
#08
Beberapa hari setelah pulang dari Bali aku kembali ke rutinitas kuliahku seperti biasa. semua berjalan normal seperti biasa. Tapi hidupku lebih berwarna dengan adanya sahabat baru. siapa lagi kalau bukan Nayla, Rara, Kinan, Gio, dan Kenzo.
Rasanya menyenangkan punya sahabat seperti Mereka, karena jujur dari dulu aku gak pernah punya teman segila mereka. apalagi ada dua cowok tengil yang selalu bikin ketawa. ini bener-bener suatu kemajuan buatku karena bisa bersahabat dengan cowok kayak mereka.
"Dek, pulang sendirian? Rara mana?" tanya Kenzo saat kita bertemu di depan gedung fakultas.
"Rara lagi ke ruang dosen" jawabku singkat, kini Kenzo udah berdiri disebelahku.
Dia cuma ngangguk denger jawabanku. "Mau gue anter ke kosan?"
"gak usah, lagi nunggu temen gue"
ucapku sambil natap mata Kenzo, secepat kilat aku membuang muka " Si Gio mana?"
"Balik duluan dia" jawabnya "gue temenin boleh? sekalian pengen tau pacar lo"
Aku senyum tipis "pacar apaan? nungguin temen"
"tapi cowok kan?"
"Iya"
"Fix pacar lo brarti. gak mungkin cuma temen orang elo keliatan seneng gitu. mau kencan ya" godanya
"apaan sih! serah deh" jawabku singkat.
Akhirnya Kenzo nemenin aku ngobrol, kita becanda ngalor ngidul sambil ketawa-ketawa.
"Bi..." panggil seseorang dari belakangku, aku noleh, Bisma uda jalan mendekat ke arah kami. Aku beri dia senyuman termanis menurutku.
"Udah dateng" jawabku, dia hanya ngangguk. kulihat Bisma ngelirik Kenzo.
"Kenalin Bi, ini Kenzo temen sekelas aku"
"Kenzo"
"Bisma"
Keduanya berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri. ku liat mereka berdua, Kenzo masang senyum seperti biasanya, sedang Bisma juga terlihat senyum tapi maksa.
"Yaudah dek, kalau gitu gue balik duluan ya, pacar lo uda dateng juga kan" kata Kenzo sambil senyum ke arahku.
"Makasih uda nemenin, samperin Kinan dulu sana, ntar dia nungguin elo lagi di perpus" kataku, tadi Kinan nelphon Kenzo minta anter balik kos.
"Males" jawabnya " duluan ya mas" pamit Kenzo ke Bisma.
__ADS_1
"iya" jawab Bisma singkat.
Kenzo mulai berjalan masuk ke dalam gedung, mungkin dia nyamperin si Kinan, entahlah.
Di dalam mobil aku dan Bisma sama-sama diam, hening. kulirik Bisma, wajahnya kesal.
"Kenapa Bi?" tanyaku sambil ngusap pipinya lembut.
"cowok tadi siapa?" tanyanya ketus.
Aku menghela nafas, mencium bau-bau cemburu. "kan tadi uda bilang dia temenku sekelas."
"dia yang kemaren ikut ke Bali juga kan?" tanyanya lagi, Bisma emang sempet liat fotoku sama anak-anak pas di Bali.
"Iya"
"Ngapain tadi kamu sama dia berduaan?"
"tadi itu aku nungguin kamu, Ken lewat jadinya dia nemenin aku"
"harus gitu kamu ditemenin. sendirian bisa kan, gak harus berduaan "
'salah lagi, apaan sih nih cowok, orang cuma nemenin doang, lagian gak berduaan, orang disana tadi juga banyak anak' rutukku dalam hai.
"gak sengaja tadi Bi"
"iya maaf, lain kali bakal aku usir dia kalau pas janjian sama kamu"
"ck... berarti kalau lagi gak janjian sama aku, kamu bebas berduaan gitu sama dia" Bisma kembali kesal.
'ampun deh, salah omong!' batinku.
"enggak Bi, maaf becanda tadi" kataku sambil ngusap pipinya lagi lembut. cara andalan nenangin emosi Bisma. "udah dong jangan cemberut, kan kita mau kencan"
Perlahan Bisma narik tangan aku, dan dicium.
"Aku gak suka kamu deket cowok lain, aku cemburu Bi" ucapnya sambil ngeliat ke arahku.
'kamu sendiri apa kabar pak!' jeritku dalam hati.
"iya maaf Bismaku Sayank" kataku akhirnya sambil senyum manis ke arahnya. "udah fokus nyetir lagi sana"
"cium dong Bi, biar moodku balik lagi" pintanya sambil noel pipi aku ngerayu.
"halah... mesum" kupukul pelan lengan Bisma, dia ketawa. pengen kucakar rasanya kalau dia udah dalam node mesum. enak aja cium-cium.
Hari ini aku dan Bisma janjian makan siang bareng plus nonton. agak aneh sih tiba-tiba dia ngajakin nonton, tapi aku iyain aja, kapan lagi nonton bareng seorang Bisma yang sok sibuk.
__ADS_1
***
"Al, ada Gio sama Ken tuh di depan" kata Rara sambil buka pintu kamar kosku.
"tumben mereka kesini!" kataku sambil ngerapiin rambut.
"biasa pinjem buku" jawab Rara enteng, "yok ke depan, nanyain elo mereka"
"iya bentar" kataku sambil makek jaket.
"Akhirnya si adek muncul, ngapain aja di kamar? semedi?" tanya Gio sambil geser duduknya nyuruh aku duduk disebelahnya.
"Paling lagi telponan sama mas pacar" timpal Kenzo
"sotoy! lagi ngerjain tugas statistik gua!" jawabku.
"wah mantep, bisa dijiplak dong ntar kalau udah selesai." kata Gio sambil nyengir.
"wani piro" kataku Sambil ketawa.
"perhitungan lo dek!" Kenzo ikutan komen. Rara gak ikutan nimbrung, dia asyik main game.
"Eh dek, ngomong-ngomong pacar lo kalau ngeliat serem. tatapannya tajem banget, berasa mau diterkam gue kemaren siang" ucap Ken sambil ngunyal camilan.
"pasti nih anak bikin ulah, lo godain Alma di depan pacarnya?" tanya Gio.
"ya kemaren gue nemenin Alma nunggu pacarnya, sekalian iseng pengen tau sih" jawab Ken sambil ketawa.
"cari perkara lo. dikira elo selingkuhannya Alma baru tau rasa lo" kata Gio sambil geleng-geleng.
"Apaan, orang gue gak sengaja liat Alma, ya gue samperin lah" jawab Ken enteng "tapi kalau dikira selingkuhan ya gak masalah juga sih, hayuk dek kita selingkuh" kata Ken sambil ketawa.
"modus lo Ken!" celetuk Rara.
"nih anak dari tadi diem, sekali nyeletuk ngena banget" gumam Kenzo, aku hanya ketawa denger mereka.
"tapi kalian gak lagi tengkar kan dek? gue liat dia kemaren kayak kesel gitu, sinis banget ke gue" curhat Kenzo.
"si Bisma emang mukanya dari dulu ngeselin Ken, jadi gak usah khawatir" ucap Rara lagi.
"nih cewek satu ngomongnya gitu amat!" kata Gio sambil nglempar Rara sama camilan. yang dilempar cuma nyengir.
"udah ah, kog malah bahas cowok gue. ganti topik deh" kataku sambil senyum kecut. bikin tiga orang ini saling tatap.
Pembahasan tentang Bisma sama mereka menurutku gak tepat, entah kenapa aku ngerasa gak suka bahas Bisma saat sama mereka. Apalagi ada Rara yang aku tau dia gak suka sama Bisma. Mending dihindari daripada nanti obrolannya melebar kemana-mana.
Akhirnya kita ngobrolin anak-anak kampus, lebih tepatnya ngegosip. Aku agak kaget juga ternyata Ken sama Gio bisa juga di ajak ngegosip, meskipun gak separah kalau lagi gosip sama Kinan dan Nayla. Ken sama Gio cuma nimpalin dikit omongan aku sama Rara, selebihnya kita cuma bercanda.
__ADS_1
***