Sahabatkah?

Sahabatkah?
#31


__ADS_3

#31


"kamu!" ucap Alma spontan sambil nunjuk wajah cowok di depannya.


Cowok itu juga keliatan kaget, tapi dia lebih bisa ngatur, "kamu kerja disini?"


"iya" kata Alma datar "kamu beneran orang travel"


"kenapa?" tanya cowok itu sambil menautkan dua alisnya.


"gak yakin aja kamu bisa ngurusin travel"


"Asyeeem" gumam cowok itu pelan.


"udah kenal sama Alma mas?" tanya Bebi penasaran dengan interaksi keduanya.


"Udah, saya sama Alma dulu... " cowok itu mau jawab.


"dulu temen kampus" jawab Alma cepat, takut kalau cowok itu ngomong aneh-aneh. si cowok cuma senyum tipis.


"Pak Pram masih rapat dipolres, disuruh nunggu" kata Alma Jutek.


"Oke. aku duduk disini gak papa ya"


"terserah!" ketus Alma, cowok itu cuma senyum tipis dan geleng-geleng.


"mas namanya siapa?" tanya Bebi sambik duduk di sebelah cowok itu.


"Kenzo, nama saya Kenzo" ucap cowok itu.


Ya Kenzo, entah takdir seperti apa yang mereka jalani, setelah bertahun-tahun hilang komunikasi sekarang malah gak sengaja ketemu lagi.


"ealah... enak dong kalau gitu. mas kasih paketan wisata yang ter de best ya" pinta Bebi.


"iya tenang aja mbak" jawab Kenzo sambil senyum.


"duh senyumnya, kalau kayak gini kalah dokter Rayhan" gumam Bebi, Alma yang denger ucapan Bebi cuma berdecak kesal.


'kenapa dibandingin sama mas Ray sih' batin Alma kesal.


Alma pura-pura sibuk dengan berkas di mejanya, tapi jujur dia masih kaget dan rada gimana gitu bisa ketemu Kenzo lagi, rasanya masih canggung. dia kangen, tapi rasa bencinya lebih mendominasi.


"Al, aku dianggurin aja nih?" tanya Kenzo.


"terus?" tanya Alma sambil natap Kenzo tajam,


Kenzo jadi salah tingkah ditatap seperti itu, dia menggaruk tengkuknya "diajak ngobrol kek, apa gitu"


"males!"sewot Alma dengan masih ngadep berkasnya, Kenzo akhirnya cuma diem sambil mainin ponsel.


" Assalamualaikum"sapa Tama sambil nenteng tas, hari ini dia pakai baju dinasnya, keliatan lebih ganteng.


"Waalaikumsalam" jawab orang dalam ruangan.


Udah jadi kebiasaan, Tama langsung ke meja Alma yang tertera agak pojok dan pisah dari temen-temennya . "Ada tamu?" tanya Tama sambil ngeliat Kenzo, keduanya saling senyum dan ngangguk. "ganggu bentar ya mas" katanya


"Ada yang bisa dibantu mas?" tanya Alma sambil senyum


"Bu Septi keluar ya?" tanya Tama sambil ngambil sesuatu dari tas ranselnya.


"Bu Septi lagi rapat di Polres"


"Sama Karumkit?"


"enggak, sama Pak Pram. kalau Karumkit beliau lagi Ke Polda" jawab Alma dengan ramah, beda saat ngobrol sama Kenzo tadi.


"Owh, pantesan sepi. nih" kata Tama sambil ngasih paperbag kecil ke Alma "Pesenan kamu" Alma ngeliat isinya, dia senyum.


"jangan berisik, cuma bawa satu" Bisik Tama lagi. Tama ngasih Alma sebuah lampu hias mini yang unik

__ADS_1


Kemaren Tama pasang status foto lampu itu, Alma gak sengaja liat dan koment kalau dia tertarik. eh sekarang malah dikasih.


Alma hanya memberi isyarat 'OK', sambil berucap 'makasih' tanpa suara, takut yang lain denger. Kenzo hanya bisa ngeliat interaksi keduanya, dia seperti ngerasa aneh.


"Itu tangan habis di infus? kamu sakit?"tanya Tama, Kenzo ikut ngeliat tangan Alma.


"Kecapekan aja"


"Jangan dipaksa kerja kalau sakit, istirahat juga. lembur terus pasti"


"tuntutan kerja mas" kata Alma sambil nyengir.


"jaga kesehatan juga dong, ke ruang admin dulu ya aku" pamit Tama.


"iya mas" jawab Alma sambil senyum. dimasukin paperbag itu ke dalam tasnya.


"Ck..." Kenzo berdecak. Alma ngelirik.


"Ada masalah?" tanya Alma. Kenzo hanya diam tanpa menjawab Alma.


triing...


--Bu Septi--


#kamu sama orang travelnya ke resto X ya, ditunggu Pak Pram. Berkasnya jangan lupa.


*Siap bu


Alma menghela nafas panjang, dia mulai ngeberesin mejanya.


"Pak Pram minta ketemu diluar, ayok! udah ditunggu"


Kenzo tetep diam, tapi dia berdiri dan ngerapiin pakaiannya. Alma bawa berkas dan ngambil kontak motornya.


"Bareng aku aja, kamu kan lagi sakit ntar jatuh" kata Kenzo. Alma cuek.


"Iya mbak, Pak Pram minta ketemu di luar. titip meja ya mbak."


"iya. kamu nebeng sama mas itu aja Al, keliatan masih pucet gitu"


Alma ngelirik Kenzo, "sama aku aja udah. gak usah ngeyel" kata Kenzo tegas. dan Alma bener-bener nurut ketika Kenzo udah bersikap kayak gitu, mau bantah juga pasti ujungnya debat.


Keduanya masih anteng di dalam mobil, suara hening. Kenzo ngelirik Alma.


"tiduran aja kalau pusing" kata Kenzo yang emang ngeliat Alma lagi megang keningnya.


"iya"


"kamu sakit?"


"enggak"


"kamu tuh lama gak ketemu makin judes aja"


"orang kayak kamu emang harus di judesin"


"yaelah, baru juga ketemu. Udah gitu aja sikapnya" kata Kenzo, Alma diam. Dia malah mejamin matanya. antara pusing dan canggung berduaan sama Kenzo lagi, dia milih pura-pura tidur.


Sampai di resto keduanya juga masih diam. mereka diajak makan siang dulu sama Pak Pram dan Bu septi. Setelah itu lanjut bahas masalah wisata. Setelah nego akhirnya mereka sepakat dengan tujuan dan anggarannya.


Kenzo ngeliat jam tangannya, dia seperti buru-buru. "Om, Bu saya pamit duluan gak Papa? ada janji lain soalnya" pamit Kenzo.


"Owh iya gak papa. buat Selanjutnya kamu koordinasi langsung sama Alma aja ya." kata Pak Pram.


Kenzo ngangguk "Nomer kamu tetep kan dek?"


"iya" jawab Alma singkat.


"Yaudah nanti aku chat kalau ada perubahan" kata Kenzo, Alma ngangguk. "kamu balik sama aku atau gimana ini dek?" tanya Kenzo sambil ngeliat Alma, Pak Pram dan Bu septi gantian.

__ADS_1


"Alma sama kita aja mas," Bu Septi yang jawab.


"owh yaudah kalau gitu. Saya duluan." Kenzo berlalu ninggalin meja mereka.


"kamu udah kenal lama sama Kenzo?" tanya Pak Pram.


"Temen kuliah dulu pak"


"owh".


***


" Alma, temen kamu ganteng banget tauk. kapan kesini lagi?" tanya Bebi mulai centil.


"gak tau." jawab Alma malas.


"Udah punya pacar belum ya Al?"


Alma diem saat Bebi nanya gitu "mana aku tau".


Beberapa tahun mereka gak ketemu, Alma mikirin pertanyaan Bebi tadi. apa Kenzo udah punya pacar? tapi gak salah juga kalau dia punya pacar, Alma udah gak ada hak apa-apa sama Kenzo. Lagian dia sendiri juga udah tunangan.


Beberapa hari ini Alma masih terus disibukan dengan persiapan nikahan. Rayhan sendiri selalu mantau lewat telphon. Saat Alma lagi siap-siap mau pulang, telphonnya bunyi. nomer baru.


drrt...drrtt...


--082xxx--


" halo"


"dek, ini Kenzo. udah pulang kerja belum? bisa ketemu gak?"


"ngapain?"


"ngomongin masalah ke Bali itu, aku ada usul destinasi baru"


"kalau mau ngomongin itu di RS aja pas jam kerja"


"mumpung aku di deket RS kamu ini, aku pikir sekalian aja. Sambil ngobrol santai gitu"


"aku gak bisa, udah ada janji" jawab Alma.


"Gitu, yaudah deh. besok aja ketemu di RS"


"Iya"


tuut ..


Alma nutup telphon tanpa salam, sore ini memang dia ada janji sama Bisma dan Indira. Dan dia juga emang malas mau ketemu Kenzo.


"Tante..." sapa Irma, anak pertama Bisma dan Indira yang berumur 3tahun.


"Halo sayank..." Irma di gendong sama Bisma nyamperin Alma, anak itu pengen cepet-cepet ketemu Alma, sampai harus nyusulin ke dalam RS.


"duh makin comel aja kamu sayank" kata Alma sambil nyubit pipi Irma, anak itu pindah digendong Alma, dan nyium tantenya itu.


"Indira mana?" tanya Alma ke Bisma.


"Di dalam mobil, perutnya udah gede gak gue bolehin turun. langsung berangkat aja kita" Ajak Bisma.


Bisma, dan Alma jalan beriringan ke mobil yang ada diparkiran. mereka terus bercanda godain Irma. Indira emang lagi hamil anak kedua, dan saat ini mereka janjian mau jalan bareng, cuma nongkrong aja sambil ngajak Irma main.


Diseberang jalan ternyata ada Kenzo yang lagi ngeliat ke arah mereka, daritadi sebenernya Kenzo udah di depan RS Alma, tapi dia gak turun dari mobil.


"Ternyata emang kamu udah nikah Al, anakmu udah besar" gumam Kenzo sambil senyum kecut.


***


__ADS_1


__ADS_2