Sahabatkah?

Sahabatkah?
#52


__ADS_3

#52


Hampir dua jam Alma make up, dia ditemani Rara, Bebi dan Karin. Ketiganya sudah selesai make up. Rara dan Bebi jadi bridesmaid dengan kebaya yang sama, hanya modelnya aja beda. Sedangkan Karin, dia pakai baju kebaya seragam keluarga.



"Cantik banget sih mbak ku ini" puji Karin.


Alma memang terlihat sangat cantik, kalau kata orang jawa manglingi. Apalagi selama ini memang Alma jarang make up.


"udah cantik daridulu kali Rin" canda Alma.


"kalau ujungnya sama Kenzo kenapa kalian gak nikah daridulu aja sih Al? kayak novel aja kisah lo"Rara ikut nimpali.


"Bener mbak Ra, inget gak dulu mereka gimana. dikit berantem, dikit mesra, pengen aku taliin aja mereka" kata Karin sambil ketawa.


"iya, mesti ngrepotin yang lain"


"Brarti emang daridulu ya mereka kayak gitu, kirain baru sekarang ini" kata Bebi yang emang gak terlalu tau cerita Alma dan Kenzo.


"Uda deh, kalian gosip mulu" protes Alma. "Ra, Kinan sama Nayla dateng kan? kangen gue"


"di grub sih bilangnya dateng" ucap Rara sambil mainin ponselnya.


Tak lama Kenzo dateng, dia sudah ganti baju. Jas warna silver yang senada dengan gaun pernikahan Alma. Kenzo juga ketampanannya mempesona, ganteng banget deh pokoknya. Kenzo dan Alma saling pandang, tapi kemudian mereka sama-sama nunduk.


'Cantik'


"ganteng!'


Mereka berdua saling muji, tapi ego keduanya lebih mendominasi.


" Udah make upnya? lama amat, tamunya udah pada datang" ucap Kenzo.


"Kak Ken, mbak Alma cantik banget ya, bahagia dong dapet istri cantik!" kata Karin godain Kenzo.


"Biasa aja" kata Kenzo sambil ngalihin pandangan, bikin ketiga cewek disana berdecak dan kesal. Alma hanya senyum tipis sambil nunduk.


"gaya lo Ken, mulut bilang biasa. Tapi wajahnya lo tuh keliatan berbinar banget ngeliat Alma" kata Rara sambil mukul lengan Kenzo.


"Sotoy deh!" kata Kenzo, dia keliatan canggung.


"Titip Alma ya Ken. awas lo sakitin dia lagi. gue gebukin lo" ancam Rara.


"Setuju, kita gebukin rame-rame" ucap Karin dan Bebi bersamaan.


"Ya ampun, kalian kira gue apaan? daritadi banyak banget yang ngancem gue. pake pelet apaan sih Al, bodyguard kamu banyak banget" kata Kenzo sambil mendekat ke arahnya.


"pelet cinta!" kesal Alma sambil melet ke arah Kenzo.


Deg...


'gak berubah kamu dek!' batin Kenzo.


"udah, gak usah melet beneran. jadi jelek ntar" ucap Kenzo datar.

__ADS_1


"Berarti diakuin dong kalau cantik" goda Karin sambil noel pipi kakaknya, Kenzo jadi salah tingkah digodain gitu, bikin yang lain ketawa.


"Udah, berisik semua." kata Kenzo sambil megang tangan Alma "Yuk Al, tambah lama kalau dengerin mereka"


Saat Alma dan Kenzo masuk ke ballroom hotel, semua mata terpana. Keduanya sangat serasi, ganteng dan cantik. Senyum keduanya merekah layaknya pasangan pengantin lainnya. Padahal hati mereka siapa yang tau.


Semua tamu undangan memberikan selamat dan doa yang terbaik untuk keduanya. Temen kuliah mereka juga banyak yang dateng, berasa reuni dadakan. Kinan datang bersama anak dan suaminya, sedangkan Nayla juga datang ditemani suaminya. Jadilah keenam sahabat itu ngumpul lagi.


Temen-temen RS Alma juga hampir semua datang, Rayhan jelas gak datang karena dia milih kabur keluar kota. Mia datang bersama temen Bidannya. Tapi saat temennya udah pada turun, dia milih bisiki Alma.


"Konyol banget sih hidup lo, rencananya sama siapa, nikahnya sama siapa. Tapi gue bersyukur sih lo gak jadi nikah sama Mas Rayhan, akhirnya gue yang dapetin dia" kata Mia pelan.


Alma terlihat santai, dia hanya tersenyum tipis, Sedangkan Kenzo yang juga denger mengernyitkan dahi.


"Ambil aja bekas gue ini, lagian gue gak butuh pengecut model Rayhan!" balas Alma pedas.


Mia keliatan menggertakan giginya, Alma tersenyum puas, sedangkan Kenzo dia milih nahan senyum. Kenzo melingkarkan tangannya di pinggang Alma, Mia yang ngeliat itu makin gemas dan berlalu turun.


"gak dateng dia?" bisik Kenzo


"pengecut kayak dia mana berani muncul disini" ucap Alma datar.


"lagian milih pacar gak pernah ada yang bener"


"termasuk kamu" kata Alma kesal.


"Aku bedalah" Kenzo ngebela diri.


"mbuh lah terserah. ini kenapa gak Selesai-selesai sih. kempor aku" keluh Alma.


"gak usah mancing emosi deh!" kesal Alma, meskipun dia masih pasang muka maksa senyum. Kenzo cekikikan.


Jam 10 malam acara selesai. semua tamu undangan sudah pulang, Keluarga juga udah pada pulang, hanya beberapa keluarga dan temen yang memang milih nginep hotel.


Pengantin baru jelas tidur di hotel, di kamar yang khusus disiapin untuk mereka. Seperti tadi mereka selalu debat.


"Uda deh, kalau kamu gak ikhlas aku minta tolong Rara aja buat kesini, mumpung dia juga nginep sini" ancam Alma, karena Kenzo milih rebahan duluan.


"ngancem terus. males gue urusan sama Rara, ditaboki terus entar" curhat Kenzo, akhirnya dia bantu Alma buat ngelepas gaun pengantinnya.


"Nih udah, aku mau tidur capek" kata Kenzo setelah selesai bantu Alma.


"Mandi dulu Ken, biar badannya seger, baru tidur" kata Alma sambil masuk toilet. dia mandi dan ganti baju.


Saat Alma keluar toilet, Kenzo udah tidur. "dibilangin suruh mandi dulu juga"


Alma rebahan di ranjang samping Kenzo, dia milih membelakangi suaminya. Sebenernya dia agak canggung berduaan seperti ini walaupun dulu mereka pernah tidur bareng. Kenzo sendiri sebenernya belum tidur, dia hanya pura-pura. Dia hanya takut khilaf mangkannya milih tidur duluan. Jadilah malam pertama mereka lewati begitu saja.


Subuh telah datang, Kenzo bangun tidur duluan. Saat membuka mata hal pertama yang dia liat adalah Alma. Kebetulan saat itu posisi Alma sedang menghadapnya. Kenzo memperhatikan paras sang istri, tak bisa dipungkiri kalau dia terhipnotis dengan kecantikan alami Alma, tapi ada hal lain dalam pikirannya yang selalu membuatnya menepis rasa itu.


Tak disangka Alma tiba-tiba bangun, Dan hal pertama yang dia lihat adalah Kenzo. Mereka saling tatap. Alma tersenyum "Pagi"


Kenzo gelagapan, dia seperti kepergok sedang mencuri, apalagi dia juga dihadiahi senyuman semanis itu. Salah tingkah itu pasti, tapi dia berusaha tenang.


"Bangun dulu, subuhan!" perintah Kenzo sambil beranjak ke kamar mandi.

__ADS_1


Saat Kenzo keluar kamar mandi gantian Alma yang masuk, dilihatnya perlengkapan sholat Kenzo udah disiapin di atas ranjang, tanpa pikir panjang Kenzo langsung memakainya.


"tungguin" kata Alma saat melihat Kenzo mau sholat duluan.


Akhirnya mereka sholat subuh jamaah berdua untuk pertama kali sebagai suami istri.


Setelah sholat, Kenzo milih lari pagi di sekitaran hotel. Alasan aja sebenarnya, dia seperti orang bodoo yang gak tau harus ngapain. Akhirnya dia milih duduk aja di taman hotel.


"Ken!" Panggil seseorang. "Ngapain lo pagi-pagi udah ngejogrog disini?"


Kenzo noleh, dilihatnya Kinan suami dan anaknya sedang jalan kearahnya. "elo nyak, niatnya olahraga, tapi males jadinya duduk aja disini"


"Penganten baru kog olahraga disini mas? di kamar dong" goda suami Kinan.


Kenzo tersenyum kecut, sedangkan Kinan ketawa ngakak. Akhirnya mereka ngobrol santai, tak lama suami Kinan milih nemenin anaknya buat mainan di taman, Kinan sendiri masih anteng duduk disamping Kenzo.


"Gue gak nyangka tau Ken lo nikah sama Alma"


"Gue sendiri aja berasa ngimpi" kata Kenzo datar. "Sebenernya emang dulu gue sempet pacaran sama Alma, tapi itu udah lama banget"


"Bentar, lo sama Alma pacaran? kapan?"


Kenzo senyum, "Dulu waktu kuliah, kita emang sengaja backstreet dari kalian"


"Somplak ya kalian berdua, sama maknya sendiri main rahasiaan" geram Kinan sambil nyubit lengan Kenzo.


"Sory Mak!" kata Kenzo sambil ketawa.


"tapi dulu kalian putus, terus balikan lagi gitu kah? kog sampai nikah gak ada yang tau, semuanya kaget lo"


"Awalnya tuh Alma mau nikah sama orang lain"


"hah?!"


Akhirnya Kenzo menceritakan kejadiannya dari awal sampai akhirnya mereka menikah.


"macam novel aja ya cerita kalian." kata Kinan sambil ketawa.


"Ck... terus aja ketawain" Kenzo manyun.


"Jadi lo ngerasa terpaksa dan nyalahin Alma? mangkannya lo sekarang jadi galau gini?"


"Bingung gue Mak! gue sadar sekarang udah jadi suami. Tapi makin kesini gue masih kebayang masa lalu Alma yang bikin gue putus sama dia. Rasanya kayak gak bisa trima," ucap Kenzo sambil nerawang masa lalu.


"Gue gak tau ya apa yang lo maksud. Tapi udah sih lupain aja. Gak ada guna juga. aPa faedahnya lu inget-inget, Alma juga udah jadi istri lo. Sekarang yang penting kedepannya kalian gimana"


"Bawaannya tuh masih kesel gue ke Alma"


"Ikhlasin Ken! mau sampe kapan lo kayak gini? liat gue deh, Gue nikah karena dijodohin. kalau gue mikir yang dulu-dulu, bisa pecah kepala. Untungnya suami gue sabar banget, dia bimbing gue pelan-pelan. Dan lo liat sendiri sekarang, gue bahagia, udah punya bontot lagi" kata Kinan sambil senyum.


"Lo gak boleh egois, lo bisa bayangin gak gimana perasaan Alma? punya suami yang sikapnya kayak lo sekarang ini. Dia pasti sedih banget. Tugas lo sebagai imam memperbaiki. Terima kelebihan dan kekurangan masing-masing"


Kenzo menghela nafas, diusap wajahnya dengan kasar. Dia merenungi setiap omongan yang dibilang Kinan. Gak salah emang kalau di anggap Emak sama temen-temennya.


***

__ADS_1



__ADS_2