
#36
"Kenzo!" teriak seseoarang memekakakan telinga
Kenzo langsung bangun sambil duduk saat denger teriakan itu, dari kecil dia selalu was-was kalau denger suara itu. Dia masih berusaha mengumpulkan nyawanya dari mimpi indah.
"Kenapa sih om teriak-teriak?" tanya Kenzo kesal.
"kamu masih bisa tanya kenapa???" Pak Pram nanya balik sambil berkacak pinggang.Kenzo ngambil ponselnya, dia liat jam.
'masih pagi, brarti gak telat!' batin Kenzo.
Ngeliat wajah garang omnya dia rasa pasti ada yang gak beres, Pak Pram masih menatap Kenzo tajam. Bikin bulu kuduk Kenzo berdiri.
"kenapa om?" Ragu-ragu Kenzo nanya.
"Sejak kapan om dan orang tua kamu ngajarin kamu jadi cowok brengs*k!" bentak Pak Pram.
Kenzo makin bingung, dia garuk-garuk kepala sambil noleh kanan kiri. tapi matanya tertuju pada orang yang masih tidur nyenyak di sampingnya. Rambut hitamnya tergerai indah. Mata Kenzo melotot.
'siapa ni cewek?' batin Kenzo. 'jangan-jangan...'
Tangan Kenzo buka selimut yang nutupin badan cewek itu, wajahnya ketutup sama rambut jadi dia gak bisa ngeliat. perlahan Kenzo ngerapiin rambut cewek itu sambil mundurin badan. Pak Pram hanya geleng-geleng ngeliat ponakannya yang dirasa cuma akting.
"Alma!" teriak Kenzo yang berhasil bikin cewek itu menggeliat.
"Apaan sih?" tanya Alma sambil perlahan buka mata. Tapi beberapa detik kemudian matanya membulat karena orang pertama yang dia liat adalah Kenzo.
"Kenzo lo ngapain!" Alma teriak histeris.
Alma duduk sambil nutupin seluruh badannya dengan selimut, dia intip dalam selimut, bajunya masih utuh, cuma hijabnya udah hilang entah kemana. dia lirik Kenzo, dia juga masih pakai baju lengkap. Sekilas Alma ngelirik sesosok manusia yang berdiri dengan angkuh di depannya.
"Pak Pram" gumamnya Pelan dengan masih mematung.
"kamu ngapain masih disini sih Al? semalem kan gue bilang, kalau kamu udah selesai langsung balik kamar" kata Kenzo sambil mulai berdiri dan ngacak rambutnya.
"Apa maksutnya udah selesai? emang kalian habis ngapain?" kata Pak Pram dengan penuh penekanan.
"Lo habis ngapain gue Kenzo?!" teriak Alma sambil mukul bantal ke arah Kenzo.
"aku gak ngapa-ngapain, orang kamu yang terus bertingkah. Aku cuma diem terus ketiduran" jawab Kenzo asal.
"gak mungkin aku perkoosa kamu!" bantah Alma, Kenzo dan Pak Pram melotot denger omongan Alma.
"Apaan sih Al, kamu lupa semalem kita ngapain?" Kenzo balik nanya
"ngapain?" tanya Alma dengan suara yang udah mulai sendu.
Pak Pram mendekat ke arah Alma, dia seperti mencium bau yang aneh. Matanya kembali menajam dan menatap Kenzo.
"Alkohol!" gumam Pak Pram dengan tatapan masih ke arah Kenzo, beliau mulai mendekat ke Kenzo.
"Aku gak Om, cuma Alma aja" kata Kenzo yang paham arti tatapan Omnya itu.
"kamu minum Alkohol Al?" tanya Pak Pram.
"apa? enggak pak" jawab Alma sambil menggeleng "kamu ngasih aku minuman setan itu Ken!"
"Apa sih? orang kamu minum sendiri semalem" bantah Kenzo
"Bohong! gak mungkin aku minum sendiri, pasti kamu paksa aku, ya kan?" Alma mulai memojokan Kenzo.
"Ck..." Kenzo berdecak sambil tangannya bersedekap.
"Udah cukup!" bentak Pak Pram "Kita bahas ini kalau udah di Malang, Alma pakai hijab dan balik ke Kamar kamu. Kenzo cepet siap-siap."
"Iya Om!"
"iya Pak!"
"Denger ya, saya gak bakal lepasin kalian. Setelah liburan ini, habis kalian sama saya!" kata Pak Pram tegas sambil keluar kamar.
Setelah Pak Pram keluar suasana di dalam kamar masih panas, Alma dan Kenzo masih saling tatap.
"Apa liat-liat?" tanya Alma ketus, dia masih celingukan nyari hijabnya yang ternyata jatuh di lantai sebelah ranjang.
Kenzo senyum tipis "dengan rambut kayak gini kamu makin keliatan dewasa dan menggoda" goda Kenzo sambil naik turunin alisnya.
"bisa diem gak!" bentak Alma sambil makai hijabnya.
__ADS_1
"lah dia yang marah, inget-inget disini siapa tersangkanya" kata Kenzo sambil rebahan lagi.
"maksutnya apa?" tanya Alma sambil berkacak pinggang.
"hadeeeh... mending sono balik kamar, mandi, biar pikiran kamu bener lagi"
"gak usah sok bener kamu. Aku yakin ini pasti ulah kamu"
"disini tuh aku korbannya" kata Kenzo tegas, dia mulai agak kesal dengan sikap Alma, apalagi kalau inget pesen Omnya tadi, bencana besar udah di depan mata.
"mana ada" teriak Alma sekian detik kemudian dia menyipitkan matanya "kamu gak macem-macem kan Ken sama aku?"
"Astaghfirullah Alma! mana berani aku macem-macem sama kamu. udah jelas kamu milik orang. udah gila apa aku!" Kenzo mulai frustasi, dia memutar bola matanya jengah.
"kalau gitu jelasin kenapa aku bisa tidur disini!"
" udah aku bilang, Semalem tuh kamu gedor pintu kamar aku, tak bukain. kamu malah nyerocos terus sambil nangis, terus aku ketiduran. aku sendiri juga gak tau kalau kamu masih disini"
Semalem memang setelah Kenzo minum obat dia langsung tidur nyenyak sampai tadi pagi.
"kamu gak bohong kan?"
"enggak"
"kamu gak nodain aku kan Ken!"
"ampun dah ni anak, dibilangin enggak juga. Aku semalem langsung ketiduran, soalnya habis minum obat." terang Kenzo "Aku malah curiga kalau kamu yang nodain aku"
"Sembarangan kalau ngomong" bentak Alma, Kenzo malah ketawa.
"berarti kita cuma sama-sama tidur, udah sono balik kamar" usir Kenzo sambil ngibasin tangannya.
"terus Pak Pram?"
"nanti aku yang jelasin." jawab Kenzo singkat sambil berlalu ke kamar mandi.
Alma bergegas keluar kamar Kenzo, dia sedikit mengendap-ngendap, apalagi ini masih pagi banget, takut ada yang liat. kalau sampai ada yang tau pastinya nanti bakal pada heboh di RS.
Braak...
"Ya ampun Alma! darimana aja sih lo?" tanya Bebi saat ngeliat Alma masuk kamar dan pintu kamarnya ditutup keras oleh Alma.
"Dari mana dodol! gue dari semalem gak bisa tidur mikirin elo"
"Panjang ceritanya"
"gue punya banyak waktu buat dengerin cerita lo yang panjang itu. buruan ceritain!" kata Bebi sambil berkacak pinggang.
"Gue sendiri juga gak tau ceritanya darimana"
"Ck..." Bebi berdecak. "yaudah jawab, semalem lo tidur dimana?"
Alma masih keliatan bingung harus cerita atau enggak. Tapi saat ngeliat wajah khawatir temennya dia jadi gak tega.
"gue tidur di kamar Kenzo"
"hah?!" teriak Bebi "Kenzo? sumpah lo?"
"iya, gue juga bingung kenapa bisa sampai sana" jelas Alma "Gue yakin pasti ini ulahnya si Kenzo"
"hah?!" Bebi kembali kaget. "Bentar, gue bener-bener gak paham"
"gue tuh lupa kejadiannya kenapa gue bisa sampai di kamar Kenzo"
"lo udah nanya Kenzo?"
"udah, dia bilang gue yang gedor kamar dia. gak mungkin banget kan?" Alma seakan minta pembelaan.
"Kalau nginget tingkah lo semalem, itu mungkin banget sih" gumam Bebi sambil senyum karena inget tingkah konyol Alma semalem.
"Gue serius Beb, masak dia bilang kalau gue juga mabuk. ngehalu tuh anak. mana mungkin gue minum alkohol, kalau emang gue mabuk pasti gue dicekokin sama tuh anak"
"elo semalem emang mabuk, dan elo sendiri yang minum alkohol, tanpa ada yang maksa. malahan Kenzo tuh yang udah banyak bantuin lo" jelas Bebi.
"Bentar-bentar, maksut lo gimana?" tanya Alma seperti orang begook.
Bebi menghela nafas panjang, "oke gue ceritain, lo inget kan semalem minum pesanan gue?" Alma ngangguk.
"Nah minuman itu mengandung alkohol"
__ADS_1
"hah?! maksutnya elo emang sengaja pesen minuman beralkohol dan siaalnya gue yang minum. gitu?"
"iya, mangkannya semalem lo gue omelin, bukannya gue pelit kayak pikiran lo. tapi yang gue takutin hal kayak gini nih."
"somplak! lagian lo ngapain sih pesen minuman kayak gitu?"
"gue cuma penasaran aja Al, tapi gue sendiri juga gak berani mau nyobain, eh malah elo sosor duluan"
Alma terduduk di ranjang "jadi gue beneran minum alkohol? mabuk?"
"iya. mana tingkah lo aneh banget, dikit marah, dikit seneng. Kenzo tuh yang jadi korbannya" terang Bebi yang ikutan duduk samping Alma.
"Maksutnya?"
"elo tuh banyak banget ngumpat dia, sumpah kapok gue pesen minuman itu, setaan banget pokoknya." kata Bebi.
"Dan Kenzo ngeliat itu semua?"
"iya, dia juga yang bantu lo jalan sampek kamar sini"
"lo beneran liat gue masuk kamar sini kan?" tanya Alma, Bebi ngangguk "terus kenapa gue bisa berakhir di kamar Kenzo?"
"gue juga gak tau, semalem setelah mastiin lo tidur gue ke kamar mandi, saat gue keluar lo udah gak ada" terang Bebi.
"pasti Kenzo nyulik gue!"
"Kebanyakan nonton drama lo. gue sih lebih percaya sama cerita Kenzo, kalau elo yang dateng ke kamarnya dia"
"Lo tuh temen gue bukan sih?"
"Hahaha... sory Al, tapi kalau liat tingkah gila lo semalem emang kayaknya elo yang nyamperin Kenzo duluan"
"terus gue harus gimana?" tanya Alma.
"lo pasti tadi udah marah-marah gak jelas ke Kenzo. mending lo minta maaf deh. Kenzo tuh banyak banget bantuin elo semalem, ngejaga banget pokonya"
"ogah, dia juga salah kenapa biarin gue masuk kamarnya"
"eh tapi kalian gak ngelakuin 'itu' kan?"
"nah itu Beb yang gue takut. tapi kata Kenzo dia langsung ketiduran jadi gak mungkin kita ngelakuin macem-macem"
"lo percaya?"
"soal itu gue harus percaya, dan gue yakin Kenzo gak sebejaat itu"
"bentar, saat lo bangun pakain lo sama Kenzo masih lengkap kan?"
"masih, cuma hijab gue doang yang udah lepas"
"wah... apa mungkin sebelum elo bangun Kenzo makein baju lo lagi?" tanya Bebi sambil garuk rambutnya.
"jangan bikin gue takut" kata Alma sambil mukul tangan Bebi pelan. "tapi kayaknya gak mungkin, soalnya yang ngebangunin kita Pak Pram"
"What?? Pak Pram?"
Alma ngangguk, "iya, Pak Pram yang mergokin kita, beliau juga tau kalau gue minum alkohol"
"Maaampus deh. terus beliau gimana?"
"keliatan marah sih, tapi katanya obrolannya dilanjut pas kita udah balik aja. tapi beliau bilang gak bakal lepasin gue sama Kenzo"
"wah bencana nih. lo tau banget kan gimana tegasnya Pak Pram, apalagi masalah lo udah menjurus ke Zina, alkohol juga. wah... jangan bawa nama gue ya" kata Bebi sambil merinding bayangin killernya Pak Pram.
"Siaalan lo, ini semua juga awalnya ulah elo. coba kalau gak pesen minuman setaan itu." Alma frustasi
"udah mending lo buruan mandi dulu. nanti gue bantu jelasin deh" kata Bebi akhirnya sambil dorong Alma masuk kamar mandi.
"Jangan lupa, cek badan lo. ada yang aneh gak"
"aneh gimana?"
"ya sapa tau ada bekas kissmarknya Kenzo" goda Bebi yang diikuti tawanya.
"Bebiiiii...." teriak Alma. Bebi nutup telinga sambil terus ketawa.
***
__ADS_1