
#70
Malam ini Kenzo bener-bener gak pulang kerumah, bahkan Alma baru bisa tidur tengah malam, kepikiran. Banyak pikiran negatif yang muncul, tapi selalu dia buang jauh-jauh. Dia yakin Kenzo pasti punya alasan.
Alma mulai mengingat kejadian malam itu, apa dia ada kesalahan? rasanya tidak. Alma hanya mengikuti alur yang dimainkan Kenzo. Dia sangat tahu kalau malam itu Kenzo juga sangat menginginkannya. Tapi pergi saat mereka bahkan baru pemanasan itu sangat mengusiknya. kenapa?
drrrt.....drrrrrrrtttt.....drrrrttt....
Alma terbangun karena suara ponsel yang disimpan diatas nakas. Secepat kilat langsung dia angkat, telphon dijam yang bahkan adzan subuh belum berkumandang, pasti penting.
--KENZOKU--
"Assalamualaikum" sapa Alma dengan suara khasnya.
"Waalaikumsalam yank. udah bangun?" tanya Kenzo dengan santai, seperti mereka sedang baik-baik saja.
"kebangun sama telphon kamu" jawab Alma mencoba biasa.
"kamu gak papa kan? maaf ya ninggalin kamu sendirian dirumah, aman kan?"
"Aman, aku juga pulang kerjanya malam" kata Alma "kamu dimana?"
"ini aku tidur di kantor, sama Gio sama anak-anak yang lain"
"Beneran di kantor?" selidik Alma
Kenzo terdengar ketawa "Iya sayank, aku pindah vicall ya, biar kamu liat konyolnya anak-anak pas tidur"
Tak lama panggilan pun berubah video. Kenzo nunjukin muka Gio yang pertama, Alma senyum. Gio emang selalu aneh kalau tidur, mangap itu pasti, ditambah tingkab konyol temen-temen Kenzo yang lain. tak lama wajah Kenzo muncul lagi, seperti pindah tempat.
"Maaf ya, kamu jadi tidur sendirian. Kemaren udah rencana mau balik. tapi terpaksa tunda, anak-anak dadakan ngajak rapat bahas rencana kantor baru, mumpung aku disini katanya. yaudah. selesai malam, mau pulang dipaksa anak-anak buat main PES." Kenzo nerangin panjang lebar. wajah Alma keliatan manyun.
"kamu gak bohong kan? aku lagi krisis kepercayaan ke kamu nih" ucapnya sambil berkaca-kaca.
Kenzo senyum "aku gak bohong yank, nanti tanya Gio deh, dari kemaren sama dia terus aku, sumpah"
"balik kapan?" tanya Alma mengalihkan pembicaraan.
"habis subuh langsung balik Malang. biar bisa sarapan sama kamu"
"kamu pengen dimasakin apa?" tanya Alma.
"terserah kamu yank, habis ini langsung berangkat aku." kata Kenzo "Yank... senyum donk, kangen" pinta Kenzo manja. Secepat kilat Alma langsung senyum, sangat manis.
' selalu nenangin. cantik' batin Kenzo.
"Maaf ya yank. malam itu..."
"Gak usah dibahas, kamu buruan sholat biar waktunya pas" potong Alma cepet. Dia gak mau bahas ini, apalagi di telphon.
Kenzo senyum "iya iya... udah kangen banget ya kamu pengen ketemu?"
"iya, pengen cepet ketemu, biar bisa langsung nampol kamu" kesal Alma.
"Waduh.... nampol pake bibir ya" goda Kenzo.
"Haiiish... kamu nih, aku lagi sebel tauk sama kamu"
__ADS_1
"iya paham, nanti puas-puasin deh marahnya. yawes aku siap-siap dulu. daah sayank. love you!" pamit Kenzo sambil kissbye.
"love you too yank" balas Alma sambil senyum.
Kenzo sampai rumah jam 06.20, cukuplah kalau buat sarapan bareng. Saat sampai rumah Kenzo langsung meluk Alma, dia ngerasa bersalah banget ke istri cantiknya itu.
"Yank... hari ini aku Kediri" ucap Kenzo di sela sarapan paginya.
"lagi? kamu baru balik Surabaya lo yank"
"terpaksa, Gio juga gak bisa berangkat. aku deh opsi terakhirnya." terang Kenzo.
"Nginep lagi?" tanya Alma kesal.
Kenzo nahan senyum "Tergantung, tapi biasanya sih novi selalu maksa nginep, biar gak capek katanya. jadi dia yang ngurusin hotelku"
"Haaaiiish... lebih belain omongan novi daripada nemenin aku?"kesal Alma.
" Gak gitu yank, biasanya tuh mumpung aku kesana jadi sekalian bahas semua kerjaan yang berhubungan sama pusat. biar gak bolak balik"
"tauk ah. kamu inget kan kita mau ke rumah Mama Papa di Surabaya? Karin udah nanyain"
"iya, besok tetep ke Surabaya kita"
"gampang deh nanti, kamu juga pastinya capek bolak balik sana sini"
"gak papa yank, ini aku ke Kedirinya juga siangan. mau rebahan bentar" kata Kenzo sambil nyelesaiin suapan terakhirnya "kamu mau dianter?"
"gak usah, aku bawa motor sendiri. kamu istirahat aja" kata Alma sambil bawa piring kotor dan mencucinya.
" Enggak!"
"Coba kamu udah resign, kita kemana-mana bisa berdua." Kenzo nyoba ngomporin.
"Males ah bahas itu lagi, kita udah masa tenang ya. please..." pinta Alma.
"Oke-oke..." Kenzo membalik tubuh Alma. mereka saling pandang "kamu kecewa sama aku?"
"Enggak. mungkin malah kamu yang kecewa sama aku" ucap Alma sambil nunduk.
"gak yank... sabar dikit lagi ya." ucap Kenzo sambil nyium kening Alma lama.
Alma langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Kenzo, dia peluk suaminya itu, mencari kenyamanan. Kenzo membalas pelukan Alma sambil menepuk punggungnya pelan. cukup lama.
"Mau pelukan sampai kapan? kamu pengen telat?" ucap Kenzo ngagetin Alma. Sontak pelukan itu langsung dilepas.
"Ya ampun, kamu sih" protes Alma sambil beresin meja makan.
"Lah... orang kamu yang meluk duluan"
"Ck..." sebal Alma.
Setelah pamit Alma langsung melesat ke kantor. kalau hari jum'at gini biasanya gak terlalu padat kerjaan. dan Biasanya hari jum'at anak-anak pada santai. setelah apel pagi, sebagian karyawan ikut senam aerobik. Alma yang kemaren moodnya ancur, sekarang udah bisa ketawa lagi.
Masalah gosip yang lagi rame, Alma ngikutin saran Kenzo, dibiarin ajalah, tapi dia tetep minta tolong rekan seruangannya buat meredam. Kasian Bebi juga yang beberapa hari ini keliatan kusut. bahkan kemaren dia sempet chat dokter Rayhan ngasih kabar kondisi Bebi.
Dia gak pengen makin kesini hubungan mereka jadi renggang. dan dia udah mutusin nanti pengen ngobrol berempat, dia ngerasa masih ngeganjel aja.
__ADS_1
***
tok... tok... tok...
"Almaaa..... kog bisa disini yank?" Kenzo kaget, reflek dia langsung berdiri.
Alma mendekat ke arah Kenzo berada "Kejutan donk" ucapnya.
Diraihnya tangan suaminya itu dan di cium. Kenzo tersenyum, dia melihat Alma masih pakai seragam batik rumah sakitnya yang ditutupi dengan jaket warna pink.
"Ganggu ya, maaf" ucap Alma sambil ngelirik Novi yang keliatan sebal.
"enggak yank... lagi bahas kantor sama ngobrol santai aja. bentar lagi juga selesai. sini yuk!" Kenzo narik tangan Alma duduk disampingnya.
Bagi Kenzo ini bener-bener kejutan, dia sama sekali gak bayangin kalau Alma bakal nyusul ke Kediri. tapi dia jelas seneng banget. dia jadi inget chat dari Kenzo yang bilang kalau Alma cemburu ke Novi. mungkinkah?
Kenzo nahan senyum "capek?" tanyanya lembut sambil ngusap pucuk kepala Alma.
"Enggak" jawab Alma singkat.
Alma terus natap Novi yang sekarang raut wajahnya langsung berubah masam. "Novi gimana kabarnya? kog keliatan murung? ada masalah?" pancing Alma.
Novi keliatan senyum maksa "gak kog. aku baik-baik aja. aman"
Selanjutnya, Kenzo dan Novi terlibat obrolan lagi, tentu masalah kerjaan. Alma yang emang agak capek milih duduk rebahan di sofa sambil main ponsel.
Satu jam kemudian, Alma dan Kenzo pamit pulang. Sebelum pulang, Kenzo ngenalin Alma ke semua rekan-rekannya di kantor. Dan genggaman tangan gak pernah lepas, sampai Alma masuk mobil.
"Mau nginep sini apa langsung balik?" tanya Kenzo saat menyalakan mobil.
"nginep dong, ajakin jalan. jauh-jauh kesini masak langsung balik" ucap Alma sambil mencibir.
Kenzo ketawa "dapat ide dari mana sih, sampe nyusulin kesini?"
"Gio tuh, kompor dasar. sebel aku" ucap Alma keliatan kesal "Mampir toko baju ya yank"
"iya" jawab Kenzo singkat. "Gio bilang apa?"
"Dia bilang kamu sama Novi dulu deket banget, Novi tuh mepetin kamu terus daridulu. bikin gerah aja" cerita Alma.
Kenzo megang tangan Alma, dan dicium "Dulu itu Novi kerja di kantor travel yang Surabaya. mulai awal kantor buka dia udah disana. Ya kita emang deket, tapi bukan deket seperti yang dipikiran kamu. cuma masalah kerja. Sampai akhirnya kita sepakat buka cabang di Kediri, kebetulan dia asli Kediri, jadi dia tak suruh pegang kantor disini."
"Tapi dia keliatan suka sama kamu, gak sekedar rekan kerja biasa" protes Alma.
"Kalau masalah itu aku gak paham, yang jelas aku cuma nganggep dia temen. just it"
"kamu gak pernah nginep di hotel sama dia kan?"
"ngawur kamu. gak lah yank. cuma sama kamu aku nginep di hotelnya" ucap Kenzo sambil nyubit hidung Alma.
"beneran. tadi pagi kamu bilang Novi biasanya yang ngurusin hotel"
"iya, cuma pesenin. aku tidurnya ya sendirian lah" kata Kenzo lagi. "Cemburu ya?" tanya Kenzo sambil noel pipinya.
"Iya. puas?!" bentak Alma, Kenzo yang kaget hanya bisa ketawa.
***
__ADS_1