Sahabatkah?

Sahabatkah?
#65


__ADS_3

#65


tok... tok... tok...


Alma dan Kenzo mendadak gugup, mereka lupa kalau lagi berenti di tempat sepi. Kenzo berusaha nenangin Alma, padahal dianya sendiri juga gugup. kaca mobil kembali di ketok. dipikirannya hanya hal negativ, jangan-janhan begal. Alma celingukan, dan saat dia noleh ke belakang, matanya melotot. Ada mobil patroli polisi.


"mampuus! kena Razia yank!" gumam Alma sambil ngusap wajahnya kasar.


"hah?!" Kenzo bengong "kog bisa?".


Kaca mobil terus di ketuk, perlahan Kenzo menurunkan kaca mobil, terlihat bapak-bapak berumur 40tahunan, dengan seragam polisi lengkap.


" Selamat malam pak!" ucap polisi itu sambil hormat.


"ma-malam" jawab Kenzo berusaha santai.


"Bisa turun sebentar pak" pinta polisi itu.


Tanpa jawab omongan polisi, Kenzo noleh ke Alma yang keliatan nyembunyiin wajahnya "aku turun, kamu disini aja" Kenzo langsung turun menemui polisi itu.


Terlihat Kenzo dan polisi itu sedang ngobrol, lebih tepatnya berdebat. Kenzo juga menunjukan sesuatu dari dalam dompet, sepertinya polisi itu minta surat-surat penting. Setelah itu mereka masih terus terlibat obrolan.


"ancur deh nama baik gue" gumam Alma sambil turun dari mobil.


"Malem pak Andra!" sapa Alma sambil cengengesan, Kenzo dan polisi itu noleh ke Alma.


"loh!" kaget polisi itu sambil nunjuk wajah Alma. Kenzo mengernyitkan dahi karena tadi Alma nyebut nama polisi itu.


"Alma kan?" tanya polisi itu memastikan, dia juga meneliti pakaian Alma yang jelas masih pakai seragam kerja, dan tentu Polisi bernama Andra itu sangat hafal itu adalah seragam RS Bhayangkara tempat yang sering dia kunjungi.


"iya Pak, kenalkan ini suami saya" kata Alma sambil berjalan ke sisi Kenzo.


Pak Andra nahan senyum "jadi ini beneran suamimu Al?"


"iya pak" jawab Alma malu-malu.


"Saya kira tadi dia bohong. lagian kalian ini kan udah nikah, masak ya ngelakuin 'itu' di mobil? di pinggir jalan lagi?" kata Pak Andra sambil senyum.


"Pak, saya kan bilang tadi, ini cuma salah paham. saya sama Alma cuma..." Kenzo gak nerusin omongannya karena sudah dipotong duluan.


"iya-iya, saya percaya" kata Pak Andra sambil ketawa. "Jadi kamu ponakannya Pak Pram?"


"Iya pak" jawab Kenzo akhirnya.

__ADS_1


"Lain kali jangan berenti di pinggir jalan kayak gini. udah tengah malam, mana mobilnya daritadi goyang terus, gak salah kan kalau saya mikir macem-macem?"


"Tapi Pak..."


Kali ini sebelum Kenzo lanjut ngomong, tangannya udah dipegang duluan sama Alma "Maaf Pak" ucapnya sambil senyum.


"untung tadi saya yang gedor, kalau begal gimana?" kata Pak Andra lagi.


"Iya Pak"


"Yaudah saya lanjut potroli lagi, kalian juga cepet pulang. kegiatannya dilanjutin di kamar aja" kata Pak Andra sambil nepuk bahu Kenzo dua kali.


"hah?!" Kenzo melotot.


"Makasih ya Pak, hati-hati di jalan" kata Alma sambil senyum lebar.


"Ya ya" jawab Pak Andra sambil berlalu pergi, ternyata di dalam mobil ada beberapa polisi lagi, tapi gak ikut turun.


Alma langsung lari masuk mobil, disusul Kenzo. Dia mukul kepalanya pelan.


"Kenapa?" tanya Kenzo sambil nyalain mobil.


"Malu lah, aku tuh sering ke polres dan ketemu sama Pak Andra itu, pasti nanti bakal jadi guyonan kalau aku kesana" kata Alma, wajahnya merah padam.


"La kan kita gak ngapai-ngapain, tadi aku udah coba jelasin" kata Kenzo gak mau kalah.


tanpa di duga, Kenzo malah ketawa, Alma jadi heran. "Malah ketawa" omel Alma.


"Biarin ajalah, lagian kita udah suami istri ini"


"mangkannya udah nikah itu Ken, kayak gak ada tempat lain aja. malu tauuuuk!" gerutu Alma.


Kenzo ketawa lagi "yaudah kita ke villa aja gimana, biar gak kena razia!" goda Kenzo sambil noel lengan Alma.


"Haiiish.. pulang!" bentak Alma.


"iya iya" Kenzo masih ketawa "lagian kamu pake acara gelitik, jelaslah mobilnya jadi goyang,"


"gak lucu Ken, nanti pasti bakal jadi bulan-bulanan pak Andra aku, di ledekin terus pastinya" Alma masih terus membayangkan segala kemungkinan yang bakal terjadi.


Kenzo hanya dengerin sambil terus ketawa. Tadi dia sempet emosi juga sebenernya saat polisi itu bilang kalau dia berbuat mesum di tempat umum. jelas karena dia gak ngapa-ngapain plus dia juga sama istri sahnya. Tapi saat tau Alma kenal sama polisi itu, ada sedikit rasa lega disana, karena masalah akan cepet selesai.


Kenzo sebenernya juga malu karena kena razia, apalagi sampai dikira berbuat mesum, tapi dia gak peduli toh gak bakal ketemu polisi itu lagi, beda dengan Alma. Dan entah kenapa rasanya lucu bayangin Alma nanti digojloki sama polisi itu. Gak tega sih, tapi pasti muka Alma tambah gemesin.

__ADS_1


"Udah sayank, gak usah dipikirin, slow aja" kata Kenzo "nanti kalau polisi itu ngeledek kamu bilang ya"


"kenapa?kamu mau ngebelain?" tanya Alma dengan senyum malu-malu.


"Mau aku videoin, pasti muka kamu lucu banget" katanya sambil ketawa.


"Kenzo iiih.... ngeselin banget sih kamu!" kesal Alma. dia manyun dan beralih ngadep jendela.


"jangan manyun dong, tak kiss lo kamu ntar" goda Kenzo.


"emoh"


Kenzo ketawa lagi, diraihnya tangan Alma "Canda sayank, dengerin. Nanti kalau kamu di ledekin sama mereka aku temenin, biarlah kita diketawain berdua. Nanti kamu tak peluk aja, jadinya mereka gak jadi ngledek malah berubah iri" kata Kenzo sambil ngusap tangan Alma.


Alma senyum "Apaan sih kamu, gak jelas deh"


"gitu lah senyum. lagian harusnya polisi tadi tuh yang malu, fitnah sembarangan" kata Kenzo lagi "terus gimana sekarang kita?"


"Maksutnya?"


"Jadi ke Villa?"tanya Kenzo, di daerah mereka Villa lebih banyak digunakan orang untuk berbuat mesum.


"wegaaaah (gak mau)! ngapain juga mesti ke Villa, orang kita punya rumah sendiri"


"Owh jadi pengen ngelakuinnya di rumah aja?"


"ngelakuin apa?"


"ya seperti yang dipikirin polisi tadi" goda Kenzo sambil menaik turunkan alisnya.


"Apaan sih kamu iish..." kata Alma malu-malu. Kenzo malah ketawa, dicubitnya pipi Alma gemas.


Keduanya masing saling bercanda dan saling menggoda, entah obrolan mereka ini mau dilanjut kemana. Sampai dirumah keduanya langsung bersih-bersih badan dan sholat isya.


Kenzo milih pergi ke ruang kerjanya, karena dapat telphon dari Gio suruh ngecek e-mail. Alma yang emang udah capek banget langsung ketiduran.


"Cepet banget tidurnya, pasti capek" gumam Kenzo saat masuk kamar.


Dia langsung ikut tiduran di samping Alma, setelah beberapa minggu nikah pemandangan Alma yang sedang tidur entah kenapa menyedot perhatiannya.


Gak bisa dipungkiri Kenzo sebagai laki-laki normal pasti sangat bernaafsu ngeliat Alma, tapi dia masih nunggu waktu yang tepat. waktu dimana mereka berdua sudah bener-bener saling membutuhkan, saling menyayangi, dan tentunya saling mencintai.


"Sabar ya sayank, maaf" gumam Kenzo sambil belai rambut Alma pelan.

__ADS_1


Dikecupnya kening Alma lama, "Mimpi indah Almaku" ucapnya sambil senyum.


***


__ADS_2