Sahabatkah?

Sahabatkah?
#48


__ADS_3

#48


Alma dapat ijin kerja selama 3hari, selama itu pula kedua orang tua Alma melarangnya untuk keluar rumah. Dan keputusan tentang pernikahan mereka masih sama, yaitu batal.


Kemaren saat Alma nelphon, Rayhan minta maaf karena dia gak bisa nolak permintaan orang tuanya. Baginya restu orang tua yang utama, Alma gak bisa maksa toh keluarganya sendiri juga sudah sangat kecewa dan melarangnya untuk lanjut dengan Rayhan.


Dua hari ini Alma seperti kehilangan semangat untuk hidup. Tadi dia dapat chat dari Pak Pram kalau malam ini beliau akan berkunjung kerumah untuk menjenguk Alma.


"Alma, kepala kamu perhatian sekali ya sampai jenguk ke rumah" ucap Kak Lina, kakak ipar Alma sambil nyiapin camilan untuk tamu yang mau datang.


"Beliau memang orangnya baik mbak, dan beberapa waktu ini kami memang lebih deket" jawab Alma. tentu saja itu karena masalah dia dan Kenzo.


Alma malam ini menggunakan gamis warna coklat motif bunga dengan hijab yang menyesuaikan warnanya. Dia terlihat anggun, walaupun wajahnya pucat dengan mata yang masih sembab. Meskipun sudah pakai make up yang natural tentu aja itu belum bisa menutupi kekacauan wajah Alma.


Tak berapa lama tamu mereka datang, keluarga Alma menyambut Pak Pram yang ternyata tidak sendiri, beliau membawa rombongan. Dan salah satu orang itu adalah Kenzo. Tapi dia lebih sering nunduk, wajahnya datar tidak seceria biasanya.


Mereka semua ngobrol santai, dan ternyata ada orang tua Kenzo juga ikut kesana, Alma jelas gak tau karena dia belum pernah bertemu.


Sesekali Alma curi pandang ke Kenzo yang duduk di sebrangnya, cowok itu masih bersikap acuh ke Alma. Beda dengan yang lain, terutama Mama Kenzo yang berusaha lebih dekat ke Alma. Apalagi mereka duduk berdampingan.


"Maaf sebelumnya, Sebenernya niat kami kesini selain menjenguk Alma juga ada maksud lain" ucap Pak Pram saat obrolan mereka sudah mulai panjang.


"Yaitu, kami ingin melamar Alma untuk anak kami Kenzo!"


Deg...


Semua orang terlihat membisu, mereka bingung dengan maksut Pak Pram, terutama Alma. Selama ini Pak Pram gak pernah bahas lagi masalah ini, terakhir cuma malam itu.


"Maksutnya bagaimana ya Pak?" tanya Papa Alma sopan.


"Iya Pak, Kami semua disini sudah tau perihal Alma dan dokter Rayhan yang, ehm... maaf batal menikah. Dan kami ingin anak kami Kenzo, menggantikan posisi Rayhan untuk menikahi Alma"


Alma tidak bisa berkata-kata, dia menunduk, air matanya menetes. rasanya seperti malu yang memuncak. Dia batal menikah dan ada orang lain yang akan menggantikan posisi Rayhan untuk menikahinya. Walaupun dia sudah mengenal Kenzo, tapi rasanya seperti gak benar. Dia seperti cewek yang butuh dikasihani, dan Alma gak suka itu.


"Maaf sebelumnya, tentu keluarga kami merasa terhormat dengan permintaan bapak, tapi kalau boleh saya ingin mendengar alasan kenapa nak Kenzo bersedia menikahi Alma?" tanya Papa Alma penasaran.


"Saya sekeluarga minta maaf, pasti Bapak juga sudah mengetahui alasan dokter Rayhan dan Alma batak menikah, jadi kami rasa Kenzo harus bertanggung jawab untuk itu"

__ADS_1


Papa Alma mengangguk "Saya tentu gak bisa jawab Pak, semua keputusan saya berikan pada Alma. Karena kedepannya dia yang akan menjalani. Tapi sebelum Alma menjawab saya ingin bertanya ke Kenzo, apa benar dia ingin menikahi Alma? dan berjanji tidak akan menyakiti Alma?"


Kenzo menghembuskan nafasnya pelan, dia menatap Papa Alma "Iya Om, saya bersedia menikah dengan Alma, saya tidak bisa menjanjikan apa-apa, tapi saya akan berusaha untuk membuat Alma dan semuanya bahagia" ucap Kenzo sambil senyum tipis.


Alma jelas melihat keraguan di mata Kenzo, dia seperti bukan Kenzo yang selama ini dia kenal. Kini semua mata menuju ke Alma, karena dia harus menjawab lamaran ini.


"Maaf semuanya, Saya gak bisa menikah dengan Kenzo, karena saya tau ada keterpaksaan disini, dan saya sendiri gak mau dikasihani. Saya sangat berterima kasih dengan niatan Pak Pram sekeluarga, tapi saya mohon maaf, saya gak bisa" ucap Alma dengan berderai air mata.


Semua orang merasa iba dengan Alma, tentu batalnya nikah bagi seorang perempuan itu sangat berat. Mama dan kakak ipar Alma sudah ikutan menangis. Kenzo hanya menatap Alma dengan datar.


Mama Kenzo mendekat dan memeluk Alma, setelah Alma tenang dia lepaskan pelukannya, dihapus air mata Alma. "Boleh tante ngobrol berdua dengan kamu?"


Akhirnya Alma dan Mama Kenzo ngobrol berdua di kamarnya Alma. Alma masih menunduk dan sesenggukan.


"Maafin Alma tante, Alma cuma gak mau karena kasihan sama Alma malah ngancurin hidupnya Kenzo" ucap Alma sambil nunduk.


"Sayank, tante tau kamu sudah kenal Kenzo lama. Kalian juga sempat berpacaran. Apa kamu gak terpikir kalau ini jalan yang sudah di atur untuk menyatukan kalian? apa kamu gak berfikir ini adalah jodoh?" ucap Mama Kenzo sambil megang tangan Alma.


"Tapi kami sudah lama putus tante, dan selama ini kami sama sekali gak pernah komunikasi, pastinya perasaan kami juga sudah berubah"


"Tante sangat tau Kenzo, Dia sangat susah jatuh cinta. dan kamu adalah pacar terakhirnya, selama ini dia gak pernah dekat dengan perempuan. Tante percaya kalau Kenzo masih ada rasa sama kamu"


Mama Kenzo senyum, "iya, memang kami maksa Kenzo buat nikahin kamu. tapi niat kami baik. Dan sama sekali gak ada niat kami menikahkan kalian karena rasa kasihan. ini murni bentuk tanggungjawab. Bagaimanapun juga kalian yang menyebabkan ini semua. Apa salah kalau kami menuntun kalian untuk lebih baik lagi?"


Begitu seterusnya, Alma terus mengungkapkan alasannya menolak Kenzo, tapi Mama Kenzo juga gak mau kalah. Dia meyakinkan Alma untuk menerima pinangan Kenzo. Akhirnya Alma pun gak bisa nolak.


Mereka berdua kembali ke ruang tamu, Mama Kenzo tersenyum senang, sedangkan Alma hanya bisa menunduk. Mama Kenzo memberitahu kalau Alma bersedia menikah dengan Kenzo. Alma gak tau keputusannya benar atau salah, yang ada dipikirannya hanya ini salah satu cara untuk menyelamatkan keluarganya dari rasa malu dan sanksi sosial dari masyarakat.


Semua orang yang berkumpul disitu terlihat lega, walaupun ini dadakan dan mereka menyampingkan pendapat dan perasaan pribadi dari calon pengantin. Bagi mereka yang penting sekarang pernikahan ini harus berlangsung.


Mama Kenzo menyematkan cincin dan kalung sebagai simbol kalau mereka bertunangan. Untung Alma sudah melepas cincin yang pernah diberi Rayhan waktu mereka tunangan dulu. Mamanya Alma juga gantian masang cincin di tangan Kenzo, ternyata keluarga Kenzo sudah nyiapin semuanya.


Setelah mendengar jawaban Alma dan memasangkan cincin kedua keluarga langsung berembuk tentang acara pernikahan. Dan akhirnya mereka memutuskan akad dan resepsi dilangsungkan sesuai rencana awal waktu Alma dan Rayhan mau nikah. Semua yang sudah disiapkan terus dilanjutkan hanya merubah calon pengantin prianya.


***


Ini hari terakhir Alma ijin sakit, dia milih rebahan di kamar, semaleman dia gak bisa tidur. Dia mikirin gimana nanti masa depan pernikahannya. karena dia tau Kenzo tidak mengharapkannya. Bukannya dia menerima dengan ikhlas pernikahan ini, Alma sendiri juga terpaksa, tapi dia sadar mungkin memang ini solusi terbaik.

__ADS_1


Sesekali Alma masih menangisi nasibnya. Terkadang dia marah, kenapa harus dia yang mengalami peristiwa seperti ini. Banyak perempuan lain diluaran sana, kenapa harus dia?.


drrrt...drrrtt...


"Assalamualaikum" sapa Alma.


"Waalaikumsalam Alma, ini mama"


"mama?"


"iya, mama mertua kamu?"


"Mamanya Kenzo?" tanya Alma langsung terduduk. Terdengar tawa dari sebrang sana.


"iya sayank, kamu kira mama siapa lagi?" goda Mama Risa, Alma tersenyum maksa.


"Maaf Ma,"


"gak papa sayank, Mama cuma mau bilang, Kenzo ini mau kerumah kamu. Kalian hari ini sempetin waktu buat belanja seserahan ya. Mama pengen kamu milih sendiri, jadi biar ditemani Kenzo"


"Harus sekarang ya Ma?" masalahnya sekarang dia lagi ijin gak kerja karena sakit, kalau sampai ada yang tau dia berkeliaran bisa jadi masalah.


"Iya, waktunya kan mepet. kamu siap-siap ya"


"iya Ma"


"Yaudah, Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam"


Alma segera mandi, karena memang daritadi dia belum mandi. Dia hanya siap-siap sekilas, karena dia pikir gak perlu dandan spesial buat jalan sama Kenzo, lagian dia juga lagi gak mood.


Alma milih nunggu Kenzo di ruang keluarga. Dia memainkan ponselnya. Dia inget belum menghubungi Bisma.


ALMA : Bis, tarik dulu semua undangan, souvenir, dan segala macam atribut yang ada nama Rayhan! ganti dengan nama KENZO SYAHPUTRA.


Alma menghela nafas kasar, dia menenggelamkan wajahnya dalam bantal sofa. Ya Ampun rasanya dia pengen teriak. Gimana bisa dia mau nikah dengan Kenzo? mantannya? sahabatnya?

__ADS_1


"Aaarrgghh....!?!" teriak Alma tertahan.


***


__ADS_2