
#62
Hari ini Alma pulang agak awal, Orang tuanya harus pulang soalnya ada undangan syukuran di rumah, Dan terpaksa malam ini Alma sendirian dirumah. Agak ngeri sih, bukan karena hantuu, tapi dia lebih takut kalau ada pencuri yang masuk.
Alma milih tidur lebih awal, setelah memastikan semua pintu udah dikunci Alma masuk kamar. Dia nyiapin segala macam camilan dan minuman di kamar, setelah itu dia milih streaming drakor.
"Nih Kenzo kemana sih? daritadi centang 1 mulu!" omel Alma sambil rebahan.
Akhirnya Alma milih tidur, badannya udah capek banget, nungguin telphon dari Kenzo juga gak bisa-bisa daritadi.
Tengah malam Alma ngerasa ada orang di samping dia tidur, tak lama dia ngerasa ada sesuatu yang menindih perutnya. dia melihat ada tangan kekar yang memeluknya. Alma jelas kaget dan...
deg...
"Aaaaarrrgghhhh....!" teriak Alma histeris, Dia berontak.
"Diem dek, berisik ah!" kata seseorang.
Mendadak Alma diem "Ken!" panggil Alma memastikan.
"iya ini aku" jawabnya dengan suara lelah.
Alma langsung duduk sambil ngeliat Kenzo, dia memastikan apa itu bener-bener suaminya. "Gila ya kamu! kaget tau gak, kirain siapa" kata Alma sambil cemberut.
"Udah besok aja kalau mau tengkar, tidur sini, capek banget aku" kata Kenzo sambil narik badan Alma dan tidur dalam dekapan Kenzo.
Alma jelas kaget plus deg-degan, setelah menikah ini baru pertama kalinya mereka tidur dengan posisi Kenzo meluk Alma, rasanya berdesir gimana gitu.
"Jantung kamu bisa dikondisikan gak? lagi diskoan apa gimana itu" goda Kenzo dengan mata terpejam.
"enak aja, jantung kamu kali" Alma mencoba ngeles, tapi dia malu setengah mati.
"berarti jantung kita berdua" ucap Kenzo sambil senyum.
cup...
Kenzo nyium kening Alma lembut, bikin si istri mesam mesem gak karuan.
"udah tidur" bisik Kenzo lembut bibirnya menyunggingkan senyum, dia juga mengeratkan pelukannya.
Alma menyelusupkan kepalanya ke dada suami, mencari kehangatan juga kenyamanan yang selama ini dia inginkan. Keduanya tidur dengan senyum mengembang juga hati yang berbunga.
***
Sayup sayup Alma mendengar adzan subuh berkumandang, biasanya Kenzo selalu bangun duluan. Tapi saat ini suaminya itu masih terlelap dengan meluk tubuh Alma posesif.
Alma memperhatikan wajah ganteng Kenzo, dia keliatan damai. Dari dulu memang wajah Kenzo gak pernah berubah selalu ganteng dan damai saat tidur, dan Alma selalu menyukai itu. Dia senyum. Bener kata orang, Pacaran setelah nikah itu enak. rasanya lebih deg degan gimana gitu.
"Ken..." panggil Alma dengan ngusap pipi Kenzo "Bangun, subuhan yuk!" Alma menepuk pipi Kenzo pelan.
Bukannya bangun, Kenzo malah makin mengeratkan pelukannya. Alma hanya senyum. "Ken, bangun. keburu habis waktunya" kata Alma lagi.
Perlahan Kenzo membuka mata, "hemmmh" jawabnya, tapi dia tetep meluk Alma. "Bentar lagi ya" ucapnya dengan senyum mengembang, dibelainya rambut hitam Alma.
Alma hanya bisa pasrah, mereka berdua saling pandang, "kamu kesambet jin mesum ya? pulang-pulang langsung gini"
"ngawor!" Kenzo makin menempelkan badannya "kangen kamu" bisiknya pelan.
Alma mengernyitkan dahi, bener-bener aneh pikirnya. dia tahu daridulu gimana manjanya Kenzo, tapi setelah nikah ini seperti mustahil, biasanya Kenzo akan jaim, cuek. Alma merasa ada yang mengganjal dibawah sana, tentu saja dia kaget, dia ingin berontak tapi Kenzo menahannya.
"Ken, pu-punya kamu" ucap Alma ragu sambil ngelirik ke bawah.
__ADS_1
Kenzo senyum jahil "Biarin dek, bentar aja" kata Kenzo merem lagi. Dia bener-bener menikmati moment ini.
Alma yang ngerasa gak nyaman jadi berontak, dia menggerakan badannya, tanpa sadar itu malah bikin Kenzo kewalahan. "Ck... kamu beneran bikin gila dek" katanya sambil berlalu ke kamar mandi.
"Ken, aku duluan" rengek Alma.
"Aku udah gak bisa nahan, pake kamar mandi luar aja" kata Kenzo sambil teriak.
"Dasar tuh anak" gerutu Alma sambil ngerapiin ranjang. Dia juga menyiapkan baju Kenzo setelah itu baru wudhu di luar kamar.
Alma sudah mulai murrotal Al-quran satu surat, Kenzo baru keluar kamar mandi dengan rambut basah, Alma ngeliatnya heran.
' tumben mandi pagi gini, apa mau pergi lagi dia?' batin Alma.
Kenzo sendiri malah cengengesan salah tingkah, sambil make baju. Setelah itu mereka subuhan jamaah.
"Kamu mau ke kediri lagi?" tanya Alma sambil ngerapiin perlengkapan sholat mereka.
"Enggak, udah beres disana"
"terus mau kemana udah mandi"
"mau nganter kamu kerja" alasan Kenzo, padahal dia baru saja solo karir yang mengharuskan dia mandi besar.
Alma makin heran "Aku aja belum mandi" katanya.
"kita sarapan diluar aja, kamu gak usah masak" kata Kenzo.
"iya, aku tak nyapu dulu"
"nanti aja aku yang sapu, mandi gih biar seger plus harum" kata Kenzo sambil duduk di sofa.
"emang aku kucel plus bau ya?" kata Alma sambil nyium badannya sendiri.
Alma sedang duduk di meja rias, Kenzo mendekat "nah, gini kan harum gak kayak tadi, bau acem" kata Kenzo sambil melet.
"sialaaan"
"berani ya ngumpat suami?" tanya Kenzo sambil memicingkan matanya.
"Maaf" kata Alma sambil senyum lebar.
"Ck... kebiasaan!" kata Kenzo sambil merhatiin Alma dari deket.
Dia ikut duduk di samping Alma. Mereka duduk bersisihan tapi beda arah pandang.
"Al..."
"hemmh"
"kamu gak pengen resign gitu? gak capek berangkat pagi, pulang jamnya gak jelas. Insyallah aku bisa kog menuhin kebutuhan kamu" ucap Kenzo pelan, takut nyinggung Alma.
Alma melirik Kenzo "Kamu keberatan aku kerja? atau takut di tempat kerja aku selingkuh?" Goda Alma.
"Dua-duanya" jawab Kenzo pelan sambil nunduk.
"nanti aku pikirin ya, kalau sekarang masih belum bisa, tanggung jawabku masih banyak dikantor" kata Alma. "Maaf"
"Yaudah terserah kamu" kata Kenzo sambil berdiri "Aku tunggu di depan"
"Kenapa lagi sih tuh anak?" gumam Alma heran. Dia segera siap-siap dan nyusul Kenzo ke depan.
__ADS_1
Selama perjalanan Kenzo kembali diam, Alma ngerasa gak enak sendiri, pikirannya udah liar kemana-mana.
"Ken, kamu kenapa lagi?"
"Apa?"
"Kamu aneh deh, Semalem sama tadi pagi manja banget, ini sekarang balik cuek lagi" kata Alma.
Kenzo senyum "Kamu lebih suka aku manja-manja ke kamu ya" goda Kenzo senyum jahil.
"ya gak gitu, aneh aja kamu"
"Kamu inget Fahri gak? temen kita yang anak kediri?"
"Pak ustadz?" tanya Alma, Kenzo ngangguk. waktu kuliah mereka punya temen, dan dia religius banget sampai di juluki pak ustadz sama temen-temennya.
Kenzo ngangguk "Kemaren aku sempet ketemu dia, kita ngobrol banyak banget, dan intinya aku udah mantep buat lebih buka hati dan diri aku cuma buat kamu. Selama pernikahan kita aku banyak dzolim ke kamu, cuek, jutek, kasar. Aku pengen berubah aja." kata Kenzo sambil ngelirik Alma.
"Maaf ya, selama ini aku belum jadi suami yang baik buat kamu, insyallah kedepannya aku bakal belajar lebih baik lagi. Kamu istriku, tanggungjawabku, udah kewajibanku bahagiain kamu lahir dan batin" kata Kenzo sambil nyium tangan Alma lembut.
Tak terasa Alma malah meneteskan air mata, "Maafin aku juga ya Ken, belum jadi istri yang baik buat kamu" ucapnya.
"Lah kog malah nangis sih, make up kamu luntur tuh" goda Kenzo.
"Waterproff tauk!" kesal Alma, lagi moment gini bisa-bisanya dia malah bercanda.
"Canda dek, udah gak usah dibuat serius. kayak biasa aja kita, senyamannya kita. Rumah tangga kan beda-beda, gak selalu harus manis terus, kadang kita debat itu juga romantis tauk!"
"Mana ada debat romantis, alasan kamu aja itu"protes Alma, Kenzo ketawa. Diusapnya pucuk kepala Alma.
" Ehmm... kemaren kan aku ngajak kamu sahabatan, gimana kalau sekarang pacaran?" tanya Kenzo sambil menaik turunkan alisnya.
"nembak nih ceritanya?"
"Anggap aja gitu" kata Kenzo sambil nyengir.
"Dua kali kamu nembak aku, dan dua-duanya sama sekali gak romantis. kasih bunga kek, apa gitu,Payah!" kesal Alma.
"hadeee... nanti deh tak kasih bunga bank, mau gak?!"
"Mau banget kalau yang itu" kata Alma manja.
"Matreeee" ejek Kenzo.
"porotin suami itu wajib" jawab Alma ngasal sambil ketawa.
"kayaknya ntar harus ngecek saldo ATM nih, takut ludes dibawa kamu" kata Kenzo sambil melet.
"Diiih... sembarangan!" Alma gak trima dan nyubit lengan Kenzo.
" Nanti malem pulang kerja kita kencan yuk!" ajak Kenzo.
"Kemana?"
"Gampang entar" jawab Kenzo.
Mereka milih sarapan di warung pecel pinggir jalan, daritadi mereka bercanda terus, saling cerita waktu mereka beda kota. Kenzo natap lembut Alma yang sedang tersenyum.
Kemaren waktu dia ke Kediri, dia baru ngerasa ada yang beda. Biasanya dia tiap hari sama Alma, tapi sekarang saat jauhan gini dia ngerasa sepi. Gak ada yang di ajak debat, bercanda. Dia kangen Alma. Setelah dapat kabar dari mertuanya kalau Alma sendirian dirumah, Kenzo buru-buru balik ke Malang. Ada rasa khawatir saat inget istrinya itu dirumah sendirian.
'Insyallah aku bisa nerima kamu Al' batin Kenzo, diusapnya lagi kepala Alma lembut, bikin Alma salah tingkah.
__ADS_1
***