
SK 78
Kedua pasangan itu selesai membersihkan diri, Kenzo lebih dulu duduk dengan sandaran di kepala ranjang, sedangkan Alma masih sibuk di depan meja rias, entah apa yang dia lakukan. setelah cukup lama sibuk dengan wajahnya Alma nyusuk Kenzo ke ranjang. duduk berdampingan dengan posisi yang sama.
Melihat Alma sudah disampingnya, Kenzo meletakkan ponselnya, dirapikannya rambut sang istri. Kenzo sangat suka dengan tampilan Alma yang sekarang. Saat di dalam rumah dan hanya berdua Kenzo meminta Alma melepas hijabnya. Rambut hitam dengan sedikit gelombang, kulit putih, wajah mungil. Dia jadi inget kejadian di hotel Bali.
Itu pertama kalinya Kenzo melihat Alma gak pakai hijab, tentu aja setelah bertahun-tahun gak ketemu. satu yang pasti, Alma terlihat dewasa, cantik, dan menggoda.
"ceritain sekarang" ucap Alma tanpa menoleh.
"Apa?"
"tentang cewek itu"
Kenzo meraih kepala Alma sandaran dibahunya, digenggamnya tangan sang istri, dia ingin menyalurkan rasa nyaman, dia gak mau salah langkah. dikecupnya tangan Alma lembut.
"Namanya Ayu, dia katingnya Karin di kampus. Setelah putus sama kamu, aku gak pernah lagi pacaran atau deket sama cewek. Jadi Karin berencana buat nyomblangin aku sama Ayu, dengan basic Ayu yang seorang psikolog Karin mikir pasti bisa ngeluluhin hati aku"
"Awalnya gak pernah tak tanggepi, cuma sekedar menghargai aja lama kelamaan dia terus ngasih perhatian, sering ngajak ketemu, minta anter sana sini, jadilah kita makin dekat." Kenzo mempererat genggamannya.
"Karena dia psikolog sedikit banyak tahu apa masalah aku, karena dia tuh pinter banget mancing aku buat cerita. Sampai akhirnya dia nembak aku, aku kaget, setelah itu aku langsung ngejauhi dia. Ada rasa trauma saat harus punya ikatan sama cewek. itu sebabnya aku gak pernah deket sama cewek, rasa kehilangan itu bener-bener nyakitin, dan aku takut ngalamin lagi"
Alma ngusap pipi sang suami, tanpa harus menjeda ceritanya. Hanya pengen nunjukin ada istrinya disini.
"Sampai akhirnya ketemu kamu lagi, dan kita dipaksa nikah. itu adalah momok terbesar dalam hidupku yank, trauma itu datang makin besar, tiba-tiba aku ketakutan, gelisah, mimpi masa lalu yang tiap malem dateng. Akhirnya aku mutusin buat nemuin Ayu lagi, hanya sebatas pasien dan psikolog"
Alma natap Kenzo, dilihatnya wajah suami yang mendung, dia diam cukup lama, matanya berkaca-kaca "Ada aku yank, gak papa. lanjutin" gantian Alma yang genggam tangan Kenzo.
"Kamu inget saat aku pamit Ke kediri sebelum nikah? waktu itu Ayu ngetreat aku, dia lakuin banyak cara buat bantu aku ngatasin trauma, tapi bukannya membaik malah makin buruk, karena aku harus nikah sama kamu, penyebab trauma aku" ucap Kenzo sambil nunduk.
"Jadi itu alasan diawal kamu selalu marah, cuek dan dingin ke aku" tanya Alma, Kenzo hanya ngangguk.
"Setelah nikah, aku sama sekali gak pernah nemuin atau komunikasi sama Ayu, karena saat terakhir konsul dia bilang cara terakhir adalah mencoba berdamai."
"Dan ternyata cara itu berhasil, perlahan aku mulai bisa nerima pernikahan kita, dan jatuh cinta lagi sama kamu. Aku pikir semuanya udah selesai."
"Maksutnya?"
"Alasan aku belum pernah nyentuh kamu karena aku takut gak bisa bahagiain kamu, kehilangan kamu lagi. tapi setelah aku ngerasa kita sama-sama cinta aku beraniin diri buat mulai nyentuh kamu. Dan ternyata penyakitku belum selesai, malah parah. Saat aku bener-bener pengen kamu, tiba-tiba bayangan masa lalu muncul lagi, dan bikin nafsu itu tiba-tiba hilang" ucap Kenzo sambil terus nunduk.
Alma bener-bener kaget, sebenernya trauma macam apa yang dialami Kenzo, itu pasti menyakitkan. Alma menangkup kedua pipi Kenzo. Shiiit. Kenzo nangis.
"Aku makin terpuruk yank, apa aku bisa bahagiain kamu dengan kondisiku yang sekarang. Apa kamu bisa nerima aku?"
"kita lewati bareng-bareng yank, kita bahkan belum ngelakuin, kenapa kamu udah pesimis?"
"Malam setelah tiba-tiba aku berenti, aku langsung kepikiran minta bantuan Ayu, besoknya aku nemuin dia di Surabaya, tapi kita gak bisa konsul lama karena Ayu ada acara. Dan kemaren itu dia nyempetin ke Malang buat bantu aku. tapi keburu kamu udah salah paham"
"Maaf aku udah salah paham ke kamu" ucap Alma lembut. diciumnya tangan Kenzo.
"Aku suka kamu cemburu, tapi gak suka pas bagian kamu kabur-kaburan sampe sakit. Maaf"
"Kenapa kamu gak pernah cerita ke aku?"
Kenzo menggeleng "itu aibku yank, dan cerita ke kamu itu bener-bener memalukan."
"tapi kamu bisa cerita ke Ayu?"
"itu beda urusan yank, aku kan nganggep dia psikolog yang bakal bantuin aku buat sembuh. sedangkan kamu cewek yang paling spesial, aku minder ke kamu yank"
__ADS_1
"Apasih, hem?" Alma menatap Kenzo lama.
"Maaf belum bisa bahagiain kamu, maaf aku belum bisa..."
"Kamu pasti bisa yank" potong Alma "Aku bakal terus nemenin kamu"
"Tapi bisa dibilang aku cacat dalam masalah ranjang"
"Enggak yank, jangan ngomong gitu dong"
"Aku malu sama kamu"
"Tadi Ayu kesini" ucap Alma tegas.
"Kesini? kerumah kita?" Alma ngangguk "kalian gak cakar-cakaran kan yank?" tanya Kenzo heboh.
"Emang kamu sama Rayhan? yang selalu baku hantam kalau ketemu" cibir Alma. "Dia ceritain semua ke aku, sama sih kayak yang kamu ceritain tadi" kata Alma.
--Flashback On--
Ayu datang ke rumah Alma dan Kenzo tadi siang, agak takut sih Alma, takut dia gak bisa jaga emosinya. Tapi Saat Ayu cerita tentang hubungan dia dan Kenzo, Alma malah nangis. Dia gak nyangka, orang seperi Kenzo punya rasa trauma juga lagi 'sakit' seperti itu.
"Kenzo secara gak langsung ngalami disfungsi seksual, dia bisa ngerasain nafsu seksnya tapi saat lagi on tiba-tiba nafsu itu menghilang, belum parah sih kalau menurut pendapat aku"
"bisa sembuh kan?"
"Pasti bisa, asal kamu harus sabar dampingin dia. emang sih saran dari orang lain terutama psikolog itu dibutuhin, tapi bantuan dari pasangan itu jelas sangat penting"
"penyebabnya apa?"
"trauma masalalu sangat berpengaruh, kalau dari cerita Kenzo aku sih nyimpulinnya kamu sangat berperan dalam hidup Kenzo. kehilangan orang yang sangat dicintai, juga pikiran-pikiran yang dia ciptain sendiri itu bikin trauma yang sangat dalam. Awalnya sih aku mikir dia cuma ada masalah trauma sama sebuah hubungan. dan setelah kalian nikah aku pikir semua juga bakal normal lagi. gak taunya malah penyakit satu ini yang muncul"
"kalau masalah itu mending kamu bicara sendiri sama dia."
"terus aku harus gimana buat bantu Kenzo sembuh?"
"selalu dampingin dia, kasih sugesti yang positif, tanamin rasa percaya diri tentang hubungan **** kalian, lakukan rangsangan-rangsangan kecil, tapi intens, kamu sendiri harus sabar, saat dia sedikit gak nyaman atau nolak, coba terus lakuin, perlahan tapi sering. Aku yakin sih kamu bisa bantu Kenzo ngalahin 'sakitnya'."
"Apa dia masih harus konsul ke kamu?"
"gak perlu lah, udah ada kamu. Kenzo itu sayank banget sama kamu, penyebab dia ngalamin trauma itu kamu, jadi menurut aku yang bisa nyembuhin ya kamu"
--Flasback Off--
"Dasar si Ayu, main bocorin aja" omel Kenzo.
"Kalau dia gak cerita, sampek kapanpun aku juga gak bakal tau!" bela Alma.
"ya tapi kan..."
"lagian kamu ini aneh deh, dulu kan yang ninggalin aku tuh kamu, kog malah kamu yang trauma? harusnya kan aku yank?" protes Alma.
"karena aku sayank banget sama kamu, kehilangan kamu itu bikin hidupku berubah. Karin dan Gio, mereka itu saksi gimana ancurnya aku dulu"
"Salah kamu sendiri, kenapa ninggalin aku" kesal Alma.
Kenzo senyum "yang penting kan sekarang kita sama-sama lagi." kata Kenzo sambil meluk Alma.
"Kamu gak malu punya suami gak sempurna kayak aku? yang belum bisa muasin kamu diranjang, punya penyakit kayak gitu"
__ADS_1
Alma noleh ke Kenzo "kamu pasti sembuh yank, aku bakal bantuin kamu" Alma balik meluk Kenzo "Aku juga punya kekurangan, saling nerima. jangan pernah kalah sama kekurangan kita, jadiin itu sebagai tantangan buat menang"
"pinter banget sih" ucap Kenzo sambil nyium pipi Alma "kamu gak jijik gitu yank sama aku"
"Apasih" Alma nangkup kedua pipi Kenzo, ditatapnya mata sang suami tercinta "love you"
Kenzo senyum sangat manis "Love you too. makasih yank, udah mau nerima aku, ngerti kondisi aku. kamu gak berencana ninggalin aku kan?"
"kalau kamu tetep bodooh, gak mau cerita apapun ke aku, jangan salahin aku kalau nyerah dan pergi"
"jangan" ucap Kenzo cepat.
Alma senyum "goodboy!" ucapnya sambil nyium bibir Kenzo sekilas.
Kenzo senyum "Apaan tuh, singkat amat" goda Kenzo.
tanpa disuruh Alma langsung nyium Kenzo lagi, kecupan kilat, tapi berkali-kali, bikin Kenzo gak tahan, dan menahan tengkuk Alma, dimulailah sebuah ciuman panas, begitu saling menuntut, menggelora. Tangan Kenzo juga terus kesana kemari, mengusap gunung kembar dari baju luar. Sampai akhirnya Kenzo melepas paguutan itu, dia menunduk.
"Yank..." panggil Alma lembut.
"Maaf"
"it's okay, pelan-pelan yank" ucap Alma sambil senyum "liat aku" diangkatlah dagu Kenzo.
"jangan pikirin apapun, bebasin pikiran kamu. Aku milik kamu yank" bisik Alma lembut, Kenzo menatap manit mata Alma.
Perlahan tangan Alma mulai membuka kancing piyamanya, satu persatu di depan Kenzo. Kini di depan Kenzo terpampang nyata sebuah tubuh indah tanpa atasan, tinggal bra yang terus melambai ke Kenzo minta dilepas.
"lakuin apa yang kamu pengen yank, jadiin aku wanita paling bahagia sama kamu. aku percaya kamu bisa" bisik Alma tepat ditelinga Kenzo.
Bisikan Alma seperti sebuah pecutan bagi Kenzo, dia menuruti keinginan Alma, tangannya mulai meraba bagian atas Alma, bibir mereka mulai menyatu kembali. kini tubuh atas Alma sudah polosan, begitu juga dengan Kenzo.
Mereka berdua masih saling merangsang dengan sentuhan lembutnya, Alma begitu menikmati apa yang dilakukan Kenzo. Saat dia benar-benar melambung, tiba-tiba Kenzo berenti, dia menunduk.
"maafin aku yank" Kenzo sedikit mundur. Alma kaget, tapi dia langsung senyum, dipeluknya tubuh Kenzo.
"Aku emang gak guna, gak bisa bahagiain kamu" gumam Kenzo dalam pelukannya. Alma merasakan air yang hangat, Kenzo kembali menangis.
Alma terus nyaluran rasa nyaman buat Kenzo, dia terus meluk suaminya itu, "aku selalu sama kamu yank, aku gak bakalan ninggalin kamu"
Sampai beberapa menit Kenzo masih terus menangis, rasanya plong bisa ngungkapin semuanya tadi ke Alma, tapi jujur dia jadi makin minder, rasa gak PD terus menghantuinya. dia merasa jadi cowok yang gak berguna. Ada sesal, dan putus asa, kenapa harus dia yang ngalamin ini. kalau udah kayak gini siapa yang harus disalahin? keadaan?
"besok kita coba lagi ya" ucap Alma lembut. "kamu pengennya aku pake baju lagi atau polosan gini?" tanya Alma serius.
Kenzo malah sedikit senyum, dia pikir Alma sengaja menggoda "pake yank, nanti masuk angin"
Alma ngangguk "ok!"
Setelah keduanya kembali pake baju, Alma ngajak Kenzo buat rebahan. dipeluknya tubuh Kenzo, nyaman. Kenzo juga memeluk tubuh Alma, sesekali dia mencium rambut istrinya. pikirannya menerawang jauh ke depan, hanya kegelapan yang dia temui.
"maaf" gumam Kenzo pelan.
***
***Mohon dimaklumi ya gengs, ini murni bener-bener kehaluan author, maafkan kalau ada yang salah, atau terkesan memaksa.
Yang pasti, author cuma pengen berbagi kehaluan sama kalian, dibuat santai, jangan kebawa emosi.
Author juga ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa semoga Allah SWT memberikan kelancaran beribadah di bulan suci Ramadhan ini. aamiin...
__ADS_1
Love You All...😘😘😘***