
#43
"Baru pulang?"
"ma-mas?!" Alma ngangguk, Rayhan berdiri dihadapan Alma, "mas darimana?"
"Baru beli makan" jawab Rayhan singkat. "kamu kerumahnya Pak Pram sama siapa Al?"
"sama Bebi sama anak travel juga" gak bohong dong Alma, kan emang Kenzo anak travel.
Rayhan ngangguk, "udah makan?"
"Udah kog mas" jawab Alma singkat.
Rayhan melihat jam tangannya, jam 21.30...
'haduh, Mas Ray tadi liat Kenzo gak ya? masalah ini' batin Alma. Entah Kenapa Alma parno sendiri takut Rayhan salah paham, dan tau dia pergi bareng Kenzo. Dia mau cerita saat mereka bener-bener ada waktu yang pas.
"kamu kenapa ?" Tanya Rayhan yang emang ngeliat Alma agak bingung.
"ha?! gak papa kog, mas udah lama disini?"
"barusan, habis beli nasi goreng liat kamu berdiri sendirian, ya mas datengin"
"owh... "
"mau nasi goreng gak?"
"enggak mas, udah kenyang" kata Alma, mereka masih terlihat canggung "mas sibuk gak di Ugd?"
"gak juga, masih belum ada pasien, kenapa?"
"aku mau ngomong sama mas"
"boleh, lesehan di warung kopi depan situ mau gak?" ajak Rayhan.
"boleh mas" mereka jalan beriringan ke warung kopi. Belum sampai mereka di warunh kopi itu, terdengar suara mobil patwal polisi masuk area RS.
"Al, kayaknya ada kecelakaan. Mas balik dulu deh, maaf ya ngobrolnya nanti aja."
"iya mas, ati-ati. semangat kerjanya" Rayhan tersenyum manis ke Alma. seneng banget dia dapat semangat dari calon istri.
"siap, nanti mas telphon" Alma ngangguk, Rayhan sedikit berlari ke RS, untung tadi dia udah makan, kayaknya bakal sibuk ini.
"hmmmh... ditunda lagi deh ngomongnya" gumam Alma sambil berjalan pulang ke asrama.
***
Keesokan paginya semua sudah kembali keaktivitas rutinnya. Setelah apel pagi Alma cepet-cepet kembali ke ruangan, dia harus nyiapin laporan yang akan dia bawa ke Surabaya, bisa kacau kalau sampai ada yang ketinggalan.
"Selamat pagi" Semua mata melihat ke pintu
"Ya ampun, pagi-pagi udah diapelin sama dokter Rayhan, senengnya" ucap Bebi agak teriak, dokter Rayhan senyum.
"Berisik ah Bebi"
"syirik aja si Alma, cemburu lo!" goda Bebi.
"nih duo jomblo ribut mulu deh" Bayu ikutan nimbrung "dokter mau ketemu sapa?"
"ketemu Bebi" jawab dokter Rayhan.
Bebi langsung ketawa ngakak "Ya ampun, jadi dari penghuni ruangan ini dokter cuma mau ketemu sama saya nih" goda Bebi lagi sengaja manasin Alma. Alma cuma ngelirik dokter Rayhan, kesal.
__ADS_1
'Tak pites kamu mas' batin Alma sambil nata laporan disamping meja Bebi.
Rayhan garuk kepalanya yang gak gatal, dia habis jaga malam, kebetulan ada kecelakaan dan otomatis dia lembur, dan cuma tidur sebentar. Kepalanya sekarang pusing, rasanya malas buat nanggepin godaan Bebi.
"saya cuma mau nyerahin ini, data yang kemaren kamu minta" kata Rayhan sambil nyodorin map.
"udah selesai dok? makasih ya" ucap Bebi sambil senyum.
"Yaudah saya balik dulu" pamit Rayhan, dia beneran ngantuk.
Alma melotot saat Rayhan milih pamit daripada nemuin dia "dokter!" panggil Alma. Rayhan noleh.
"ya?"
"Bisa ngobrol bentar gak dok, saya mau nanyain pajak profesinya dokter" Alma beralasan, Rayhan mengernyitkan dahi. Alma ngangguk sambil senyum.
"Modus dok, jangan mau" Bebi kompor.
"Ayo dok ke meja saya aja. disini berisik" ajak Alma sambil berjalan ke arah mejanya.
Meja Alma untungnya agak menyendiri dan ada di pojok ruangan, jadi setidaknya apa yang mau dibicarain gak terlalu di denger orang lain.
"kenapa?" tanya Rayhan lembut.
"maaf ganggu bentar. mas keliatan capek banget" kata Alma setengah berbisik.
"iya, tidur cuma bentar. maaf semalem gak sempet telphon"
"iya gak papa" kata Alma.
Alma menghela nafas panjang, dia juga liat sekitarnya, takut ada yang mendekat.
"Mas, sebenernya aku mau ngomong sesuatu, dan ini penting banget. "
"kamu nanti pulang Surabaya jam berapa?"
"gak tau"
"nanti kalau udah pulang aku jemput di asrama, kita ngobrol. yaudah aku pulang ya"
"Mas..." Entah kenapa sekarang Alma malah jadi parno sendiri saat dihadapin sama Rayhan.
Rayhan balik natap Alma lagi "Mas percaya sama aku?"
"kog nanya gitu?"
"jawab aja"
Rayhan sendiri masih bingung dengan sikap Alma "Mas percaya sama kamu" kata Rayhan akhirnya.
"Makasih"
"Udah gak usah dipikirin. kita omongin baik-baik nanti. Mas balik ya" pamit Rayhan.
"iya"
"kamu ati-ati. kasih kabar terus" Alma ngangguk.
"semuanya duluan ya" pamit Rayhan saat akan keluar ruangan.
"ya dok" jawab semua orang hampir bersamaan.
Saat Rayhan akan melewati pintu dia berpapasan dengan Kenzo, mereka saling tatap. tak lama keduanya tersenyum dan saling menganggukan kepala.
__ADS_1
"Assalamualaikum" sapa Kenzo.
"Waalaikumsalam" jawab semuanya. "Eh mas Ken, kesini lagi" tanya Bayu.
"iya ada perlu, Alma ada?"
"di mejanya mas, langsung masuk aja"
"oke, makasih" Kenzo jalan ke arah meja Alma, ternyata Bebi juga ngikut dibelakangnya.
"Cakep gak?" bisik Bebi. Kenzo yang gak sadar diikuti Bebi kaget.
"Astagfirullah nih anak, bikin jantungan aja" semprot Kenzo "Siapa? aku? udah ganteng daridulu emang"
"Ck... itu tadi calonnya Alma"
"yang mana?"
"itu yang tadi papasan di pintu"
"Owh... Biasa aja, cakepan gue!" kata Kenzo percaya diri.
"Sombong!"
"kalian bisik-bisik apa sih?" tanya Alma yang masih berkutat dengan laptopnya. "Ken, katanya hari ini balik Surabaya"
"Iya ini mau langsung berangkat" kata Kenzo sambil meletakan paperbag diatas meja "nih ada sedikit souvenir sama beberapa kaos dari agen travelku. terserah mau dikasih siapa. kata Om Pram suruh nitip kamu"
"iya beliau lagi rapat" jawab Alma tanpa melihat Kenzo.
"Owh iya, sekalian ini foto waktu liburan kemaren udah aku masukin sini, udah aku buatin videonya juga" kata Kenzo sambil nunjukin CD.
"Makasih ya, titipin Bebi aja deh biar dicopy.in ke anak-anak ntar"
Karena ngerasa dicuekin. Kenzo milih ngobrol sama Bebi. lebih tepatnya mereka saling bisik, gosipin Alma.
"Ken, aku tinggal bentar ya" kata Alma sambil berjalan keluar ruangan.
Kenzo ngeliat Alma terasa beda, Dia menghela nafas panjang. Almanya dulu pasti akan betah duduk lama dengannya, tapi sekarang semua sudah berubah.
"Beb... Kenzo mana?" tanya Alma saat balik ruangan.
"udah balik"
"balik? kog gak nunggu gue?"
"buru-buru katanya"
"Dia gak bilang apa gitu, atau nitip pesan?"
"Dia cuma nitipin Flashdisk, katanya punya lo. Gue taruh di atas meja" kata Bebi, Alma berjalan ke mejanya.
Diambilnya flashdisk itu, ya ini memang punya Alma. Beberapa tahun yang lalu emang dibawa Kenzo, dan baru sekarang dibalikin. Alma tersenyum tipis dan masukin flashdisk itu dalam laci mejanya. Kemudian dia bersiap untuk pergi Jaldis ke Surabaya.
***
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Alma, Baru jam 11 malam dia sampai di Asrama. Seharian tadi dia sibuk ngurus laporan di Polda dan Bidokkes sama Bayu dan Bu Rahma, saat perjalanan pulang ternyata macet total karena ada kecelakaan. Jadilah jam segini baru nyampek.
Rencana buat ketemuan sama Rayhan akhirnya juga batal, gak mungkin dia jam segini nekat ngajak ketemu. Mana besok Rayhan harus keluar kota lagi.
Sebenernya Rayhan udah minta Alma buat ngobrolin masalahnya di Chat, tapi Alma rasa kurang pas kalau gak ngomong langsung. mana daritadi ponselnya lowbat.
Alma bener-bener capek, badannya pegal semua karena daritadi harus duduk dimobil. Karena udah ngantuk banget dia milih tidur tanpa ngecek ponselnya yang mati dan lagi di charge.
__ADS_1
***