
#56
Pernikahan Alma dan Kenzo terasa beda, Pernikahan itu sudah berjalan 2 mingguan, tapi tak ada kehangatan dan keromantisan. Mereka hanya saling canda, debat, kadang juga saling emosi. Seperti saat ini, keduanya lagi debat masalah yang gak penting.
"Dek, tau laporan yang kemaren aku taruh meja makan gak?" tanya Kenzo sambil berkacak pinggang. Kenzo udah kembali manggil Alma 'Dek', Walaupun kadang masih suka manggil nama juga.
Alma yang lagi bersih-bersih hanya melirik sekilas, kebetulan ini akhir pekan jadi mereka bisa santai dari pagi. "Gak tau!"
"Kog gak tau sih? kan kita cuma berdua, kalau kamu gak tau aku tanya siapa lagi? setaaan?"
"iih... kamu nih, cari lagi sana, kamu lupa naruh kali"
"Gak mungkin dek, orang kemaren itu aku baca di meja makan" Kenzo ngotot.
"Ya Allah Ken, di cari lagi aja dulu. kamu gak liat aku lagi sibuk nyapu."
"Aku butuh sekarang, Gio nanyain soalnya!" Kenzo mulai emosi.
"terus?!"
"Cariin!" kata Kenzo dengan nada yang meninggi.
"Kamu tuh ya, dari kemaren ribet aja nyari barang ilang. dasar pikun!"
"Yeee... harusnya kamu sebagai istri itu pengertian. barang suami disimpen yang bener!" Kenzo nyolot.
"heleh orang kamu kalau naruh barang suka sembarangan, kalau udah butuh aja aku yang diribetin!"
Alma gak kalah nyolot, dia baru tau kebiasaan Kenzo yang teledor sama barang.
"Berenti dulu nyapunya, bantu cari. cepet deeeek!" Kenzo mulai gak sabar.
"udah pikun, teledor,gak sabaran, emosian. Haaaisssh..." gumam Alma pelan sambil nyari di laci.
"nyari, bukan ngedumel" teriak Kenzo yang sekarang lagi nyari lagi di kamar.
"di ruang kerja kamu gak ada?" teriak Alma dari lantai bawah. Rumah keduanya gak terlalu besar, dan Alma mengatur supaya setiap ruangan gak terlalu banyak barang.
"Gak ada kayaknya! kan aku bawa keluar kemaren!" jawab Kenzo masih dengan teriak.
Alma yang mendengar jawaban Kenzo jadi gak percaya. Dia menaiki tangga dan masuk ruang kerja Kenzo. Dibukanya satu persatu laci meja, sampai dia menemukan berkas dengan judul 'Laporan Bulanan!'
Alma berkacak pinggang natap tajam Kenzo ditangannya Sudah ada map laporan. "Ini yang kamu cari?"
Kenzo mendekat, "Nah ini ni, nemu dimana? di dapur pasti"
"Di Ruang kerja kamu!" kesal Alma.
"Masak sih, tadi kayaknya gak ada" kata Kenzo sambil garuk rambut.
"Masak sih," ejek Alma dengan meniru gaya Kenzo "Dicari yang bener mangkannya, kebiasaan!"
Kenzo jadi salah tingkah, dia nyengir" Makasih"
"Gak usah nyengir, jelek!" Alma bentak Kenzo, tapi gak keras, dia hanya bercanda.
"Berani ya sama suami"
"Suami yang teledor kayak kamu emang harus di beraniin!" ucap Alma sambil natap Kenzo tajam.
__ADS_1
"Matanya bisa dikondisikan gak mbak? minta di colok!" ucap Kenzo yang risih ditatap Alma kayak gitu.
"Colok sini kalau berani!" tantang Alma sambil mendekat.
Seperti biasa, saat Alma mulai mendekat Kenzo yang jadi tambah risih. Bukan risih sebenernya tapi dia takut. Berdekatan tiap hari dengan Alma jelas bikin Kenzo salah tingkah. Apalagi Alma yang sekarang jauh lebih menggoda, tubuhnya bener-bener pas menurut Kenzo.
Pernah suatu hari saat bangun tidur, Kenzo natap Alma lama. Tanpa dia sadari juniornya sudah bangun. Alma yang entah sengaja atau tidak malah mencoba mendekat ke Kenzo, padahal matanya masih terpejam. Dari jarak dekat Kenzo bisa mencium wangi tubuh Alma. Kenzo yang udah gak tahan akhirnya kabur ke kamar mandi, bersolo karir.
"stop!" bentak Kenzo, Alma yang kaget langsung manyun.
***
"Ken, hari ini ada acara gak?" tanya Alma saat semua kerjaan rumahnya udah beres, dan mereka juga udah sarapan.
Kini keduanya duduk di depan tivi, sambil santai selonjoran juga makan camilan.
"Gak ada" jawab Kenzo singkat.
"ikut belanja yuk!" ajak Alma dengan nada manja.
Kenzo melirik Alma, "tumben!"
"Aku pengen beli perlengkapan sama bahan-bahan dapur. jadi butuh tenaga buat bawa barangnya" ucap Alma sambil nyengir.
"Ck... kalau butuh aja baik ngomongnya!" cibir Kenzo.
"Iya dong. buruan ganti baju"
"gak mau, capek!"
"Kenzoo!" teriak Alma sambil berkacak pinggang.
"Buruan Ken!"
"Iya-iya sabar markonah!" kesal Kenzo.
Satu jam kemudian keduanya sudah sampai di Mall, Alma pengen beli perlengkapan dapur.
"Dek, ini mau kemana lagi? katanya cuma beli perlengkapan dapur?" tanya Kenzo yang daritadi udah capek muter-muter nemenin Alma. Apalagi bawa barang yang lumayan banyak.
"Mumpung disini Ken, sekalian beli baju, tas, sepatu, aksesoris...."
"Borooong semua!"
Alma ketawa "Baru tadi ngecek ATM dari kamu, banyak juga isinya. sayang kalau gak dibelanjain" iseng Alma.
"Jangam dihabisin!" kata Kenzo sambil natap Alma tajam. "Nyarinya susah"
"Pelit"
"Biarin lah, biar cepet kaya kita" canda Kenzo, Alma ketawa.
Keduanya selesai belanjan, dan sekarang lagi di cafe temenya Kenzo. Cafenya cukup nyaman. namanya 'Ruang Baca'. Disini juga banyak buku-buku, jadi bisa ngopi sambil santai baca buku.
"Hai Ken!"
"Hai Mas Anjas!"
"Nikah gak bilang-bilang, ini istrinya?" tanya Anjas, si empunya cafe.
__ADS_1
Kenzo senyum "Iya mas, maaf dadakan soalnya. Kenalin ini Alma, dan Al, ini Mas Anjas pemilik cafe ini"
Alma dan Anjas berjabat tangan "Kayak familiar ya wajahnya" gumam Alma.
Kenzo senyum, "iya dia dulu pemain bola, sekarang udah pensiun"
"Owh.." Alma ngangguk.
"Mbak Danis gimana kabarnya?" tanya Kenzo.
"Sehat, bentar lagi turun. tadi masih gantiin baju sikecil. nah tu dia" kata Anjas sambil senyum ke arah Danis, istrinya.
"Hay ganteng, gemes banget sih" kata Alma sambil ngelus pipi anaknya Anjas dan Danis.
Keempat orang itu terlibat pembicaraan santai, mereka ngobrol ngalor ngidul, mulai masalah kerjaan, anak, rumah tangga, semuanya.
Sampai akhirnya Alma dan Kenzo pamit pulang, karena mereka juga udah lama disana. Saat pulang, Alma minta berenti di minimarket buat beli minuman. Kenzo milih nunggu di mobil.
Saat keluar dari minimarket, Alma dikejutkan dengan munculnya Rayhan. Tanpa bicara Rayhan narik tangan Alma dan meluk. Alma jelas kaget, dia berontak.
"Lepasin Mas!" Alma dorong Rayhan sekuat tenaga. Belum hilang rasa kaget Alma, sekarang dia dikejutkan lagi dengan kedatangan Kenzo.
"Brengseeek!"
Buugh...
"Kenzo!" teriak Alma sambil nutup mulutnya.
Rayhan udah tersungkur di lantai, sudut bibirnya berdarah, Kenzo cuma mukul sekali, tapi dengan tenaga full. Untungnya keadaan udah sepi karena malem.
Kenzo narik Alma ke belakangnya. "Ngapain lo ganggu istri orang?"
Rayhan berdiri "sebelum kejadian itu, Alma adalah tunangan gue! calon istri gue!"
"Terus?" Kenzo seperti nantang Rayhan.
"Kalau gak ada elo, sekarang Alma pasti sama gue!"
"Ck... itu elo aja yang goblook!"
"Gue tau Alma gak bahagia, kalau emang lo gak bisa bikin Alma bahagia dan cuma bikin dia nangis mending ceraiin dia!" kata Rayhan tegas.
Kenzo natap Alma tajam, dia seperti tersengat listrik denger omongan Rayhan. Cerai? istrinya itu hanya diam, dia bingung harus gimana, jujur dia masih kaget.
"Itu bukan urusan lo!" kata Kenzo sambil narik tangan Alma ke dalam mobil.
Alma juga heran sama Rayhan kenapa tiba-tiba dia bersikap kayak gini. padahal selama ketemu di RS mereka biasa aja. Walaupun Alma lebih sering menghindar.
Kenzo keliatan marah, dia mengemudikan mobilnya kencang, Dan gak ngobrol sama sekali, Alma juga diem saking takutnya.
"Ken..." Panggil Alma saat mereka udah sampai dirumah.
Kenzo seperti tidak memedulikan panggilan Alma. Dia cuma ngelewatin Alma, dan berlalu masuk rumah.
Braakkk...
***
__ADS_1