Sahabatkah?

Sahabatkah?
SK79


__ADS_3

SK79


Setelah menceritakan semuanya kepada Alma, entah kenapa sekarang Kenzo lebih banyak diem. Alma yang ngeliat itu tentu aja jadi bingung. Kenzo seperti orang lain. bahkan keesokan harinya, pagi-pagi dia sudah ninggalin Alma ke kantor. Entah cuma alasan atau emang beneran ada urusan.


Seharian ini Alma milih diam dirumah, dia browsing sana sini untuk mencari tahu tentang 'sakitnya' Kenzo. bahkan dia juga ikutan konsultasi online dengan psikolog. Nyembuhin Kenzo tentu aja PR tersendiri buat Alma. Dia gak mau Kenzo terus-terusan hanyut dalam traumanya.


Sampai sore hari Kenzo belum juga pulang, padahal biasanya dia nyempetin buat makan siang dirumah. Tangan Alma seakan gatal, akhirnya di telphonlah suaminya itu.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam yank. kamu dimana sih? daritadi aku tungguin."


"Maaf yank, di kantor lagi sibuk, ada beberapa job yang harus aku handel sendiri"


"Aku kan aspri kamu, kog gak di ajak!" rajuk Alma.


"lupa kalau sekarang udah punya aspri" ucap Kenzo sambil ketawa.


"sengaja kan kamu!"


"yaelah suudzon aja sih. ni udah dijalan kog. kamu mau pesen apa?"


"gak pesen apa-apa. maunya kamu cepet pulang.titik!."


Kenzo terdengar ketawa "siap nyonya. tungguin ya"


Alma menutup telphonnya kesal, setelah itu dia milih mandi. Alma pengen tiap Kenzo pulang dia sudah keliatan cantik, meskipun gak dandan menor. yang penting seger dan harum. Tak berapa lama suara mobil Kenzo datang, Alma berlari kecil turun tangga, bersiap membukakan pintu.


"Assalamualaikum" salam Kenzo, ternyata dia yang buka pintu duluan.


"Waalaikumsalam" jawab Alma dengan suara manis. Dia langsung meraih tangan Kenzo dan menciumnya.


"cantik amat sih istriku ini" ucap Kenzo sambil nyium kening Alma.


"baru sadar? dari dulu kemana aja?" cibir Alma.


"emang dulu kamu cantik?"


"iyalah! sampek kamu tergila-gila sama aku" jawab Alma kesal


Kenzo ketawa, "Aku mandi dulu ya" ucap Kenzo sambil naik ke atas.


"Mau ditemenin gak yank?"


"gak!"


"Aku gosokin punggungnya" goda Alma. Kenzo terus melangkah.


"gak!"


"Aku gosokin yang lainnya deh" Alma makin jahil, kini dia sambil cekikikan.


"Yank... gak usah godain deh" teriak Kenzo dari atas.


Alma cuma senyum tanpa jawab teriakan Kenzo. Dia menghembuskan nafas panjang, ada rasa bersalah yang juga menghampirinya. ini semua yang nyebabin adalah dia, andai dia bisa memutar waktu kembali ke masa lalu.


Alma dan Kenzo milih sholat maghrib jamaah di dalam kamar. seusai sholat Kenzo masih terus duduk berdoa cukup lama. Alma mengambil dua Al-qur'an. selesai berdoa Alma ngajak tadarus berdua. Mereka membaca Al-qur'an bergantian, saling mengingatkan jika ada pelafalam yang salah. saat adzan isya' mereka baru selesain bacaannya.


Usai sholat isya' Kenzo berdiri lebih dulu, dia ngangkat telphon. mungkin dari temennya. dia berdiri di depan jendela yang langsung keliatan pemandangan gunung yang cuma keliatan lampu-lampu kecil dari rumah di kaki gunung.


Alma memeluk Kenzo dari belakang, disandarkan kepalanya di punggung suami. Kenzo yang masih nelphon jelas kaget, di usapnya jemari Alma yang melingkar di perutnya.


"Kenapa yank?" tanya Kenzo lembut, selesai dia nutup telphon.


"kangen kamu" gumam Alma pelan.


Kenzo senyum, "tiap hari aku sama kamu kan"


"tadi aku ditinggalin, sengaja kamu!"


"enggak"


"jangan berubah yank" ucap Alma pelan.


Kenzo melepaskan pelukan Alma, dia berbalik, ditatapnya wajah Alma yang menunduk. "berubah gimana?"


"ya pokoknya aku gak mau kamu berubah. gak usah mikirin 'sakit' kamu, aku janji bakal terus ada sama kamu."


Kenzo senyum "liat aku." titah Kenzo "kalau boleh jujur, aku ngerasa malu sama kamu yank, kadang aku mikir, harusnya gak nikahin kamu, kamu berhak bahagia seperti orang lain."


"Aku bahagia sama kamu"


"tapi aku belum bisa bahagiain kamu sepenuhnya."


"Aku gak masalah. kita usaha bareng-bareng. pasti bisa sembuh."


Kenzo menghela nafas panjang "boleh gak aku egois? pengen terus sama kamu, padahal aku sendiri gak yakin kamu bisa bahagia dengan keadaanku sekarang."


"gak ada yang egois. kamu harus percaya sama aku, kamu pasti bisa ngelewatin ini yank"

__ADS_1


"kamu mau nemenin aku terus?"


"pasti mau"


"Aku gak mau kehilangan kamu lagi yank" ucap Kenzo sambil nunduk.


"kamu pikir aku mau ngilang kemana? udah jadi pengangguran, cuma bisa ngandelin uang dari kamu. mana bisa aku ngilang" canda Alma.


Kenzo tersenyum. ditariknya Alma dalam pelukannya "makasih yank,"


"sama-sama yank, maaf ya bikin kamu ngalamin trauma kayak gini" ucapnya.


Kenzo menggeleng "bukan salah kamu"


"Aku sayank kamu"


"Aku lebih sayank kamu" ucap Kenzo sambil ngeratin pelukannya.


"habis ini kencan yuk!" ajak Alma sambil ngelepas pelukannya.


"boleh"


"tapi makan dulu, aku udah masak capek tauk"


"iya"


"yaudah aku siapin dulu."


"Aku bantuin"


"gak usah, tugas kamu mikir, mau ngajak aku kencan kemana"


"Lah... kan tadi kamu yang ngajak, kog jadi aku yang harus mikir"


"tinggal mikir doang, ih!" ucap Alma sambil keluar kamar.


***


Selesai makan malam, Alma dan Kenzo milih keluar rumah, mereka pergi pake motor sport Kenzo. Alma selalu meluk suaminya itu dari belakang, suasana malam kota Malang bener-bener dingin, cocok buat pasangan seperti mereka untuk saling memberi kehangatan.


Mereka berdua saling cerita, bercanda. nostalgia zaman kuliah, masa-masa mereka lagi travelling, backstreet, semua hal terasa indah. Tentu aja mereka melewatkan hal yang menyakitkan.


Setelah puas muter-muter, Mereka berhenti di sebuah kedai makanan pedas, diantara keenam sahabatnya, memang cuma mereka berdua yang doyan banget makanan pedas. mereka seperti pesta, memesan semua makanan yang terasa menggoda lidah.


"Alma kan?" tanya seorang pengunjung di meja sebelah, sepertinya mereka udah mau balik.


"iya, masih inget aja, seneng deh" ucap cowok itu sambil senyum. "Apa kabar?"


"Baik, mas sendiri?"


"baik juga, gak pernah ngumpul sama anak Neka?" tanya Sakti, Neka adalah julukan nama SMA mereka dulu.


"udah lama enggak ngumpul sama anak-anak mas" Alma dan Sakti terlihat ngobrol dekat.


"ehm..." Kenzo berdehem.


"eh, kenalin mas, suamiku" ucap Alma salah tingkah, apalagi saat ngeliat ekspresi Kenzo, alamat ngambek pasti.


"loh udah nikah?" Sakti dan Kenzo berjabat tangan, kenalan.


Tak lama Sakti pergi, Alma terlihat senyum-senyum inget masa lalu. "siapa dia yank?" tanya Kenzo dengan wajah tak bersahabat.


"kakak kelas SMA dulu, dia dulu ketua OSIS yank, cakep kan, idola cewek-cewek"


"termasuk kamu?"


"jelaslah, jujur ya yank, kita dulu sempet deket. udah hampir jadian juga" ucap Alma sambil ketawa, inget masa abu-abunya.


"Pantesan seneng gitu" Kenzo manyun.


Alma makin ketawa "Apasih yank... santuy lah."


Kenzo tetep manyun, Alma yang ngeliat itu jadi makin ketawa. dia terus ngerayu Kenzo sampai akhirnya suaminya itu mulai senyum lagi.


"Yank, masih inget sama mas Anjas gak? itu yang punya Ruang baca"


"inget, kenapa? besok ngajakin nobar Chelsea sama MU. mau ikutan gak?"


"jam berapa?"


"tandingnya sih jam 12Malem?"


"hah?! begadang gitu?"


"iya, gak mungkin aku ninggalin kamu sendirian, kalau mau nih besok kita nobar sekalian buka kamar hotel"


"ngapain? pulang aja" tolak Alma.


"gak papa yank, gratis. kita nginep di hotelnya Mas Anjas, la dia ngadain nobar di rooftop hotelnya. cuma temen deket sih yang diajak. katanya pada bawa pasangan semua"

__ADS_1


"Owh... oke!"


Kenzo nyibir "tumben cepet kalau mutusin"


"habisnya acaranya di hotel, daripada kamu ngajak cewek lain"


"ngajak cewek lain juga gak bakal tak apa-apain yank" ucap Kenzo sambil nunduk.


"haiish... kenapa larinya kesitu sih" Alma jadi ngerasa salah.


Kenzo senyum maksa, di matanya ada awan gelap yang gak bisa Alma terjemahin. "Aku sadar diri yank"


"mbuh wes, kamu kenapa jadi baperan sih yank" protes Alma. Kenzo cuma nunduk.


"Maaf deh, kalau kamu jadi kesinggung" ucap Alma akhirnya, digenggamnya tangan Kenzo.


"kamu gak salah"


"Jangan ngomong kayak tadi, please... aku gak suka yank" Alma mencoba menyelami perasaan Kenzo, bener-bener bukan seperti Kenzonya yang dulu.


Mereka berdua diam cukup lama, sibuk dengan pikirannya, sambil ngabisin makanan pesanan mereka. tiba-tiba Alma senyum. "besok Chelsea sama MU?"


"Iya"


"inget gak dulu waktu kita nobar dirumahku, kamu pegang Chelsea, tapi kamu kalah dan aku yang menang"


"ingetlah, gak nyangka aja dulu kamu tau bola" ucap Kenzo sambil nyubit hidung Alma.


Alma ketawa "sebenernya aku gak paham yank, tapi dulu itu Bisma suka banget sama MU, dan aku tuh sering nemenin dia beli atributnya, jadinya tau"


"hah?! ternyata kamu lebih dukung kesukaannya tuh cowok!" Kenzo terlihat kesal, nadanya meninggi.


"gak usah ngegas ngomongnya, la kan dulu aku masih sama dia, wajar dong kalau ngikutin dia"


"terus aja ngeles! belain aja terus cowok brengseek itu? kenapa? dia spesial banget ya?" omongan Kenzo makin gak jelas.


"kenapa marah sih yank, kita kan lagi bahas bola, gak perlu nglebar kemana-mana lah." Alma mulai agak kepancing.


"Awas aja masih milih timnya dia!"


"enggak, ngikut kamu aku yank." kata Alma ngalah "lagian kenapa kamu masih kesel aja sih sama Bisma? dia mah udah lewat yank."


"Mana bisa aku gak kesel ke cowok itu?"


"iya, tapi alasannya apa?"


"udahlah malas bahasnya. bikin emosi aja" Kenzo nenggak minumannya kasar, Alma cuma bisa geleng-geleng.


Tak lama Kenzo ngajak pulang, sepanjang jalan dia hanya diam, cuma sesekali jawab omongan Alma. suasana jadi bener-bener canggung.


'gak bakalan deh nyebut nama Bisma atau cowok lain kalau lagi kencan, ajur semuanya!' batin Alma.


Sampai dirumah Alma milih ke kamar mandi duluan, saat keluar kamar mandi dia udah gak nemuin Kenzo. Alma pikir dia cuma ngambil minum buat jaga-jaga, karena biasanya Alma suka bangun tengah malam cuma buat minum.


Tapi sampai setengah jam Kenzo belum balik kamar, Alma yang emang daritadi ngerasa gak enak langsung keluar kamar, nyari suaminya. setiap ruang dia datangi, sampai akhirnya dia liat Kenzo lagi ngerokok di teras belakang, tempat favoritnya.


Alma hanya ngeliat Kenzo dari jauh. Suaminya itu keliatan frustasi, rambutnya acak-acakan. Beberapa kali Kenzo membuang nafas kasar, lalu menunduk. nunjukin kalau dia lagi gak baik-baik saja. Perlahan Alma mendekat. langsung diciumnya kepala Kenzo.


"kog belum tidur?" tanya Kenzo sambil narik Alma dalam pangkuannya.


"nungguin kamu"


"tidur duluan yank" ucap Kenzo sambil meluk cium Alma.


"gak mau, pengennya dipeluk kamu"


"manja!"


"Biarin." sahut Alma "Kamu kenapa lagi?"


Kenzo cuma diam "Uda ah galaunya, gak suka liat kamu sumpek. Bukan Kenzoku banget"


"Emang Kenzomu itu seperti apa orangnya?" tanya Kenzo sambil mainin tangan Alma.


"Kenzoku tuh orangnya ngeselin, nyebelin, jahil, gak pendiem kayak gini. gak suka yank!"


Kenzo senyum, dipeluknya tubuh sang istri, "love you yank, maafin aku"


"kalau cinta ya cinta aja, gak usah minta maaf terus!" omel Alma.


"iya iya. galak amat!" cibir Kenzo, Alma senyum.


"ngantuk, pengen tidur sambil dipeluk" ucap Alma manja.


Kenzo senyum "Kayak cewek penggoda kamu yank" Candanya


Alma cemberut "Biarin lah, pahala tauk godain kamu" elak Alma. Kenzo ketawa.


***

__ADS_1


__ADS_2