
#29
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab Alma sambil senyum. "masuk mas"
Hari ini Alma sedang libur kerja, dan tunangannya bilang mau nemuin dia dirumahnya.
"ada siapa dirumah dek?" tanya Rayhan sambil duduk di sofa ruang tamu.
"Papa mama lagi keluar, kalau kak Arkan lagi jalan sama istri dan anaknya"
"kita cuma berdua dong dirumah"
"iya" kata Alma sambil nyengir.
"kog gak bilang? tau gitu kan tadi aku ngajak Radit" kata Rayhan.
Gini nih kalau sama Rayhan, pasangan lain itu malah seneng banget kalau pas lagi ngapel eh dirumah sepi bisa mesra-mesraan. tapi sekarang, Alma malah ngerasa dihakimin.
"Maaf mas, lupa"
Rayhan menghela nafas pelan, tapi kemudian dia senyum. "yaudah kalau gitu kita jalan aja yuk, daripada dirumah berdua gini, gak nyaman aku"
"iya, bentar ambil tas dulu"
"mas tunggu diluar aja ya dek"
"iya" jawab Alma setengah berteriak, karena dia udah jalan ke kamar. Rayhan geleng-geleng dengan sikap Alma, tapi dia juga senyum.
"dek, persiapan nikahan kita gimana?" tanya Rayhan saat mereka lagi di dalam mobil.
"udah 60% lah."
"ada yang perlu mas bantu gak?"
"sampek sekarang masih bisa aku handel kog mas, dibantu sama orang rumah juga. paling nanti kalau pas fitting baju, terus udah mau prewed aku bilang ke mas."
"iya deh, ini mas juga lagi proses ngurus di KUA tempat tinggal mas, rada ribet soalnya jamnya sering bentrok sama mas jaga"
"iya, moga semua lancar mas"
"amin..." ucap Rayhan "dek, kalau dipikir-pikir ini pertama kalinya kita jalan berdua ya?"
Alma senyum "iya mas, kencan pertama berarti"
"maaf ya mas gak pernah ngajakin kamu kencan kayak pasangan lain"
"aku ngerti kog mas"
"nanti pacarannya setelah nikah aja ya, lebih indah" kata Rayhan sambil ketawa. Alma ikutan senyum.
"dek, kamu dulu kalau pacaran paling suka kemana?" tanya Rayhan sambil ngeliat Alma.
"pantai" jawab Alma singkat.
"yaudah nanti kita prewednya di pantai aja gimana?"
"serius mas? bukannya kemaren pengen yang nuansa islami gitu?"
"mas juga pengen dong ngajak kamu ke tempat yang paling kamu suka kayak pacar-pacar kamu dulu. kan kita sekarang juga masih pacaran" kata Rayhan sambil senyum ke arah Alma.
duh... Alma bener-bener salah tingkah di kasih senyum semanis ini sama Rayhan.
"mas gak masalah sama masalalu aku?"
"kita udah sering bahas ini dek. mas gak masalah, asal mas jadi yang terakhir buat kamu"
"pasti lah" jawab Alma sambil senyum.
drrtt...drrtt...
"hadeee..." keluh Alma.
"Siapa?" tanya Rayhan penasaran.
"Bu Septi. malas kalau lagi libur di telphon gini, ujung-ujungnya ngomongin kerjaan."
Rayhan senyum "angkat aja, sapa tau penting"
__ADS_1
--BuSep--
"Assalamualaikum bu"
"Waalaikumsalam Al, laporan yang saya minta kemaren kamu taruh mana? ini anak-anak nyari gak ketemu"
"laporan yang mana bu? banyak lo"
"haduuuh kamu ini, itu yang laporan keslap."
"lah... ya saya bawa pulang bu, kan kemaren saya udah ijin sama ibu. katanya banyak yang salah"
"owh iya, lupa saya. udah selesai kan?" tanya Bu Septi, Alma rada was-was kalau udah ditanya dengan intonasi begitu.
"udah"
"anterin ke RS, saya tunggu. mau saya kerjain sekarang soalnya"
"hah?!" Alma melotot "tapi saya masih dirumah bu"
"saya tunggu, sampek malem saya di RS" Kata bu Septi, dan terdengar seperti ada orang ketawa dibelakangnya. pasti temen satu ruangannya.
"iya bu" kata Alma sambil ngeliat ke arah Rayhan. Alma mutus telphon itu setelah salam.
"Mas..." panggil Alma dengan nada manja.
Rayhan senyum "kenapa? mau dianter ke RS?"
"emang mas mau nganter?"
"mau dong, udah jangan manyun gitu wajahnya"
"sebel aku mas, harusnya kan sekarang kita kencan. Uuups..." Alma menutup mulutnya, ketahuan banget kalau dia ngarep kencan sama Rayhan.
Rayhan senyum "hari ini waktuku buat kamu semua dek. dari RS kita lanjut nonton. mau?"
"tumben mas ngajak nonton?" tanya Alma rada kaget dia bener-bener gak nyangka Rayhan ngajak nonton.
"kebetulan ada film yang mas pengen tonton, gak apalah sekali-kali nyenengin calon istri" ucap Rayhan.
"yes!!" ucap Alma spontan.
Rayhan nunggu Alma agak jauh dari RS, mereka masih gak mau kalau ada yang sampai tau hubungan mereka. Setengah jam Rayhan nunggu, dan akhirnya tunangannya itu balik ke mobil.
Seperti rencana awal, mereka pergi nonton bioskop. dan ini bener-bener kencan pertama mereka, rada canggung sebenernya. tapi mereka terlihat menikmati.
"dek, mumpung disini sekalian beli cincin yuk" ajak Rayhan.
"yakin beli sekarang? rencananya kan nanti sama mama kamu belinya"
"gak masalah dek, nanti aku yang bilang ke mama" akhirnya mereka ke toko perhiasan, beli sepasang cicin kawin.
"makan dulu ya" pinta Alma sambil pasang wajah imut.
"mana bisa mas nolak permintaan kamu dek" kata Rayhan akhirnya, sebenernya Rayhan tadi udah ngajak pulang gak enak sama orang tua Alma, ini juga udah malam.
"dek, mas sekalian mau minta ijin mumpung inget" kata Rayhan disela mereka makan.
"ijin?"
"iya, mas ada tawaran buat jadi dosen tamu di Jember"
"keren dong" kata Alma sambil ngacungin jempolnya.
" tapi lumayan lama dek, sebulan. mas rada mikir sih apalagi kita mau nikah, pasti banyak banget yang harus kita siapin"
"mas gak usah pikirin soal itu. mas ambil aja" kata Alma ngeyakinin.
"kamu beneran gak apa-apa ngurusin sendiri?"
"insyallah gak apa-apa mas,kan pake WO, sodara juga banyak yang bantu " kata Alma lagi "emang kapan berangkatnya?"
"kalau jadi 1 minggu lagi, jadi nanti mas baliknya h-3 minggu. itu kalau gak molor"
"masih ada waktu buat prewed. mas ambil aja"
"kalau mas kangen kamu gimana dek?"
"dih mas nih... ada telphon kan. tumben manja"
__ADS_1
"biarin lah, sama calon istri ini. mas pengen belajar kayak pasangan lain lah"
"hahaha... kenapa gitu?"
"Biar kamunya seneng." kata Rayhan sambil ngeliat Alma "Maaf ya dek selama ini mas jarang bersikap manis ke kamu"
"apasih mas, tiap orang beda-beda kan. dan aku setuju sih sama mas kalau pacaran setelah nikah itu lebih indah. jadi gak usah dibuat pusing. aku cukup seneng kog mas"
"mas pengennya kamu gak cukup seneg, tapi sueeneng banget gitu lo dek"
"iya-iya, terserah mas lah" kata Alma sambil ngelanjutin makan.
"kalau mas ambil kita LDRan dong dek. padahal mas udah niat pengen pacaran sama kamu"
Alma ketawa rada keras "eh, maaf mas lucu aja sama ekspresi kamu"
"tolak ajalah kalau gitu" Rayhan rada kesel.
"jangan mas, kesempatan langka kan. brarti emang sama Allah niat kamu gak direstuin. tenang aja, kalau udah nikah nanti kita pacaran sepuasnya. aku milikmu mas"
"dek, omongan kamu bikin mas pengen cepet nikah deh, pikiran mas melayang kemana-mana"
"stop! gak usah diterusin. buruan abisin makanannya" kata Alma, dia juga rada malu ngomong seperti tadi. Rayhan malah ketawa.
***
"Kamu kenapa Beb?" tanya Mbak Rita yang ngeliat Bebi yang baru datang dari UGD lesu, biasanya dia semangat apalagi yang jaga sekarang dokter Rayhan.
"dokter Rayhan" ucapnya lemas.
"kenapa dokter Rayhan?" Tanya Alma penasaran, takut kalau tunangannya kenapa-napa.
"Beliau ijin sebulan, mau keluar kota katanya" jelasnya, Alma senyum.
'galau se RS nih kayaknya' batin Alma.
"nanti juga balik, sabar ajalah" kata Alma datar.
"Rasanya sepi RS kalau gak ada dokter Rayhan" ucap Bebi lagi "gak semangat!"
Alma ketawa dalam hati, tapi dia juga sedih sih. deket aja rasanya jauh, apalagi kalau LDR gini.
triiing...
--Rayku--
#dek, nanti lembur gak? ketemu yuk. besok mas berangkat
*iya mas, nanti aku tak ijin
#pinter
"Bu, nanti saya gak ikut lembur ya" ijin Alma saat di dalem ruangan bu Septi.
"kenapa lagi kamu?"
"ada perlu penting bu, urusan keluarga" Alma alasan.
"hadeeee... iya saya ijinin." kata Bu Septi. "Owh iya Al, menurut kamu kalau liburan itu lebih cocok kemana kalau orang Rumah sakit? pilihannya Jogja, Bali, Bandung, Jakarta"
"Bali"
"alasannya?"
"kita tiap hari sibuk sama orang sakit buk, terutama yang anak medis. jadi kayaknya butuh yang seger-seger. kalau Bali kan pantainya banyak buk. anak-anak pasti butuh vitamin Sea"
"kalau kota lain emang kenapa?"
"kalau jogja tuh kota romantis bu, kasian yang jomblo, Bandung sama Jakarta banyak macetnya kasian anak-anak nanti tambah puyeng"
"bisa aja kamu ngarang alasan"
Alma cengar cengir "emang kita mau liburan?"
"Rencananya gitu, agenda lama yang ketunda. tapi jangan bilang-bilang dulu, rahasia. biar nanti kejutan waktu rapat bulanan"
"siap bu" kata Alma sambil senyum ngembang.
***
__ADS_1