
SK93
Hari ini adalah weekend, dan rencananya Alma dan yang lain mau pergi ke Bali. Mereka berangkat sore hari, nunggu Bebi dan Rayhan pulang kerja. Mereka ngumpul di rumah Kenzo.
"Ini kalian pada hafal jalannya?" tanya Rayhan saat mereka lagi prepare mau berangkat.
Para cewek-cewek masih pada di dalam rumah, mereka lagi nyiapin makanan dan minuman buat di jalan. Sedangkan para cowok udah standby di depan.
"Menghina nih dokter satu, Gio mah Bali udah kayak rumah ketiga. jalannya hafal diluar kepala" ucap Kenzo sambil tersenyum.
"rumah ketiga?"
"iya, pertama Surabaya, kedua Malang, Ketiga Bali. namanya juga orang travelan" kini Gio yang jawab.
Rayhan tersenyum sambil ngangguk "ada recomend tempat honeymoon gak?"
"elo mau honeymoon sama siapa?" tanya Kenzo cengoh.
"sama Alma!" jawab Rayhan datar.
"sialaan!" umpat Kenzo sambil dorong badan Rayhan.
"lagian pertanyaan lo Ken, aneh!" Gio nimpali.
"Gue mastiin aja Nyet!" bela Kenzo "gue curiga aja, nih anak masih ngarep sama Alma"
"Yaelah... segala itu masih dibahas. emang kalau gue masih ngarep kenapa? lo mau ngelepas Alma?"
"Sembarangan! jangan harap!" bentak Kenzo kesal, Rayhan tersenyum miris.
"Hay bapak-bapak, lets go lah kita berangkat!" ajak Alma yang udah selesai nyiapin amunisi buat perjalanan panjang ini, diikuti Karin dan Bebi.
"bapak-bapak, dikira kita bapak tukang becak apa!" Gio mlengos gak terima.
"Oke gue ganti, barisan para om-om!" ucap Alma sambil ketawa.
"Asal jangan barisan para mantan aja yank!" Canda Kenzo, tapi mukanya kesal.
Alma makin ketawa ,"lucu banget sih suamikuuu" ucap Alma sambil nyubit pipi Kenzo.
Akhirnya mereka naik ke atas mobil dan berangkat. Sepanjang perjalanan mereka lebih banyak ngobrol gak jelas, bercanda. Rayhan yang awalnya agak kaku juga datar saat di ajak bercanda kini mulai luwes, mulai ikut nimpali candaan Gio dan Kenzo.
"kayaknya laki gue kena virus kalian berdua deh, udah mulai bisa di ajak bercanda!" ucap Bebi sambil tersenyum ke arah Rayhan.
"Rayhan itu emang harus banyak bergaul sama orang macam gue sama Gio, biar gak kaku kayak kanebo kering. kebanyakan gaul sama pasien sih, wajahnya serius terus" ucap Kenzo sambil nyetir mobil.
Kenzo mengemudikan mobil dengan ditemani Alma, ditengah Bebi sama Rayhan, dibelakang sendiri Gio sama Karin. enak emang kalau traveling bawa pasangan sendiri-sendiri.
"iya, baru kerasa kalau selama ini hidup gue monoton" kata Rayhan.
"bersyukur deh lo nikahnya sama Bebi yang ceplas ceplos gitu, jadi lebih berwarna hidup lo." ucap Kenzo "dan yang lebih harus disyukuri elo gak jadi nikah sama Alma, gak cocok emang Alma sama elo!"
"lo ngomong gitu karena elo mau bilang Alma cocoknya sama elo?!" tanya Rayhan.
"Iyalah" jawab Kenzo diikuti tawanya, Alma cuma senyum sambil geleng-geleng.
__ADS_1
"Ambil sono" kata Rayhan kesal, Bebi yang ada disebelahnya hanya melirik, dia diam gak ikut nimpali.
"itu yang dibelakang kenapa gak ada suara?" tanya Kenzo sambil ngeliat ke spion tengah.
"Kak Gi tidur, kecapekan dia" jawab Karin sambil ngusap rambut Gio yang tidur di pangkuannya.
Gio memang baru nyampek Malang tadi siang, beberapa hari kemaren dia harus ke Madiun ada kerjaan, baru nyampek Surabaya tadi pagi, mampir rumah bentar dan langsung ke Malang.Berasa hidup di jalanan terus.
Perjalanan terus berlanjut, kali ini Kenzo milih muter musik, suasana diluar sudah mulai gelap, untung perjalanan mereka lancar gak ada macet, mereka hanya berhenti untuk nyari makan malam, setelah itu lanjut jalan. Mereka sepakat buat nikmatin perjalanan,gak perlu buru-buru. Sampai di pelabuhan tengah malam.
"Gak nyangka bakal kesini lagi sama kamu" ucap Alma ke Kenzo saat mereka sudah ada di atas kapal.
Kenzo senyum, "jodoh gak bakal kemana yank," ucap Kenzo sambil masukin tangan Alma ke saku jaketnya.
Alma noleh, dia serasa dejavu. Dulu waktu pacaran saat kuliah Kenzo sering ngelakuin ini, saling genggam tangan di dalam saku jaketnya. diusapnya tangan Alma lembut.
"biar gak kedinginan, kalau gak ada orang milih langsung tak peluk aja" bisik Kenzo.
Alma senyum, "makasih yank, daridulu kamu selalu pinter bikin baper."
Kenzo gak jawab, dia hanya senyum. mereka berenam milih duduk jauhan dengan pasangan masing-masing. mungkin pengen nikmatin waktu berdua. Kenzo dan Alma sama-sama diam, menatap lurus kearah lautan yang gelap.
"Makasih sayank, udah ada dalam hidup ku" ucap Alma sambil noleh ke Kenzo.
"kembali kasih cinta!" goda Kenzo sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ganjen ih!" Alma mukul lengan Kenzo pelan.
Kenzo ketawa "berasa bulan madu lagi, pokoknya mau tak puas-puasin!" ucap Kenzo sambil bayangin ngelakuin banyak hal di kamar sama istrinya.
Kenzo memutar matanya jengah, kata 'puas-puasin' bagi mereka mempunyai arti yang beda. Terpaksa dia harus muasin hasrat belanja Alma dulu nanti, baru muasin hasrat dirinya.
"belanja sepuasmu yank, pokok inget aja belum bayar listrik, air, kebutuhan pokok rumah, terus..."
"haish... gak niat emang kamu, nyuruh puasin belanja tapi ngeingetin itu terus" potong Alma.
Kenzo ketawa "Canda sayank, belanjao, tapi tetep sisain uangnya, jangan kalap"
"kamu pikir aku istri gimana ngabisin uang suami? masih waras aku yank!" omel Alma kesal.
"iya-iya ngomel mulu! poop Mie yuk!"
"gak usah nanti uangnya abis" Alma narik tangannya dari genggaman Kenzo, malas.
Kenzo ketawa "Ngambekan!" Kenzo nyubit hidung Alma.
Di lain sisi Karin dan Gio lebih banyak debat, Karin lagi introgasi Gio tentang masa lalunya. bagaimana dia dengan para mantannya. Selama ini Gio gak banyak cerita tentang masa lalunya, Karin sendiri jarang mempermasalahkan, dia hanya cukup tau kalau Gio playboy dan punya banyak mantan.
Tapi entah kenapa, sekarang Karin jadi penasaran sama masa lalu Gio, tapi gara-gara rasa keponya itu sekarang mereka berdua malah lagi debat.
"mantan kamu yang paling spesial dan sampe sekarang belum bisa lupa siapa? jujur!" tanya Karin.
Ini adalah kelanjutan dari rentetan pertanyaan Karin tentang masa lalu Gio, cowok itu sendiri sekarang lagi menelan salivanya kasar, dia seperti makan buah simalakama. dijawab salah, gak dijawab juga salah.
"Udah yank, gak usah lanjutin bahas ginian, kita ini mau liburan lo!"
__ADS_1
"terus kenapa kalau liburan? aku tuh cuma nanya kak, kenapa? takut?!"
"gak gitu yank..."
"yaudah jawab! lagian aku gak mau kejadian kayak kemaren. ketemu sama cewek tak pikir cuma temennya kakak, ternyata mantan. kalau tau dari awal kan aku bisa bersikap!" kesal Karin.
"emang kamu mau bersikap gimana?"
"pasang wajah macan lah, biar gak ada yang berani berharap ke kakak lagi"
Gio nahan senyum "cinta banget ya kamu sama aku?!" goda Gio.
"Ck... jawab dulu pertanyaan ku, gak usah ngalihin pembicaraan!"
"iya iya... mantan spesial?! ehm... sama aja sih yank semuanya, cuma mantan doang!" Gio nyari jawaban aman.
"kalau yang inget sampek sekarang?"
"semuanya inget lah yank! gak mungkin dilupain" jawab Gio dengan senyum jahil.
Karin udah mulai cemberut "yang paling diinget yank. nama!" Karin mulai menuntut.
Gio keliatan mikir, "ehm..." dia masih setia dengan senyum jahilnya. menjengkelkan menurut Karin.
Karin melotot denger jawaban Gio, "Siapa?"
Gio senyum "adalah pokoknya yank"
"Kak Gi!" kesal Karin, dia menghentakan kakinya.
"nanti kamu ngambek"
"enggak, buruan ih!"
"Sheila. pacar pertamaku"
Karin diam, dia natap Gio tajam "Sheila?!?"
***
Halooooo gengs.....
Author mau minta maaf ya kalau belakangan ini jarang update. rada sibuk sama dunia nyata jadi ngehalunya keganggu, hehehe....
Setelah ini diusahain update teratur lagi.
Mumpung momen lebaran juga, author mau ngucapin,
"minal aidzin walfaidzin... mohon maaf lahir dan batin"
Semoga di hari yang fitri ini semua kesalahan kita dihapuskan, dan balik menjadi manusia yang bersih dan suci...
Sesuci cinta author ke kalian semua... eaaaak...😝🤗
Tetap semangat... Meskipun mungkin ada yang gak bisa mudik gegara pandemi. Smangaaaaat semuaaa.....
__ADS_1
****