
SK105
Bulan terus berganti, kini usia pernikahan Alma dan Kenzo sudah masuk hitungan 8bulan. Keduanya menjalani biduk pernikahan dengan rasa yang sama. Saling cinta, saling perhatian dan keduanya makin kompak sekarang. Tak ada masalah yang terlalu mengusik kehidupan mereka, bertengkar kecil itu sudah biasa tapi berhasil mereka selesaikan dengan baik, tak jarang juga mereka menyelesaikan pertengkaran di ranjang.
Kenzo sedang memandangi Alma yang lagi asyik di dapur, beberapa bulan ini Alma lebih sering bergulat di dapur. Dia lagi seneng nyobain resep-resep baru yang dikasih Mama Kenzo.
"kenapa yank? ngeliatnya gitu amat!" tanya Alma tanpa menoleh ke Kenzo.
"kamu sibuk banget sekarang" jawabnya kesal.
"sibuk juga buat perut kamu" seloroh Alma sambil senyum.
Alma memang lagi belajar memasak kesukaan Kenzo langsung dari resep Mamanya. Rasanya puas banget kalau berhasil manjain lidah sang suami, walaupun Kenzo dari dulu emang gak pernah protes sama masakan Alma.
"seneng banget bikin perut aku buncit!" kesal Kenzo sambil ngusap perutnya.
"Biarin lah,makin seksi" ucap Alma sambil mengerlingkan matanya.
"seksi apaan! seksi konsumsi iya!" omel Kenzo.
Dia berjalan mendekati istrinya itu, dipeluknya sang istri dari belakang. "Olahraga bareng yuk!"
"masih pagi yank" rengek Alma manja, dia tau banget arti kata 'olahraga' bagi Kenzo.
"olahraga kan emang enaknya pagi,seger" Kenzo terus menciumi pundak sang istri yang merupakan candu baginya.
"capek aku yank,semalem kan udah"
Dibaliknya tubuh sang istri menghadap dirinya, ditoyornya kening sang istri pelan "mikir apa sih? olahraga yank, push up, sit up"
"owh... kirain olahraga itu" ucap Alma nyengir.
"pagi-pagi udah mesum, tapi kalau kamu pengen hayuk lah, siap tempur aku" ucap Kenzo sambil menaik turunkan alisnya.
"tuh kan. emoh yank, entar aja" Alma kembali berbalik melanjutkan acara masaknya.
"yakin gak mau?" goda Kenzo sambil menciumi ceruk leher Alma.
Alma sekuat tenaga berusaha menolak, tapi makin dia berontak rasa itu makin nikmat, Kenzo terus menyerangnya, tangannya mulai aktiv berselancar, sekuat apapun Alma menolak akhirnya lenguhan merdu nan seksi itu keluar juga dari bibir mungilnya.
Kenzo tersenyum puas saat Alma mulai terangsaang, dengan segera dia melepas pelukannya.
"jogging dulu lah" ucapnya sambil berlalu dari Alma.
Alma melotot denger omongan Kenzo, dia langsung berbalik menghadap Kenzo dengan tatapan tajam, kebiasaan suaminya selalu menggodanya, Alma yang awalnya nolak tapi udah masuk perangkap malah ditinggal gitu aja, sengaja ngejahilin.
__ADS_1
"Yank!" teriak Alma saat Kenzo udah berlari ke teras belakang.
Kenzo yang berniat olahraga akhirnya malah cuma duduk di teras belakang rumahnya, memandangi ikan di dalam kolan yang beberapa bulan ini ada di teras belakang rumahnya.
Kenzo menghela nafas panjang, rasanya begitu sepi, entah kenapa hatinya terasa hampa. bukan karena dia udah mulai bosan dengan Alma, gak dan gak akan pernah. karena makin kesini dia makin cinta sama perempuan mungil itu. Tapi tentu dia merasa ada yang kurang.
Alma yang awalnya pengen marah karena ngeliat Kenzo malah duduk gak jadi olahraga terdiam. Dia ikut menghela nafas, suaminya itu beberapa hari ini sering melamun.
"Yaank..." panggil Alma lembut, dia ikut duduk di samping Kenzo.
"hmmm" jawab Kenzo tanpa ngeliat Alma
"gak jadi olahraga?"
"ini lagi olahraga mata, ngeliat ikan" canda Kenzo
Alma senyum, disandarkan kepalanya di bahu Kenzo, matanya terpejam, selalu menenangkan saat berada di dekat suaminya ini. Tak pernah berubah.
Kenzo mencium rambut Alma, membawa istrinya dalam dekapan. tangan Alma melingkar di perut Kenzo. Mereka sama-sama diam, menikati udara pagi yang segar dan suara gemericik air.
"Hari ini pengen kemana?" tanya Kenzo sambil ngusap rambut Alma.
Ini adalah hari libur, udah jadi kebiasaan mereka kalau libur selalu nyempetin buat kencan berdua. Minggu kemaren keduanya baru pulang dari rumah orang tua Kenzo. Hampir dua minggu tinggal di Surabaya, karena kebetulan Kenzo ada kerjaan disana.
"dirumah aja, pengen manja sama kamu" ucap Alma sambil menelusupkan kepalanya di dada Kenzo.
"Dua-duanya" jawab Alma sambil cekikikan.
Kenzo nyentil dahi sang istri lembut, "ganjen!" dan langsung dihadiahi ciuman di dahi itu bertubi-tubi.
Keduanya kembali diam, menikamti suasana. sepasang suami istri itu entah kenapa lebih suka menyimpan semuanya sendiri, mereka begitu enggan untuk saling berbagai.
"Maaf ya yank!" ucap Alma lembut.
Kenzo melonggarkan pelukannya, ditatapnya sang istri "kenapa?"
"sampai sekarang aku belum hamil"
"gak papa yank, jangan dipikirin. kita nikmatin aja waktu berdua dulu."
"Kamu kecewa sama aku?"
"Enggak yank, belum rejekinya kita"
"tapi yank..."
__ADS_1
"udah ah gak usah bahas itu" Kenzo langsung memotong ucapan Alma "kita liburan aja gimana?"
Alma tersenyum dan mengangguk. Kenzo langsung membuka ponselnya mencari destinasi wisata yang belum mereka kunjungi, dia terus berbicara tentang rencana liburan mereka.
Cewek cantik itu hanya tersenyum sambil terus melihat Kenzo yang bersemangat. Selalu begini, saat Alma ingin membahas tentang momongan, Kenzo selalu mencoba mengalihkan pembicaraan mereka. Entah karena apa, dan Alma sendiri merasa sangat bersalah tentang itu.
Setiap dia bertemu Bebi dan melihat perut sahabatnya itu sudah mulau membuncit, Alma selalu menjerit dalam hati. Dia selalu berharap dan ingin merasakan posisi Bebi yang hamil. Bahkan segala mitos tentang orang yang pengen hamil dia lakuin tapi tetap saja belum berhasil. Dan jangan berbicara tentang usaha mereka diranjang, keduanya tidak pernah lupa dan selalu semangat ngelakuinnya.
***
Beberapa minggu ini Kenzo selalu pulang larut, setelah pergi ke Kediri bulan lalu entah kenapa sikap Kenzo jadi aneh. Saat itu dia pergi sendirian karena Alma harus nemenin Mamanya yang sakit.
Beberapa kali Alma coba bertanya selalu dijawab lagi sibuk urusan kerjaan. Bahkan kadang Kenzo pulang dengan bau alkohol, walaupun dia tidak mabuk. Saat ditanya Kenzo beralasan kliennya minum dan dia hanya menemani.
Alma mencoba memahami alasan Kenzo itu, dia juga terus bersabar saat beberapa kali Kenzo tersulut emosi karena hal sepele. Memang romantisme keduanya tidak pernah berubah, hanya sikap Kenzo sekarang lebih pendiam dan mudah marah.
"Al, kamu bisa gak berenti buat nyeritain itu. Bosen tau gak!" Bentak Kenzo.
"Kamu kenapa sih yank, aku kan cuma cerita" protes Alma yang paling gak suka dibentak.
"Bisa kan cerita yang lain" ucap Kenzo masih kesal.
"Kamu kalau gak mau denger cerita aku mending pergi aja deh Ken, makin kesini kamu makin aneh, orang aku cuma mau cerita kamunya marah-marah."
"tiap hari aku juga dengerin cerita kamu, tapi bisa kan gak usah bahas itu terus. Gak penting tau gak!" Kenzo makin kesal karena disuruh pergi.
"Kalau aku gak cerita ke kamu terus aku cerita ke siapa sih Ken?!ke cowok lain?!" Alma ikutan kesal.
"Terserah kamu lah Al. bosen tau gak!"
"Bosen?! Harusnya tuh aku yang bilang bosen. tiap hari kamu uring-uringan terus. kalau kayak gini ceritanya mending aku kerja lagi aja, bisa setress aku dirumah dengerin kamu marah-marah terus!"
"kerja?!" Kenzo mengeratkan giginya, rahangnya mengeras.
"Iya kerja, kemaren Bisma nawarin buat gabung di EOnya dia"
Sebenernya ini cuma akal-akalan Alma aja, Bisma memang nawarin tapi waktu itu langsung ditolak sama dia, takut Kenzo nanti mikir macem-macem. hubungan dua laki-laki itu sebenarnya sudah membaik, bahkan mereka beberapa kali jalan bareng, tapi masalah perasaan Kenzo kadang masih tetep aja cemburu.
"Bisma?" gumam Kenzo pelan.
Dia mendekat ke Alma decengkramnya lengan istrinya itu kuat. "kamu deket lagi sama Bisma?"
"Memang kenapa kalau aku deket sama dia? toh akhir-akhir ini kamu sering pergi pulang malem gak jelas ninggalin aku!" Alma natap Kenzo tajam.
"Alma!" bentak Kenzo
__ADS_1
***