selesai dengan aku batalin pernikahan kita? terus gimana keluarga kamu? masalah bakal tambah besar!"
"Oke! sekarang kita udah nikah kan? aku udah muak Ken! kalau kamu masih mikir kayak gitu, lepasin aku!"
"Bagus ya! pinter banget kamu. setelah cowok tadi ngomong gitu, sekarang kamu ikut-ikutan. mikir gak?!" bentak Kenzo.
Alma makin nangis, baru kali ini dia dibentak sekeras itu, apalagi sama suaminya sendiri. "terus mau kamu apa?" ucap Alma lemah, dia masih terus nangis.
"Kamu kecewa karena setelah nikah aku belum pernah nyentuh kamu? kamu cerita ke dia?kenapa?pengen balik ke dia? Pengen disentuh?"
"Kamu keterlaluan Ken!" ucap Alma, dia tatap mata Kenzo lama.
Mata yang dulu selalu nyejukin, selalu buat tenang sekarang berubah. Lelaki yang halal baginya, kini malah seperti orang lain. Alma pergi ninggalin Kenzo Dan masuk dalam kamarnya.
Disana Alma menangis sendiri, dadanya sesak, sakit sekali ketika orang yang paling dekat dengan kita, suami kita bentak bahkan berkata seperti itu. Tiap ucapan Kenzo selalu terngiang di kepalanya.
Semaleman Alma nangis, bahkan dia tidak mengganti bajunya. Dia merasa sangat hancur, dia baru bisa tidur setelah sholat malam. Alma menumpahkan semua yang dia rasakan kepada sang Maha segalanya. Dia bersujud penuh khidmat, meluapkan segalanya.
Kenzo masuk kamar untuk mengambil baju ganti dan sekalian sholat subuh, semalem dia sangat emosi. pikirannya kacau kemana-mana. Dia sadar ucapannya ke Alma keterlaluan. Ada rasa penyesalan dan rasa bersalah setelah ngomong seperti itu.
Diliatnya Alma yang masih tidur.
"Maafin aku dek" ucap Kenzo sambil belai kepala Alma pelan.
Dilihatnya wajah Alma yang sembab habis nangis, memang terlalu sering Alma nangis setelah bersama Kenzo, bahkan tiap sholat malam Kenzo tau Alma selalu nangis, tapi dia milih pura-pura tidur.
Selesai sholat Kenzo ikut berbaring di samping Alma, tadi malam dia ketiduran di sofa ruang tengah, dia butuh waktu buat redain emosi, dan dia milih menghindari Alma.
***
Pagi hari Kenzo bangun seperti biasanya, rada kesiangan sih. Dia lirik ranjang sampingnya, Alma masih ada. Sedikit aneh menurut Kenzo, meskipun hari libur biasanya Alma tetap bangun pagi. Kenzo mikir, mungkin Alma kecapekan karena semaleman tengkar dan nangis. Kenzo milih ke kamar mandi dan pergi olahraga bentar, dibiarkan Alma istirahat.
Satu jam lebih Kenzo olahraga, setelah dirasa keringatnya sudah hilang, dia bergegas ke kamar. pengen mandi dan ganti baju. Alma masih tidur dengan selimut tebalnya. Kenzo masuk kamar mandi.
__ADS_1
Selesai mandi Kenzo milih duduk di sofa kamar nungguin Alma bangun. rencananya dia mau minta maaf ke Alma dan ngobrol dari hati ke hati. Rasanya memang gak pantas cara Kenzo nyampein unek-uneknya semalem. Gimanapun juga Alma sekarang istrinya, akan sangat berdosa kalau Kenzo terus nyakitin dia.
Sudah lama Kenzo nungguin Alma bangun, dia jadi penasaran. Mungkin Alma pura-pura tidur karena tau ditungguin Kenzo, pikirnya. Kenzo jalan mendekat ke Alma. Dia melihat ada buliran keringat yang banyak di dahinya.
"Ya Allah dek, kamu panas banget!" ucap Kenzo sambil megang kening Alma.
Dibukanya selimut tebal itu, sudah jadi kebiasaan Alma tidur pakai selimut walaupun cuaca panas. Kenzo ngambil kompresan, dia kompres badan sang istri. Dia ambil ponselnya, order makanan.
Bubur hangat sudah dibawa Kenzo ke dalam kamar, dilihatnya Alma masih terpejam. dia pegang keningnya, masih panas. Buburnya dia letakan di meja.
"Dek, bangun" ucap Kenzo sambil menepuk pipi Alma lembut. "Dek..."
Perlahan Alma membuka matanya, orang pertama yang dia tatap tentu saja Kenzo, keduanya saling mengunci pandangan. Air mata Alma muncul lagi buru-buru dia memalingkan mukanya. Kenzo menghela nafas.
"Nanti dilanjut lagi nangisnya, makan dulu" ucap Kenzo lembut. Alma masih gak mau natap Kenzo, hatinya terlalu sakit.
"Dek, makan. Aku suapin yuk." ucap Kenzo, ngeliat Alma sakit, kemarahannya semalem langsung ilang. Seperti biasa Alma cuma diem dan memalingkan mukanya dari Kenzo.
Kenzo memberanikan diri genggam tangan Alma, walaupun udah nikah mereka belum pernah sama sekali bersikap seintim ini. Padahal dulu waktu pacaran keduanya sama-sama manja.
"Maaf" cicit Kenzo terus mengeratkan genggamannya. Kenzo jelas merasa bersalah, ucapannya sangat menyakitkan.
"Dek, udah ya, nanti deh lanjut lagi marahnya, sekarang makan dulu, marah juga butuh energi lo" goda Kenzo dengan senyum jahil.
Kenzo maksa Alma buat duduk, badannya yang lemas bikin Alma mudah dipaksa. "Tak suap"
Kenzo dengan telaten nyuapi Alma, meskipun Alma selalu nolak Kenzo terus maksa sampai buburnya abis.
"nolak makan tapi habis juga" goda Kenzo, Alma masib terus diam. "Minum obat dulu"
Alma milih minum obat sendiri, kepalanya masih terasa pusing. badannya juga lemas. Kenzo memperhatikan Alma, dia ingat dulu saat Kenzo sakit Alma telaten ngerawat dia, padahal dulu posisinya mereka udah putus.
"istirahat lagi sana." perintah Kenzo "Maaf soal semalem, gak usah dipikirin lagi. mulutku ini emang gak bisa nyaring omongan" kata Kenzo sambil mukul mulutnya agak keras berkali-kali.
"U-udah" kata Alma lemah, dia berusaha nahan tangan Kenzo.
Alma cuma mandangin wajah Kenzo, rasanya campur aduk. kesal, marah, kecewa. Dia milih membelakangi Kenzo, air matanya menetes lagi, kali ini Alma mencoba tidak bersuara.
"Kamu istirahat dulu, aku di ruang kerja, kalau butuh sesuatu panggil atau Telphon aja" kata Kenzo sambil ngusap kepala Alma.
"kenapa kita kayak gini terus sih Ken?" gumam Alma saat Kenzo udah nutup pintu.
__ADS_1
***