
SK106
Setelah pertengkaran mereka dua hari yang lalu Alma dan Kenzo jadi seperti orang asing. Alma masih terus menjalankan kewajibannya sebagai seorang istti, menyiapkan segala hal yang dibutuhkan Kenzo. Tapi dia selalu diam, bersikap cuek ke suaminya itu.
Kenzo sendiri juga seperti itu, dia makin terlihat diam. Lebih menyibukan diri di luar rumah. Pagi hari dia akan langsung pergi ke kantor setelah sarapan, dan pulang larut malam saat Alma sudah tidur. Bahkan keduanya sama sekali gak komunikasi.
Hari ini Alma sudah janjian dengan Indira dan Bebi untuk bikin kue dirumahnha. Bumil lagi ngidam bikin kue sendiri, dan Alma inget kalau istri Bisma itu jago bikin kue, jadilah mereka mutusin buat ngumpul di rumah Alma. Kalau Karin tinggal di Malang pasti dia juga ikutan gabung.
Alma melamun di ruang tv, sambil nunggu sahabat-sahabatnya. jujur dia kangen sama Kenzo, dua hari gak saling sapa bikin Alma ngerasa sakit. Dia sendiri juga bingung kenapa Kenzo jadi semarah itu.
Malam setelah mereka berdua tengkar dan bahas masalah Alma yang ditawari kerja sama Bisma, Kenzo sangat marah. bahkan dia terus ngebentak istrinya itu. Alma yang awalnya terus ngejawab bentakan Kenzo langsung nangis saat suaminya itu terus nyudutin Alma dan bilang kalau Alma akan ninggalin Kenzo.
Alma bener-bener kaget Kenzo punya pikiran seperti itu, dia ngerasa sakit, bahkan pernikahan mereka baru berjalan beberapa bulan tapi Kenzo sudah menuduhnya yang bukan-bukan.
Setelah ngeliat Alma nangis Kenzo langsung narik istrinya itu ke dalam kamar, dia melampiaskan kekesalannya itu dengan menyetubuhi istrinya. gak ada kelembutan, Kenzo ngelakuin itu dengan kasar, bahkan sampai akhir Alma gak bisa menikmati, dia justru terus menangis.
"cukup Ken..." ucap Alma lemah saat Kenzo terus bermain kasar.
"sebentar sayank, aku masih belum puas menghukummu" ucap Kenzo dengan terus memompa dirinya.
Semakin lama Kenzo makin tak terkendali, dia melakukannya dengan cepat dan kasar. sampai dia mencapai puncaknya. Saat tubuh mereka masih menyatu Kenzo memeluk Alma posesif.
"Kamu cuma miliku yank, gak bakal aku biarin kamu pergi. kamu miliku!" ucap Kenzo tegas.
Alma gak menjawab ucapan Kenzo, bahkan dia juga gak membalas pelukan suaminya itu. Hanya air matanya yang terus mengalir tanpa bisa dia bendung.
Alma menghapus air matanya yang tiba-tiba menetes saat mengingat kejadian malam itu. Dia ngerasa sakit saat ingat itu.
"Aku cuma sayank sama kamu Ken, kenapa kamu berfikir aku bakal pergi" gumam Alma pelan.
Tak berapa lama Indira dan Bebi datang, keduanya diantar suami masing-masing. tapi langsung pergi karena memang mereka harus bekerja.
"lo kenapa Al? kayak habis nangis" tanya Bebi.
Sahabat Alma satu itu emang peka banget, apalagi dari tadi memang Alma lebih banyak diem. Alma hanya senyum tanpa menjawab pertanyaan Bebi.
"lagi tengkar sama Kenzo?" tanya Indira
"enggak kog"
"Kemaren Kenzo ke Cafe, kebetulan aku lagi disana juga."
"kenzo ke Cafe? nemuin Bisma?" Alma kaget sama ucapan Indira, dia beneran gak tau masalah itu.
__ADS_1
"Iya dia nanyain kamu yang mau gabung di EO"
"terus?"
"Bisma bilang, dia emang nawarin tapi kan langsung kamu tolak waktu itu"
Alma ngangguk, suaminya itu pasti sangat kesal, dia milih langsung nanya ke Bisma daripada ngobrol sama Alma.
"fix,mereka lagi tengkar tuh" swloroh Bebi sambil makan camilan yang disediain Alma.
"Kenzo keliatan kusut banget Al, meskipun masih tetep ganteng sih, hahaha" Canda Indira.
"Ck... suami gue mah gantengnya gak ada yang ngalahin" Canda balik Alma sambil senyum. Bikin yang lain enek, untung bumil gak muntah.
"kalian tengkar kenapa sih?" kini Bebi mulai nanya serius.
"Gue juga gak tau Beb, dia tuh sekarang gampang marah banget. mana sering pulang malam gue ditinggalin sendirian, kan kesel gue. terus kemaren itu gue bilang aja ditawarin Bisma kerja. makin marahlah dia."
"Sabar Al, Kenzo mungkin lagi pusing sama kerjaannya. kata Mas Ray proyek tempat wisatanya Kenzo udah mulai dibangunkan?"
"iya udah mulai, gue tau sih dia sibuk. tapi gak gitu juga kan. Gue sendiri kan jadi ikutan kesel"
"gak boleh gitu juga Al, pengalaman gue nih ya. Kalau suami lagi sibuk bangak kerjaan jangan diomelin. kalau dia bersikap nyebelin kita harus lebih sabar jangan kepancing, karena beban mereka lebih berat lo." terang Indira.
"Wah, emang yang lebih senior tuh enak ya ngomongnya, lebih sabar, adem gitu rasanya" ucap Bebi sambil tepuk tangan.
"aku awal-awal dulu juga gitu sih, suka kepancing. ikutan kesel kalau dia nyebelin, ikut marah kalau dia ngebentak. tapi makin kesini makin paham lah." kata Indira sambil senyum.
"paham apa In?" tanya Alma
"Paham,kalau kita jadi istri itu harus bisa ngelola emosi lebih pinter lagi. Jadi suami tuh betah dan makin sayank sama kita. itu diluar urusan ranjang lo ya."
"emang kalau diranjang kenapa?" tanya Bebi polos.
"Kalau diranjang kita harus lebih tambah pinter lagi lah. maksud aku tuh, kita harus pinter dalam bersikap juga pinter dalam urusan ranjang. pokoknya istri itu harus multifungsi lah"
Alma dan Bebi mulai ngangguk-ngangguk ngedenger Indira ceramah. tapi emang bener juga apa yang dibilang sama Indira tadi.
"Dua hari aku nyuekin Kenzo, kita sama sekali gak ngobrol juga komunikasi."
"wah parah, dosa lo Al!" kompor Bebi.
"Habisnya gue kesel banget Beb, dia terus nyudutin gue sama hal yang gak penting, yang gak bakal gue lakuin" keluh Alma.
__ADS_1
"Emang dia bilang apa?"
"Awalnya sih bahas gue yang mau kerja, cuma ngancem aja sih gue, gertak dia biar gak nyuekin gue. eh malah larinya di bilang gue punya rencana selingkuh lah, gak nurutlah, sampek dia bilang gue mau ninggalin dia" Alma jengah rasanya.
"Dia kayak gitu karena takut kamu tinggalin aja kali Al" Indira coba ngehibur.
"iya dia juga bilang gitu akhirnya, tapi gak gitu juga kan caranya"Alma ngebela diri.
" Bicarain baik-baik aja lah Al,jangan lama-lama marahnya. gak takut lo?"
"takut apa?"
"takut Kenzo kecantol cewek lain" ucap Bebi sambil ketawa.
Alma mukul Bebi pelan "dasae ya bumil satu ini, ngomongnya suka jelek ih!" sebel Alma.
"Bener tapi Al kata Bebi, mending cepet baikan. kasih servis yang memuaskan. tau sendiri pelakor sekarang itu ganas!" Indira malah ikutan kompor.
selesai bikin kue, Bebi dan Indira pamit pulang kerumah.Kini tinggal Alma sendirian yang lagi bersihin dapur. Tapi pikiran Alma kini jadi makin kacau karena ucapan sahabatnya tadi.
"Apa gue samperin ke kantor ya?" gumam Alma
"Gak deh, langsung ke sana aja sambil ngasih dia kue" ucap Alma sambil senyum.
Tak berapa lama Alma bersiap dan pergi ke kantor Kenzo, dia juga nenteng paper bag berisi kue buatannya tadi. Alma terus senyum.
"Pokoknya hari ini harus baikan" tekadnya saat diperjalanan.
Alma sampai di kantor travel Kenzo, suasana agak rame. Alma terus berjalan melewati beberapa orang menuju ruangan Kenzo. Tapi yang dicari malah gak ada, Alma berjalan ke depan lagi, berencana tanya pada salah satu karyawan Kenzo.
"Fer, Mas Ken kemana?" tanya Alma ke salah satu karyawan yang dia kenal.
"loh, mas Ken ke kediri mbak, gak bilang?" tanya Ferdi yang emang tadi gak liat istri bosnya itu dateng.
"kediri?" Alma kaget, pasalnya suaminya itu gak bilang apa-apa.
"iya mbak, kemaren kan perwakilan kantor kediri ada yang kesini, mungkin ada masalah. Jadi tadi mas Ken kesana berdua sama orang dari Kediri itu"
Perasaan Alma mulai gak enak "berdua? sama siapa?"
"Novi" jawab Ferdi sambil garuk tengkuknya
"Hah?!"
__ADS_1
***